NovelToon NovelToon
Istri Berbahaya Sang Mafia

Istri Berbahaya Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Mafia / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ecly

Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.

__________________________________________

lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-gara Axel.

Para petugas penjaga, dan para pelayan yang bertugas di lorong menatap aneh pada sang nyonya. Saat melihat penampilan yang memakai atasan mode turtleneck yang di padukan dengan rok panjang sebatas kaki. Padahal cuacanya tidak sedingin kemarin.

     Lea yang moodnya sedang hancur lebur gara-gara suami laknat-nya menghentikan langkahnya, sambil bersedekap tangannya di dada. Ia menatap tajam pada mereka semua.

" Apa yang kalian lihat hah! Mau aku ganti mata kalian dengan mata babi? Aneh sekali apa kalian baru pertama kalinya melihat orang huh! " ucapnya kesal.

Mereka tersentak apa lagi terbayang kemarin sang nyonya muncul dengan kondisi penuh darah, dan apa tadi mau mengantikan mata mereka dengan mata babi! Benar-benar gila.

" Dasar nggak tahu diri? Harusnya kalian itu fokus saja sama pekerjaan kalian. " omelnya kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ruang makan.

Para pelayan dan penjaga segera menghembuskan nafas lega, setelah sang nyonya pergi dari hadapan mereka, karena aura Dinginnya Langsung menghilang dari hadapan mereka. padahal biasanya sang nyonya sopan santun. entah apa yang terjadi hari ini sepertinya moodnya kurang baik.

    " Beliau sangat menyeramkan ketika sedang marah? Ngomong-ngomong nyonya marah karena apa yah? "

" Benar sekali aku sampai nggak berani bernafas! Huh untung nyonya sudah pergi? "

      mereka menyempatkan dirinya untuk mengusap tengkuk lehernya masing-masing.

karena merinding dan takut.

" Aku malah curiga bahwa nyonya selama ini hanya berpura-pura saja, menjadi wanita yang lemah lembut dan baik hati? "

    " Aku setuju dengan mu buktinya beliau bisa meringkus penyusupnya sendirian tanpa minta bantuan, dan tidak ada luka sedikitpun. Itu benar-benar aneh bukan? "

" Penyusupnya sudah di siksa beliau berjam-jam tapi masih tetap hidup aneh sekali! Tapi dulu beliau tidak seperti itu deh."

        " Benar sekali aku sudah lama bekerja di sini! dulu beliau tidak pernah menakutkan seperti sekarang. Beliau berubah setelah bangun dari komanya. "

     " Lagian nyonya tumben sekali memakai turtleneck di hari yang panas begini? Aneh banget! Padahal sedang tidak turun salju, dan bukan musim dingin juga. "

" Sudah sudah seharusnya tadi kita memang tidak bersikap seperti itu.! Lebih baik sekarang kalian selesaikan pekerjaan kalian masing-masing. " lerai penjaga sambil menatap tajam para pelayan yang sedang bergosip tentang sang nyonya.

       Para pelayan tersentak kaget' ketika melihat tatapan tajam dari para penjaga lorong itu. Mereka kemudian membubarkan diri lalu kembali sama pekerjaannya, masing-masing.

*****

Lea berhenti ketika tidak sengaja berpapasan dengan Sofia dan putranya. Sofia dan putranya merespon kehadiran Lea dengan tatapan dingin khas dirinya masing-masing. Sambil menatap aneh cara berpakaian Lea. Lea bisa melihat wajah angkuh dari ibu dan anak itu.

       " Dasar nggak punya sopan santun. Sudah tidak ada menyapa kita, sekarang malah Menatap kita seperti itu. Coba kalau aku yang menatap mereka seperti itu sudah pasti mereka, akan mengamuk dan menghukum ku? " omel-nya dalam hatinya.

" Carlin apa kamu sedang sakit? " tanya logan.

    Lea mengerjap matanya. " tida---"

" Syukurlah kalau begitu, soalnya kalau Kamu sakit, kamu pasti merepotkan semua orang. Di mansion ini! Jangan sampai kamu itu sakit? " potong Sofia dengan nada tak suka. Lea menatap Sofia dengan tatapan mengejek.

    " Begini kah sikap Anggota keluarga Alexander! pada nyonya utama? Aku kamu? tidak ada salam hormat, bisa meninggi suaranya, dan tidak menjaga batasannya? Dan apa tadi? Aku merepotkan kalian kalau aku sakit? Jangan mengada-ada. "

    Lea tersenyum sinis ketika melihat raut wajah Sofia dan putranya logan berubah. Lalu dia melanjutkan perkataannya kembali.

" Hey sisihkan keluarga Alexander! Tata Krama yang wajib di pelajari.nggak pernah di baca dengan baik, dan enggak di terapkan di kehidupan sehari-hari ya? Sehingga tidak ada yang bersikap sopan santun kepada orang lain. "

     " Ya ampun bisa-bisanya pemimpin Alexander! Membiarkan anggota seperti ini, tetap hidup, dan tinggal di mansion utama. Padahal kan Syarat pertama bisa tinggal di mansion utama ini bisa menghormati nyonya utama. Aku harap kalian terutama kamu bibi tidak bersikap seperti ini lagi, karena aku tidak akan segan-segan menendang kalian dari mansion utama ini. "

   Lea menatap tajam kemudian melanjutkan langkahnya, melewati ibu dan anak yang masih membeku dengan wajah pias nya. Samar-samar Lea masih bisa mendengar Sofia berteriak dan mengumpat nya. Dia menatap malas ke arah Sofia.

   " Dia pikir dia siapa? Menantu, sama seperti ku. hanya saja status ku lebih tinggi dari semua orang. Di baikin malah tidak tahu diri! " ucap Sofia dengan sebal.

        Tap~tap~tap.

" Mulai detik ini, kalian harus sadar diri, dan sadar posisi. Kecuali memang mau main-main dengan ku dulu. " Lea menyeringai

Sesampai di ruang makan semua orang langsung menatapnya aneh. Termasuk Axel.

yang hidungnya di perban seperti Habis' melakukan operasi hidung.

          Sofia dan logan yang juga baru tiba di ruang makan menatap sinis ke arah Lea. Kemudian membungkukkan badannya sesaat Lalu menuju ke arah kursinya masing-masing.

" Cucu menantu ku, Apa kamu sedang sakit? " tanya Johan.

Lea yang dari tadi diam-diam tertawa melihat hidung suami laknat-nya, Lalu menoleh.

" Tidak aku baik-baik saja. "

      " Lalu kenapa kamu memakai atasan yang menutupi leher mu sayang? ada apa? " rasanya Lea ingin melemparkan pisau buah yang ada di atas meja ke arah Axel yang baru saja bertanya sambil menaik sebelah alisnya.

" Ini semua gara-gara kamu Bajingan! " makinya dalam hatinya saja, kan nggak mungkin dia mengatakan di depan keluarga Alexander! bahwa suami laknat-nya sudah menggigit lehernya. Yang ada semua orang akan berpikir yang tidak-tidak.

    " Tidak apa-apa! " sahutnya kemudian duduk di samping suami laknat-nya.

" Bukan karena kamu ingin menutupi karya buatan ku tadi malam kan? " bisik Axel. Membuat Lea langsung menatapnya tajam dan lepas kendali lalu berkata.

     " Jangan memancing emosi ku Axel Alexander! Atau ku hancurkan lagi hidung mu yang menyedihkan itu! Atau ku patahkan tulang rusuk mu? " tentu gara-gara lepas kendali dia reflek mengatakan itu semua. Di Detik berikutnya dia menyesal karena semua orang menatap-nya. Mana dia bicara dengan nada tinggi.

      " Idiot...! Bisa-bisanya aku terpancing...!" makinya dalam hatinya.

Wus~

Ruang makan tiba-tiba hening gara-gara ucapan Lea. Sebagai dari mereka membelalakkan matanya kaget. ada yang marah. Berbeda dengan suami laknat-nya yang menatapnya dengan penuh ejekan. Karena tujuan Axel memang senjata memancing emosi istrinya itu. Agar mengamuk di depan keluarganya! Axel rada-rada dia.

        " Carlin bukankah kamu terlalu berani? dan tidak tahu sopan santun. "

Lea dan yang lainnya sontak menoleh, ke arah Sarah yang barusan saja berbicara.

" Bukan kah Anda yang tidak sopan? iya kan kakek? " Lea menatap ke arah Johan. Johan mengangguk lalu menatap tajam ke arah Sarah.

     " Benar Kamu yang tidak sopan, Sarah! Kamu lupa status mu apa, dengan cucu menantu ku ini? Carlin marah karena Axel membicarakan sesuatu yang tidak seharusnya di bicarakan di meja makan. "

Lea tiba-tiba merinding.

   " Oh, begini ternyata aura asli dari mantan pemimpin mafia." batinnya, soalnya Lea baru melihat Johan semarah itu.

" Tunggu apa tadi? waduh jangan bilang dia mendengar, apa yang sudah Axel ucapkan kepada ku! " Lea jadi malu, dan ngeri.

       Sarah mengepal kuat tangannya di bawah meja. Apa lagi semua orang menatap-nya penuh emosi, termasuk Joseph sang suami. keberaniannya mendadak hilang, Sarah selalu lupa bahwa tidak ada yang pernah mau membelanya, termasuk suaminya.

     " Maaf mak-maksud saya. Nyonya muda tidak seharusnya bicara seperti itu kepada pemimpin, meski pemimpin mengajaknya untuk berbicara sesuatu, yang tidak semestinya! Di depan semua orang! Setidaknya nyonya muda tidak menaikkan nada bicaranya. " sudah susah payah Sarah Mengatakan itu. Tapi respon semua orang seperti biasanya.

      " Suamiku apa kamu merasa keberatan, dengan apa yang sudah ku katakan tadi? Maaf tadi aku tidak sengaja menaik nada suara ku! Soalnya Kamu membuat ku malu suamiku. " sumpah Lea ingin muntah darah, detik itu juga. Dia menatap tajam ke arah suaminya.

" Si brengsek ini kenapa juga tiba-tiba diam saja? Apa dia marah, dan sengaja ingin mengunakan kekuasaannya. Untuk menjatuhkan diriku? " Lea jadi was-was mana semua orang menunggu jawaban dari suami laknat-nya itu.

      Lea dengan terpaksa menyentuh tangan suami laknat-nya itu. setelah sadar bahwa Axel sedang sibuk dengan isi pikirannya.

" Ehem, tidak apa-apa istriku yang cantik.? aku sama sekali tidak merasa keberatan! Aku sangat senang bisa mendengar suara mu yang merdu itu."

Axel meremas tangannya Lea. Kemudian mengecupnya di depan semua orang, membuat semua orang yang menyaksikannya agak gimana gitu. Lea memaksakan senyum manisnya, walaupun sebenarnya dia ingin sekali menghajar Axel untuk kedua kalinya.

" Apa kamu tidak pegal tangannya! " Ucap lea yang dari tadi tangannya tidak di lepas Axel.

     Axel tersenyum tipis di bibirnya, dia tahu ke mana arah pembicaraan dari istrinya itu.

" Pegal sih tangan ku ini, apa kamu mau menyuapi ku makan sayang? " ucapnya sambil menyeringai lebar.

Lea ingin rasanya mencekik leher Axel Detik itu juga. Tapi nggak bisa karena anggota keluarga Alexander sedang berkumpul semua. Jadi dia terpaksa menyuapi suami laknat-nya itu tanpa henti, agar suami laknat-nya tersedak makanan. Dia juga dengan kasar memasukkan sendok makan ke mulut suami laknat-nya itu. Tapi semuanya malah tidak sesuai ekspektasi nya. Buktinya Axel masih baik-baik saja dan malah tersenyum manis, sambil menikmati makanannya yang di suapin nya. Mana tangannya malah berani kurang ajar menari-nari di paha-nya.

        Mereka berdua larut dalam pikirannya masing-masing. Sampai lupa bahwa di meja makan itu bukan hanya mereka berdua saja' beberapa dari orang-orang yang menyaksikan keharmonisan pasangan suami-istri itu, rasanya mau menghilang detik ini juga. Ada juga yang menatapnya tak suka. ada yang merasa gemas. Dengan pasangan suami-istri itu.

        " Aduh, aku jadi rindu dengan suamiku? " gumam Grace. Karena kelakuan anak dan menantunya tidak jauh beda, dengan dia dan suaminya. Sama-sama romantis dengan caranya sendiri. Grace tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. andai dia tahu sudah pasti dia akan kecewa berat.

Setelah melewati sarapan pagi yang menjengkelkan itu Lea. Axel Johan dan Grace berkumpul di ruangan untuk membahas mengenai resepsi pernikahan Axel dan Lea. kapan akan di adakan.

Sementara di sisi lain Sarah tengah mengamuk di dalam kamarnya, dia melemparkan apa saja yang ada di dalam kamarnya. dia marah kesal dan jengkel dia pikir di sindir oleh para ipar-iparnya sudah paling memalukan, dan menyakitkan. Ternyata tidak! Carlin sangat sukses menghancurkan harga dirinya, di hadapan semua orang. Dan itu membuatnya marah'

      " Kenapa dia tidak mati saja'! perempuan sialan itu. " gumam-nya sambil menatap pecahan Guci dengan tatapan berapi-api seolah-olah guci itu adalah si Carlin, kemudian dia melemparkan vas bunga dari keramik lagi.

Prang~

 Tanpa Sarah sadari seseorang sedang menyaksikan,dan mendengar semua ucapan-nya di balik layar laptop.

*****

Lea menatap sinis ke arah Axel. Karena tidak membiarkannya ikut pergi, dari ruang kerjanya. Padahal dia ingin menonton para pasukan yang sedang latihan, dia juga ingan ke ruang bawah tanah untuk melihat si penyusup yang katanya masih hidup. Sampai sekarang.

     " Aku akan menjelaskan semuanya! kenapa aku bisa menikahi mu Car---" Axel menggeram marah' dan segera menyusul istrinya, yang melangkah pergi.

Tap~tap~tap~

     Sret~

" Lepas! " Lea menyentak kuat genggaman tangan Axel. Tapi Axel mencengkram nya dengan kuat.

     " Aku sudah cukup sabar dengan sikap mu selama ini, bukan berati kamu bisa sesuka hatimu Carlin.kali ini saja tolong dengarkan dulu penjelasan dari ku. " Axel menarik tangannya,dan membawanya duduk di sofa.

Lea yang tidak ingan mendengarkan apapun itu, dia kembali bangkit dari duduknya. Dan berniat pergi lagi.

    Sret~

" Axel Alexander! " teriaknya. Karena Axel kembali menarik tangannya, dan malah membawanya duduk di atas pangkuannya.

" Dengarkan dulu penjelasan ku, setelah ini kamu boleh lanjut marah padaku. Setelah aku menjelaskan semuanya! termasuk siapa dalang di balik kecelakaan yang membuat mu koma. kamu pasti ingin mengetahui siapa orangnya iya kan? " ucap Axel dengan wajah serius.

Lea mengerjap matanya,lalu menatap lekat mata elang suami laknat-nya. Siapa tahu kan Axel hanya mencari alasan, supaya dia tidak pergi dari dalam ruangan kerjanya.

     " Kalau begitu lepaskan aku? Aku tidak mau duduk di pangkuan mu aku masih bisa duduk sendiri. " ucap-nya.

Axel memalingkan wajahnya, sambil menghela nafas. Lalu kembali menatap istrinya.

" Duduklah di sini! dan tolong dengarkan aku dulu! " Axel menepuk-nepuk sofa di sebelahnya.

Lea tidak mau mengikuti perintah Axel dia duduk di seberangnya, duduk dengan tegak.

sambil bersedekap tangannya di dada, lalu berkata.

     " Silahkan cepat katakan? ku harap anda mengatakan semua kebenarannya! " Ucap-nya.

sudut bibir Axel berkedut, dia begitu gemas dengan kelakuan istrinya, dia mengerjap beberapa kali matanya. Lalu menatap serius.

   " Axel! "

 " Baik lah aku menikahi mu bukan karena syarat kepemimpinan atau mau memanfaatkan Kamu, yang lemah. Dan bukan pula karena kamu berasal dari keluarga menengah. Tapi...!!! "

1
Reka Cantika
lanjutkan lagi Thor
Reka Cantika
lanjutkan
winda _
lanjut Thor 💪❤️❤️
KaylaKesya
terbaek thor💪🥰
Trifandi Saputro
kayak pernah baca. .alurnya sama hanya namanya aja beda. . .
yaaahhh mungkin cuma kebetulan sama aja kali yAA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!