NovelToon NovelToon
Getting Married On The Rebound

Getting Married On The Rebound

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jee Jee

*merried for revenge

bukan ajang perlombaan ini hanya sekedar balas dendam , balas dendam antar saudara yang tak kunjung padam.

liyan menatap nanar HP yang baru saja di banting hingga berserakan di lantai. emosi nya memuncak dan tak terkendali karena sang kekasih meninggalkan liyan demi memilih bertunangan dengan musuh bebuyutannya.

"5 tahun kita pacaran kau malah memilih laki laki sialan itu karena dia di pewaris. " umpat nya tertahan di antara rahang yang sudah mengeras

"brengsek!! "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

...

...

Ta, lu kenapa sih? Dari tadi perasaan uring-uringan mulu!" tanya Zheya yang sedari tadi merhatiin gerak-gerik sahabatnya itu dengan dahi berkerut.

"Gak kenapa-napa gue!" jawab Renata ketus.

Nah, loh! Ternyata bad mood akibat kejadian di supermarket tadi bener-bener terbawa sampai ke resto. Asal semprot saja tuh mulut, bikin suasana di meja kasir mendadak tegang.

"Idih, kenapa nih anak? Tumben banget tantrum gini... ada masalah kali ya?" Zheya tak habis pikir. Biasanya Renata adalah sosok yang paling waras dan logis di antara mereka, tapi hari ini dia tampak kayak singa yang ekornya baru saja terinjak.

Zheya mendekat, mencoba mencairkan suasana. "Lu lagi cosplay jadi Cherry ya? Tumben lu random kek gini? Jangan-jangan lu ketularan virus Cherry nih! Agak-agak miring lu soalnya," ucap Zheya sambil menggerakkan telunjuk di keningnya, ngebentuk garis miring tanda 'kurang waras'.

"Apaan sih, Zhe!! Gue bad mood tau!!" semprot Renata lagi, kali ini sambil menghentakkan pulpennya ke atas meja.

"Ya kalau bad mood tuh cerita, bukannya marah-marah ke barang mati," sahut Zheya santai.

"Tambah bad mood gue kalau ingat pria songong bin bagong itu!" Renata semakin menjadi-jadi, ia ngacak rambutnya frustrasi.

"Kenapa, Ta? Sini cerita sama gue, biar lega tuh dada," ajak Zheya mulai serius.

"Jadi gini, Zhe... tadi tuh kan gue ke supermarket depan noh. Gue liat buah duwet, Zhe! Lu tau sendiri kan gue pengen banget buah itu, udah sebulan gue cari-cari. Pas banget tadi tinggal sekotak lagi di rak," Renata memulai ceritanya dengan nada berapi-api.

"Nah, pas gue mau ambil, eh... keduluan sama pria songong yang waktu itu pernah gue ceritain ke lu! Padahal gue udah di depan etalase, tangan gue udah mau nyampe, tapi dia nyerobot gitu aja tanpa permisi. Kesel gak lu?!"

"Terus? Lu nggak negur cowok itu?" tanya Zheya penasaran.

"Ya gue tegur lah. Gue minta baik-baik, eh dianya malah nggak mau kasih. Malah ngajak debat! Dia bahkan bilang gue cewek gila! Kurang ajar banget kan? Capek gue debat sama orang kayak gitu. Gue rebut aja buahnya, eh malah direbut balik. Jadi cowok kok nggak mau ngalah banget!" Renata menarik napas dalam-dalam.

"Lu tau ujungnya gimana? Buahnya jadi rusak, hancur penyet semua, Zhe! Sampai ditegur pelayan supermarketnya. Ya udah, gue tinggal kabur aja biar dia yang ganti rugi. Rasain!" pungkas Renata panjang lebar.

Bukannya prihatin, Zheya malah tertawa terpingkal-pingkal mendengar cerita tragis sahabatnya itu.

"Ada-ada aja lu, Ta!! Gue kira nggak bakal separah itu kejadiannya, pantes lu jadi tantrum. Btw, lu jangan kesel-kesel lagi dong. Inget, benci sama cinta beda tipis, takutnya tuh cowok malah jodoh lu. Wkwkwk!" ledek Zheya.

TAK!

Renata melempar pena yang ia pegang ke arah Zheya, namun sahabatnya itu berhasil menghindar. "Bercanda lu nggak lucu, Zhe! Amit-amit gue punya jodoh kayak dia."

"Amit-amit nanti jadi emut-emut loh... wkwkwk!" ledek Zheya semakin menjadi-jadi.

"Amit-amit jabang bayi!" gerutu Renata.

"Emangnya lu hamil, Ta?" tanya Zheya polos.

"Ya enggak lah, Deng!! Hamil sama siapa? Pacar aja kagak punya!"

"Mana tau lu hamil online... wkwkwk," canda Zheya.

Renata menyipitkan matanya, balik menyerang. "Ohh, jangan-jangan... lu ya, Zhe? Yang udah ewew-ewew-an sama laki lu? Ayo ngaku!"

"Idih... sok tahu lu!" wajah Zheya mendadak memerah.

"Ya mana mungkin enggak? Lu kan udah nikah. Lagian apa salahnya kalau ada debaynya? Gak ada yang marah kok!"

"Kan lu tadi yang bilang amit-amit jabang bayi! Gimana sih konsepnya, kok malah jadi nyerang gue?" ucap Zheya bingung sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Au ah, gelap!" balas Renata ketus sambil memalingkan muka.

Di sisi lain kota, atmosfer terasa jauh lebih berat. Leon kini berada di Kenjiro Resto, duduk berhadapan dengan seseorang yang telah lama ia kubur dalam ingatan yang menyedihkan. Namun, takdir berkata lain. Orang itu hadir kembali di saat Leon benar-benar sudah berjuang untuk lupa.

Mata tajam Leon mendadak sayu. Ada beban yang tak kasatmata menggelayuti bahunya. Tangannya terasa dingin dan ia mendadak menjadi pendiam selama beberapa hari ini. Pikirannya kacau balau sejak mendapat ajakan pertemuan ini. Kini, mereka berada di ruang VIP yang hanya berisi mereka berdua.

Berdosakah aku? batin Leon. Meski ini adalah pertemuan bisnis, tetap saja ia merasa ada yang salah. Bukankah ia telah memiliki istri? Rasa bersalah itu menghantui setiap embusan napasnya.

"Ge, apa kabar?" tanya wanita di depannya dengan senyuman manis—senyuman yang dulu sangat dirindukan Leon.

"Seperti yang kamu lihat, Chelin," jawab Leon datar.

"Syukur lah Gege baik-baik saja."

"Hmm," Leon hanya memberikan anggukan tipis sebagai balasan.

"Ternyata makanan kesukaan Gege masih sama, ya?" ucap Chelin mencoba mencairkan suasana yang kaku saat melihat pelayan menyajikan hidangan Jepang di meja mereka.

"Hmm..." Lagi-lagi, Leon hanya merespons singkat.

Suasana canggung itu membuat Leon tak nyaman. Ia ingin segera menuntaskan rasa penasaran yang selama ini bersarang di otaknya.

"Kemana?" tanya Leon singkat, menatap langsung ke mata Chelin.

"Hmm?" Chelin mengalihkan pandangannya, mencoba berpura-pura tidak mengerti arah pembicaraan Leon.

"Kemana kamu selama ini? Kenapa menghilang tanpa kabar?" tanya Leon lagi, suaranya terdengar dingin dan menuntut.

"Aku... aku di Shanghai," jawab Chelin dengan nada ragu.

"Kenapa menghilang? Kenapa tidak ada kabar sedikit pun?"

"Aku... aku kira tidak ada yang menginginkan kehadiranku lagi di sini," jawab Chelin sendu, matanya mulai berkaca-kaca.

"Kamu merasa begitu? Lalu kenapa sekarang kembali?" desak Leon.

"Maaf, Ge. Aku tidak bermaksud menghilang. Waktu itu aku sakit," jawab Chelin sambil menunduk. Jawaban itu tidak sepenuhnya bohong, tapi juga tidak menceritakan seluruh kebenaran.

"Sakit kenapa?"

"Aku dibawa paksa oleh Papa. Waktu itu aku harus berurusan dengan psikiater, Ge. Aku merasa depresi, aku kira semua orang membenciku," jawabnya dengan suara bergetar.

"Apa karena ditolak Liyan? Sebesar itukah cintamu padanya sampai harus berurusan dengan psikiater?" tanya Leon, menatap tajam gadis di depannya.

Chelin tertegun. "Dari mana Gege tahu?"

"Jadi benar? Semua karena Liyan? Heh..." Leon tak habis pikir. Segalanya di luar ekspektasi. Selama ini ia mengira Chelin menghilang karena mungkin sudah tiada, tapi ternyata alasannya tetaplah laki-laki itu.

"Atau kamu menghilang karena menghindari perjodohan denganku?" lanjut Leon.

"Tidak, Ge."

"Lalu kenapa baru sekarang? Kenapa kembali lagi?"

"Maaf, Ge. Aku tidak bermaksud—"

Kalimat Chelin terputus oleh pertanyaan Leon yang paling menusuk. "Apakah kamu masih mencintai dia?"

Hening. Chelin hanya diam membeku. Air matanya mulai berlinang, namun ia seolah enggan untuk menangis di depan Leon.

"Hahaha... ternyata benar?" Leon tertawa hambar, sebuah tawa yang penuh dengan luka lama yang kembali terbuka.

"Dengar ini, Chelin! Jauhi Liyan!" Peringatan keras Leon akhirnya meruntuhkan pertahanan Chelin. Air mata yang sedari tadi ditahannya kini jatuh membasahi pipi.

Leon benci melihatnya menangis, namun hatinya masih terasa perih. Meskipun ia merasa sudah melupakan perasaannya pada Chelin, melihat wanita ini menangis karena laki-laki lain tetap terasa menyesakkan.

"Kenapa menangis? Tidak perlu ada air mata untuk hal ini," ucap Leon tegas.

"Tidak, Ge..."

"Liyan sudah menikah. Jauhi dia! Aku hanya memperingatkanmu agar kamu tidak terluka lebih dalam lagi."

"Tapi Ge! Aku... aku hanya ingin..."

"Dengarkan aku, Chelin. Jangan pernah mengganggu hubungan si brengsek itu. Aku tidak peduli sama sekali padanya, tapi aku tidak mau istrinya terluka! Jangan pernah sentuh hubungan mereka!!"

Tatapan Leon sangat tajam, memberikan ancaman yang tak main-main. Ia tidak ingin Zheya—wanita yang dulu pernah bersamanya—merasakan sakit hati untuk kedua kalinya.

Setelah mengatakan itu, Leon bangkit dan meninggalkan Chelin sendirian yang masih terisak. Ada rasa kasihan di hati Leon, namun logikanya jauh lebih kuat. Ia tidak ingin menghancurkan kebahagiaan yang baru saja mulai ia bangun bersama adeline. Sebenci-bencinya ia pada Liyan, Leon tidak akan membiarkan masa lalu menghancurkan masa depan mereka.

1
memei
leon jgn main tebak tebak ,langsung ngomong jujur saja ..kalo PD gak percaya ya sudahlah yg pntg udah ngomong
memei
liyan gengsi di pelihara ,nanti zheya terluka kamu sendiri yg merana krna zheya sedang di incar cewek gila fans beratmu liyan
memei
harusnya chelin yg di basmi kok malah liyan yg di salahin ... itulah akibat terlalu memanjakan nona muda apa2 di turuti jadi obses kan si chelin ini yg perlu di basmi . putri hama wereng chelin
memei
penyakit chelin ngeri juga ya ,tapi pasti ada sebabnya kenapa punya penyakit seperti itu
memei
penyakit chelin ngeri juga ya ,tapi pasti ada sebabnya kenapa punya penyakit seperti itu
memei
semangat kak author💪
memei
ini kapan ketahuan liyan tau kebusukan chelin , samawa ya buat dhea dan semangat buat authornya💪
jhiee: nanti kak.. semua ada di draft.. 😄 paling lama lagi bab seratus lebih..


oh ya sesuai janji. karena kakak udah komen nanti up lagi yaa paling ntar malam kak👍
total 1 replies
memei
Leon aneh yg penjahat chelin yg dibenci liyan ...demi penjahat memusuhi saudara sendiri
memei
leon kau membela orang yang salah ,x ini pasti sasaran celin adalah zheya ... leon harus kasih tau liyan kalo zheya dalam bahaya
memei
chelin menghilang karna kabur dia pembunuh
memei
nah loo Leon peluang selingkuh mu terbuka lebaaarrr...kalo liyan cinta pertamanya emang udah benar2 mati dibunuh si biang kerok Celin
memei
wooy Leon playing victim sama kakeknya dan curiga gak sih yg bunuh gebi si chelin
memei
belum up lagi kak
memei
siapakah calon Dea ,apa teman liyan leon
memei
liyan ayo minta jatah zheya
memei
crazy up
memei
hati hati Zee siang di kasih nafkah lahir tar malamnya di kasih nafkah batin ..persiapkan dirimu zeee
memei
di ulang ulang kalimatnya😂
jhiee: maaf kak, kadang keyboard nya eror😭
total 2 replies
memei
keren tapi kok sepi
memei
sudah kayak suami takut istri beneran nih liyan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!