Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.
Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.
Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.
Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Sekutu Mulai Retak
Beberapa hari berlalu, Ratih baru punya kesempatan untuk kembali menyemprotkan racun itu. Ketika Sarah pergi dengan ibunya untuk membeli segala macam yang dibutuhkan untuk keperluan laundry.
Pintu kamar mereka dikunci. Tapi Ratih sudah tentu punya kunci duplikat semua ruangan di rumah ini.
Ratih mulai dari kamar Sarah. Caranya sama, dan tempat dia menyemprotkan racun itu juga sama. Selanjutnya ke kamar bibi Erma, hal yang sama dilakukan oleh Ratih. Terakhir, di kamar suami brengsekknya itu. Dan disana, Ratih menemukan sebuah kertas yang dia temukan di bawah bantal suaminya.
Sebuah kertas yang ada tanda lipstiknya di bawahnya. Dan tertera sebuah nama disana, Sonia. Ratih terkekeh pelan. Yang namanya pria, dimana pun sama saja. Fandi mengkhianati Ratih untuk Sarah. Bukan mustahil juga, Fandi akan mengkhianati Sarah untuk wanita lain.
Apalagi dia membatasi waktu bertemu Sarah dengan Fandi. Karena di depan kamar Sarah, memang di pasang kamera pengawas. Yang tentu saja tidak akan memungkinkan Fandi berkunjung ke kamar Sarah. Kalau tidak di kamar itu? memangnya dimana mereka akan bertemu? sedangkan satpam yang menjaga gerbang juga adalah orang Ratih. Butuh ijin Ratih, untuk bibi Erma atau Sarah bisa keluar masuk dari rumah.
Pada akhirnya, Fandi juga tidak akan tahan. Karena pada dasarnya, Fandi bukan pria yang setia.
**
Satu tahun berlalu, semua tetap berjalan seperti itu. Ratih hanya menunggu waktu, sampai Ben bisa menyelesaikan pengacara Markus. Salahnya juga memberikan akses tak terbatas pada pengacara Markus. Hingga butuh satu tahun memang, untuk membuat semua pengaturan baru di perusahaan, tanpa sepengetahuan pengacara Markus.
Bahkan dalam satu tahun itu, sudah beberapa orang tertangkap basah menjadi antek dari pengacara yang berpihak pada Fandi itu.
Dan Rafa, sekarang juga sudah bisa berlari dan bicara. Sayangnya, Fandi dan Sarah tetap tidak bisa bersama dengan Rafa, karena memang Rafa lebih sering tinggal di rumah orang tua Ratih. Anak itu yang memang senang menginap di rumah nenek dan kakeknya karena memang disana Rafa dibuatkan taman bermain dan kebun binatang pribadi oleh sang kakek yang sayang padanya.
Ketika weekend ini, Sarah dan Rafa mau menginap lagi di rumah Panji dan Maya. Fandi pun protes pada istrinya itu.
"Sayang, kenapa setiap weekend Rafa harus menginap di rumah ayah dan ibumu. Aku juga mau ajak dia bermain..."
"Ya kan kamu bisa ikut kesana, mas. Kalau memang mau main sama Rafa. Orang Rafa yang minta ke rumah ibu, dia mau main sama teman-temannya. Di dekat rumah ayah ada anak-anak yang suka datang bermain bersama Rafa di taman bermainnya!"
"Kalau begitu kita buatkan taman bermain juga untuk Rafa, di rumah ini. Taman belakang masih sangat luas, sayang!" kata Fandi.
Karena dia memang masih juga tidak bisa akrab dengan ayah dan ibu mertuanya. Dia sama sekali tidak mau kalau setiap weekend harus ke rumah mertuanya itu.
Ratih menatap tidak senang pada Fandi.
"Mas mau terang-terangan bikin ayah tambah gak suka sama mas, ya? mas kan tahu, ide taman bermain itu adalah idenya ayah. Dia mau Rafa sering main kesana. Kalau di rumah kita juga bikin. Nanti ayah kita kita nyaingin dia, biar Rafa gak suka main kesana, gimana?"
"Tapi sayang, aku mau main sama Rafa. Mumpung weekend!"
"Ya sudah, ayo bersama ke rumah ayah!" ajak Ratih.
Ratih sengaja mengajak Fandi. Karena dia tahu pasti, suaminya itu sangat tidak suka kalah di ajak ke rumah orang tuanya.
Fandi hanya bisa mendengus kesal. Ratih menoleh ke arah suaminya sekali lagi.
'Halahh, Fandi! Fandi. Jangan kira aku tidak tahu kamu cuma basa-basi. Bahkan dalam hatimu, aku yakin kamu bahkan lebih ingin pergi dengan simpananmu itu, daripada pergi denganku dan Rafa, apalagi ke rumah ayah. Itu adalah tempat yang paling anti kamu datangi!' batin Ratih.
"Sayang, aku tiba-tiba ingat ada urusan penting. Nanti kalau kalian pulang, bilang saja. Aku akan jemput!" katanya yang langsung berubah haluan.
Ratih pun hanya tersenyum.
"Baiklah, mas!"
Dan begitu Ratih berbalik, senyuman itu hilang seketika. Menunjukkan wajah muak yang terus coba dia sembunyikan.
Begitu mobil Ratih keluar dari gerbang, mobil Fandi juga keluar tak lama setelah itu. Membuat bibi Ratih mendengus kesal.
"Uhukk uhukk!"
"Sarah! kamu kenapa keluar dari kamar? sudah ibu bilang, istirahat saja..."
"Bu, mas Fandi pergi ya?" tanya Sarah yang wajahnya pucat dan sudah sering batuk-batuk.
"Iya, Fandi sekarang kalau ibu ajak bicara suka menghindar. Ibu kesal sekali, dia kan sudah bisa gandeng Rafa sana-sini. Ibu suruh dia ajak Rafa ke belakang, dia malah sibuk sendiri!"
Sarah menunjukkan wajah sedihnya.
"Mas Fandi sepertinya punya wanita lain, Bu!"
Bibi Erma melebarkan matanya.
"Fandi? dia selingkuh dari kamu?"
Sebenarnya pertanyaan itu terdengar lucu. Kenapa bisa bibi Erma bicara seperti itu. Kenapa bisa dia menyebut Fandi selingkuh dari Sarah? memangnya Sarah istrinya?
Namun feeling Sarah sudah mulai bicara di sini.
"Iya Bu, aku merasa seperti itu. Bahkan mas Fandi sudah jarang mengirim pesan dan menghubungiku. Aku bilang semalam aku sakit. Tapi dia bahkan tidak membaca pesan itu!" kata Sarah dengan raut wajah sedih.
"Keterlaluan si Fandi!" geram bibi Erma.
"Bu, katakan pada mas Fandi. Kita sudah merencanakan semua sejak awal. Kalau dia malah berani meninggalkan kita. Kita gertak dia Bu, rekaman percakapan malam itu, saat mas Fandi setuju menukar bayi Ratih dan bayi kami, masih tersimpan aman padaku. Katakan juga pada mas Fandi, ibu juga bisa kapanpun mengatakan yang sebenarnya pada Ratih, kalau pria yang menyelamatkannya di pinggir tebing waktu itu bukan Fandi. Tapi pria lain yang datang sebelum dia. Beri mas Fandi peringatan, Bu! dia bisa melihat dan bermain dengan Rafa, sementara aku tidak bisa. Aku tidak menerimanya, Bu!" tangis Sarah kembali pecah.
Bibi Erma mengusap punggung anaknya.
"Sarah, sudah! kamu makanya jangan terus memikirkan hal ini. Kamu harus sabar. Jangan terbawa perasaan begini, bagaimanapun Rafa adalah anak kamu. Mau sampai kapan juga, dia anak kamu. Kenapa kamu khawatir sampai begini? tenang saja, ibu akan bicara dengan Fandi. Ibu akan memperingatkan dia. Kamu jangan menangis, jangan memikirkan masalah ini terus menerus, kondisimu bisa makin lemah, sudah ya!"
Bibi Erma merasa anaknya sakit karena terlalu banyak pikiran. Terlalu sedih karena tidak bisa menyentuh Rafa. Meski sudah beberapa kali melihatnya dari jauh. Padahal, Sarah sakit, karena racun yang selama ini Ratih berikan. Sekitar lima botol racun sudah Ratih habiskan untuk ketika orang jahat itu. Karen fisik Sarah memang lebih lemah, maka efeknya terlihat pada Sarah terlebih dulu.
***
Bersambung...
Khawatir jika kelamaan di rumah itu, keburu bau bangkai..
Dan Fandi pun sudah di cerai..
Kini kehidupan mereka sudah tercerai berai..
Kira² apa selanjutnya yg terjadi..?
Yuk ahh.. Bab berikutnya kita baca lagi.. 🏃♀️🏃♀️😁
Ternyata Ratih sudah mengetahui semuanya..
Dan apa yang terjadi..? Terkejut dong pastinya.. 🤭
Apa lagi Bi Erma, sudah tak mampu lagi berkata untuk menolak fakta..
Karena Ratih punya CCTV yg tersembunyi, dan tak di ketahui oleh mereka bertiga..
Lalu, apa yang akan mereka lakukan selanjutnya..?
Yuk.. Mari kita baca bab selanjutnya.. 🏃♀️🏃♀️🏃♀️
Harta melimpah..
Ternyata hasil korupsi..
Kasih nafkah anak istri pake uang haram, parah dahh.. 🤦🏻♀️
Kau kira kebusukan bisa kau tutupi selamanya..?
Kau kira kebenaran tak akan menemukan jalannya..?
Mungkin saja kau terbebas saat ini, tapi lihat saja nanti, tunggu saja waktu nya tiba..
Kau akan berada di tempat mu yg seharusnya, yaitu penjara.. 😏