Katarina Ayudia adalah siswi genius penerima beasiswa yang hidup sederhana, sementara Alarick Valerius adalah putra tunggal konglomerat sekaligus ketua geng motor yang ditakuti. Cinta mereka yang membara harus menghadapi tembok besar bernama Victoria Valerius, ibu Alarick, yang merancang fitnah keji untuk memisahkan mereka. Victoria mengancam masa depan Kate dan memanipulasi Alarick hingga pria itu percaya bahwa Kate adalah gadis oportunis yang telah mengkhianatinya dengan banyak pria.
Perpisahan pahit selama bertahun-tahun meninggalkan luka mendalam, Kate hidup dalam kemiskinan dan kerja keras demi bertahan hidup, sementara Alarick tumbuh menjadi CEO dingin yang menderita trauma psikologis berupa rasa mual hebat setiap kali menyentuh Kate karena bayangan fitnah masa lalu.
langsung baca aja dear😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebenaran Tersembunyi dibalik Altar Pernikahan
Hanya dalam waktu tiga hari, dunia menyaksikan sebuah mukjizat sekaligus skandal yang dikemas dengan sangat rapi dalam balutan kemewahan. Pernikahan Abad Ini antara Xavier Cavanough dan Andrea Sterling Valerius digelar di sebuah katedral pribadi milik keluarga Valerius, diikuti dengan resepsi yang menutup seluruh akses jalanan protokol demi keamanan para tamu negara dan taipan dunia.
Bagi keluarga besar Cavanough yang tidak tahu-menahu tentang apa yang terjadi di Penthouse Suite malam itu, pernikahan ini adalah sebuah pengorbanan bisnis.
Narasi yang diedarkan adalah, Xavier, sang pewaris tunggal yang berbakti, bersedia menikahi Andrea demi meredam amarah Alarick Valerius dan menyelamatkan reputasi klan Cavanough yang nyaris hancur karena kelakuan bejat Aldrian.
Di sudut aula, Aldrian berdiri dengan wajah yang menua dalam semalam. Ia menatap keponakannya yang berdiri gagah di altar dengan rasa bersalah yang menghimpit dada. Ia merasa Xavier adalah tumbal untuk menebus dosanya. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa tumbal itu sedang menggenggam erat takdir yang selama ini ia incar dengan nafsu, sementara Xavier menggenggamnya dengan cinta yang berdarah-darah.
Andrea berjalan menyusuri aisle dengan gaun pengantin baru yang jauh lebih megah dari sebelumnya. Jika pada pernikahan pertama ia tampak seperti putri yang ragu, kali ini ia adalah seorang Ratu yang sedang menuju takhtanya. Tatapannya tertuju lurus pada Xavier yang berdiri di depan altar dengan luka memar yang masih samar di rahangnya, tanda cinta dari Alarick yang ia pakai dengan bangga.
Saat tangan Andrea berpindah dari lengan Alarick ke tangan Xavier, Alarick membisikkan satu kalimat yang membuat bulu kuduk Xavier meremang. "Jaga dia, atau aku sendiri yang akan menguburmu."
Xavier mengangguk mantap. Janji suci diucapkan. Ciuman yang mereka bagikan di depan altar bukan lagi ciuman penuh kebencian seperti di kelas, melainkan ciuman kemenangan.
Media massa yang meliput secara langsung dari kejauhan menggambarkan momen itu sebagai "Kesepakatan Bisnis Paling Romantis di Dekade Ini".
Di dunia digital, jutaan orang menonton siaran langsung tersebut. Kolom komentar penuh dengan puja-puji tentang betapa serasinya mereka, tentang betapa kuatnya Andrea, dan betapa pahlawannya Xavier yang mau memulihkan nama baik kedua keluarga.
Namun, di tengah ribuan komentar positif yang mengalir seperti air, muncul sebuah komentar dari sebuah akun anonim yang seolah melempar kerikil tajam ke dalam danau yang tenang.
Komentar itu,
@TruthSeeker_99: "Tunggu sebentar... Kita semua tertipu. Lihat cara Xavier menatap Andrea. Itu bukan tatapan pria yang sedang melakukan kesepakatan bisnis. Dan ingat pengakuan Andrea kemarin? Jangan-jangan pria yang mengambil keperawanannya sebelum menikah dengan Aldrian itu bukan orang asing, tapi Xavier sendiri? Bukankah itu plot twist yang paling masuk akal kenapa pernikahan ini terjadi hanya dalam 3 hari? Xavier adalah pencuri yang sebenarnya."
Komentar itu awalnya tenggelam, namun perlahan mendapatkan beberapa likes dan mulai naik ke permukaan.
Namun, apa yang terjadi selanjutnya adalah fenomena yang luar biasa. Publik yang sudah terlanjur memuja narasi "Pahlawan Xavier" dan "Wanita Mandiri Andrea" justru berbalik menyerang akun tersebut.
@AndreaFans_Global: "Hapus komentarmu! Jangan mencoba mencemari martabat Andrea lagi dengan teori konspirasi sampahmu! Dia sudah cukup menderita karena Aldrian."
@CavanoughUpdates: "Xavier adalah pria terhormat. Dia mengorbankan masa mudanya demi menyelamatkan hubungan dua keluarga. Mana mungkin dia melakukan hal serendah itu? Kau hanya iri pada kesempurnaan mereka!"
@GenZ_Justice: "Komentar ini sangat jahat. Berhenti membahas selaput dara wanita! Andrea sudah bilang itu privasinya. Siapa pun pria pertamanya, sekarang dia sudah menikah secara sah. Dasar provokator!"
Hanya dalam hitungan jam, komentar dari @TruthSeeker_99 tersebut dihujat habis-habisan oleh netizen dari seluruh dunia. Ribuan laporan masuk ke platform tersebut hingga akun itu akhirnya diblokir secara permanen. Dunia menolak kebenaran karena mereka lebih mencintai dongeng yang indah.
Di meja utama resepsi, Andrea menyesap champagne-nya sambil melihat layar ponsel yang menunjukkan keributan di media sosial. Ia tersenyum tipis, hampir tertawa, saat melihat bagaimana publik membela kesucian hubungannya dengan Xavier.
"Mereka menghujat orang yang berkata jujur, Xavier," bisik Andrea di telinga suaminya, tubuhnya merapat pada dada bidang Xavier.
Xavier melingkarkan tangannya di pinggang Andrea, mengabaikan tatapan iri para tamu. "Biarkan saja. Kadang-kadang kebenaran memang terlalu gelap untuk diterima publik. Biarkan mereka percaya pada dongeng bisnis ini, sementara aku akan menikmati realitasnya setiap malam di ranjang kita."
Andrea mencubit pelan lengan Xavier yang terluka. "Ayah benar-benar membuatmu babak belur. Apa masih sakit?"
"Rasa sakitnya hilang setiap kali aku mengingat bahwa malam ini, tidak akan ada lagi lampu remang-remang atau parfum paman yang menyebalkan itu. Aku akan memilikimu sebagai Xavier, suamimu yang sah."
Di kejauhan, Alarick dan Kate memperhatikan putri mereka. Kate menghela napas lega melihat binar mata Andrea yang tidak bisa berbohong.
"Dia mencintai Xavier, Al," ucap Kate lembut.
Alarick mendengus, namun ada senyum samar di wajahnya yang keras. "Dia memang mencintainya. Tapi jika Xavier membuat satu kesalahan saja... aku masih punya sisa tenaga untuk menghajarnya lebih parah dari kemarin."
Malam itu, pesta berlanjut dengan kemegahan yang tak tertandingi. Aldrian tenggelam dalam penyesalan dan alkohol, sementara Xavier dan Andrea menari di atas panggung dunia.
Mereka telah memenangkan segalanya, cinta, kekuasaan, dan rahasia yang terkunci rapat di balik gaun pengantin dan setelan jas mewah.
Satu komentar jujur di internet tidak akan bisa meruntuhkan kerajaan yang mereka bangun dengan gairah dan manipulasi. Karena pada akhirnya, di dunia para elit, kebenaran hanyalah apa yang mereka katakan kepada publik. Dan malam ini, publik percaya bahwa mereka adalah sepasang pahlawan, padahal mereka adalah sepasang kekasih yang paling licik.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading Dear😍