NovelToon NovelToon
Ranjang Kedua Suamiku

Ranjang Kedua Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Andila

Rania Felisya, seorang istri yang selama ini mempercayai pernikahannya sebagai rumah paling aman, dikejutkan oleh kenyataan pahit ketika tidak sengaja mengetahui perselingkuhan suaminya dengan sahabatnya sendiri.
Pengkhianatan ganda itu menghancurkan keyakinannya tentang cinta, persahabatan, dan kesetiaan.

Di tengah luka dan amarah, Rania memutuskan untuk segera berpisah dengan suaminya—Rangga. Namun, Rangga tidak menginginkan perpisahan itu dan malah menjadikan anak mereka sebagai alat sandera.

"Kau benar-benar iblis, Rangga!" ucap Rania.

"Aku bisa menjadi iblis hanya untukmu, Rania," balas Rangga.

Akankah Rania berhasil melepaskan diri dari Rangga dan membalas semuanya, atau malah semakin terpuruk dan hancur tak bersisa?

Yuk ikuti kisah mereka selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Andila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Penolakan.

"Tentu saja, Nona. Kami akan ikut bersama Anda sambil membawa surat pernyataan dan peringatan untuk keluarga Sanjaya," jawab salah satu lelaki yang ada di hadapan Rania, lalu dia menunjukkan surat-surat yang akan mereka bawa, tampak jelas jika dalam surat-surat itu menekankan bahwa Dafa harus dikembalikan pada ibu kandungnya.

Kedua mata Rania berkaca-kaca, tangannya yang memegang surat tampak gemetar. "Putraku." gumamnya lirih, merasa sangat senang dan terharu.

Mereka semua lalu segera beranjak pergi menuju rumah Sanjaya dengan menggunakan dua mobil. Andre bersama dengan Rania, sementara keempat lelaki tadi menggunakan mobil yang lain.

Beberapa saat kemudian, sampailah mereka semua di depan pintu gerbang kediaman keluarga Sanjaya. Seorang security bergegas menghampiri mobil Andre yang berhenti di paling depan membuat Andre menurunkan kaca mobilnya.

"Selamat siang, Tuan," sapa security sembari tersenyum hangat. Namun, sedetik kemudian kedua matanya membelalak lebar dengan wajah pias saat melihat keberadaan Rania—tepat duduk di belakang lelaki yang menyetir mobil. "Nyo-nyonya Rania?" katanya dengan kaget.

Rania tersenyum ke arah security itu sembari menganggukkan kepala. Namun, belum sempat dia mengeluarkan suara, Andre sudah lebih dulu bicara.

"Kami ingin menemui Rangga Sanjaya," ucap Andre.

Security itu tersentak. "Ka-kalau gitu silahkan masuk, Tuan." Dia segera berbalik dan membuka pintu gerbang untuk mereka semua walau merasa khawatir saat melihat kedatangan Rania—wanita yang telah mengguncang keluarga Sanjaya.

Andre segera melajukan mobilnya memasuki pekarangan rumah keluarga Sanjaya dengan diikuti oleh keempat lelaki tadi, bersamaan dengan keluarnya Rangga dan sang ayah karena ingin pergi ke suatu tempat.

Rangga mengernyitkan kening saat melihat kedatangan dua buah mobil yang langsung berhenti tepat di depan pintu rumahnya, begitu juga dengan Beni yang menatap kedua mobil itu dengan tajam dan penasaran.

"Siapa mereka?" tanya Beni.

Rangga mengendikkan bahunya, merasa tidak tahu. Namun, seketika dia menajamkan tatapan matanya saat melihat orang-orang keluar dari dalam mobil itu.

"Ra-rania?" pekik Rangga ketika melihat keberadaan Rania. Dia bergegas menghampiri wanita itu, tetapi langsung dihalangi oleh seorang lelaki yang sebelumnya satu mobil dengan Rania. "Minggir!" bentaknya dengan kasar.

Andre menarik sudut bibirnya membentuk sebuah seringai tanpa bergerak sedikit pun dari hadapan Rangga. "Senang bisa bertemu dengan Anda, Tuan Rangga. Perkenalkan, saya Andre Fahlevi, pengacara nona Rania." ucapnya sembari mengulurkan tangan.

Rangga menggertakkan giginya, menatap lelaki itu dengan sangat tajam. "Aku tidak peduli kau siapa, aku bilang minggir!" tangannya menarik lengan Andre agar menyingkir dari hadapan Rania. Namun, dengan cepat keempat lelaki yang sejak tadi diam memperhatikan langsung menghampirinya.

"Hentikan, Tuan Rangga," ucap salah satu diantara mereka membuat Rangga mengalihkan pandangan.

"Siapa kalian?" tanya Rangga tanpa melepaskan cengkraman tangannya pada lengan Andre.

"Kami petugas dari Komisi perlindungan anak dan Komnas perempuan, kami datang untuk meminta agar Anda menyerahkan anak kandung dari nona Rania Felisya, dan membiarkan mereka untuk bersama," jawabnya langsung.

Rangga dan Beni tersentak saat mendengar ucapan lelaki itu, dengan cepat Andre menarik lengannya saat cengkraman Rangga mengendur.

"Be-beraninya kalian datang ke sini!" bentak Rangga setelah berhasil mengendalikan keterkejutannya. "Aku adalah ayah kandung Dafa Sanjaya, aku berhak bersama dengan putraku!" sambungnya dengan penuh penekanan.

Rania mengepalkan kedua tangannya geram saat mendengar ucapan Rangga. "Tapi aku juga ibu kandungnya, aku berhak untuk bertemu dengan putraku!" teriaknya penuh emosi. Dia yang berada di belakang Andre bergegas memajukan tubuhnya agar terlihat oleh mereka.

Kedua mata Beni berkilat penuh kemarahan, sementara Rangga menatap Rania dengan penuh kerinduan.

"Rania... " Dia langsung menarik tangan wanita itu, tentu saja hal itu membuat Rania terkesiap.

"Lepaskan aku, Rangga!" bentak Rania seraya menghempaskan cekalan Rangga, tapi laki-laki itu mencengkram tangannya dengan kuat dan menarik paksa untuk masuk ke dalam rumah.

Kedua mata Andre menyala marah melihat apa yang Rangga lakukan, sontak dia mengejar langkah laki-laki itu dan mencengkram lengan Rangga. "Lepaskan tangan nona Rania!" pintanya dengan suara tertahan.

"Dia istriku, aku punya hak untuk bicara dengannya!" bentak Rangga. Dia menghempaskan tangan Andre, tetapi laki-laki itu malah memukul tangannya dengan kuat membuat cekalannya pada pergelangan tangan Rania langsung terlepas. "Aargh!" peliknya dengan kesakitan.

Rania langsung berlari ke belakang tubuh Andre saat berhasil lepas dari cengkraman Rangga, sementara keempat petugas segera mendekati laki-laki itu dengan tatapan tajam.

"Tolong jangan pakai kekerasan, Tuan. Atau kami akan memanggil polisi," ancam salah satu dari mereka.

Rahang Rangga mengeras, wajahnya berubah merah padam, sementara Beni juga tampak sangat emosi.

"Aku yang akan memanggil polisi karena kalian telah mengganggu keluargaku!" bentak Beni, suara bentakannya membuat Martha yang berada di dalam rumah bergegas keluar.

"Kami datang ke sini sesuai prosedur, jika Anda tidak kooperatif, maka kami akan mengambil tindakan tegas untuk keluarga Anda," sambung petugas. Dia juga memberikan dua buah surat berisi pernyataan dan perintah agar mengembalikan Dafa pada Rania, sekaligus tidak lagi mencoba untuk memisahkan mereka berdua.

Tangan Beni gemetaran saat membaca surat-surat itu, sementara Rangga sama sekali tidak peduli dan terus melihat ke arah Rania yang memalingkan wajah dan enggan untuk menatapnya.

"Dafa adalah putraku, pewaris keluarga Sanjaya. Dia punya hak untuk tinggal di rumah ini bersamaku. Kenapa kalian tidak urus saja istriku yang lari bersama dengan laki-laki lain hanya demi keegoisannya?"

Deg.

Rania tersentak, dia langsung menatap Rangga dengan tajam saat mendengar ucapan laki-laki itu, sementara Andre tampak tersenyum tipis.

"Aku membawa Dafa dan memisahkannya dari ibunya karena ibunya telah menelantarkannya, menelantarkan keluarganya sendiri," sambung Rangga. "Istriku menelantarkan putraku, menelantarkan aku—suaminya, dia pergi bersama laki-laki lain." katanya lagi dengan penuh putus asa.

Rania tercengang, lagi dan lagi Rangga kembali memfitnahnya, sementara Rangga menatapnya dengan sinis, seolah semua yang telah dikatakan adalah benar.

"Kalian dengar sendiri kan, apa yang putraku katakan?!" ucap Beni sembari menatap angkuh. "Wanita itu sendiri yang menelantarkan anak dan suaminya, tapi kenapa kalian malah membela dia!" tambahnya seraya menunjuk ke arah Rania.

Rania mengepalkan kedua tangannya, menatap kedua lelaki itu dengan berkilat marah. Namun, Andre melirik ke arahnya sembari mengedipkan mata seolah mengatakan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

"Baiklah, kalau gitu tunjukkan buktinya," pinta Andre. "Tunjukkan semua bukti atas apa yang kalian ucapkan, karna saya punya semua bukti tentang apa yang sudah kalian lakukan."

Deg.

Tubuh Rangga menegang, apalagi saat melihat smirk licik yang ada di wajah Andre. "Aku punya buktinya, aku punya bukti kalau Rania pergi bersama dengan laki-laki lain. Dia bahkan sampai-

"Cukup, Tuan Rangga."

Rangga tersentak, seketika ucapannya terhenti dan dia menoleh ke arah samping di mana sudah ada dua buah mobil polisi yang terparkir di depan gerbang.

"A-apa yang kalian lakukan di sini?"

*

*

*

Bersambung.

1
Oma Gavin
tangkap saja rangga dan beni mereka berdua biang keroknya biar tau rasanya mendekam dipenjara jgn cuma mikirin nama baik keluarga nya
partini
👍👍👍
bener ran, yg penting bebas dulu dari cengkraman c serangga
Oma Gavin
wah perang dunia ke 3 ini saat andre dan rania jemput dafa jgn sampai dafa disandera harusnya rania ngga usah ikut rangga tau banget kelemahan rania
Yuliana Tunru
nah lho rangga dapat lawan tangguh hingga juliqn dan vidi pun tak bisa berkutik msh mau arogan ..smoga bibi bisa kabari rania ttg dafa kasihan ankmubrania lasti akan di sakiti kkga rangga
Oma Gavin
Alhamdulillah nyungsep dech keluarga beni dan rangga tinggal tunggu waktu kalian semua salah pilih lawan yg ngga kaleng" yg ada justru kalian semua dibikin bangkrut dan dibongkar semua keburu beni
Raisha: mereka otw masuk hotel prodeo & nggembel Oma 💃🤣
total 1 replies
partini
wah bisa di lacak ,,hemmm pintar juga si jul jul
Oma Gavin
Kenzo mafia kejam bila ketemu orang yg tidak berperasaan masa lalu Kenzo telah membentuk kepribadiannya yg ngga mudah
kenzo.. ngeriiii🤭
partini
lagi jatuh cinta jadinm tuan muda Kenzo ga eling🤣🤣
Ayu Andila: Wkwk😭
total 1 replies
cinta semu
apa berani polisi itu bertindak mengingat keluarga Rangga punya power ...jgn ambil Dafa dulu cari cara lain ..kalo bisa cari teman yg bisa membantu u Rania ...jika cuman sendiri pasti mudah sekali Rangga mematahkan u ...
Oma Gavin
semoga rania memenangkan semua gugatan nya hak asuh anak dan perceraian
cinta semu
g tau gimana cara Rania berpikir ...zonk terus ...coba berpikir cerdas
Ninik
Rania itu bener2 bego apa gimana sih Kenzo melarang keluar rumah kan demi keselamatan dia udah tau ada org2 suruhan Rangga tp masih aja nanya dasar kamseupay
partini
udah punya ank Rania polos nya luar biasa 🤭,sering" interaksi yg mendebar kn Thor lucu aja sama Kenzo 😂
partini
Rania kaya kurang 1/2 ons 🤣🤣
dah nurut aja kenapa sama tuan muda
اختی وحی
rania jngn oon,masa mau ambil baju dirumah lama, udah bner² sembunyi
alhamdulillah ran, ada yg mau bantu kamu
partini
Rangga rakus bin Maruk moga aja kena penyakit kelamin
Sri Wahyuni Abuzar
nenek keparat ..bukan nya menenangkan cucunya malah bikin fitnah pula 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!