NovelToon NovelToon
Teluh Kiriman Tetangga

Teluh Kiriman Tetangga

Status: tamat
Genre:Horor / Dendam Kesumat / Tamat
Popularitas:68.1k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

"Mulutmu harimaumu"

Demikian lah peribahasa sederhana yang seringkali kita dengar. Dijadikan pengingat agar kita berhati-hati dalam bertutur kata.

Sayangnya itu tak berlaku untuk seseorang di luar sana. Dengan ringan lisannya berucap tanpa peduli imbas negatif yang ditimbulkan.

Malam-malam penuh kegelisahan dan ketakutan pun mulai datang menyapa. Ditambah sosok tak kasat mata yang datang dengan membawa rasa sakit tak berujung, membuat siapa pun targetnya akan terkunci dan tak bisa lari kemana pun.

Ternyata serangan serupa tak hanya tertuju pada mereka yang tak pandai menjaga lisannya. Bahkan seseorang yang berusaha menjaga lisannya pun tak luput menjadi target mereka yang mendengki.

Dan hanya cara khusus yang bisa mendamaikan mereka yang 'tertahan'. Akan kah mereka bersedia pergi?.

Simak ceritanya ya. Terima kasih ... 🙏🏻😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Pulang Setelah Merantau

Sartika nampak berlari tergopoh-gopoh dari sawah menuju ke rumah. Orang-orang yang melihatnya berlari tanpa sandal itu pun heran.

"Ada apa Tika. Kenapa lari-lari begitu?!" tanya Ginah, tetangga yang juga kakak ipar Sartika.

"Anakku pulang Mbak. Azam pulang!" sahut Sartika lantang.

"Alhamdulillah. Setelah bertahun-tahun pergi tanpa kabar, akhirnya Azam pulang juga," gumam Ginah.

"Kira-kira apa yang dibawa Azam setelah merantau bertahun-tahun ya Bu?" tanya Padmi.

"Pasti uang lah," tebak Lia.

"Atau Mantu plus cucu," sela Ruwina.

"Daripada penasaran, mending kita liat aja langsung yuk," ajak Ginah.

Padmi, Lia dan Ruwina pun mengangguk. Kemudian empat wanita yang tadi berbincang di teras rumah Padmi itu pun bergegas melangkah mengikuti Sartika. Tapi langkah mereka terhenti di depan rumah karena terhalang sebuah mobil besar yang parkir di halaman rumah Sartika.

"Wah hebat banget si Azam. Abis merantau pulang-pulang bawa mobil. Kayanya masih baru, catnya aja masih mengkilap begitu," puji Padmi.

"Belum tentu. Siapa tau itu mobil sewaan," kata Ginah.

"Sewa gimana maksudnya Bu Gin?" tanya Ruwina tak mengerti.

"Sewa itu artinya pinjem. Dipulangin setelah selesai dipake. Biasanya sewanya dihitung per jam atau harian. Jadi setelah selesai dipake ya dikembaliin ke yang punya sambil ngasih uang. Gitu Na," sahut Ginah gemas.

"Kalo itu saya juga tau Bu. Maksud saya ... " ucapan Ruwina terputus karena Ginah memotong cepat.

"Udah ga usah nanya lagi. Tuh liat, apa yang Azam kasih buat ibunya," kata Ginah sambil memberi isyarat dengan ujung dagunya.

Disaksikan semua orang, Azam memberikan satu set perhiasan emas kepada sang ibu. Saat Sartika masih terpukau tak percaya, sang anak justru membantunya memakaikan semua perhiasan itu.

"Wah ... bagusnya. Ini beneran emas Le?" tanya Sartika sambil mengamati gelang dan cincin di tangannya dengan seksama.

"Ya iya lah Bu. Masa untuk Ibuku aku beliin yang imitasi. Kalo Ibu ga percaya, Ibu bisa kok cek perhiasan ini ke toko emas di pasar," sahut Azam cepat.

"Ga perlu. Ibu percaya sama kamu kok," kata Sartika dengan mata berbinar.

Azam pun tersenyum lebar mendengar ucapan sang ibu.

"Nah gimana, Ibu suka ga?" tanya Azam setelah selesai mengenakan kalung di leher Sartika.

"Suka banget Le. Makasih," sahut Sartika sambil memeluk Azam dengan erat.

"Iya Bu, sama-sama," sahut Azam sambil tersenyum.

"Ngomong-ngomong itu mobil siapa Le?" tanya Sartika kemudian.

"Mobil aku lah Bu," sahut Azam bangga.

"Mobil kamu?" ulang Sartika tak percaya.

"Iya. Ibu tunggu di sini sebentar ya, aku mau ambil barang yang ketinggalan di mobil," sahut Azam sambil bergegas keluar rumah.

Saat membuka pintu mobil, tak sengaja Azam melihat empat tetangganya berdiri mengamati dari belakang mobil. Setelah mengambil beberapa paper bag, dia segera mendekati Ginah dan ketiga rekannya sambil tersenyum lebar.

"Wah, udah pulang kamu Zam," sapa Ginah dengan ramah.

"Iya Bude," sahut Azam sambil mencium punggung tangan Ginah dengan takzim.

"Bude kirain kamu udah ga inget pulang Zam," kata Ginah.

"Kok Bude bisa nebak begitu sih?" tanya Azam tak mengerti.

"Abisnya kamu pergi lama banget, mana ga ada kabar lagi. Pasti kerjamu enak ya di kota," kata Ginah.

"Saya ngasih kabar kok, walau jarang tapi ibu tau dimana saya. Selama ini saya yang minta sama ibu supaya ga usah cerita apa pun tentang saya. Bukan apa-apa, kabar saya kan cuma penting untuk ibu tapi ga penting untuk diketahui orang lain. Terus soal kerjaan, Bude bisa liat sendiri hasilnya. Kalo ga enak, mana mungkin saya pulang bawa oleh-oleh istimewa buat ibu saya," sahut Azam sambil tersenyum penuh makna.

Ucapan Azam membuat Ginah dan ketiga tetangganya terdiam sambil saling menatap. Mereka tak menyangka akan mendapat jawaban yang kurang mengenakkan. Tapi rasa tak nyaman itu lenyap saat Azam memberikan bingkisan kepada mereka.

"Ini ada sedikit oleh-oleh buat semuanya. Mudah-mudahan suka ya," kata Azam.

"Wah repot-repot segala. Tapi makasih ya Mas Azam," kata Ruwina mewakili rekan-rekannya.

"Sama-sama. Tapi maaf Bude dan semuanya, sekarang saya masuk dulu ya. Saya capek banget nih, mau istirahat. Maklum lah, saya nyetir sendiri dari kota ke sini," kata Azam sesaat kemudian.

"Kenapa ga nyewa supir sekalian Zam?. Biasanya kan rental nyediain jasa supir juga," tanya Ginah.

"Saya ga pake supir karena saya masih mampu bawa sendiri. Lagian ini mobil saya bukan mobil rental Bude," sahut Azam sambil tersenyum.

"Masa sih. Beli cash atau kredit?" tanya Ginah sambil mengamati mobil dan pemiliknya bergantian.

"Cash Bude," sahut Azam dengan sabar.

"Tapi ... " ucapan Ginah terputus karena Padmi memotong cepat.

"Eh, udah yuk. Saya lupa masih ada cucian piring di rumah. Kalo gitu kami pamit, makasih sekali lagi ya Mas Azam," kata Lia sambil menarik lengan Ginah agar menjauh.

"Ck, ngapain narik-narik sih. Aku kan belum selesai ngomong tadi," protes Ginah sambil menepis tangan Lia.

"Kamu bukan ngomong tapi ngajak berantem tadi Gin. Makanya sebelum terjadi, lebih baik aku ajak balik," sahut Lia hingga membuat Ginah melengos kesal.

"Tapi dari pengakuan Azam tadi kita jadi tau sesuatu. Keliatannya Sartika lebih kaya dari Ginah sekarang. Iya kan," kata Padmi.

Ucapan Padmi yang memprovokasi itu membuat Ginah meradang.

"Ck, aku yakin itu mobil rental. Tunggu aja seminggu lagi, mobil itu pasti udah ga ada di rumahnya," sahut Ginah.

"Kalo ga, gimana?" tanya Padmi.

Ginah mengabaikan pertanyaan Padmi. Dia melangkah pergi sambil mendengus kesal dan meninggalkan rekan-rekannya begitu saja.

Mengetahui Ginah terpancing dengan ucapannya tadi, Padmi pun tersenyum puas.

"Kenapa kamu ngomong gitu sih Mi. Liat tuh, Ginah jadi emosi," tegur Lia.

"Gapapa, biar seru aja," sahut Padmi sambil melenggang masuk ke dalam rumahnya.

Lia dan Ruwina nampak menggelengkan kepala melihat tingkah Padmi dan Ginah. Keduanya hapal betul apa yang akan terjadi selanjutnya.

Sementara itu di dalam rumah terlihat Sartika dan Azam yang berdiri sambil mengawasi keempat tetangganya itu.

"Kenapa budemu Le, kok mukanya ditekuk begitu?" tanya Sartika.

"Bude Ginah kesel pas tau mobil yang aku bawa itu mobilku Bu," sahut Azam.

"Ga usah diambil hati ya Le. Budemu itu kan emang dari dulu begitu. Paling ga suka kalo ada orang yang lebih maju dari dia," kata Sartika.

"Itu iri namanya Bu. Kalo dia kaya gitu, aku justru makin semangat buat manas-manasin dia nanti," sahut Azam.

"Ga usah Le, ora ilok. Yang ada malah ribut nanti," kata Sartika.

"Kenapa, Ibu takut?" tanya Azam.

"Bukan takut. Ibu cuma ... " ucapan Sartika terputus karena Azam memotong cepat.

"Ibu ga usah takut lagi. Sekarang aku punya uang banyak dan aku bakal beli kesombongannya itu pake uang nanti," kata Azam.

Sartika nampak menghela nafas panjang mendengar ucapan sang anak. Dalam hati dia berharap Azam hanya sekedar bicara dan menganggapnya angin lalu.

Tapi sayang harapan Sartika tak terbukti.

Keesokan harinya Azam nampak mengajak beberapa orang pria ke rumah. Saat Sartika pulang dari sawah dia terkejut melihat mereka sedang mengukur rumahnya.

"Ada apa ini Le?. Kenapa rumah kita diukur-ukur begini. Jangan bilang kamu mau jual rumah peninggalan bapakmu ini !" kata Sartika panik.

"Aku bukan mau jual rumah ini. Justru aku mau benerin rumah ini biar lebih bagus Bu," sahut Azam.

"Lebih bagus?" ulang Sartika.

"Iya. Pokoknya Ibu tenang aja. Rumah ini bakal disulap jadi bagus dan mewah, biar pas sama mobilku," sahut Azam.

"Tapi apa urusannya mobilmu sama rumah ini Le?. Kan mobilmu ada di halaman, ga di dalam rumah," tanya Sartika tak mengerti.

"Ya ada dong. Masa mobil bagus parkir di rumah jelek, ga pantes Bu. Selain aku perlu garasi buat naro mobilku, rumah ini juga udah ketinggalan jaman. Makanya aku renov biar keliatan bagus dan kekinian," sahut Azam.

"Tapi Le ... " ucapan Sartika terputus.

"Ssttt ... udah ya Bu. Sekarang Ibu masuk gih, urusan renovasi rumah serahin aja sama aku," kata Azam sambil mendorong sang ibu ke dalam rumah.

Sartika tak bisa berbuat apa-apa dan hanya menurut saja saat rumah peninggalan sang suami telah dipugar oleh anak laki-lakinya itu.

Renovasi dadakan dan besar-besaran yang dilakukan Azam pada rumah orangtuanya mau tak mau menarik perhatian warga desa.

Rumah yang semula sederhana itu dirubah menjadi rumah megah bak istana.

Sebagian warga mulai mempertanyakan apa pekerjaan Azam di kota hingga bisa membeli mobil dan merenovasi rumah.

"Pergi ke kota beberapa tahun, pulang-pulang bisa bawa mobil dan uang banyak buat merenovasi rumah. Pasti gaji Azam gede ya," kata salah seorang warga.

"Kayanya sih gitu," sahut warga lainnya.

"Kira-kira Azam mau ga ya ngajak anak saya kerja. Siapa tau saya bisa ketularan kaya," kata pria bernama Parto tiba-tiba.

Semua orang menoleh kearah Parto lalu tersenyum. Jika dirunut ke belakang, sebenarnya Parto adalah orang yang bisa dibilang berjasa dalam hidup Azam. Dulu Parto adalah juragan kambing dan Azam adalah salah satu karyawannya. Sayangnya Parto mengalami kebangkrutan setelah ditipu oleh rekannya.

"Coba aja Pak. Yah, nasib orang kan ga ada yang tau. Buktinya Azam, dulu cuma menggembala kambing Bapak, eh setelah merantau malah jadi sukses begitu," sahut Sabri kemudian.

"Betul juga. Yuk, kita tanya sama Azam," ajak Parto sambil melangkah mendekati Azam yang sedang berdiri mengawasi pembangunan rumahnya.

\=\=\=\=\=

1
falea sezi
uda end kah
any Sulistiani: iya. mampir jg ke karya aq yg lain yuk.. mksh supportnya kak 🙏😊
total 1 replies
falea sezi
🤣 songong kayak bapak nya harusnya di buat mati aja ini bajingan😒
any Sulistiani: he he ... jadi ikutan kesel ya kak😆
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
nahh itu dia mkne jgan sok dlu kan keblik s dri mkne klo gmg di rem
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ngeri nya ya klo bersekutu dgn iblis bukan menjajikan mlh menjerumuskan iya
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ya dibawa pwrgi sm mahkluk itu tooo
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
kapok mu kapan
mkne pikir dulu sblm bertindak
guntar Nugraha
Bintang Yang Bicara Ok BossQu ⭐⭐⭐⭐⭐👍🙏🙏
guntar Nugraha
Lanjutkan Thor...👍👍🙏...
Siti Yatmi
kerennnnn....mantappplpp
any Sulistiani: Alhamdulillah ... mksh supportnya kak 🙏😘
total 1 replies
Siti Yatmi
cerita yg bagus...saya suka banget. terimakasih yah Thor....semoga makin bersinar dengan karya 2 nya....semangat....
any Sulistiani: Alhamdulillah, aamiin yaa Robbal'alamiin...
mksh doanya KK 🙏😘
total 1 replies
Nurr Tika
akhirnya laras hidup bahagia
any Sulistiani: Alhamdulillah. mksh supportnya KK 🙏😘
total 1 replies
Yeni Yeni
yah.... udah end... aja😄
any Sulistiani: iya kak. in syaa Allah ke judul lain ya kak. Mksh 🙏😘
total 1 replies
Nurr Tika
akhirnya laras bebas
any Sulistiani: iya kak 😊
total 1 replies
Yeni Yeni
selesai juga kasusnya☺
any Sulistiani: iya kak 😊
total 2 replies
Nurr Tika
apakah narsih di bawa ke alam gaib dan iblis itu ga akan incar laras
any Sulistiani: lanjut dlu ya kak, mksh 🙏😊
total 2 replies
Nurr Tika
mga ja laras selamat
any Sulistiani: aamiin ... 🙏
total 1 replies
Nurr Tika
kasian kinar di jadikan tumbal oleh ibunya
Yulay Yuli
ceritanya seru tapi up nya lama
Yeni Yeni: betul otor lagi cari ilham
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aduh kasihan juga ya
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ : hmguantuk pol wis lah komen e ssk wae
total 2 replies
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wehh jd gmb skrg ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!