NovelToon NovelToon
Emily Rose

Emily Rose

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ana kimtae

Hanya tentang seorang perempuan yang menjadi selingkuhan laki-laki yang katanya mencintai nya.. Benarkah ini cinta atau hanya nafsu semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana kimtae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Paham

Emily mengerutkan keningnya, Jeon Respati sama sekali tak memanggilnya saat pulang kerumah.Lelaki itu sibuk dengan ponsel dan wine ditangannya. Emily hanya melihat dari ambang pintu ruang kerja tak ingin mengganggu Jeon. Mungkin lelaki itu lelah dan ingin sendiri saja.

Gadis itu berniat untuk pergi meninggalkan ruang kerja Jeon sesaat sebelum pria itu mengangkat kepalanya.

"Sayang.. kamu terbangun,kemarilah.."Jeon menepuk pahanya meminta kekasihnya untuk duduk di pangkuannya.

Emily bergegas mendekati pria Bangir itu, dia mendudukkan bokong sekalnya di paha berotot milik pria Jeon.

"Ada apa..?tumben sekali tidak membangunkan aku"rajuk Emily sembari menyilangkan tangannya di dada.

Jeon menyelipkan rambut Emily yang sedikit berantakan. Pria itu mengelus punggung mulus milik Emily.Tangan berurat miliknya terus membelai punggung dan pinggang ramping Emily.

Gadisnya begitu cantik walaupun baru bangun tidur.Baju tidur berwarna hitam yang dia kenakan begitu pas melekat ditubuh indahnya.Entah mengapa keberadaan Emily selalu saja membuat hasrat Jeon menggebu.

"Kamu tadi nyenyak banget tidurnya,aku gak tega buat bangunin"

"Biasanya juga langsung kamu tindih tanpa mengenal tega atau enggak.."

Jeon tertawa mendengar ocehan kekasihnya,dia tau sekali kalau Emily sedang merajuk.Terlihat dari cebikan bibir dan pipi yang menggembung lucu seakan minta di hap oleh Jeon.

"Aku tadi kerumah Namira.."

"Ohh.. cinta lama belum kelar"Emily segera beranjak dari pangkuan Jeon. Dia merasa kesal mendengar kekasihnya menemui mantan istrinya lagi tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan dirinya.

Entah mengapa mendengar nama Namira,gadis itu begitu kesal.Bahkan dengan sangat jelas Jeon memilihnya dan menentang keluarganya.Dasar perempuan..

"Hei..hei sayang..."Jeon segera menyusul Emily yang pergi begitu saja setelah dirinya mengatakan sudah bertemu dengan Namira. Tangan kekar Jeon menarik dengan lembut tangan Emily.Pria itu tidak ingin kesalah pahaman terjadi di hubungan mereka.

Malam ini dia ingin menghabiskan waktu bersama Emily misalnya membagi peluh di atas ranjang.Setelah banyak hal yang terjadi hari ini pada mereka berdua.

"Lepas...aku tak ingin kamu mendekatiku saat bayang-bayang istrimu masih di kepalamu"Emily menegaskan kata-kata istri saat berargumen dengan Jeon.

"Apa kamu cemburu,hmm.."pria Jeon memeluk tubuh Emily posesif.Kepalanya disusupkan ke ceruk leher milik Emily.Tak ingin berdebat terlalu lama pria itu menggendong bridal kekasihnya.

Walaupun Emily masih kesal tapi dia tetap mengalungkan kedua tangannya di leher Jeon Respati. Matanya hanya menatap kancing kemeja milik Jeon tak ingin menatap mata hitam kekasihnya.

Sepanjang Jeon berjalan menaiki satu demi satu titian tangga selama itu pula mata Emily menatap kancing kemeja.

Tubuh mungil itu dibaringkan di tempat tidur mereka yang besar.Mata Jeon menatap wajah kekasihnya yang masih terlihat kesal.Dia tersenyum dan mencium kening Emily sangat lama.

"Aku hanya memperingatkan dia dan keluarganya untuk tidak menggangu kita lagi.. Karena semuanya akan segera selesai dan ikatan aku dengan mereka hanya karena ada Evan"

Emily masih diam tidak membalas ucapan kekasihnya.Wajahnya masih menatap ke langit-langit kamar tak menggubris tatapan dan belaian pria Jeon.

"Besok aku sudah berjanji akan mengajak Evan pergi melihat binatang..."

"Berdua dengan mantan istrimu.."Sahut Emily semakin kesal hingga tak membiarkan Jeon melanjutkan ucapannya. Darahnya seakan mendidih, tangannya dengan cepat mendorong bahu Jeon yang masih mengungkung tubuh mungilnya.

"Pergilah... pergilah Jeon aku doakan semoga piknik keluarga kalian berjalan lancar.."ucapnya sarkas.

Tawa menguar dari bibir Jeon Respati,dia tak menyangka respon Emily akan seemosional itu.

"Apa..?apa yang kamu tertawakan huhh.."

"Sayang..tenang dulu, dengarkan aku dulu.. Oke.."

Emily meninggalkan Jeon yang masih duduk di atas tempat tidur. Gadis itu duduk di sofa kamar mereka dengan menyilangkan kakinya angkuh.

"Jika kau masih menginginkan dia pergilah,aku sudah muak dengan drama rumah tanggamu yang tak berkesudahan.Silahkan angkat kaki dari rumah ini.."

"Ohh.. mungkin aku yang harus angkat kaki dari rumah ini, karena rumah ini pemberianmu"lanjutnya setelah berpikir sejenak.

Jeon terkejut mendengar ucapan Emily,niat hati ingin bermain-main dan membuat Emily cemburu jangan sampai berakibat fatal untuk dirinya.

"Hei..hei...hei...Stop oke.."Jeon bangkit dari duduknya dan mendekati Emily yang terlihat sangat marah karena tangannya menepis tangan Jeon dengan kasar.

Sayangku Emily rose... sumpah demi Tuhan aku tidak ada niatan untuk kembali pada Namira..Aku hanya cinta sama kamu. Besok aku mengajak Evan untuk ke kebun binatang bersama kamu.Mendekatkan kalian berdua supaya lebih akrab. Sebentar lagi kamu akan menjadi istriku, sudah pasti Evan harus tau itu"Ucap Jeon panjang lebar.

Tangan lelaki itu berada di paha Emily, dia bersimpuh di hadapan Emily yang masih tak bergeming.

"Sayang..."ucap Jeon lagi.

"Jangan seperti ini,aku sangat sedih"Tangan Jeon berusaha menggapai wajah Emily. Gadis itu membiarkan tangan kekar itu menangkup wajahnya.

"Kamu gak bohong kan..?"tanya Emily datar.

"Tentu saja,siapa aku yang bisa bohong pada tuan putri secantik ini"

Hati Emily menghangat mendengar ucapan pria di hadapannya.Pria yang begitu dingin dan tak mengenal kata ampun pada kolega dan musuhnya itu begitu berbanding terbalik saat sedang bersamanya.

"Gombal.."Emily mendengus mendengar ucapan kekasihnya.

"Ayo mandi bersama "tiba-tiba saja tubuh Emily terangkat ke atas.

"Ahhhh..lepaskannn..ini sudah malam.Jeonnnnnnnn"

Teriakkan Emily menggema di kamar mandi besar milik mereka.Bahkan kupu-kupu yang hinggap di atas lampu kamar mereka merasa iri dengan cinta yang Jeon punya untuk Emily.

1
Ana Dinozzo
yuk baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!