NovelToon NovelToon
Merangkai Hasrat

Merangkai Hasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Komedi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Jennie Revelton (25) seorang penulis novel dewasa yang terkenal dengan fantasi sensualnya tiba-tiba mengalami writer’s block saat mengerjakan proyek terbesarnya. Semua ide terasa mati hingga seorang pria baru pindah ke unit sebelah apartemennya.

Pria itu adalah tipikal karakter novel impiannya: tampan, mapan, dewasa, dan terlalu sempurna untuk menjadi tetangga. Tanpa sadar Jennie menjadikannya bahan fantasi untuk menghidupkan kembali gairah menulisnya.

Namun semakin sering ia mengamati dan membayangkan pria itu, perasaan Jennie mulai berubah. Dia tak lagi ingin pria itu hanya hidup di atas kertas, tapi juga menginginkannya di dunia nyata.

Keadaan menjadi rumit ketika pria itu mengetahui bahwa dirinya adalah objek fantasi erotis dalam novelnya. Alih-alih marah atau menjauh, pria itu justru mengajukan sebuah penawaran tak terduga.

"Daripada hanya mengandalkan imajinasi, bukankah lebih nikmat jika kau bisa merasakannya langsung?" ~~Johan Alexander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 - Kemenangan Manis dan Nakal

...Jangan dibaca di tempat umum ya guys🥵🔥🔥...

Begitu mereka sampai di apartemen, Jennie melepaskan sepatu hak tingginya dengan kasar. Johan berdiri di depannya dan melepaskan dasi tuxedonya dengan satu tangan.

"Melihat wajah Ajeng hancur membuatku puas," ucap pria itu.

Jennie mengangguk, "Semua yang mengganjal dihatiku beberapa hari ini langsung hilang saat melihat Ajeng mendapatkan balasannya. Aku bahkan tidak percaya orang tuamu ada di sana dan menerimaku lagi, sekarang aku merasa bebas."

"Sudah seharusnya begitu," kata Johan sambil mengusap pipi Jennie dengan ibu jarinya. "Dan seperti yang sudah kujanjikan tadi, seorang aktris yang hebat layak mendapatkan hadiah spesial."

Pria itu tidak perlu menunggu lama, dia langsung menyambar bibir Jennie dengan ciuman penuh rasa dominan. Kali ini Jennie tidak hanya diam menerima, rasa lega dan kemenangan yang meluap-luap membuatnya merasa jauh lebih berani.

Dia membalas ciuman Johan dengan gerakan yang sama-sama mendominasi, lidahnya menari liar seolah menantang Johan.

Begitu sampai di kamar, Johan menanggalkan gaun merah Jennie dengan gerakan pelan, membiarkan pakaian itu meluncur jatuh seperti kelopak bunga yang gugur.

Dia membaringkan jennie di atas kasur dan menatap tubuh polos Jennie dengan lapar. Johan mulai menurunkan kepalanya dan memberikan perhatian penuh pada dada Jennie.

Bibirnya mulai menyapu kulit halus di sana dan memberikan isapan-isapan kecil yang meninggakan jejak kemerahan.

"Nngghhh...Mas....pelan-pelan," rintih Jennie, tangannya meremas rambut hitam Johan saat pria itu menyesap puncaknya dengan lidah yang panas.

Erangannya semakin keras saat Johan menggoda sisi sensitifnya bergantian, membuat tubuh wanita itu melengkung penuh gairah.

Johan masih belum puas, dia ingin memastikan Jennie benar-benar siap. Jadi dia turun lebih rendah, bibirnya memberikan kecupan-kecupan hangat disepanjang perut Jennie hingga mencapai pangkal pahanya.

Tangannya merayap pelan membelai bagian dalam paha Jennie sebelum akhirnya jarinya menemukan inti gairah Jennie yang sudah sangat basah dan sensitif.

"Ahhh! Mas! Di sana....ya, jangan berhenti..." erangan Jennie pecah saat jemari Johan mulai melakukan gerakan memutar dengan ritme teratur.

Jennie menggigit bibir bawahnya mencoba meredam teriakan nikmatnya, namun tubuhnya yang bergetar hebat tidak bisa berbohong.

Setelah memastikan Jennie benar-benar rileks dan mendambakannya, Johan melepaskan sisa pakaiannya sendiri.

Jennie yang sudah tidak sabar menarik bahu Johan, "Mas, aku ingin di atas..." bisiknya parau.

Kini Jennie duduk di atas pangkuan Johan, menatap mata pria itu dengan tatapan menantang. Dengan perlahan dan penuh perasaan Jennie menurunkan tubuhnya, merasakan milik Johan yang mulai mengisi secara perlahan.

"Ohhh...God....Mas..." Jennie mengerang panjang saat mereka akhirnya menyatu sepenuhnya. Rasa penuh dan hangat itu membuatnya memejamkan mata dengan erat.

Jennie mulai bergerak naik turun dengan ritme menggoda, rambutnya yang terurai bergerak liar mengikuti setiap sentakan tubuhnya, suara kulit yang beradu dan deru napas yang memburu memenuhi kamar itu.

Jennie menunduk, mencium Johan dengan rakus, lidah mereka bertautan dengan liar seiring dengan gerakannya yang semakin cepat.

"Kamu sangat indah, Beb.....Ahh, teruslah bergerak seperti itu," geram Johan, tangannya mencengkeram pinggul Jennie dengan kuat, membantu wanita itu menekan lebih dalam.

Setiap kali Jennie bergerak turun, erangan berat keluar dari tenggorokan Johan. "Ahhh....Sayang....lebih cepat!"

Jennie menuruti permintaan itu, dia memacu gerakannya dan mengabaikan keringat yang mulai membanjiri tubuh mereka.

"Aku hampir sampai, Mas! Ahhh!" Jennie berteriak saat puncak kenikmatan itu mulai menghantam saraf-sarafnya.

Melihat Jennie yang sudah diambang batas, Johan membalikkan posisi mereka dengan satu gerakan cepat. Dia menghujamkan hentakan-hentakan terakhir yang sangat dalam, membawa mereka berdua terbang melewati puncak bersama-sama.

"Bersamaku, Sayang! Ahhh!" Johan mengerang keras saat dia mencapai pelepasannya di dalam Jennie, sementara wanita itu terus merintih nikmat dalam pelukan erat Johan.

Mereka masih terengah-engah dalam keheningan yang penuh kenikmatan sisa-sisa pelepasan sebelum suara gangguan muncul.

Drrrt...Drrrt...Drrrt

Ponsel Jennie di nakas menyala terang, nama IBLIS BERPAKAIAN PRADA terpampang di sana.

"Abaikan saja," bisik Jennie lemas di dada Johan.

Tapi Manda menelepon seperti orang gila, Johan yang kesal akhirnya meraih ponsel itu.

"Halo?" suara Johan terdengar sangat berat dan penuh gairah yang belum hilang sepenuhnya.

"JENNIE! NOVELMU MELEDAK LAGI SETELAH KEJADIAN DI HOTEL TADI VIRAL. SEMUA ORANG MENCARI LADY VELVET! KAMU HARUS MENGIRIMKAN BAB TERAKHIRNYA SEKARANG!" teriak Manda di seberang telepon.

Johan melirik Jennie yang tak berdaya di balik selimut, "Maaf Manda, penulismu sedang tidak bisa diganggu. Jangan hubungi dia sampai besok siang, selamat malam."

Klik

Johan mematikan ponsel itu dan menaruhnya ke dalam laci, kemudian dia kembali masuk ke dalam selimut untuk memeluk Jennie. "Ronde pertama sudah selesai, siap untuk ronde kedua, Sayang?"

Bersambung

1
HiLo
Suka, konfliknya ringan
HiLo
ditunggu kelanjutannya
Aria
lanjut kakkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!