Alina Grace tumbuh sebagai putri keluarga Kalingga. Hidup dalam kemewahan, pendidikan terbaik, dan masa depan yang tampak sempurna.
Namun semua itu runtuh seketika begitu kebenaran terungkap.
Ia bukanlah anak kandung keluarga Kalingga
Tanpa belas kasihan, Alina dikembalikan ke desa asalnya, sebuah tempat yang seharusnya menjadi rumah, tetapi justru menyisakan kehampaan karena kedua orang tua kandungnya telah lama meninggal dunia.
Dari istana menuju ladang, dari kemewahan menuju kesunyian, Alina dipaksa memulai hidup dari nol.
Di tengah keterpurukan, sebuah Sistem Perdagangan Dunia Pararel terbangun dalam dirinya.
Sistem misterius yang menghubungkan berbagai dunia, membuka peluang dagang yang tak pernah dibayangkan manusia biasa.
Dengan kecerdasan, kerja keras, dan tekad yang ditempa penderitaan, Alina perlahan bangkit, mengubah hasil bumi desa menjadi komoditas bernilai luar biasa.
Dari gadis yang dibuang, ia menjelma menjadi pemain kunci dalam perdagangan lintas dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diskon Besar-Besaran Toko Sistem
Malam Alina terasa indah karena ia berhasil mendapatkan lebih dari dua ratus ribu Poin Sistem.
Tinggal sedikit lagi Poin Sistem yang dimilikinya cukup untuk meningkatkan Level Luna, tapi karena adanya diskon besar-besaran di Toko Sistem, kemungkinan Alina akan menggunakan banyak Poin Sistem untuk membeli apa yang diinginkannya di Toko Sistem.
Pagi ini cuaca cerah, tanpa adanya awan hitam yang menggantung di langit.
Seperti biasa, setelah olahraga pagi, bersih-bersih, lalu dilanjutkan sarapan. Alina saat ini sudah berada di ladang, merawat tanamannya yang tumbuh subur, membuat penduduk Desa yang melihatnya ikut merasa senang atas keberhasilan Alina mengelola ladang miliknya.
Diskon besar-besaran di Toko Sistem belum dimulai.
Tadi Luna sempat menyampaikan pada Alina kalau diskon besar-besaran baru akan dimulai siang nanti, lewat pukul 12.00 siang.
Sembari menunggu dimulainya diskon besar-besaran, Alina fokus dengan pekerjaannya, dan masih seperti hari kemarin, ia sama sekali tak peduli pada keberadaan Elena dan Rafael.
Sebenarnya Alina sama sekali tidak peduli pada mereka berdua, tapi sepertinya mereka sengaja mencari masalah, dimana saat ini mereka tiba-tiba datang ke ladang, menginjak-injak tanaman yang dirawat sepenuh hati oleh Alina.
“Cih, ini tanaman apa rumput liar?! Benar-benar mengganggu pemandangan!” ucap Rafael terus menginjak apa saja yang bisa diinjak, tapi detik berikutnya~
Aaargh!!
Rafael berteriak kencang lalu mengerang kesakitan begitu menginjak ranting kayu kokoh dengan ujung tajam, yang mana benda itu seolah-olah tumbuh dari dalam tanah.
Elena yang menyaksikan semuanya, cepat ia menolong Rafael, tapi karena tubuh kakaknya itu terlampau besar, ia kesulitan memapahnya keluar dari ladang.
“Alina, bantu aku bawa Kak Rafael keluar dari ladang!!” teriak Elena.
Suara itu terdengar sangat jelas, bahkan apa yang dialami Rafael terlihat langsung olehnya. Tetapi sedikitpun Alina tak peduli, memilih melanjutkan pekerjaan sambil menahan amarah dan rasa puas.
Ia marah tanamannya telah dirusak, tapi ia puas karena berhasil membalas tuntas perbuatan Rafael.
Tanaman yang rusak bisa ia perbaiki dalam waktu singkat, tapi kali Rafael yang terluka sangat dalam, setidaknya butuh waktu berminggu-minggu untuk membaik.
Sementara itu Elena yang diabaikan oleh Alina. Ia hanya bisa menggertakkan giginya menahan amarah sembari membantu Rafael keluar dari ladang.
Sambil pelan berjalan keluar dari ladang, Elena merasa jika tanaman di sekelilingnya berubah menjadi bentuk tanaman yang dipenuhi duri, membuat kulitnya beberapa kali tergores tajamnya duri tanaman.
“Perasaan tadi hanya tanaman biasa, kenapa sekarang jadi banyak tanaman berduri?” Elena merasa heran, ‘mungkinkah ladang ini hidup dan sedang melakukan aksi balas dendam karena sebelumnya aku dan kak Rafael merusak sebagian tanaman?’ batinnya.
Rasa takut tiba-tiba dirasakan Elena, membuat langkahnya menjadi lebih cepat, tapi karena jalannya yang terlalu cepat, begitu keluar dari ladang, ia merasa sekujur tubuhnya terasa perih termasuk wajahnya.
“Adik, tangan, kaki, juga wajahmu terdapat banyak luka gores,” ucap Rafael sembari manahan rasa sakit.
“Aku tau, dan sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini sebelum semuanya terlambat!” balas Elena tanpa melihat ke arah ladang di belakangnya.
Awalnya tadi ia hanya sekedar takut, tapi kini ia sangat ketakutan setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri saat sulur-sulur tanaman berduri bergerak mengikutinya, seolah keberadaan tanaman itu memang untuk membalas perbuatannya, juga perbuatan kakaknya.
“Kak, tunggu sebentar! Aku akan mengemas barang baru setelahnya kita pergi ke puskesmas yang ada di kecamatan untuk mengobati lukamu!” ucap Elena cepat, dan tanpa menunggu balasan Rafael, ia langsung pergi mengemas barang.
Semua barang pribadinya dikemas, membiarkan barang-barang seperti kasur lipat dan selimut tetap di tempatnya.
Selesai berkemas. Elena yang sudah bisa mengemudikan mobil, ia lebih dulu membantu Rafael masuk ke dalam mobil, baru setelahnya ia melakukan perjalanan menuju puskesmas di kecamatan.
Semua yang dilakukan mereka dilihat oleh Alina, dimana gadis itu tersenyum miring sembari melihat kepergian mobil yang dikemudikan Elena.
“Itu bukan sekedar luka, tapi luka itu cukup untuk mengalirkan racun gatal ke tubuh kalian, dan selamat menikmati gatal-gatal tanpa akhir selama satu minggu ke depan!” gumam Alina.
Kali ini ia menunjukkan sisi kejamnya, tapi itu bukan sisi yang paling kejam.
Alina masih menahan diri, dan lagi ia memang ingin bermain-main lebih lama dengan keluarga Kalingga, setidaknya sampai terungkapnya keterlibatan mereka dengan kematian orangtuanya.
Sekarang setelah kepergian Elena dan Rafael. Rumah kayu kembali sepi dan tenang, membuat Alina bisa lebih fokus melihat apa saja yang dijual di Toko Sistem, dimana diskon besar-besaran baru saja dimulai.
Kali ini benar-benar diskon besar-besaran, dimana diskon paling kecil saja mencapai 85 persen, bahkan ada barang yang mendapatkan diskon besar hingga 97 persen.
“Ini baru yang namanya diskon besar-besaran, bukannya diskon di dunia nyata yang terkadang hanya gimmick untuk menarik pembeli,” gumam Alina.
Terus lihat-lihat barang di Toko Sistem. Barang pertama yang dibeli Alina adalah senjata, yaitu satu kotak besar berisikan berbagai senjata, baik yang tradisional seperti pedang, tombak, maupun belati. Ada juga senjata modern seperti pistol, senapan serbu, granat, dan yang lainnya.
Satu kotak bedar berisi senjata lengkap hanya menghabiskan tak lebih dari 1.000 Poin Sistem.
Selanjutnya Alina membeli satu lagi asisten, dimana ia akan mengirim asisten itu untuk menemani asisten sebelumnya yang mengurus ladang.
“Ternyata ada juga pengawal bayangan dengan kemampuan satu banding seribu prajurit militer elite terbaik yang ada di dunia ini. Melihat kemampuan mereka dan harga setelah diskon yang mencapai seribu Poin Sistem. Sebaiknya aku beli sepuluh, dan karena mereka tidak membutuhkan makan juga istirahat, mereka bisa menjagaku selama dua puluh empat jam nonstop!” gumam Alina.
Selesai dengan senjata, asisten tambahan dan juga pengawal. Kini Alina berpindah pada benih tanaman alami yang ternyata dijual di Toko Sistem, dan cepat saja dia membeli ratusan ribu paket benih, dimana satu paket benih hanya seharga 1 Poin Sistem.
Jika nantinya masing-masing benih dapat dijualnya dengan harga 80 hingga 100 Poin Sistem. Alina sudah bisa membayangkan seberapa beser keuntungan yang akan ia dapatkan.
Itu benar-benar keuntungan besar yang kemungkinan bisa menutupi pengeluarannya hari ini.
“Sayangnya diskon bedar ini hanya berlaku selama dua jam, dan baru akan ada lagi bulan depan,” gumam Alina yang akhirnya selesai berbelanja, tepat sebelum berakhirnya diskon besar-besaran Toko Sistem.
Meski sedikit kecewa dengan waktu yang begitu cepat berlalu. Tetapi Alina sangat puas dengan apa yang didapatkannya, dimana dengan hanya menyisakan 1 juta Poin Sistem, ia mendapat banyak barang, termasuk kemampuan tambahan selain kemampuan seorang penyihir.
“Rasanya selain bisa menjadi orang terkaya di Dunia ini, aku juga bisa menjadi wanita terkuat yang tak terkalahkan!~”