Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.
Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.
"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.
"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 33 - Tidak Tahan Lagi
Setibanya di rumah, Nabila langsung melangkah masuk ke kamar lebih dulu. Dia ingin segera menenangkan pikirannya dengan mandi air hangat. Namun saat baru masuk ke kamar mandi, Lukman tiba-tiba ikut. Dia mendorong Nabila sampai terpojok ke dinding.
"Mas! Apa yang kau lakukan?" timpal Nabila.
"Aku tidak yakin kau sedang datang bulan. Seingatku kau tidak datang bulan saat di awal bulan begini. Iya kan?" ujar Lukman dengan tatapan mata tajam seolah mampu mengoyak segala kebohongan sang istri.
Mata Nabila bergetar. Jantungnya berdegup lebih kencang karena takut. Apalagi saat Lukman berusaha melepaskan celana da-lamnya secara paksa.
"Hentikan, Mas! Aku mohon!" pekik Nabila.
"Diamlah! Jangan melawan!" balas Lukman. Tanpa diduga, didaratkannya sebuah tamparan ke pipi Nabila. Tamparan itu tidak hanya memberi rasa sakit di wajah Nabila, tapi juga melukai batinnya.
Karena tak mau dianggap lemah lagi, Nabila memberanikan diri melawan. Dia balas menampar Lukman ke pipi.
Plak!
Suara tamparan itu cukup keras. Pertanda Nabila menggunakan seluruh tenaganya.
"Istri sialan! Brengsek!" umpat Lukman.
"Kau yang brengsek! Aku ini istrimu, Mas! Kau bisa memintanya baik-baik! Kenapa harus kasar begini?! Bertahun-tahun aku sudah menahannya. Sekarang aku udah nggak tahan lagi!" Nabila meluapkan segala hal yang selama ini mengendap di hatinya.
Namun bukannya mendapatkan pengertian, Nabila malah mendapat tamparan kedua. Kali ini tamparannya lebih keras dan membuat sudut bibir Nabila berdarah. Perempuan itu bahkan terjatuh ke lantai.
Belum sempat bernafas, Lukman kembali menyerang. Dia tendang Nabila beberapa kali. Saat itulah air mata berlinang di wajah Nabila.
Puas menyiksa Nabila, Lukman melucuti seluruh pakaian sang istri sampai tak tersisa. Dia lantas bisa mengetahui kalau Nabila sedang tidak datang bulan.
"Kau berbohong. Kau juga sudah berani melawanku!" geram Lukman sembari bergegas melepas celananya. Dia lalu memaksa Nabila berdiri. Melakukan penyatuan dengan kasar seperti biasa.
Sementara Nabila telah berhenti menangis. Rasa sakit yang dia rasakan seolah sudah membuatnya mati rasa. Entah kenapa saat itu Nabila teringat dengan Nathan. Rasanya dia ingin segera menemui lelaki itu dan memeluknya.
Setelah merasakan puncaknya, Lukman langsung meninggalkan Nabila. Ia kembali mengenakan celananya. Selanjutnya dia pergi tanpa mengatakan apapun.
Nabila menatap kepergian Lukman. Saat itu keinginannya untuk bercerai semakin bulat. Nabila kembali mengenakan pakaian dan menelepon Nathan.
"Halo? Hei. Aku..."
"Aku ingin melakukan pemeriksaan visum, Nath. Aku akan jadikan sakit di tubuhku alat untuk menceraikannya," ungkap Nabila datar.
"Kau baik-baik saja kan? Apa dia melukaimu?" Nathan terdengar cemas.
"Hanya ditampar dan ditendang beberapa kali."
"Hanya kau bilang?! Itu sudah kelewatan, Bil! Kau dimana? Aku akan menjemputmu! Aku akan temani kau cek visum!"
"Nggak usah, Nath! Aku nggak mau ada orang yang tahu kalau kita dekat. Aku bisa melakukannya dengan ditemani Indy. Aku nggak sendiri. Aku hanya ingin mendengar suaramu. Mendengar kalau ada lelaki di luar sana yang menyayangiku dengan tulus..."
"Tentu saja. Aku sangat mencintaimu. Kalau kita bersama, aku janji akan menjagamu." Mata Nathan berkaca-kaca saat berucap begitu. Perasaannya untuk Nabila memang tulus. Akan tetapi dia tak tahu kalau sejak tadi di belakangnya ada Dini yang mendengarkan.
"Nathan!" panggil Dini.
Nathan sontak kaget. Dia langsung mematikan telepon Nabila.
"Dini!" tanggapnya.
"Kau bicara sama siapa? Kenapa kau bilang cinta sama dia? Kamu selingkuh, hah?!" timpal Dini.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti