NovelToon NovelToon
TAK ADA JALAN KEMBALI

TAK ADA JALAN KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Selingkuh / Anak Lelaki/Pria Miskin / Balas Dendam / Pengawal / Beda Usia
Popularitas:61.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Riko Permana, demi gadis yang dicintainya, rela meninggalkan cita-cita menjadi seorang polisi. Melepas beasiswa yang diberikan negara. Ia mundur, sengaja mengalah. Sengaja membiarkan nilainya menjadi buruk demi memuluskan jalan calon kakak iparnya.

Profesor pembimbing kecewa dan ia merasa bersalah. Hanya satu yg membuat ia bahagia: bisa menikah dengan wanita yang sangat dicintainya.

Akan tetapi, apa yang terjadi kemudian? Dirumah mertua ia diperlakukan layaknya budak, dihina dan dipermalukan. Istri yang dicintai tidak membela malah ikut merendahkan.

Puncaknya adalah ketika ia mengetahui bahwa sang istri berselingkuh secara terang-terangan di hadapannya.

Pria yang menertawakan kebodohannya sendiri. Istri yang selama satu tahun pernikahan tidak mau disentuh, kenapa dia tidak sadar sama sekali?

"Cukup sudah! Seluruh cintaku sudah habis. Aku akan tunjukkan pada semua, aku bukan orang yang bisa mereka hina begitu saja. Mereka yang telah menghinaku, akan bertekuk lutut di hadapanku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Jadikan aku sopirmu

.

Riko terkejut tubuhnya membeku, sama sekali tak berani membalas pelukan Anya.

"Tidak apa-apa. Gunanya teman untuk saling membantu, kan?"

Jawaban dari Riko membuat Anya tersadar dan melepaskan pelukannya. Suasana berubah menjadi canggung.

"Ma maaf, aku tidak sengaja," ucap Anya.

"Tidak apa-apa. Pasti karena kamu begitu senang, bisa segera menyelesaikan tugas," jawab Riko yang entah kenapa tiba-tiba merasa jantungnya berdebar dengan kencang.

"Ah, iya," ucap Anya yang buru-buru menggeser kursinya agar menjauh. Demi menghilangkan kecanggungan, Gadis itu berpura-pura kembali memeriksa file dalam laptopnya. Namun, hanya sesaat, hingga Gadis itu tersadar akan sesuatu. Anya langsung mengambil dompet dari tasnya dengan sedikit tergesa-gesa, lalu mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah.

"Riko, terima kasih ya," ucap Anya sambil mengulurkan uang itu kepada Riko. "Aku benar-benar berterima kasih atas bantuanmu."

Riko mengerutkan kening, kedua matanya menatap uang itu dan wajah Anya bergantian. "Apa ini? Kenapa kamu memberiku banyak uang?"

"Ini untuk kamu. Sebagai tanda terima kasihku."

Riko menggelengkan kepalanya perlahan. "Tidak usah, Anya. Aku hanya membantu saja, bukan untuk minta imbalan apa pun."

"Jangan seperti itu, Riko. Kalau aku membawa laptop ini di tempat servis pasti biayanya lebih mahal. Sedangkan yang aku berikan padamu cuma sedikit, jadi kamu harus menerimanya! Aku akan merasa tidak nyaman kalau tidak memberikan apa-apa padamu." Anya masih menekan tangannya yang memegang uang lebih dekat ke arah Riko.

Riko menolak halus dengan mendorong kembali tangan Anya yang memegang uang.

"Tidak semua hal harus diukur dengan uang, kecuali kalau memang kamu masih menganggap aku sebagai orang asing bukan sebagai teman. Lagipula aku tidak mengeluarkan biaya apa pun, bahkan tidak mengeluarkan keringat untuk memperbaikinya."

Anya terpana mendengar kata-kata Riko. Gadis itu menatap lekat wajah Riko mencoba mengetahui isi hati pria itu melalui wajahnya. Namun, sejauh yang dia lihat pria di hadapannya itu memang tampak tulus.

"Tapi kamu sudah menyelamatkan tugas kuliahku lho!" tegas Anya, mencoba memberikan kembali uang itu pada Riko. "Ini bukan sesuatu yang sepele. Kalau tidak ada kamu, aku pasti akan mendapatkan nilai jelek atau bahkan tidak bisa mengumpulkan tugas sama sekali."

Riko tersenyum lembut dan melihat mata Anya dengan tatapan yang tulus. "Kalau kamu memaksaku untuk menerima uang itu, aku akan merasa kalau kamu masih belum bisa menerima aku sebagai temanmu."

Anya diam sejenak, menatap wajah Riko yang penuh kesungguhan. "Ya sudahlah kalau begitu," jawabnya pasrah. Perlahan, ia menyimpan kembali uangnya ke dalam dompet, matanya sedikit berkaca-kaca.

"Aku minta maaf ya. Kadang aku terbiasa dengan orang-orang yang selalu mengharapkan sesuatu sebagai imbalan ketika membantu aku. Aku tidak berpikir kalau ada orang yang benar-benar mau membantu tanpa pamrih."

Ia mengulurkan tangannya ke arah Riko dengan senyum hangat. "Mulai sekarang kita berteman. Janji ya, kalau kamu ada kesusahan atau butuh bantuan, kamu harus bilang padaku juga ya?"

Riko menjabat tangan Anya dengan erat, wajahnya menunjukkan senyum yang lebih hangat dari biasanya. "Janji. Terima kasih sudah mau menerima diriku sebagai temanmu. Ini sangat berarti bagiku saat semua teman mengejekku."

Anya menarik tangan itu kembali dan mulai menata barang-barangnya di atas meja. Suasana di sekitar mereka terasa lebih hangat dan akrab dibandingkan sebelumnya. Gadis itu bahkan tertawa kecil sambil berkata, "Kamu benar-benar berbeda dari orang lain yang aku kenal, Riko. Aku senang bisa bertemu denganmu."

Riko hanya tersenyum dan mulai membantu Anya menata barang-barangnya. Dalam hatinya merasa senang, bukan hanya karena berhasil mendapatkan kepercayaan Anya, tapi juga karena melihat gadis itu memiliki hati yang baik di balik latar belakang keluarganya yang kaya.

Tiba-tiba, Riko dengan instingnya yang tajam merasakan bahwa ada seseorang sedang mengawasi mereka. Riko membalikkan badannya seolah tidak sengaja. Dan benar saja, matanya melihat seseorang yang pria yang duduk di bangku paling belakan dan selalu mengarahkannya ke arah Anya.

Orang itu mengenakan jaket hitam. Saat Riko menatapnya, orang itu segera memalingkan wajah. Riko dengan cepat mencatat ciri-ciri orang itu di benaknya — tinggi badan sekitar 175 cm, rambut pendek gelap, dan membawa tas ransel berwarna hitam, seolah dia juga seorang mahasiswa..

Baru saja hendak keluar kelas bersama dengan Anya, Riko merasakan getaran di sakunya. Sambil berjalan ia mengambil ponselnya dan melihat pesan dari Profesor Rahmat:

"Ada informasi baru. Ada kelompok yang ingin mengambil keuntungan dari situasi keluarga Anya. Hati-hati dengan setiap orang yang terlalu dekat dengannya, termasuk teman sekelasnya."

Riko menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku dan segera mengikuti langkah Anya seolah tidak ada apa-apa.

Selama berjalan, ia terus mengamati setiap sudut kampus, mencatat titik-titik yang berpotensi menjadi tempat tersembunyi atau jalur yang bisa digunakan untuk menyerang.

"Ternyata kamu cukup pintar ya, Riko," ucap Anya saat mereka sampai di luar kampus. "Selama beberapa hari ini aku juga melihat kamu bisa mengikuti penjelasan dosen dengan baik tadi, padahal kamu baru masuk semester ini."

Riko tersenyum. "Aku memang sudah belajar sendiri di rumah sebelum diterima di sini. Aku tidak ingin ketinggalan dengan teman-teman sekelas."

"Sungguh luar biasa. Kalau begitu, mungkin kamu bisa membantuku dengan tugas kuliah nanti ya?" tanya Anya dengan senyum manis.

"Tentu saja, kalau kamu tidak keberatan belajar bersamaku," jawab Riko.

Saat itu, Riko melihat orang yang mengamati mereka tadi muncul lagi dari balik deretan mobil. Kali ini, orang itu membawa sesuatu yang terbungkus kain hitam di tangannya. Riko segera siap siaga, namun tetap menjaga ekspresi wajahnya agar tidak mencolok.

"Anya, kamu capek tidak?" tanya Riko dengan tenang. "Kita pulang saja ya? Sepertinya akan hujan."

Anya melihat ke langit yang memang mulai mendung. "Ya benar juga. Ayo kita pulang saja."

Riko mengantar Anya ke tempat parkir kendaraannya — sebuah mobil kecil berwarna putih. Saat Anya akan masuk ke dalam mobilnya, orang itu tiba-tiba bergerak cepat ke arah mereka.

Riko dengan cepat mengambil langkah ke depan, menghalangi jalannya orang itu. "Mau apa kau?" tanya Riko dengan suara yang rendah tapi tegas.

Orang itu terkejut dengan kecepatan Riko. Ia mencoba untuk menghindar, tapi Riko dengan mudah menangkap lengannya.

"Lepaskan aku!" jerit orang itu dengan suara panik.

Anya yang sudah masuk ke dalam mobil segera keluar lagi saat melihat kejadian itu. "Apa yang terjadi, Riko?"

"Tidak apa-apa, Anya. Orang ini bilang sedang tidak enak badan saja," jawab Riko dengan cepat, sambil mencengkram kuat tangan orang itu agar tidak bisa berbuat apa-apa.

Saat itu, beberapa petugas keamanan kampus datang berlari setelah mendengar suara jeritan. Orang itu mulai gemetar dan tidak berdaya. Riko dengan hati-hati melepaskannya dan membiarkan petugas keamanan menangani situasi itu.

"Kenapa temanmu dibawa petugas, Riko?" tanya Anya dengan khawatir.

"Tidak apa-apa, Anya," jawab Riko dengan senyum. "Dia hanya akan dibawa ke ruang kesehatan. Kamu pulang saja dulu ya, Anya. Jangan lupa berhati-hati di jalan."

Riko ingin Anya segera pergi, karena dia ingin menangani orang tadi.

Anya mengangguk. "Ya sudah, aku duluan, ya. Makasih sekali lagi atas bantuan kamu tadi," ucapnya lalu masuk ke dalam mobilnya.

Setelah melihat mobil Anya hilang dari pandangan, Riko mendekati petugas keamanan yang sedang menangkap orang itu. Ia melihat bahwa benda yang dibawa orang itu adalah sebuah kamera tersembunyi yang diarahkan ke arah Anya. Tapi, kenapa hanya kamera?

"Sepertinya aku harus melakukan sesuatu agar bisa selalu bersama Anya. Bahaya bukan hanya mengintai di kampus, bisa jadi di rumah keluarga Tanuwijaya pun ada."

Riko mengambil kembali ponselnya dan mengetik pesan. "Anya, apa kamu sudah sampai rumah? Bisakah kamu memberiku pekerjaan? Jadi sopir pun boleh."

1
dewi rofiqoh
Klo memang status prof saat ini sendiri tidak ada ikatan dengan siapapun, boleh lah klo berjuang kembali untuk meraih cinta masa lalu
Cindy
lanjut
Wanita Aries
cinta pertama membawa luka buat bu maryam
Patrick Khan
ayo profff kejar cinta bu Mery . pakai tembakan peluru cinta😁😁
Hary Nengsih
wah ternyata mantan
dewi rofiqoh
Apakah ada cerita cinta masa lalu antara prof rahmat dan ibu maryam?
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
maryam jadi mary ya,,, 🤭 huusst dilarang julid
Wanita Aries
bner deh feelingku nntinya prof rahmat ketemu bu maryam ada sesuatu.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
umyang apaan??
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
ini bagaimana, paragrap atas sebelum riko menyapa, lg nonton tivi sambil dzikir, setelah riko menyapa kenapa jd menutup novel dan melepas kacamata? eta terangkanlah
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: astaga... ada yg lupa haapus /Sob//Sob/
total 3 replies
nayla tsaqif
Mantan terindah kah,,,?? 🤭
Rama's mom
cinta belum usai nich
Icha Arlita
jangan lama lama ya Thor
Icha Arlita
keren abis
Cindy
lanjut
Dew666
👍👍👍👍👍
ora
Wah ... ada cinta masa lalu😀❤❤
Patrick Khan
cie cie prof pasti lagi lope lope ya 😍😍😍
Ayu Padi
Cinta Lama Belum Kelar CLBK ya thor
Aidil Kenzie Zie
hm hm ada yang CLBK nich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!