NovelToon NovelToon
Pak Polisi Penyembuh Luka

Pak Polisi Penyembuh Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Trauma masa lalu
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mumu.ai

Follow fb : mumuyaa
ig : @tulisanmumu

Zaidan tidak tahu, apakah ini cinta pada pandangan pertama, atau hanya rasa kasihan hingga rasa ingin melindungi saja karena dirinya yang merupakan seorang polisi. Namun yang ia tahu, ia ingin melindungi wanita itu.

“Saya berjanji. Saya akan pastikan pria bajingan ini pasti akan menerima hukuman yang berat. Dia tidak akan pernah lolos, tidak akan pernah merasakan dunia luar lagi. Jadi… jangan buat hati ibumu patah lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumu.ai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PPPL 27

Siang itu, Zahra baru saja merapikan rak minuman ketika ponsel di saku celananya bergetar. Ia melirik sekilas, lalu menghela napas panjang begitu membaca nama yang tertera di layar.

Polisi Pak Zaidan.

Belum sempat Zahra mengabaikan panggilan itu, suara salah seorang rekannya terdengar dari arah depan.

“Mbk Zahra, ada yang nyariin.”

Jantung Zahra mendadak berdegup tak karuan. Ia melangkah ke depan, dan benar saja, Zaidan berdiri di dekat pintu masuk. Kali ini bukan dengan motor besarnya atau pakaian olahraga seperti tadi pagi, melainkan kaos sederhana dan celana gelap. Di tangan sebelah kanannya tampak sebuah helm yang memang sering dipakai oleh Zaidan. Sedangkan di samping pria itu ada seorang pengemudi ojek online yang masih menatap ponselnya.

Zahra mendekat dengan wajah menegang. “Mas ngapain ke sini?”

“Menjemput kamu,” jawab Zaidan enteng, seolah itu hal paling wajar di dunia.

“Saya masih kerja, Mas. Dan saya bisa pulang sendiri.”

“Saya tahu. Makanya saya nunggu.”

Zahra melirik jam dinding di atas kasir. “Mas… jangan gini. Kita kan sudah—”

“Saya tahu kamu bakal nolak,” potong Zaidan tenang. “Makanya saya tetap datang.”

Zahra mendesah pelan, berusaha menahan kesal. “Mas Zaidan pulang aja. Saya nggak mau ngerepotin. Lagi pula, Mas datang naik ojek segala.”

Zaidan tersenyum kecil. “Bukan ngerepotin. Saya sengaja naik ojek biar kita bisa pakai motor kamu.”

Ucapan itu sukses membuat Zahra membelalakkan mata. “Apa?! Nggak. Nggak bisa. Motor itu motor saya, Mas.”

“Iya, makanya saya pinjam, saya yang bawa,” jawab Zaidan santai, lalu menoleh ke arah parkiran. “Biar kamu nggak capek.” Ia berjalan menuju area parkiran, dan berhenti di kursi kosong.

“Saya nggak capek. Saya biasa pulang sendiri.”

“Dan saya biasa keras kepala,” balas Zaidan tanpa rasa bersalah.

Zahra menggeleng, menatap pria itu dengan frustasi. “Mas, tolong dengar. Saya nggak nyaman.”

Zaidan yang telah duduk di kursi itu menatap Zahra lebih serius. Suaranya tetap lembut, tapi tegas. “Zahra, saya nggak maksa kamu buat suka sama saya sekarang. Saya cuma mau nunjukin kalau saya serius. Kamu pantas diperjuangkan, dan saya nggak akan berhenti cuma karena kamu terus nolak.”

Zahra tercekat. Ada sesuatu di dadanya yang menghangat, sekaligus membuatnya takut.

“Mas pulang aja…” ucapnya lirih.

Zaidan menggeleng pelan. “Saya tunggu sampai jam kamu selesai.”

Tak ada ancaman, dan tak ada paksaan kasar. Hanya kalimat sederhana yang justru membuat Zahra kehabisan alasan. Akhirnya, ia kembali ke dalam toko, menyelesaikan pekerjaannya dengan pikiran yang tak lagi fokus.

“Dia kenapa?” tanya Rere yang langsung menghampiri Zahra ketika rekannya itu baru masuk kembali ke dalam.

Zahra hanya terus berjalan sambil mengangkat kedua bahunya. “Udah, biarin aja dia.”

Rere menghentikan langkahnya, membiarkan Zahra yang terus jalan ke belakang menuju gudang.

“Payah banget. Yang satu ngejar, yang satu menjauh,” gumamnya. Tak mau terlalu pusing memikirkan hubungan asmara sang teman, Rere akhirnya kembali ke pekerjaannya semula, yakni menyiapkan barang untuk pesanan online.

Saat jam pulang tiba, Zahra melangkah keluar dengan langkah berat. Zaidan masih di sana, bersandar santai sambil memainkan game online di ponselnya, seolah waktu menunggunya bukan masalah besar.

Zaidan menoleh ke samping kirinya saat mendengar suara langkah seseorang. Melihat Zahra yang sudah berjalan mendekat ke arahnya, Zaidan langsung menyimpan ponsel ituke dalam saku celananya. Ia kemudian berdiri sambil tersenyum manis menyambut kedatangan Zahra.

Tanpa banyak bicara, Zaidan mengambil kunci motor dari tangan Zahra dan langsung menuju ke arah motor Zahra. Ia langsung naik ke depan sehingga Zahra hanya bisa menghela napas pasrah sebelum akhirnya duduk di belakang.

Motor itu melaju pelan meninggalkan Happy Mart, sementara Zahra terdiam, menatap punggung pria keras kepala yang entah sejak kapan mulai mengusik ketenangan hidup dan hatinya.

“Kita mau ke mana dulu?” tanya Zaidan, suaranya agak teredam oleh helm yang ia kenakan.

“Kenapa?” teriak Zahra lagi dari belakang, kali ini lebih kencang. Helm full face yang dipakai Zaidan membuat suara pria itu terdengar samar, nyaris tak jelas tertelan angin siang.

Zaidan sedikit menoleh. “Majuan, Zahra. Kamu duduk sampai ke ujung belakang begitu nanti bisa jatuh.”

Zahra sama sekali tidak bergeming. Ia tetap bertahan di posisinya, menjaga jarak seolah itu satu-satunya benteng yang ia punya. Hingga tiba-tiba motor itu melambat drastis, lalu berhenti mendadak. Tubuh Zahra refleks terdorong ke depan dan menubruk punggung lebar di depannya.

“Mas!” serunya kaget.

“Ada kucing lari,” kilah Zaidan enteng. “Makanya, kan aku bilang majuan. Kalau bisa pegang aku, biar kamu nggak jatuh.”

Zahra mendengus kesal, namun akhirnya menggeser sedikit posisinya ke depan, meski tetap menjaga jarak sebisanya.

Tak lama kemudian, Zaidan membelokkan motor ke sebuah area parkir. Zahra mendongak saat melihat papan nama kafe dengan desain modern dan kaca besar yang berkilau tertimpa matahari siang.

“Mas… berhenti. Saya mau pulang,” ucap Zahra cepat begitu motor dimatikan.

“Kita turun dulu,” jawab Zaidan singkat.

“Nggak. Saya serius. Mas turun aja, saya mau bawa motor ini pulang.”

Zahra sudah hendak turun ketika tangan Zaidan menahan pergelangan tangannya, menariknya pelan namun tegas. Tidak kasar, tapi cukup untuk membuat Zahra terdiam.

“Sebentar aja,” kata Zaidan rendah. “Ikut aku.”

Zahra menatapnya ragu, namun akhirnya mengalah. Mereka masuk ke dalam kafe itu, dan sejak langkah pertama Zahra sudah merasa seluruh mata tertuju padanya. Atau setidaknya, itulah yang ia rasakan.

Ia menunduk, merapatkan jaket lusuh yang dipakainya. Di balik jaket itu, seragam Happy Mart masih jelas menempel, lengkap dengan name tag kecil di dada.

“Mas…” Zahra berhenti melangkah. “Mas nggak malu bawa saya ke tempat kayak gini?”

Zaidan menoleh, menatap Zahra penuh tanya.

“Ini tempat mahal,” lanjut Zahra lirih. “Saya cuma pakai baju biasa. Jaket ini pun sudah kusam. Di baliknya masih seragam kerja saya. Orang-orang di sini… pasti lihat saya aneh.”

Zaidan menatap jaket itu sejenak, lalu kembali menatap Zahra. Senyumnya muncul, hangat dan yakin.

“Jaket itu bukan sesuatu yang harus kamu sembunyikan,” katanya pelan. “Justru itu saksi.”

“Saksi apa?” Zahra mengernyit.

“Saksi kalau kamu wanita pekerja keras,” jawab Zaidan mantap. “Bukti kalau kamu berjuang buat hidup kamu dan juga ibu kamu. Terus buat apa malu?”

Zahra terdiam. Dadanya terasa sesak oleh perasaan yang sulit ia namai. Sangat jarang Zahra merasakan hal ini, dimana ia merasa tidak dipandang rendah, tidak dikasihani, dan juga tidak direndahkan.

Zaidan melangkah lebih dulu, membuka kursi untuk Zahra. “Duduk. Kita minum sebentar aja. Habis itu, kalau kamu masih mau pulang, aku antar.”

Zahra akhirnya menurut, duduk dengan tangan yang sedikit gemetar. Pria yang ada di depannya ini sangat berbahaya. Zahra takut, benteng tinggi yang selama ini ia bangun akan runtuh. Namun, ia jauh lebih takut untuk terjatuh nantinya jika harus terus berdekatan dengannya.

...****************...

Vote nya dong jangan lupa. Sesajen mawar kopi juga jangan lupa ya, best ❤️

1
Esther
Gak usah berpikir aneh2 Ra, keluarga Zaidan baik gak pernah memandang orang dari status ekonominya.
cahaya adelisha
bagus
mumu: terima kasih 🫶🫶
total 1 replies
Esther
Ada Aqila dan Rian, bikin Zaidan mati kutu di depan Zahra😂😂
mumu: paket kombo banget dah. niat ngenalin ke mama aja, eh pasukan rupanya berkumpul 🤣🤣
total 1 replies
Nabila Nabil
udah donkkkk,,, kalo di bunga aku baca bolak balik pas naik gunung,,,, kalo di jelita aku bolak balik pas pertunangan Yumna.... ngakak puoooooollllll sumpah.... aku sampe yg malu sendiri bacanya.... tapi seneng tak baca berulang kali.... 🤣🤣🤣🤣🤣
mumu: ih seriusan kak? terhura eh terharu aku 🥲 seneng banget walau masih penulis kecil tp di apresiasi sebesar ini sama pembaca 🥰🥰 pembacaku masih dikit banget, tp kalau baca ini tu bikin makin semangat tau 🫶🫶
total 1 replies
Nabila Nabil
definisi kakak perempuan pertama... mending ibu yg marah ketimbang kakak pertama yg ngamuk.... gonjang ganjing bumi ini... 🤣🤣🤣🤣
mumu: gak kakak aja, kalau abang gitu juga. aku takut kalau abang aku udh bersabda 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nabila Nabil
takut banget aku ngetik pake HP baru jadi om edan.... 🤣🤣🤣🤣🤣
mumu: gpp typo nya jadi om edan juga 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nabila Nabil
nunggu pentolannya kang julid.... zaidan siap siap ngempet ini... 🤣🤣🤣
mumu: selimut mana selimut 😂😂😂
total 1 replies
Nabila Nabil
agak setengah dua belas juga sih.... 🤣🤣🤣
mumu: ssst gak bole gitu 🤫🤫😆😆
total 1 replies
Nabila Nabil
si aqilla mulutnya melebihi admin lambe turah... 🤣🤣🤣🤣🤣
Nabila Nabil
🤣🤣🤣🤣🤣 salah nebak semua....
Yuliarti Hendra
baru mampir
a.i.cahaya
wiiiih siapa tu 🤭🤭🤭
a.i.cahaya
belum tau kamu lagi zahra siapa zaidan sebenarnyaa
a.i.cahaya
kecepatan apa ni thor 😄😄
mumu: typo 🤭🤭 tapi paham lah 😂😂
total 1 replies
cahaya adelisha
mampir
mumu: terima kasih sudah mampir 🥰
total 1 replies
Nabila Nabil
si pak bupati..... 🤣🤣🤣🤣 alias admin lambe turah.... dan dan.... siap siap malu didepan zahra.... wibawa polisi mu bakal langsung down.... 🤣🤣🤣🤣🤣
mumu: admin cekrek cekrek upload 🤣🤣🤭🤭🤣🤣
total 1 replies
Nabila Nabil
kaaaaaannnnn bener.....🤣🤣🤣🤣
mumu: apaan tuh 🤭😂😂
total 1 replies
Nabila Nabil
ketemu mamer sama pamer donk..... 🤣🤣🤣🤣
Rini
kakak ipar laknat pasti 🤣
Rini: iya bikin darting Zidan 🤣
total 2 replies
Esther
Rian kah itu ? Kalau ada Rian, habislah Zaidan digodain🤭
mumu: combo kali 🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!