NovelToon NovelToon
Tentara Penjaga Hati

Tentara Penjaga Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Action / Romantis
Popularitas:750.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arrum Wijaya

Hakikat cinta sesungguhnya akan terungkap dalam kisah ini. Suka, duka, dan lara menyertai drama yang memeluk manja kisah keduanya. Menjaga hati seorang insan hingga raga meninggalkannya. Berawal dari pertemuan di kereta senja kisah seorang wanita pejuang asa untuk agamanya dan seorang abdi negara disatukan dalam ikatan suci keduanya. Prinsip keduanya mengejar asa tidak luput hingga menemukan cinta, menjalani berjuta cerita penuh makna, pelajaran hidup mereka patut untuk dibagikan terkhusus untuk siapapun yang meremehkan kekuatan cinta dan cinta sejati keberadaannya.

Hakikat cinta sesungguhnya tak hanya beradu ketika bersama,
Namun tetap menjaga mahabbah walau tak bersamanya,
Kekuatan cinta bukanlah ketika saling ada,
Namun tetap menjaga rasa cinta dalam hatinya ketika telah tiada,
Hingga ancala dan anila membawa kerinduan keduanya,
Menjadi saksi bisu kekuatan cinta keduanya,
Ketika tak mampu berjumpa menyapa,
Namun tetap disatukan dalam bait pinta dan do'a,
Mengharap kelak disatukan dalam indahnya surga.


Mari membaca novel author, jangan lupa like, komen, vote, dan jadikan novel ini sebagai novel favorit ya... agar tidak tertinggal runtutan ceritanya 😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arrum Wijaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejahilan Aisyah

Aisyah sengaja mengarahkan jalan yang harus memutar arah dengan alasan jalannya lebih indah.

“Kapten lewat sana saja, jalannya lebih indah”. Tutur Aisyah menunjuk suatu jalan yang terlihat agak sepi dari pada jalan yang biasa di lewati.

“Tapi bukankah kalau lewat sana harus putar arah ya... Nanti lebih lama sampai ke tamannya dong!”. Keluh Kapten menyadari Aisyah hanya mengerjainya.

“Ini nih yang buat Aku lebih suka pergi sendirian, lebih bebas kemana saja dan lewat mana saja sesuai keinginanku!”. Ucap Aisyah ketus memancing kejahilannya terlaksana.

“Baiklah Saya akan turuti kemauanmu, jangan ketus begitu tidak baik!”. Kali ini masih ada sedikit kesenangan yang sedang menyelimuti hati Kapten setelah kenaikan pangkatnya.

“Terima kasih Kapten! Ayolah jalan... Masih kuat kan?”. Perintah Aisyah disertai tantangan.

“Siap laksanakan Komandan!”. Jawabnya menerima tantangan Aisyah.

Sepanjang perjalanan terlihatlah pemandangan asri khas pedesaan, jalanan yang diapit sawah dilanjut hutan jati. Nyaman sekali melewatinya, itulah mengapa Aisyah sangat menyukai bersepeda selain lebih sehat juga lebih menenangkan untuk merefresh otak selama kepenatan mengajar dan aktivitas lainnya. Biasanya Ia sendirian dan kali ini ada yang memboncengkannya tanpa disadari Aisyah memejamkan matanya sangat menikmati kedamaian ini, Hingga membuat Hamdan merasa kesal, Dia yang capek Aisyah enak- enakan memejamkan mata. Tak kalah Hamdan memunculkan kejahilannya.

“Kucing... Aaaaaaa”. Teriaknya.

“Kucing? Ha? Mana kucing... Aku takut”. Ucap Aisyah membuka matanya dan merasa terkejut, untungnya berpegangan erat pada besi tempat Aisyah membonceng.

“Hahaha... Katanya pemandangannya indah... Kalau merem mana bisa lihat pemandangan yang indah! Dasar Aisyah!”. Suaranya tertawa.

“Ish menyebalkan! Sudahlah cepat mengayuh sepedanya! Kalau kelamaan nanti sampai subuh ke tamannya!”. Ucap Aisyah kesal.

“Siap Komandan!”. Jawabnya penuh kepuasan.

‘Huh! Niat hati ingin menjahili malah Aku yang dijahilin! Ngeselin deh! This is very anoyying. Tunggu saja setelah ini’. Gumam Aisyah.

Sesampainya di taman ada sebuah kursi yang berada di sudut yang di pilih Aisyah. Memang tujuannya ke tempat itu untuk merefresh otak dan mencari inspirasi, jadi mencari sudut yang sepi sambil mengamati sekeliling taman. Setelah sekitar sepuluh menit, perhatiannya tertuju pada anak gadis yang ada di persimpangan jalan, Dia terlihat sangat sedih entah mengapa Aisyah sangat ingin mendekatinya.Namun langkah Hamdan yang selama sepuluh menit yang lalu mencari minum mengejutkannya.

“Aisyah..! Mau ke mana”. Tanya Hamdan melihat Aisyah hendak beranjak dari tempat duduknya semula.

“Astaghfirullah... Kapten mengagetkan Aku saja! Itu, perhatikan gadis itu! Tidak tahu mengapa aku ingin mendekatinya, Aku merasa iba dengannya dilihat dari wajahnya sepertinya memiliki luka mendalam”. Ucap Aisyah menunjuk gadis tersebut.

“Jangan mudah iba dengan seseorang Aisyah... Bukan maksudku berprasangka buruk tapi kabar yang ku dengar sekarang banyak motif- motif kejahatan yang dilakukan dengan motif menarik perhatian sosial. Kalau Kau mau mendekatinya tunggulah lima menit dari sekarang, minumlah air ini. Aku akan duduk di sana, perkiraanku akan ada sesuatu yang terjadi setelah ini”. Jelasnya kali ini memasang wajah serius.

“Siap Kapten!”. Jawab Aisyah singkat.

Benar saya tidak ada lima menit gadis malang itu menjalankan aksinya ketika ada orang yang iba Dia memanfaatkan kondisinya itu, tangaannya begitu terampil memindahkan dengan cepat dompet mangsanya.

“Aisyah, Kamu ke sana pegang tangan gadis itu tahan dia lalu ajaklah bicara basa-basi, aku akan berusaha menjebaknya setelah Dia lengah saat kau ajak bicara”. Tuturnya pada Aisyah setelah mendekat ke arah Aisyah.

“Assalamu’alaikum Dek, bolehkah kita berkenalan?”. Ucap Aisyah mengulurkan tangannya tanpa melepaskan untuk berbasa- basi, sesuai intruksi Hamdan.

“Wa’alaikumussalam Kak, tentu saja. Namaku Aira, umurku 15 tahun”. Jawabnya singkat.

Aisyah sengaja telah mengosongkan dompetnya sebelum mendekati gadis itu, dan benar saja ketika Aisyah dan gadis itu sedang Asyik mengobrol tangannya sudah menjelajah di saku cardigan yang dipakai Aisyah. Hal itu langsung membuat Hamdan yang melihat dompet Aisyah telah berhasil diambil menghesntikan tangannya memvidio aksi gadis itu.

“Tangkap Dia!”. Teriak Hamdan yang tenyata telah menghubungi polwan untuk menangkap gadis itu.

“Siap Kapten!”. Jawab mereka serentak.

Meskipun melakukan perlawanan yag cukup menantang namun pihak kepolisian dibantu intruksi sang Kapten berhasil mengalahkan gadis itu. Gadis itu telah diringkus pihak kepolisian, sedangkan Aisyah dan Hamdan melanjutkan aktivitasnya di taman.

“Serem ya jadi tentara, jaga keamanan satu tempat aja beresiko tinggi apa lagi kejahatan sekarang lebih kejam dari pada dahulu”. Ucap Aisyah setelah menyaksikan itu semua.

“Tantangan itu menarik, setiap kejadian pasti memiliki ending yang berbeda tidak semuanya berhasil kami tangkap. Ya itulah yang menarik dari seorang abdi negara yang bertugas menjaga keamanan negara. Negara aja di jaga apa lagi hati wanita. Ups!”. Ujar Hamdan sekenanya saja Dia berbicara terbawa suasana.

“Hahahah... Ternyata ada juga ya tentara bucin!”. Ucap Aisyah mendengar penjelasan Hamdan yang berakhir gombal.

“Sekarang mari kita beli makanan sebelum maghrib. Katanya ada Em to Em nih!”. Ujar Aisyah.

“Baiklah pilihlah semaumu!”. Ucap Hamdan mempersilahkan.

“Aku hanya ingin makan bakso, tapi kalo bakso biasa sudah sering... Bakso larva yang ada di ujung sana berani nggak?”. Tantang Aisyah yang sudah merencanakan sesuatu.

“Oke berani! Level berapa?”. Tanya Hamdan menerima tantangan Aisyah.

Buat yang habis naik pangkat level 9 ya... Sesuai tanggal lahirku. Untukku level 3 aja, setuju nggak?”. Tanya Aisyah yang membuat Hamdan merasa tidak adil.

“Lah kok curang sih? Sportif dong bu guru... Ngga adil ini namanya!”. Protesnya.

“Kan spesial buat yang habis naik pangkat, sekalian hukuman tadi sudah mengagetkan!”. Jawab Aisyah mengelak.

“Ya, Baiklah... Tapi tidak usah pakai mie dan lemak. Kamu jangan level 3 sih.. Naikin 2 jadi level 5 oke... Kalau ngga mau ya udah..”. Tawarnya.

“Ya sudah aku terima”. Jawab Aisyah enteng.

Setelah dipesankan mereka mulai memakannya dan perhatian mereka fokus pada semangkuk bakso yang sedang disantap dan es jeruk yang ada di sampingnya, di tengah- tengah keasyikan makan bakso larva tiba- tiba terdengar suara seperti orang menangis sedang menyedot cairan hidung khas tangisan.

‘Hiks... Hiks...’

Suara itu membuat Hamdan terganggu dan kemudian perhatiannya beralih mencari suara itu, setelah mengamati ternyata itu adalah suara Aisyah yang membuat Hamdan khawatir karena mata aisyah Menitihkan air mata. Refleks Hamdan mengambil tisu dan bertanya.

“Aisyah kenapa Kamu menangis? Apakah Aku berbuat salah? Ini lap dulu air matanya”. Tanyanya datar sambil memberikan tisu.

“Tidak...”. Jawab Aisyah singkat.

“Apa tidak suka dengan baksonya? Kenapa masih sangat banyak? Punyaku sudah mau habis!”. Tanyanya lagi melihat mangkuk bakso Aisyah masih terlihat banyak isinya.

“Bukan begitu, tapi...”. Jawab Aisyah mengambang.

“Tapi Apa?”. Hamdan belum mengerti juga karena Aisyah terlihat ragu untuk mengatakan sesuatu.

“Aku tidak tahan pedas! Biasanya aku kalau ke sini dibantu Zahra untuk menghabiskan bakso larva level 3. Ya beginilah kalau Aku sudah tidak kuat dengan pedasnya aku akan menitihkan air mata seperti sedang menangis”. Terang Aisyah mengakui kelemahannya.

“Ya ampun... Kenapa tidak bilang? Kalau begitu ganti yang level 1 aja ya...?”. Tawar Hamdan peka.

“Ah tidak, sudahlah aku menyerah... Lanjutkan saja makanmu Kapten!”. Jawab Aisyah terang- terangan mengundurkan diri dari tantangan makan pedas ini.

“Baiklah, Aku juga mau berhenti saja. Baru tadi makan Sore di rumah Kakek, perutku masih kekenyangan”. Jawabnya, padahal itu hanya alasan karena perutnya sudah terasa panas dan perih. Jarang sekali Dia memakan makanan yang sepedas ini.

Saat hendak minum, betapa terkejutnya Hamdan ketika meminum es jeruknya benar-benar tanpa gula dan sedikit ada rasa pahit.

‘Cobaan apa lagi ini? Setelah memakan bakso larva rasa setan di mulut, pas minum semacam meminum air cuka dicampur sari karet gelang! Asam dan pahit!’. Pikir Kapten.

“Kenapa ekspresinya begitu?”. Tanya Aisyah pura-pura tidak tahu, padahal dalam hatinya tertawa ria menyaksikan ekspresi aneh Tentara tampan itu.

“Apa Kamu tidak salah pesan? Ini rasanya seperti jeruk limau tanpa gula atau madu sedikitpun. Lidah saya terasa aneh setelah memakan bakso super pedas ini meminum air jeruk abstrak ini! Sungguh absurd di mulut”. Terangnya.

“Iya, itu kan es jeruk limau tanpa gula. Soalnya Aku kan peka sama Kapten, Kapten udah jaga body six pack gitu kalau minum yang manis-manis nanti bisa diabetes dan gemukan. Sia- sia dong nanti olahraganya!”. Jawab Aisyah menanggapi dengan santai, dalam hatinya tertawa puas sekali.

“Ya ampun... Peka mu kebangetan! Dasar jahil! Awas ya nanti akan Ku balas”. Ancamnya, kini wajahnya semasam es jeruk limau yang diminumnya.

“Ya maaf! Sengaja... Hahaha... Aku tunggu di parkiran. Semangat gowes muter- muter Kapten Baru!”. Jawab Aisyah entah apa rencana barunya.

1
Neni Djuhaeni
lanjutan nya mana.
Lita Pujiastuti
di sini Aisyah paham ttv legalitas hub sex, tp dikode sm suami gk paham....kok alur cerita gk sinkron sih Thor mm
Lita Pujiastuti
ortu si kembar jg aneh...enak saja nitip, setelah mampu diambil. sama saja mengobrak ngabrik perasan orang tuh
Lita Pujiastuti
Tuh...thor....aisyah bocil bgt. .di awal kukira aisyah dewasa ...ternyata blass ..
apa author gadis...sehingga penggambaran pasutri kurang pas, walau nikah dijodohkan ..tapi gk segitunya jg keles, apa lagi author menggambarkan seorang yg agamis dan keluarga ponpes, harusnya tahu bgmn hub suami dan istri itu. ini belagak gk tahu ....
Lita Pujiastuti
saya juga seorang guru, jika guru mapel. tiap hari keluar masuk kelas yg berbeda sdh hapal materinya lah, gk perlu belajarn kecuali mo bikin persiapan media atau alat oeraga pembelajaran...itu betul...

thor ..coba amati kehidupan guru di sekitarmu ..biar cerita gk terlalu mengarang bebas ..
Lita Pujiastuti
Thor ..bikin karakter Aisyah kebangetan....sudah dewasa tapi kok gk cepet tanggap....
Aisyah jgn terlalu dibik tdk tahu apa² lah ..bikin dewasa dikit kenapa....
Lita Pujiastuti
Aisyah teledor ...
Lita Pujiastuti
Nah lho, tdk tertolong, ngapain jg bawa kucing. cukup dipinggirkan sj. teledor dan gak masuk akal
Lita Pujiastuti
Aneh ....setahu saya dalam kondisi mendesak guru bisa mohon izin tdk berangkat. dan dg alasan kuat pasti diizinkan. anak dlm kondisi gawat kok, ditinggal sm baby sitter ...
Lita Pujiastuti
Ya ampun, Riko .....😄
Lita Pujiastuti
kaciaannn sihh ..Hamdan ....😄
Lita Pujiastuti
Aisyah ini sdh dewasa tp gk mudeng blass ...walau masih gadis, gk prnh pacaran....hrsy ttp paham lah ...kan sdh dewasa....
Lita Pujiastuti
jaga diri baik² selama di sana, Kapten....
Lita Pujiastuti
bikin kegiatan sendiri Hamdan dan Aisyah...😅
Lita Pujiastuti
mbaknya ini calon persit apa ya....detail bgt menulid rincian syaratnya....walaupun yg baca cape.

dan maaf, byk yg saya skip....krn bertele-tele...🙏
Lita Pujiastuti
Aisyah...aisyah....lihat contoh itu yg hidupnya bener...lihat kok yg gagal, jd ikutan trauma....
Lita Pujiastuti
bungkuuuss...
Lita Pujiastuti
usul thor...itu deretan puisinya dibukukan sj khusus antologi puisi..
yg novel, biasa saja...soalnya jadi bertele-tele ....kurang pas kalau dicampur aduk ..
Lita Pujiastuti
Kena batunya aisyah....ngajakin yg pedas²...sdrinya yg gk kuat....😅
Lita Pujiastuti
ini kok ada yg diulang² paragrafnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!