NovelToon NovelToon
Between Love And Lies

Between Love And Lies

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Nikah Kontrak / CEO / Tamat
Popularitas:35.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Ratnasari Husein

"Kau bebas untuk berkencan dengan siapapun. Tetapi jika kau sampai hamil, maka secara otomatis kau tidak akan mendapatkan apapun setelah perceraian terjadi."

Evelyn Valencia Ariesandy terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan Gavin Rafael Adhitama, Presiden direktur dari Natama group, yang terkenal di Asia. Pernikahan mereka terjadi karena perjodohan yang dilakukan oleh kedua keluarga besar.

Namun suatu hari, Evelyn mendapatkan kejutan di saat-saat pernikahan kontraknya akan berakhir hanya dalam hitungan bulan saja.

Ia hamil.

Apa yang akan dilakukan Evelyn untuk menutupi kehamilannya dari Gavin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Ratnasari Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Alex yang frustasi.

"Kau memang menyusahkanku saja." Kevin tampak menggerutu ketika harus bersusah payah merebahkan tubuh tegap Alex di atas ranjang rumahnya.

Malam ini, untuk kesekian kalinya, ia terpaksa membantu Alex untuk pulang. Pria itu lagi-lagi terkapar tak berdaya di lantai klub karena mabuk berat.

"Hah! Pria yang sedang patah hati memang merepotkan!" Pria berambut panjang itu, menatap tubuh Alex yang lunglai dengan tatapan mata prihatin.

Ini kali pertama ia melihat sahabatnya itu merasa frustasi hanya karena ditolak oleh seorang wanita.

Biasanya ia selalu menjadi seorang casanova yang dikelilingi oleh banyak wanita cantik. Jika saja ia memanfaatkan wajah tampannya itu dengan benar, ia mungkin tidak akan terjebak dalam permainan hatinya sendiri.

"Jatuh cinta itu menyusahkan, tahu!" desisnya tajam, menahan geram.

"Hmm... Eve..."

Samar-samar, terdengar gumaman pelan yang lolos dari mulut Alex ditengah ketidaksadarannya.

Kevin tampak menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa lelah melihat kondisi Alex yang stres berat.

Andai saja ada sesuatu yang bisa ia lakukan untuk membantunya...

"Bella. Dia tentu tahu dimana Evelyn berada saat ini." ucap Kevin pelan, ketika bayangan wajah Bella melintas dalam pikirannya.

Kevin memang tidak cukup mengenal Bella. Ia hanya bertemu dengannya beberapa kali di klub malam dan juga di galeri seni milik Alex.

Namun, ia tahu jika Bella adalah sahabat baik Evelyn, orang yang paling dekat dengannya. Wanita itu sudah pasti tahu dimana keberadaan Evelyn saat ini.

"Masalahnya, aku tidak tahu dimana Bella tinggal." guman Kevin sembari berpikir. Ia lalu bertanya pada teman-temannya di klub malam, salah satu dari mereka mungkin saja tahu alamat rumah Bella.

...🌷🌷🌷🌷🌷...

Bella baru saja bangun, ketika salah satu pelayan memberitahu bahwa ada seorang pria yang sedang mencarinya dan menunggu di ruang tamu.

"Siapa yang datang berkunjung sepagi ini? Apa tidak ada waktu lain." Bella mencebik kesal, ia lalu beranjak dengan malas dari ranjangnya.

Dengan masih menggunakan piyama dan tanpa mencuci muka, ia turun ke bawah untuk bertemu dengan tamunya yang dirasa tidak tahu waktu.

Dahi Bella seketika berkerut dalam ketika melihat sosok yang kini duduk di sofa rumahnya.

Ia merasa tidak asing dengan wajahnya, hanya saja ia tidak terlalu mengingat namanya. Seorang pria dengan rambut sebahu yang dikuncir rapi. Rahangnya tegas, dengan kelopak mata yang sedikit menyipit.

"Kau..." Bella mencoba untuk mengingat. "Bukankah kau sahabat Alex yang sering ku temui di galeri?"

"Ya, namaku Kevin. Maaf kalau aku mengganggumu sepagi ini. Tapi aku benar-benar butuh bantuan darimu." Kevin tampak serius, menatap ke arah Bella dengan tatapan mata yang memelas.

Bella lalu duduk di hadapannya, bersikap tenang dan santai.

"Bantuan apa yang kau maksud?" pertanyaan Bella membuat Kevin mendadak ragu. "Jika ini ada hubungannya dengan Evelyn, maka sangat disayangkan, aku tidak bisa membantumu." lanjutnya dengan nada tegas dan dingin.

Kevin menghela nafas sejenak, menatap Bella dengan raut wajah kesal. "Kau bahkan belum mendengar apa yang ingin ku sampaikan, tapi kau sudah lebih dulu mengatakan tidak."

"Lalu apa tujuan mu datang ke sini jika bukan karena Evelyn? Tidak mungkin 'kan, kau datang begitu saja ke rumahku untuk menemui ku. Kita bahkan tidak cukup dekat untuk sekedar saling sapa." Bella tampak menggerutu padanya.

Kevin hanya bisa terpaku, semua yang terucap dari bibir Bella memang ada benarnya.

"Iya. Apa yang kau katakan memang benar. Tapi, setidaknya biarkan aku bicara terlebih dahulu, sebelum kau mengambil keputusan." sanggah Kevin, dengan suara memohon.

"Hah!" Bella menghela nafas singkat. "Baiklah. Cepat katakan apa yang kau inginkan?" perintahnya dengan sedikit desakan.

Ia lalu menceritakan bagaiman kondisi Alex akhir-akhir pada Bella

Bagaimana pria itu kini terlihat seperti seorang pecundang yang hanya mampu menyakiti dirinya sendiri.

Bella sempat mematung di tempatnya, ia tampak bingung.

Mendengar bagaimana kondisi Alex, membuatnya prihatin. Namun janjinya pada Evelyn, membuatnya dilema.

"Aku tidak bisa membantumu, Kevin." Bella tetap mempertahankan jawaban sebelumnya.

"Aku mohon... Pertemukan mereka satu kali saja." rintih Kevin pelan. "Mungkin dengan melihat Evelyn, Alex bisa menemukan kembali keinginan untuk hidup."

Bella menghela nafas berat, ia tampak menimbang-nimbang permohonan Kevin.

"Hah, baiklah." Bella akhirnya menyerah."Aku akan mencobanya, tapi aku tidak bisa janji. Saat ini, Evelyn sedang bersama suaminya. Ia juga tidak bisa keluar sembarangan. Jadi tidak banyak yang bisa ku bantu." lanjutnya tegas, tanpa memberi harapan sedikitpun.

Kevin mengangguk lemah. "Aku mengerti."

...🌷🌷🌷🌷🌷...

Sementara itu, di rumah Gavin.

Shopia baru saja keluar dari kamarnya setelah bersiap-siap. Ia tanpa sengaja berpapasan dengan Gavin, yang saat itu juga baru keluar dari kamarnya.

Keduanya saling menatap dengan tatapan mata yang canggung. Sejak inside itu terjadi, mereka berdua seolah menjaga jarak. Meski masih sarapan bersama seperti biasa, mereka tidak pernah bertemu lagi setelahnya karena Gavin selalu pulang larut malam.

Gavin lalu jalan lebih dulu, disusul oleh Shopia yang berjalan di belakangnya. Shopia memandangi telinga Gavin yang tak lagi ditempeli plester. Bekas gigitannya sudah memudar, tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.

Shopia sedikit pun tidak merasa bersalah. Baginya, semua itu terjadi karena sikap Gavin yang suka semena-mena padanya. Jadi, pria itu pantas mendapatkannya.

Namun, ada kecemasan yang mulai menyelinap. Bagaimana jika Gavin terus marah? Bisa-bisa ia ditendang keluar dari rumah ini tanpa membawa sepeser pun.

Bruk!

Shopia tersentak saat tubuhnya menabrak punggung tegap di depannya. Ternyata, Gavin tiba-tiba berhenti melangkah, entah sengaja atau tidak, membuat Shopia kehilangan keseimbangan.

"Kenapa kau tiba-tiba berhenti, sih?" Shopia reflek menegur Gavin karena terkejut.

"Salahmu sendiri mengekor di belakangku." ucap Gavin dingin. "Jangan menyalahkan orang lain atas kecerobohanmu."

"Selamat pagi, Nyonya." sapa Teddy, yang ternyata sudah berdiri di hadapan Gavin.

"Oh, ada kau, Teddy..." Shopia menggantung kalimatnya, wajahnya memanas karena malu. "Pagi." sahutnya singkat, tanpa menunggu balasan. Ia segera berlalu dan menuruni anak tangga dengan cepat, ingin segera menjauh dari sana.

Sudut bibir Gavin sedikit tertarik keatas saat melihat punggung 'Evelyn' yang menjauh dengan tergesa-gesa. Sebuah senyuman tipis yang sangat samar, hingga orang lain tak akan mungkin menyadarinya.

"Tuan..." ucap Teddy pelan, menunjukkan sikap profesional yang kaku namun tenang. "Mengenai hal yang Anda minta untuk diselidiki, saya sudah menemukan beberapa informasi terkait." lanjutnya, memberi laporan pada Gavin.

Mata Gavin melebar dan rahangnya mengeras. Senyumnya mendadak sirna berganti dengan wajah yang kembali datar dan dingin. "Kita bicara di ruang kerjaku." ucapnya singkat sembari bergegas turun dengan langkah cepat dan tegas.

Teddy mengikutinya dari belakang, menjaga langkahnya agar tetap seirama dengan Gavin.

Shopia diliputi heran dan rasa ingin tahu saat melihat Gavin dan Teddy malah berbelok ke arah rumah kerja, bukannya menuju ruang makan seperti biasa. Ekspresi wajah kedua pria itu yang tampak serius, memicu rasa penasarannya.

...🌷🌷🌷🌷🌷...

Kira-kira hal apa yang diminta Gavin pada Teddy untuk diselidiki ya?

Apakah akhirnya Shopia akan bertemu dengan Alex?

Nantikan kelanjutan ceritanya ya 😁

Jangan lupa untuk mampir dan mendukung karya ini. Tinggalkan like dan komentar di akhir bab ya.

Jangan lupa juga untuk subscribe ♥️ biar nggak ketinggalan update terbarunya.

Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya 🤗

1
yrputri
yang biasanya tampak kuat, tapi wanita tetap seorang wanita ya, ada sisi lemahnya juga...
yrputri
tatapan maut ya /Hey/
yrputri: tapi kalau ada yang menggangu ego spertinya tidak apa apa kalau harus menatap maut hehe
total 1 replies
Filan
wajar sih kalau nggak pede. Cewek ingin kelihatan cantik di mata orang yang dia cinta
Filan
akhirnya nikah juga mereka
Filan
dikasih jodoh ya, Martin 🤣
-Thiea-: kasihan jomblo sendirian 😁
total 1 replies
Filan
belom tamat di sini kan
Filan
asrama.. kubaca ulang emang asrama 😆
-Thiea-: typo 😁 asmara maksudnya
total 1 replies
Filan
oh, salah Gavin toh
Filan
masih bayi padahal... mainan aja kali shopia
Filan
udah cerai sama Gavin belum sih? nikah sama Alex?
-Thiea-: udah loh, di bab 86.
total 1 replies
Filan
kamu bahkan tidak berani tinggal di penjara malah bundir.
Filan
benarlah ya. Ga ada tanggung jawabnya itu sih. harusnya, biar hendry diproses hukum. dirinya juga biar hidup menyelesaikan semua tanggung jawab. malah bundir.
Filan
kasihan sekali Evelyn dan Sophia ortunya meninggalnya tragis
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
udh, nunggu upnya kembali.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
selamat thor semangat untuk berkarya.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Congrats 🎉🎉
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
wah twins gaes
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih bener loh, kenapa masakan laki² itu ngerasa paling teristimewa dan enak banget, aku pernah di bikinin makanan sama sodara laki aku sama bapak tiriku itu makan bersama beh enak banget 🤤🤤.
-Thiea-: enak walau bentuk gak karuan..😁
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good keluarga serbah guna
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
tenang shopia si Gavin bakal jadi bapak yg baik kok, klw kamu harus 24/7 maka juga dia harus bantu bukan cuma dapet senengnya doang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!