NovelToon NovelToon
Level Maks Sebelum Dunia Berubah

Level Maks Sebelum Dunia Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Pada malam Tahun Baru 2035, seluruh manusia di bumi menerima sebuah notifikasi misterius yang muncul tepat di depan mata mereka.

【Integrasi Dunia akan dimulai dalam 365 hari.】

Tak ada yang tahu siapa pengirimnya. Tak ada yang mampu menjelaskan bagaimana layar itu muncul. Setelah berbulan-bulan tanpa kejadian apa pun, dunia mulai melupakannya dan menganggapnya sebagai fenomena aneh semata.

Namun, tidak dengan Leon.

Di malam yang sama, ia menerima notifikasi kedua yang hanya bisa dilihat olehnya.

【Sistem Simulasi Satu Tahun berhasil diaktifkan.】

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 — Desa Pemula (Bagian 1)

Matahari mulai bergerak ke arah barat ketika Leon dan Lyra meninggalkan padang rumput tempat pertarungan pertama itu terjadi.

Angin bertiup lembut, membawa aroma tanah basah dan dedaunan. Di belakang mereka, sungai kecil yang jernih mengalir tenang seolah tidak pernah menjadi saksi pertarungan hidup dan mati beberapa saat yang lalu.

Leon berjalan sambil sesekali melirik cincin hitam di jari kirinya.

Ia masih sulit mempercayai semua yang telah terjadi dalam waktu yang terasa begitu singkat.

Tadi malam, ia hanyalah seorang pegawai minimarket dengan kehidupan yang biasa-biasa saja.

Kini...

Ia berjalan di dunia asing, ditemani seorang Administrator bernama Lyra, setelah membunuh monster pertamanya.

"Aku benar-benar sudah tidak berada di duniaku..."

Leon bergumam pelan.

Lyra yang berjalan beberapa langkah di depan menoleh.

"Masih sulit menerimanya?"

Leon tersenyum tipis.

"Kalau seseorang mengatakan semua ini kepadaku kemarin, mungkin aku akan menyuruhnya pergi ke dokter."

Lyra terkekeh pelan.

"Itu reaksi yang normal."

Mereka terus berjalan menyusuri jalan setapak yang membelah padang rumput.

Di kejauhan mulai terlihat sebuah hutan dengan pepohonan yang menjulang tinggi. Batang-batangnya jauh lebih besar daripada pohon mana pun yang pernah dilihat Leon di dunia asalnya. Beberapa bahkan membutuhkan belasan orang dewasa untuk memeluknya.

Cahaya matahari menembus sela-sela dedaunan, menciptakan pemandangan yang begitu indah hingga Leon beberapa kali berhenti hanya untuk melihatnya.

"Tempat ini..."

"...terlalu nyata."

Lyra mengangguk.

"Karena memang nyata."

"Kalau dunia simulasi ini benar-benar ada, siapa yang menciptakannya?"

Pertanyaan itu membuat Lyra terdiam cukup lama.

"Aku tidak tahu."

Leon menatapnya heran.

"Kamu Administrator."

"Bukan berarti aku mengetahui segalanya."

Nada suara Lyra terdengar lebih pelan dari biasanya.

"Aku hanya menjalankan tugasku."

Jawaban itu membuat Leon berpikir.

Selama ini ia menganggap Lyra adalah sosok yang mengetahui semua rahasia dunia ini.

Namun ternyata...

Administrator pun memiliki batas.

Perjalanan mereka berlanjut.

Semakin dekat ke hutan, Leon mulai mendengar suara-suara yang sebelumnya tidak ia sadari.

Kicauan burung.

Suara serangga.

Gemerisik dedaunan.

Semuanya terdengar sangat jelas.

Bahkan ia bisa mendengar suara tetesan air dari sebuah batang pohon yang berlubang.

Indra pendengaranku meningkat?

Leon mencoba mengingat statusnya.

Benar.

Setelah naik level, tubuhnya terasa jauh lebih ringan.

Ia tidak hanya menjadi sedikit lebih kuat, tetapi juga lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

"Apa setiap naik level tubuhku akan berubah?"

Lyra mengangguk.

"Ya."

"Meski peningkatannya kecil di level awal."

"Tetapi jika terus bertambah..."

"...kamu akan melampaui batas manusia."

Leon tidak menjawab.

Ia hanya mengepalkan tangan.

Kalimat itu membuatnya semakin sadar bahwa dunia asalnya benar-benar berada dalam bahaya.

Jika dalam satu tahun monster seperti Wolf Ape muncul di bumi...

Berapa banyak manusia yang bisa bertahan?

Pikirannya terhenti ketika aroma harum tiba-tiba tercium.

"Aroma roti?"

Beberapa langkah kemudian, pepohonan mulai menipis.

Di balik hutan, sebuah pemandangan yang membuat Leon terpaku akhirnya terlihat.

Sebuah desa.

Rumah-rumah kayu berdiri rapi dengan atap berwarna cokelat tua. Asap tipis mengepul dari cerobong beberapa rumah.

Anak-anak berlarian di jalan tanah sambil tertawa.

Beberapa pedagang membuka lapak di sisi jalan.

Seorang pandai besi bertubuh kekar sedang memukul sebongkah besi panas hingga percikan api beterbangan.

Di dekat sumur, beberapa wanita sedang berbincang sambil mencuci pakaian.

Leon benar-benar tidak menyangka akan melihat suasana yang begitu damai setelah melewati pertarungan mengerikan di padang rumput.

"Ini..."

"...Desa Pemula?"

"Benar."

Lyra tersenyum.

"Namanya Desa Aster."

"Tempat pertama yang akan mengubahmu dari manusia biasa menjadi seorang petarung."

Saat Leon melangkahkan kaki memasuki gerbang desa, beberapa penduduk menoleh ke arahnya.

Tatapan mereka bukan dipenuhi rasa takut.

Melainkan rasa penasaran.

"Pendatang baru?"

"Sudah lama tidak ada orang baru."

"Itu dia pengguna baru?"

Bisikan-bisikan mulai terdengar.

Leon merasa sedikit canggung.

Namun sebelum ia sempat mengatakan sesuatu, seorang pria tua berjanggut putih menghampiri mereka.

Tubuhnya tidak terlalu tinggi, tetapi bahunya lebar. Di pinggangnya tergantung sebuah palu besi yang tampak sudah digunakan selama bertahun-tahun.

Pria itu memperhatikan Leon dari ujung kepala hingga kaki.

Lalu tersenyum ramah.

"Selamat datang di Desa Aster, anak muda."

"Aku Garrick, kepala desa sekaligus pandai besi di tempat ini."

Leon membungkukkan badan sebagai bentuk hormat.

"Nama saya Leon."

Garrick mengangguk pelan.

"Kalau Lyra sendiri yang mengantarmu ke sini..."

"...berarti kau berhasil melewati Ujian Pertama."

Leon sedikit terkejut.

"Semua orang di desa ini tahu tentang ujian?"

"Tentu."

"Karena kami semua pernah melewatinya."

Jawaban itu membuat Leon membeku.

Ia menatap seluruh penduduk desa dengan ekspresi tidak percaya.

"Jangan bilang..."

"...mereka semua juga pengguna sistem?"

Garrick tersenyum, tetapi tidak langsung menjawab.

Sebaliknya, ia berbalik dan mengajak Leon berjalan menuju balai desa.

"Kalau kau ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan itu..."

"...kau harus tinggal lebih lama di Desa Aster."

Leon mengikuti langkah Garrick.

Entah mengapa, semakin banyak jawaban yang ia dapatkan...

Semakin banyak pula misteri baru yang muncul di hadapannya.

1
Dragonovic#
semoga seru nih 🫡
D'Silent Novel: Kalo ada masukan atau pun kritik, langsung komen aja ya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!