NovelToon NovelToon
Jalan Abadi Sang Pengembara

Jalan Abadi Sang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Wuxia
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: LanzT0k3

Shen Yu hanyalah seorang pemburu yatim piatu dari desa terpencil yang setiap hari hidup dalam hinaan. Takdirnya berubah saat ia memperoleh warisan Menara Dewa Kuno, peninggalan terakhir Sekte Dewa Kuno yang telah dimusnahkan.

Di balik kekuatan itu tersembunyi rahasia kematian kedua orang tuanya dan konspirasi Dua Belas Sekte Besar yang menguasai dunia kultivasi.

Dengan tekad membalas dendam, membangkitkan kembali Sekte Dewa Kuno, dan mencapai puncak kultivasi, Shen Yu memulai perjalanan untuk menjadi True God.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tekanan dari Sekte Besar

​Suasana di pelataran Akademi Langit Timur berubah mencekam.

​Puluhan tetua dari aliansi sekte besar melayang di udara, menunggangi kapal perang penerbang. Fluktuasi aura energi makro yang mereka pancarkan menekan seisi alun-alun, memaksa ribuan peserta ujian bernapas sesak.

​Tetua Xu mengepalkan tangannya rapat, memancarkan niat pedang. "Ini adalah wilayah teritorial resmi Akademi Langit Timur! Sejak kapan anjing-anjing sekte bisa menyusup dan menggertak sesuka hati di tanah kami?!"

​Pria berkaus jubah ungu dari Sekte Pedang Langit melangkah maju di atas geladak kapal. Tatapannya dingin, dipenuhi keangkuhan seorang penguasa.

​"Aku adalah Tetua Agung Jian Wufeng dari Sekte Pedang Langit," ucapnya, suaranya menggelegar memotong angin. "Kami datang bukan untuk memicu perang dengan akademi, melainkan untuk mengeksekusi seorang buronan kelas berat!"

​Sreet!

​Seketika, puluhan pasang mata ahli dunia luar mengunci pandangan lurus ke arah Shen Yu. Qin Hao yang berdiri di bawah menyunggingkan senyuman puas yang teramat gila.

​"Akhirnya... tamat sudah riwayatmu, Bajingan!" batin Qin Hao gembira.

​Jian Wufeng melambaikan tangannya. Selembar gulungan emas bersinar melayang melintasi angkasa.

​"Ini adalah [Surat Perintah Eksekusi Bersama] yang ditandatangani oleh tujuh sekte besar! Pemuda bernama Shen Yu ini terbukti melakukan pencurian warisan kuno, membantai puluhan murid elit sekte ortodoks, serta bersekutu dengan jalur iblis! Siapa pun yang berani melindunginya... mutlak akan ditetapkan sebagai musuh abadi dari Tujuh Sekte Besar!"

​Kerumunan massa di alun-alun seketika gempar.

​"Tujuh Sekte Besar bersatu?!"

"Hukuman mati masal! Jika aliansi sekte bersatu, akademi pun akan kesulitan untuk menolaknya!"

​Tetua Xu memalingkan wajah tuanya, menatap lekat ke arah Shen Yu. "Anak Muda... apakah tuduhan mereka itu benar?"

​Shen Yu menyunggingkan senyuman tipis yang sarat akan pesan savage. "Tuduhan mereka ada yang benar, Tetua."

​Tetua Xu mengernyitkan dahi. "Bagian mana yang benar?"

​"Aku memang membantai murid-murid elit sekte mereka," sahut Shen Yu lempang, suaranya tenang tanpa ada riak penyesalan. "Namun, itu terjadi karena anjing-anjing sekte itu mencoba membunuhku lebih dulu. Mengenai tuduhan mencuri warisan..."

​Shen Yu menggelengkan kepalanya perlahan. "Warisan dewa purba itu yang memilih jiwaku. Bukan aku yang mencurinya dari mereka."

​Jian Wufeng mendengus murka. "Lancang! Masih berani membela diri di depan hukum aliansi?!"

​BOOOOM!!!!!

​Jian Wufeng meletuskan aura kultivasi ranah [Spirit Transformation] miliknya! Hantaman tekanan auranya membuat tanah pelataran retak hebat.

​Ling'er yang berada di samping Shen Yu refleks pasang badan melompat ke depan. "Jangan berani menyakiti Kakakku!"

​Shen Yu menarik pelan bahu Ling'er ke belakang punggungnya. "Ling'er... berdirilah di balik perlindunganku. Biarkan aku yang membereskan sampah-sampah ini."

​Tepat saat Jian Wufeng mengangkat tangannya untuk melepaskan serangan tebasan maut...

​DUUUUMM!!!!!

​Tongkat kayu milik Tetua Xu dihantamkan keras ke permukaan tanah. Susunan array pelindung utama Akademi Langit Timur seketika aktif, membungkus seluruh area ujian dalam kubah cahaya biru murni.

​"Selama tahapan ujian belum usai..." tegas Tetua Xu, suaranya memotong hukum udara. "...tidak akan ada satu pun pihak luar yang diizinkan menyentuh peserta ujian kami!"

​Jian Wufeng menyipitkan mata. "Jika akademi memilih pasang badan membela iblis cilik ini... itu artinya kalian siap menyatakan perang melawan Tujuh Sekte!"

​Saat ketegangan mencapai titik didih, salah satu Wakil Kepala Akademi melangkah maju ke udara. Senyuman tipis terukir di wajah tuanya, namun aura puncaknya jauh lebih menakutkan dari Jian Wufeng.

​"Kalau begitu... tambahkan satu sekte lagi," cetus sang Wakil Kepala Akademi dingin. "Akademi Langit Timur tidak pernah memiliki riwayat tunduk pada ancaman gertakan!"

​Atmosfer mendadak membeku. Perang besar berskala kolosal tampak siap meletus dalam hitungan detik.

​Namun... tepat pada detik kritis tersebut...

​Sebaris suara tua yang teramat pelan bergema jatuh dari puncak tertinggi gunung akademi:

​"Semua... harap tenang."

​Hanya tiga suku kata sederhana. Namun, seketika itu juga, seluruh lautan awan, gesekan angin, hingga detak jantung ribuan manusia di alun-alun membeku total dalam keheningan absolut!

​Bahkan Jian Wufeng dan para tetua sekte besar tanpa sadar menundukkan kepala mereka rapat-rapat.

​Roh Menara tersentak dari balik cincin, suaranya bergetar. "Shen Yu... eksistensi terkuat dari akademi ini... akhirnya melangkahkan kakinya keluar!"

​Di puncak tertinggi Gunung Awan Kelabu, sesosok pria tua berkaus jubah abu-abu sederhana melangkah keluar dari gubuk bambu. Tidak ada pendaran cahaya ilahi yang menyilaukan, namun setiap pijakan kakinya memicu gelombang riak spasial di udara terbuka.

​Beliau adalah Kepala Akademi Tian Yuan—eksistensi legendaris yang telah memimpin akademi selama ratusan tahun tanpa seorang pun mengetahui batas akhir basis kultivasinya.

​Tetua Xu dan seluruh jajaran penguji segera membungkukkan badan penuh takzim. "Hamba memberikan salam hormat tertinggi kepada Kepala Akademi!"

​Jian Wufeng dan para tetua sekte besar turut merapatkan kedua telapak tangan mereka, tidak berani melontarkan satu pun kata keangkuhan.

​Pandangan mata Kepala Akademi Tian Yuan menyapu pelataran secara perlahan, sebelum akhirnya berhenti mengunci tepat pada sosok Shen Yu.

​"Aku mendengar... Prasasti Batu Penguji Bakat telah meledak hancur..." ucap Tian Yuan tenang.

​Shen Yu merapatkan tangannya, memberi penghormatan formal. "Kejadian itu memang dipicu oleh aliran energiku, Senior."

​Tian Yuan tidak meletuskan kemarahan. Sebaliknya, seulas senyuman ramah terukir di wajah tuanya. "Prasasti itu diciptakan murni untuk mengukur bakat fana, bukan untuk mengunci atau membatasi bakat menantang langit. Jika benda itu meledak hancur... artinya tingkat kapasitas jiwamu berada jauh di luar batas jangkauan kemampuan ukur prasasti tersebut."

​Pernyataan tersebut seketika memicu keterkejutan masal dari ribuan peserta. Qin Hao mengepalkan tangannya hingga berdarah, matanya memerah menahan cemburu.

​Jian Wufeng bergegas melangkah maju. "Kepala Akademi Tian Yuan! Bocah ini adalah buronan utama dari Tujuh Sekte Besar! Kami menuntut akademi untuk menyerahkannya demi keadilan!"

​Tian Yuan memalingkan wajahnya secara perlahan, menatap Jian Wufeng dengan sorot mata tenang. "Apakah kalian memiliki bukti fisik yang sah?"

​Jian Wufeng tertegun sejenak. "Kami memiliki bukti berupa laporan kesaksian tertulis dari para murid elit kami!"

​Tian Yuan menggelengkan kepalanya lirih. "Kesaksian dari pihak penyerang bukan bukti kebenaran. Lagipula... jika murid-muridmu meluncurkan serangan lebih dulu lalu berakhir tewas terbunuh... itu bukan tindakan pembunuhan. Itu adalah konsekuensi logis dari keserakahan dan kebodohan mereka sendiri."

​Skakmat! Wajah Jian Wufeng seketika berubah merah padam. Ia tidak sanggup melontarkan satu suku kata pun untuk membantah logika absolut tersebut.

​Tian Yuan kembali memandang Shen Yu. "Anak Muda... aku hanya memiliki satu pertanyaan inti untuk jiwamu. Mengapa kau bernafsu untuk mengejar kekuatan puncak?"

​Seluruh alun-alun mendadak sunyi, menantikan jawaban Shen Yu.

​Shen Yu terdiam selama beberapa tarikan napas pendek, mengingat kenangan pahit pembantaian keluarganya serta penindasan sekte-sekte besar. Lalu, ia menyahut dengan nada suara tegas yang memotong hukum udara:

​"Dahulu kala... aku bernafsu mengejar kekuatan murni murni hanya untuk membalaskan dendam darah keluargaku. Namun sekarang... aku ingin menjadi sesosok eksistensi yang cukup kuat... agar tidak ada lagi orang-orang lemah yang dipaksa berlutut dan diinjak-injak oleh mereka yang merasa berkuasa!"

​Semburan jawaban penuh tekad baja itu membuat senyuman di wajah Kepala Akademi Tian Yuan semakin melar lebar.

​"Jawaban yang teramat sangat mengagumkan," puji Tian Yuan.

​Ia mengangkat tangan kanannya. Wush! Sebilah Lencana Giok Biru Keabadian melayang jatuh tepat ke atas telapak tangan Shen Yu.

​"Mulai detik ini... kau resmi dinobatkan sebagai Murid Inti Tingkat Atas di Akademi Langit Timur!"

​***

​Gelombang guncangan melanda seisi alun-alun. Belum pernah ada dalam sejarah penerimaan murid... seorang peserta ujian langsung diangkat menjadi Murid Inti tanpa perlu menempuh seluruh sisa tahapan tes!

​Namun... tepat pada fraksi milidetik saat Shen Yu bersiap menggenggam lencana giok tersebut...

​BOOOOMMMM!!!!!

​Kubah langit di atas kompleks akademi mendadak berubah warna menjadi merah darah pekat! Awan hitam berputar liar membentuk pusaran portal dimensi kolosal.

​Dari balik kegelapan pusaran spasial tersebut, bergema sebaris suara dingin bergetar yang teramat familiar di telinga Roh Menara:

​"Shen Yu... pencarian panjangku akhirnya usai... Aku berhasil mengunci titik koordinat jiwamu!"

​Wujud jiwa Roh Menara di dalam dimensi cincin seketika pucat pasi, berteriak histeris dalam teror purba:

​"Shen Yu! Celaka! Pemilik suara di balik portal itu... mutlak bukan Penguasa Iblis Langit... melainkan eksistensi monster yang puluhan kali lipat jauh lebih berbahaya dan mematikan daripada dirinya!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!