NovelToon NovelToon
Gadis Milik Raja Macau

Gadis Milik Raja Macau

Status: tamat
Genre:Gangster / Action / Cintamanis / Tamat
Popularitas:63.8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Atas desakan ayahnya, Poppy Yun datang ke Macau untuk membahas pernikahannya dengan Andy Huo. Namun di perjalanan, ia tanpa sengaja menyelamatkan Leon Huo — gangster paling ditakuti sekaligus pemilik kasino terbesar di Macau.

Tanpa menyadari siapa pria itu, Poppy kembali bertemu dengannya saat mengunjungi keluarga tunangannya. Sejak saat itu, Leon bertekad menjadikan Poppy miliknya, meski harus memisahkannya dari Andy.

Namun saat rahasia kelam terungkap, Poppy memilih menjauh dan membenci Leon. Rahasia apa yang mampu memisahkan dua hati yang terikat tanpa sengaja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Dua Jam Kemudian

Lampu-lampu kasino kembali menyala normal. Meja judi yang semula dibongkar satu per satu kini telah dirapikan kembali. Para tamu mulai berdatangan, seolah tidak pernah terjadi apa pun sebelumnya.

Pihak kepolisian akhirnya menyelesaikan penggeledahan besar-besaran di kasino milik Leon.

Salah satu inspektur mendekati pria paruh baya yang berdiri di tengah ruangan dengan wajah masam.

“Kapten, kami tidak menemukan apa pun,” lapornya singkat.

Kapten Chen menoleh ke arah Leon yang duduk santai di kursi meja judi VIP. Pria itu bersandar malas, sebatang rokok terselip di antara jarinya, asapnya mengepul tipis seolah mengejek situasi.

“Semua tempat sudah kalian geledah,” ujar Leon tenang, matanya setengah terpejam. “Apa sudah puas?”

Kapten Chen menyipitkan mata, jelas tidak menyukai sikap Leon yang terlalu santai.

“Tuan Huo, walau kali ini kami tidak menemukan apa pun, penyelidikan tidak akan berhenti di sini,” katanya dengan nada menantang.

Leon tersenyum tipis, lalu menepuk-nepuk abu rokoknya ke asbak kristal di sampingnya.

“Bagus kalau begitu,” jawabnya datar. “Sekalian saja cari tahu siapa penyebar laporan palsu itu. Aku juga penasaran, apakah aku dan dia saling kenal… dan apakah dia punya bukti nyata.”

Salah satu inspektur yang sejak tadi menahan diri akhirnya menyela dengan nada sinis.

“Leon Huo, siapa yang tidak tahu reputasimu? Bisnis yang kau jalankan selama ini tidak sepenuhnya bersih.”

Leon meliriknya sekilas, lalu menurunkan kartu remi yang sedang ia pegang ke atas meja.

“Apakah ada buktinya?” tanyanya dingin. “Kasino ini memiliki izin resmi. Kalau tidak ada bukti, jangan asal menuduh. Aku bisa menuntutmu atas pencemaran nama baik.”

Kapten Chen terkekeh kecil, senyum yang jelas dipaksakan.

“Leon Huo, lebih baik semua yang kau katakan memang benar,” ucapnya. “Kalau tidak, aku tidak akan ragu menangkapmu.”

Leon mengangkat wajahnya perlahan. Tatapannya tajam, penuh tekanan.

“Kalau ada bukti, silakan,” katanya tanpa gentar. “Kalau tidak ada, silakan pergi. Kami tidak menerima tamu yang tidak diundang.”

Keheningan sejenak menyelimuti ruangan.

Kapten Chen mengatupkan rahangnya, lalu memberi isyarat pada anak buahnya. Tanpa hasil, mereka terpaksa meninggalkan kasino dengan tangan hampa.

Begitu rombongan polisi menghilang dari pandangan, Vic melangkah mendekat ke sisi Leon.

“Bos, mereka selalu mencari-cari kesalahan Anda,” ujarnya pelan. “Kali ini kenapa kita membiarkan mereka menggeledah kasino?”

Leon mematikan rokoknya perlahan.

“Kalau tidak kubiarkan, mereka akan semakin yakin kita menyembunyikan sesuatu,” jawabnya dingin. “Aku melakukan ini demi bisnis.”

Ia lalu menoleh ke arah Vic, sorot matanya mengeras.

“Bagaimana dengan orang itu? Sudah ditemukan?”

“Sudah, Bos,” jawab Vic cepat. “Barangnya juga kami temukan. Dia menyembunyikannya di lubang ventilasi.”

Leon menyandarkan tubuhnya ke kursi.

“Apakah ada hubungan dengan Andrew Fu?” tanyanya rendah.

“Anak buah kita masih memaksanya bicara’,” jawab Vic. “Sebentar lagi kita akan tahu jawabannya.”

***

Di sebuah ruangan tersembunyi di dalam kasino, suasana dipenuhi bau darah dan keringat.

Dua pria yang mencoba menjebak Leon Huo kini ditahan oleh anggota Leon. Tubuh mereka dipenuhi lebam, wajah bengkak hingga sulit dikenali. Setiap tarikan napas disertai erangan kesakitan. Salah satu dari mereka meronta, matanya memerah, giginya berlumur darah akibat siksaan yang baru saja diterimanya.

“Aaaargh!”

Jeritan itu menggema ketika giginya dicabut. Kedua tangannya ditahan kuat, tak ada ruang untuk melawan.

Pintu ruangan terbuka.

Leon melangkah masuk dengan langkah tenang, seolah pemandangan di depannya hanyalah rutinitas biasa. Tatapannya dingin, datar, tanpa sedikit pun rasa iba ketika menyapu kondisi kedua pria itu.

“Leon Huo! Kau akan mati!” teriak salah satunya dengan suara parau, penuh kebencian.

Leon berhenti tepat di depan mereka. Ia menunduk sedikit, menatap tajam seperti pemangsa yang mengamati mangsanya.

“Mati?” ucapnya pelan, nyaris berbisik.

“Sebelum itu terjadi, pastikan kalian masih bisa bicara.”

Ia meluruskan tubuhnya dan memberi isyarat singkat.

“Cabut gigitnya sampai mereka tak bisa lagi menggigit,” perintah Leon dingin. “Aku tidak suka orang yang berani menjebakku ... terlebih ketika aku sama sekali tidak menyentuh urusan mereka.”

Perintah itu dijalankan tanpa ragu.

Jeritan kembali memenuhi ruangan. Tubuh kedua pria itu bergetar hebat, napas mereka tersengal, perlawanan semakin melemah.

Leon hanya berdiri di sana, wajahnya tetap tenang, seolah rasa sakit orang lain tak lebih dari suara latar. Satu-persatu gigi mereka dicabut sehingga mulut mereka berlumuran darah.

Ruangan itu dipenuhi napas terengah dan bau darah.

Kedua pria itu sudah tak lagi berteriak, tubuh mereka gemetar hebat, mata dipenuhi ketakutan.

Salah satunya tiba-tiba menangis.

“Cukup… cukup… aku akan bicara!” teriaknya putus asa.

Leon berhenti melangkah. Ia menoleh perlahan, menatap mereka dengan dingin.

“Kami mengaku,” sambung pria itu dengan suara bergetar. “Kami yang membawa barang itu masuk ke kasino.”

Pria satunya ikut bicara tergesa-gesa,

“Kami dijebak untuk menjebakmu, Tuan Huo! Semua ini bukan ide kami!”

“Siapa?” tanya Leon singkat.

“Andrew Fu!” jawab mereka hampir bersamaan.

“Andrew Fu yang menyuruh kami!”

“Kami diberi uang dan narkotika,” lanjut pria pertama. “Dia menyuruh kami menyelipkannya ke sistem ventilasi kasino. Polisi sudah dia atur agar datang menggerebek.”

“Kami hanya menjalankan perintah,” kata pria kedua dengan suara pecah. “Kami takut… kami tidak berani menolak.”

Leon menatap mereka lama. Tatapannya dingin, tajam, membuat tubuh kedua pria itu semakin gemetar.

“Kami mengaku semuanya,” ucap mereka putus asa.

“Tidak ada yang kami sembunyikan lagi.”

“Kirim mereka ke kantor polisi, beserta barang buktinya,” perintah Leon dengan suara datar.

“Baik, Bos!” jawab Vic tanpa ragu.

Leon bangkit dari kursinya. Langkahnya mantap saat meninggalkan ruangan penyiksaan itu.

Vic mengikuti di belakangnya, raut wajahnya tampak ragu.

“Bos,” ucap Vic akhirnya, “kenapa kita tidak mengurus mereka sendiri saja? Kenapa harus menyerahkan mereka pada polisi?”

Leon berhenti sejenak, lalu menoleh. Tatapannya tajam namun tenang.

“Bukankah mereka sangat suka mencari kesibukan?” ujarnya dingin. “Biarkan saja kali ini polisi yang bekerja. Kita hanya perlu menunggu dan melihat hasilnya.”

Ia melangkah lagi, suaranya kembali terdengar tegas.

“Andrew Fu akan segera tamat saat polisi turun tangan. Kalau urusan ini masuk ke jalur resmi, dia tidak akan punya ruang untuk bergerak.”

Leon berhenti di depan jendela besar, menatap lampu-lampu Macau yang berkilau di kejauhan.

“Tuan Besar akan segera datang,” lanjutnya. “Aku tidak ingin ada masalah sekecil apa pun yang bisa dia gunakan untuk menyerangku. Kali ini, Andrew Fu akan tumbang oleh tangannya sendiri.”

1
alter
❤️❤️❤️❤️❤️
Denni Siahaan
😃😀😄
Maria Mariati
otw thorrr kaya nya seru juga 💪💪😍😍
Maria Mariati
bonus nya mana thorr masa ga nikah mereka 😍😍💪💪
Pikachu: ud bahagia kak 🤭🤭🤭
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
otw thor
Pikachu: 😘😘😘😘😘
total 1 replies
Maria Mariati
bersedih sedih dulu ini ceritanya,trus bersenang senang kemudian,hayukkk Poppy semangat 💪💪💪jangan kecewa kan papa mu mic you
Rahma Inayah
lama kali kak 5 THN kirain cuma 1 or 2 THN ..SDH tua dong Leon 🤭🤭🤭 semoga dipertemuan akan DTG Popy SDH sukses dgn SDH BS mimpin perushaan
Rahma Inayah
suatu saat Leon dan Popy pasti bersatu Popy hanya butuh waktu saja
Rahma Inayah
jujur saja.leon tnp ada yg km tutupi dr Popy biar semua nya jelas
Maria Mariati
Poppy Leon pasti bersatu karena mereka jodoh 😍😍😍
Maria Lina
bisa tambah 1 thor jgn 1 melulu lh up nya hadeh
Maria Mariati
katakan saja Leon Poppy pasti bisa menerimanya,walau hati nya terluka setidaknya kamu sudah jujur padanya
Indra Alaska
lanjut thor
Rahma Inayah
lebih baik jujur aja ke Popy siapa ortu nya yg sebrnya dr pada dia tau dr orang lain
Maria Mariati
sebaiknya kamu terus terang saja mic you,daripada dia tahu dari orang lain itu akan lebih beebahaya
Maria Mariati
satu satu pasti terkuak,tinggal cari tahu tentang mamanya Poppy,pasti lebih terkejut lagi dia ,kasihan ,kenapa ga bertanya langsung dengan Leo huo aja Poppy,eh jangan Deng yang ada ntar malah ga jdi tahu 🤣🤣🤣
Wine Wins
w berharap poppy tidak gegabah dalam bsrtindak..
daan akhirnya nanti nyesel..
Maria Lina
dsr bodoh tanya dlu jgn langsung amsumsi bodoh semua ada sbb dan akibat nya.jgn langsung mengambail kesimpulan sepihak tau
Maria Mariati: itu lahh yang aku takutkan Poppy Bakal salah paham dan pergi lagi nanti,haduhhh si mic juga asal omong aja dia
total 1 replies
Permata_tanty
up lg dong thor
Rahma Inayah
satu yg SDH Popy tau klu dia bukan ank kandung mic
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!