NovelToon NovelToon
Upstage My Heart

Upstage My Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen / Romansa / Showbiz / Slice of Life / Cintapertama
Popularitas:489
Nilai: 5
Nama Author: meongming

Kisah Lyla, seorang make-up artist muda yang menjalin hubungan diam-diam dengan Noah, aktor teater berbakat. Ketika Noah direkrut oleh agensi besar dan menjadi aktor profesional, mereka terpaksa berpisah dengan janji manis untuk bertemu kembali. Namun, penantian Lyla berubah menjadi luka Noah menghilang tanpa kabar. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi. Lyla yang telah meninggalkan mimpinya sebagai make-up artist, justru terseret kembali ke dunia itu dunia tempat Noah berada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meongming, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 : Pagi yang sendu

Keesokan paginya, matahari baru naik separuh ketika Lyla membuka tirai kamarnya. Jalanan masih sepi, tapi entah kenapa hatinya terasa ramai—berisik oleh pikiran yang nggak mau diam.

Ia duduk di tepi ranjang, menatap ponselnya. Tak ada pesan baru. "Udah berangkat, ya…” bisiknya pelan.

Di meja, gantungan boneka hasil hadiah capit kemarin tergantung di tasnya. Lyla menyentuhnya lembut, senyum kecil muncul tapi matanya mulai berkaca-kaca.

Ia menunduk, menarik napas panjang, lalu memeluk tas itu seolah bisa menenangkan dirinya sendiri. “Semoga kamu nggak lupa sama aku, ya, Noah.”

Setelah itu di sekolah, suasana sudah ramai dengan para siswa yang berkerumun di papan pengumuman di depan kelas masing-masing. Hasil ujian akhir semester sudah diumumkan. Lyla baru saja sampai, dan teriakan Nomi membuatnya kaget.

“LYLAA! Cepat sini!” teriak Nomi dengan ekspresi panik.

Wendy sudah berdiri di depan mading, wajahnya tegang seperti mau sidang skripsi Lyla menghampiri mereka, lalu ikut menatap deretan nama dan angka di kertas.

Beberapa detik hening— lalu Nomi langsung menepuk dada lega. “Huh… pas banget! Nilai aku nggak di bawah rata-rata!”

Wendy ikut menghela napas, “Sama… aku pikir bakal gagal.”

Lyla tersenyum kecil, menatap hasilnya sendiri. Nilainya lumayan, sedikit lebih tinggi dari kedua temannya.

“Wah, kamu kayaknya bisa santai deh, Lyla,” kata Wendy.

“Cuma beda dikit kok,” jawab Lyla cepat-cepat.

Nomi terkekeh. “Tetap aja, tapi yang penting kita semua selamat!”

Mereka bertiga tertawa kecil, rasa lega bercampur lelah memenuhi udara pagi itu jam istirahat, kantin dipenuhi suara riuh siswa yang akhirnya bisa makan tanpa beban ujian di meja pojok, Lyla, Nomi, dan Wendy duduk berjejer sambil menyeruput mie instan yang masih mengepul.

“Aku punya ide!” seru Nomi tiba-tiba dengan mulut masih penuh. “Gimana kalau liburan nanti kita pergi bareng? Kayak selebrasi setelah ujian gitu!”

Wendy langsung menyambar, “Setuju banget! Kita ke laut aja! Aku pengen banget main air.”

Nomi mendengus sambil memutar garpu plastiknya. “Sekarang lagi musim angin, tau. Mau mabuk laut rame-rame? Ke taman bermain aja, lebih aman!”

“Taman bermain?” Wendy mencibir. “Kekanak-kanakan banget, Nomi!”

“Daripada kamu tenggelam!” balas Nomi cepat, membuat mereka berdua mulai adu mulut kecil.

Lyla hanya tersenyum tipis, tangannya memutar mie tanpa benar-benar memakannya suara tawa teman-temannya terdengar sayup. Pikirannya justru terbang ke seseorang.

Pagi ini belum ada satu pun kabar darinya. Hari ini dia berangkat, tapi kenapa nggak kasih kaba? Ia menggigit ujung garpunya pelan, menatap kosong ke arah luar.

“Lyla?” panggil Wendy, menyenggol bahunya.

“Kamu setuju yang mana?”

“Eh—aku?” Lyla tersentak kecil, tersenyum canggung “Hmm…kemana aja aku setuju, deh.”

Nomi melipat tangan, menatap curiga. “Kamu mikirin apa, sih?”

“Enggak kok!” Lyla menunduk cepat.

Nomi masih menatap curiga dari pada Wendy, ia yang paling peka terhadap perubahan sikap Lyla. Namun, akhirnya Nomi mengabaikannya, dan Wendy kembali mengajak ribut soal destinasi.

**

Sore itu, Lyla baru pulang. Ia sudah berada di dalam bus, pikirannya gelisah memikirkan Noah yang belum memberinya kabar. Ia memeluk tasnya erat-erat, menatap layar ponsel yang kosong—belum ada pesan sama sekali.

“Udah sore…” gumamnya pelan. Ia menaruh ponsel di saku jaketnya.

Ding!

Suara notifikasi membuat jantung Lyla berdebar kencang. Refleks, ia merogoh ponselnya di saku. Saking paniknya, ponselnya malah terpeleset dan jatuh ke bawah kursi. Lyla merunduk cepat, hampir nyungsep sendiri, sebelum akhirnya berhasil mengambilnya. Begitu layar menyala, matanya langsung berbinar.

Pesan dari Noah.

'Aku baru selesai urusan.'

Terlampir: foto selfie Noah dengan logo Starline Entertainment di belakangnya.

Lyla menatap layar lama sekali Noah terlihat lebih berbeda di foto itu, tapi senyumnya masih sama—hangat. pipinya memerah tanpa sadar. “Duh… kenapa aku malah senyum kayak orang bodoh begini…” bisiknya.

Namun bibirnya nggak bisa berhenti tersenyum. Perjalanan pulang itu, Lyla terus tersenyum dengan wajah bahagia yang susah disembunyikan.

Tak lama, Lyla sampai di rumah. Suara televisi terdengar dari ruang tengah, memenuhi setiap sudut rumah dengan dialog dan musik dramatis. Seperti biasa, ibunya duduk di sofa favorit, menonton drama kesukaannya yang dibintangi aktor populer, Julian. Lyla tersenyum tipis, membiarkan dirinya berjalan pelan ke kamar.

"Aku pulang~," seru Lyla dengan riang, membuka pintu kamar dengan langkah ringan.

"Sayang, kalau kamu mau makan, ibu sudah menyiapkannya!" teriak ibunya dari ruang tengah.

Lyla tersenyum dan melambai singkat ke arah ibunya. "Iya, Bu~," sahutnya sambil menutup pintu kamar.

Ia meletakkan tasnya dan masuk ke kamar mandi. Lima belas menit kemudian, ia keluar dengan wajah yang tampak segar. Setelah berpakaian, ia berbaring di ranjang, menatap ponselnya dengan harapan ada pesan lagi dari Noah. Seakan semesta mendukung, tak lama kemudian suara notifikasi berbunyi.

Ding!

Notifikasi baru dari Noah, sebuah voice note.

Jantung Lyla langsung berdetak lebih cepat. Dengan gugup, ia menekan tombol play suara Noah terdengar pelan tapi hangat..

“Malam, Lyla. Kamu lagi apa? Maaf, aku bakal sibuk beberapa hari ini buat persiapan asrama, jadi mungkin nggak bisa sering menghubungi. Tapi… aku bakal kangen ngobrol sama kamu.”

Lyla tersenyum sendiri mendengar pesan itu. Hatinya hangat, dan sejenak ia merasa dekat meski jarak memisahkan. Begitu voice note selesai, Lyla terdiam sejenak, menatap layar ponselnya dengan mata berbinar. Dengan cepat, ia menutup wajahnya pakai bantal, menendang-nendang kasur kecilnya sendiri seolah mencoba menahan kegembiraan yang meluap.

“Aaaah… kenapa suaranya bisa semanis itu…” bisiknya, pipinya memanas dan dada berdebar tak karuan.

Ia menatap layar ponsel lagi, senyum kecil tak bisa dibendung. Malam yang bahkan belum selesai itu, hatinya sudah penuh sesak oleh perasaan yang manis.

1
StellaY
semangat terus thor💪
meongming: yesss💪💪
total 1 replies
StellaY
uwu banget😍😍
meongming: seneng ada yang suka 🤩 makasih dukungan mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!