Awalnya kupikir Roni adalah tipikal suami yang baik, romantis, lembut, dan bertanggung jawab, namun di hari pertama pernikahan kami, aku melihat ada yang aneh dari diri Suamiku itu, tapi aku sendiri tidak berani untuk menduga-duga sebenarnya apa yang tersembunyi di balik semua keromantisan suamiku itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Foto
Aku membuka ponselku, ketika aku sudah sampai di rumah saat aku merebahkan tubuhku di tempat tidur karena rasanya tubuh ini begitu lelah, sehabis aku pergi dari rumah Sisi sahabatku.
Aku lega karena aku sudah bertemu dengan Sisi dan bisa curhat padanya, dan sedikit lega seolah beban di pundakku sedikit ringan.
Ada pesan singkat dari mas Roni, Aku kemudian langsung membuka aplikasi hijau itu untuk membaca pesan singkatnya.
[Dek, kamu lagi apa? Mas kangen nih, nanti malam Mas ajak jalan-jalan ya ke mall, kita makan di luar sama-sama.]
[Dek, kamu lagi tidur ya, nanti Mas pulang sore Dek, kamu langsung mandi ya, Mas kangen! ]
Aku tertegun membaca pesan singkat dari Mas Roni, tumben sekali dia mengirimkan pesan singkat, isinya mengajak jalan-jalan, bahkan pake bilang kangen segala.
[Iya Mas!]
Aku membalas pesan singkat Mas Roni, kemudian aku segera meletakan kembali ponselku, dulu mungkin aku tersanjung membaca pesan singkat itu, tapi sekarang, entahlah.
Sebentar lagi hari menjelang sore, sebentar lagi kemungkinan Mas Roni juga sudah sampai di rumah, aku tadinya mau istirahat, tapi mengingat hari sudah beranjak sore aku memutuskan untuk mandi saja.
Aku mengguyur tubuhku dengan air dingin dari atas kepala, barangkali saja otakku menjadi dingin tidak lagi panas karena memikirkan banyak hal.
Setelah puas mandi dan terasa segar tubuhku, Aku kemudian dengan hanya memakai handuk keluar dari kamar mandi, lalu aku mulai berpakaian.
Mataku tertuju pada lemari Mas Roni, selama ini aku jarang membuka lemari itu, terakhir kali saat aku menemukan pakaian wanita di sana, setelah itu aku enggan membukanya lagi kecuali ketika aku melipat pakaian Mas Roni dan menaruhnya di dalam lemari, setelah itu langsung Aku tutup lagi.
Tapi entah kenapa sore ini, aku begitu kepo sekali terlebih saat aku melihat laci-laci lemari itu yang kuncinya masih tergantung, perlahan aku pun mendekati lemari itu.
Kemudian dengan perlahan, aku membuka laci lemari itu, di dalam laci itu hanya ada beberapa berkas, surat-surat yang aku tidak mengerti surat apa itu, kemudian aku membuka tumpukan surat-surat itu.
Mataku terbelalak ketika aku mengangkat tumpukan berkas-berkas yang ada di dalam laci lemari itu, ada sebuah bingkai foto yang tergeletak di situ, Itu adalah foto seorang wanita, entah kenapa dadaku berdegup dengan sangat kencang, tulang-tulangku serasa lemas, Siapa wanita ini?
Kenapa Mas Roni menyimpan foto ini?
Aku mengambil bingkai foto itu, mengamat amati wajah wanita yang ada di dalam bingkai foto itu, wanita itu sangat cantik, berbeda denganku, penampilanku sederhana dan aku tidak terlalu suka berdandan, tapi wanita ini terlihat sangat modis, apakah wanita yang ada di dalam bingkai foto itu adalah wanita yang dimaksud oleh Jojo maupun ibu-ibu di sini?
Apakah wanita ini adalah pacar Mas Roni?
Tiba-tiba mataku menjadi panas, ada yang bergemuruh di dalam hatiku, entah Apakah aku cemburu ataukah perasaan apa ini, tapi aku merasa duniaku begitu hancur, bahkan aku belum sebulan menikah dengan Mas Roni aku sudah menemukan banyak bukti-bukti kebohongannya, ada yang sakit di ruang hatiku yang paling dalam.
Sayup-sayup aku mendengar suara Deru motor yang tiba-tiba berhenti di depan rumah, itu suara motor Mas Roni.
Buru-buru aku kembali memasukkan bingkai foto itu ke dalam laci dan menutupnya dengan berkas-berkas di atasnya, kemudian aku langsung menutup laci itu.
"Dek!! Mas pulang dek! Kamu di kamar?"
Terdengar suara Mas Roni yang memanggil sambil membuka pintu depan yang memang tidak dikunci.
Aku buru-buru menyeka air mataku yang tadi sempat jatuh, kemudian aku beringsut berdiri dan melangkah keluar dari kamar, Mas Roni sudah duduk di ruang tamu sambil menyandarkan punggungnya.
"Sudah pulang mas?” tanyaku mencoba berbasa-basi.
“Kan tadi Mas sudah bilang, Mas pulang sore, kamu sudah mandi belum?“ sahut Mas Roni yang kemudian langsung mendekati aku dan memeluk dengan erat, kemudian dia mencium Rambutku yang masih basah karena habis mandi, kemudian dia mencium Leherku.
Ingin rasanya aku mendorong tubuhnya dengan sekeras mungkin, apalagi saat aku ingat bingkai foto yang aku temukan di laci lemari Mas Roni yang tertutup oleh berkas-berkas yang seolah menutupi bingkai foto itu, bingkai foto seorang wanita cantik yang aku sendiri tidak mengenal siapa dia.
“Dek sebelum kita jalan, kita ke kamar dulu yuk, Mas lagi pengen, dari tadi tahan kangen sama kamu!" Bisik Mas Roni di telingaku.
Dulu mungkin aku akan sangat bahagia dan melayang mendengar bisikan dari mas Roni yang terdengar sangat manis dan lembut itu, tapi entah sekarang perasaanku jadi tak karuan, Aku muak, Ingin sekali aku berteriak di depan wajahnya, tapi aku mencoba menarik nafas dan menahan diri, belum saatnya aku bongkar semuanya, aku tidak akan buka suara walau pada saat terdesak, aku harus bersabar sedikit lagi untuk mengetahui semua kebenarannya.
“Aku sedang berhalangan Mas, lebih baik kita jalan-jalan saja dulu, Katanya tadi mau mengajakku jalan-jalan dan makan di luar!“ ucapku berbohong, Aku hanya ingin menghindari momen itu, yang saat ini sangat tidak aku inginkan.
“Ya ampun! Orang Mas lagi pengen-pengennya kamu malah berhalangan!“ Mas Roni mengusap wajahnya kasar, Dia terlihat sangat kecewa.
Sebenarnya aku juga merindukan sentuhan Mas Roni, Tapi saat aku mengingat wanita dalam bingkai foto itu hatiku merasa sangat sakit, tidak mungkin aku bahagia meskipun ada dalam pelukan Mas Roni kalau masih ada hal yang tersembunyi di atas suamiku itu.
“Maafkan aku ya Mas, namanya juga Tamu Tak Diundang dia bisa datang kapanpun!“ ucapku seolah menyesal, Padahal aku sedang tidak datang bulan, ini bahkan sudah lebih dari satu bulan aku tidak datang bulan, tapi aku terpaksa berbohong karena aku tidak mau bergumul dengan dia di saat seperti ini, disaat aku tahu bahwa dia membohongi aku.
“Ya sudah kalau begitu, Mas mandi dulu ya, Kamu sudah mandi kan? Tunggu Mas sebentar habis itu kita berangkat!“ ucap Mas Roni sambil mengecup keningku.
Setelah itu Mas Roni melangkah menuju ke kamar, dan Tak lama kemudian terdengar dia sedang mandi di kamar mandi.
Aku terkejut saat melihat ponsel Mas Roni ada di meja tamu, tumben sekali Mas Roni tidak membawa ponselnya, Sepertinya dia lupa karena buru-buru mau mandi.
Dan yang lebih mengejutkan aku lagi, ponselnya dalam keadaan terbuka, di situ aplikasi pesan singkat masih belum ditutup, kemudian aku meraih ponsel itu dan membaca pesan singkat yang ada di ponsel Mas Dani.
[Papi, kemungkinan besok masih ramai di rumah, jadi Papi belum bisa datang dulu ya!]
Aku membaca pesan singkat yang terakhir dari seseorang untuk Mas Roni, inisialnya sama dengan yang waktu itu pernah aku lihat Ev.
Papi? Kenapa dia menyebut Mas Roni dengan Papi? Sebenarnya siapa orang itu? aku lihat dari foto profilnya hanya ada gambar pemandangan saja, jadi tidak jelas Apakah orang itu laki-laki atau perempuan apakah mungkin yang mengirimkan pesan singkat untuk Mas Roni itu adalah perempuan yang aku lihat di dalam bingkai foto yang aku temukan?
[Iya Mami]
Aku juga mengerutkan kening ku saat melihat balasan dari mas Roni, dia menyebut orang itu mami?
Sebenarnya siapa orang yang Mas Roni chat itu? Apakah aku harus mengatakan langsung pada Mas Roni? Atau aku sendiri yang akan mencari tau kebenarannya.
Bersambung …
coba kl korban perselingkuhan perempuan pasti karma akn berat buat pelakor. krn roni lelaki mk namanya Pebinor.
kayak pak RK baik casing nya tp busuk selingkuh.
bgitu juga dng Roni baik cm casing tp laki pezina 🤣.
kl Roni baik gk akn zina dng istri orang. kesalahan roni fatal lo.
tau kenapa rejeki seret krn Nyakiti suami sah, rasakno Sekarang nikmati saja karma nya smp miskin semiskin miskinnya.
kau itu pelaku tp macak korban. hidup mu akn terus sial krn korban aslinya alias Ivan blm memaafkanmu.
makane to jadi laki laki jng gragas, burung di jaga main masuk goa istri orang seenaknya. ntar anak perempuanmu itu juga nurun suami nya selingkuh biar tau rasanya sakit kayak Ivan yg Sekarang mlh di penjara.
ingat waktu kepenjara mlh songong minta maaf nya krn Ivan disini korban mlh dia yg di penjara.
smp kapanpun roni gk akn sukses lagi krn membawa dosa yg blm di maafkan Ivan. doa orang tersakiti manjur lo,.
lah ini dng enteng nya cm bilang maaf Dan anggap semua selesai, gila hukum gila. hukum karma nya kurang buat roni dan Eva.
dan dng enteng nya cm bilang maaf hello roni bner sombong apa katanya tadi yg penting sdh minta maaf ya Tuhan sesombong itu roni.
dng km sujud di kaki Ivan saja gk akn bisa menghapus sakit nya pengkhiatan itu. palagi smp punya anak haram.
gedek banget ma roni dng sombong nya cm bilang maaf jumawa sekali.
Semoga karma lbih pedih segera datang.
nasib penjahat roni dan Eva serta anak haram nya mlh enak krn di asuh oleh fani yg tolol.
kenapa Roni dan Eva mlh masih hidup enak penjahat nya.
hrse lbih kejam karma roni, misal pincang permanen atau burung nya kebakar kemarin biar gk bisa masuk lubang istri orang.
di sini yg baik jd tersangka tp penjahat sebenarnya mlh masih Selamat dan gk dpt sangsi sosial.
hrse roni dpt sangsi sosial, jng smp anak perempuan mereka les pada roni takut e nnti di ajak enak enak, soale roni istri orang saja doyan kan. gragas burung nya suka celup istri orang smp jd anak. syukur anak e perempuan nnti gk dpt wali bapak nya malu seumur hidup 🤣🤣🤣
Selamat Selamat jd babu gratisan.
Selamat jd babu nya roni dan anak haram nya itu 🤣.
mnding kl nikah sm duda jelas bawa anak itu baru oke setidak nya anak SAH.
la ini dah kena musibah masih hrs ngurus anak haram hasil selingkuh roni. tmbh beban.
ntar lihat Eva roni kasian trus mau nolongin.
iuhh kl aku mah ogah bnget. mnding hidup sendiri enak gk makan hati lihat anak haram nya roni.
mnding kl roni status duda bawa anak sih oke kita jd ibu tiri baik lah ini hasil niduri istri orang. bner laki gk punya martabat. istri orang pun di genjot 🤣🤣