NovelToon NovelToon
Beban Kelahiran Yang Tragis

Beban Kelahiran Yang Tragis

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Kelahiran Senja Putri Baskara bukanlah awal, melainkan akhir.

​Awalnya, ia adalah janin yang dikandung ibunya, janin yang membawa badai-badai kehadirannya merenggut nyawa kakak laki-lakinya, Fajar Putra Baskara, menghancurkan bisnis keluarga, dan melenyapkan kebahagiaan sang ibu. Sejak hari pertama dirinya hadir, Senja adalah bayangan yang dicap sebagai pembawa sial.


​Satu-satunya cahaya di hidupnya adalah sang ayah. Pria yang memanggilnya 'Putri' dan melindunginya dari tatapan tajam dunia. Namun, saat Senja beranjak dewasa, cahaya itu pun padam.

​Ditinggalkan sendirian dengan beban masa lalu dan kebencian seorang ibu, Senja harus berjuang meyakinkan dunia (dan dirinya sendiri) bahwa ia pantas mendapatkan kebahagiaan.


Apakah hati yang terluka sedalam ini bisa menemukan pelabuhan terakhir, ataukah ia ditakdirkan untuk selamanya menjadi Anak pembawa sial? ataukah ia akan menemukan Pelabuhan Terakhir untuk menyembuhkan luka dan membawanya pada kebahagiaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Di sebuah penthouse mewah di Florence, suasana yang biasanya tenang kini berubah menjadi neraka. Marcus Valerio menatap layar monitornya yang memerah simbol kehancuran finansialnya. Kerugian jutaan Euro akibat serangan balik algoritma Binar telah membuat Grup Valerio berada di ambang kebangkrutan.

"Kau bilang mereka hanya anak-anak!" suara Marcus menggelegar, ia membanting gelas kristal ke arah Paramita yang tersungkur di lantai marmer.

"Aku... aku tidak menyangka Damar akan menggunakan mereka seperti itu, Marcus," rintih Paramita, wajahnya yang biasanya kaku dan elegan kini dipenuhi ketakutan.

Marcus menjambak rambut Paramita, memaksa wanita itu mendongak. "Kau bukan hanya memberiku informasi sampah, tapi kau menyeretku ke dalam lubang kematian! Kau menggunakan uangku untuk obsesi pribadimu!"

Marcus yang kalap tidak lagi melihat Paramita sebagai rekan atau wanita. Baginya, Paramita adalah kutukan. Ia menyeret Paramita ke ruang bawah tanah yang dingin.

"Kau suka seni, bukan? Mari kita lihat bagaimana kau melukis rasa sakitmu sendiri!" maki Marcus.

Selama berjam-jam, Paramita menerima siksaan fisik dan verbal. Marcus meluapkan seluruh amarahnya atas saham yang anjlok. Pukulan, siraman air dingin, dan umpatan kasar menjadi teman Paramita malam itu.

"Dasar wanita tua tak berguna! Kau hanya sampah yang terobsesi pada masa lalu! Kau pikir kau siapa? Kau tidak lebih dari parasit yang menghancurkan semua orang yang kau sentuh!"

Hingga akhirnya, setelah puas dan lelah menyiksa, Marcus memerintahkan anak buahnya. "Bungkus wanita ini. Kirim dia kembali ke Indonesia. Jika Damar Saputra ingin menghancurkanku, biarkan dia yang mengurus rongsokan ini. Aku tidak sudi melihat wajahnya lagi."

Malam di Jakarta terasa sunyi ketika sebuah mobil van hitam berhenti di depan gerbang kediaman Damar. Dua orang pria berbadan besar menurunkan sesosok tubuh yang terbungkus kain kasar, menjatuhkannya begitu saja di aspal dingin, lalu pergi dengan kecepatan tinggi.

Hadi, yang berjaga di pos keamanan, segera memeriksa. Ia terperanjat saat melihat siapa yang tergeletak di sana.

"Tuan Damar! Nyonya Senja! Cepat ke gerbang!" teriak Hadi melalui interkom.

Damar dan Senja berlari keluar. Di bawah lampu jalan yang temaram, mereka melihat pemandangan yang mengerikan. Paramita tergeletak dengan kondisi mengenaskan. Pakaian sutranya compang-camping, wajahnya memar membiru, dan rambutnya yang dulu selalu rapi kini berantakan tertutup debu. Wanita yang dulu selalu berdiri angkuh itu kini tampak lebih kecil, lemah, dan hancur.

Senja membeku. Jantungnya berdegup kencang, memberikan rasa sakit yang hampir sama dengan saat ia disiksa secara mental oleh ibunya dulu. Ia melihat wanita yang menjadi sumber mimpi buruknya, wanita yang menghancurkan masa kecilnya, kini berada di titik nadir.

Damar berdiri di samping Senja, matanya menatap tajam ke arah Paramita. Ia tidak merasa kasihan, ia hanya merasa waspada. "Senja, ini adalah keputusanmu. Dia dikembalikan karena dia sudah tidak berguna bagi Marcus. Apa yang ingin kau lakukan?"

Senja menatap wajah Paramita yang terpejam menahan sakit. Bibir Paramita bergetar, membisikkan satu kata yang sangat lirih, "Se-nja..."

Satu bagian dari diri Senja ingin berteriak, "Rasakan itu! Itulah balasan untuk semua penderitaanku!" Keinginan untuk menolak kehadiran Paramita begitu besar. Senja teringat bagaimana ia dikurung, bagaimana ia tidak diberi makan jika lukisannya jelek, dan bagaimana Paramita mencoba merampas Tiga Cahaya darinya.

Namun, di sisi lain, ada suara yang lebih lembut di lubuk hatinya. Suara yang mengingatkannya bahwa wanita di depannya ini adalah orang yang memberinya kehidupan. Bagaimanapun jahatnya Paramita, dia tetaplah ibunya.

"Tuhan, mengapa Engkau memberiku beban ini? Jika aku menerimanya, aku akan menghidupkan kembali hantu-hantu di rumahku. Tapi jika aku membuangnya, bukankah aku sama kejinya dengan dia?" batin Senja mulai bergejolak bimbang.

Tiga Cahaya muncul di balkon lantai dua, memperhatikan dari jauh. Mereka tidak bersuara, hanya menatap dengan mata jenius mereka yang penuh tanya.

Senja maju satu langkah, lalu berhenti. Ia menarik tangannya kembali saat hendak menyentuh Paramita. Ia melihat luka-luka di tubuh ibunya dan rasa benci serta rasa iba bertarung dengan hebat di dalam dadanya.

"Damar..." suara Senja serak, air mata mulai mengalir. "Aku... aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku ingin dia pergi jauh dari hidupku, tapi melihatnya seperti ini... aku merasa seperti sedang membunuh diriku sendiri."

Damar memegang bahu Senja, memberinya sandaran. Di bawah langit malam yang kelam, Senja berdiri di antara dua pilihan yang sama-sama menyakitkan: memaafkan monster di masa lalunya demi rasa kemanusiaan, atau menutup pintu rapat-rapat untuk melindungi kedamaian yang baru saja ia bangun. Senja berdiri diam dalam kehujanan air mata, menatap sosok ibunya yang sekarat di depan matanya sendiri.

maaf ya ges telat banget up nya..

jangan lupa jadikan ini di salah satu deretan paporit kalian, dan jangan lupa bagi like kasi komennya, dan kalau di ijinkan mohon untuk vote dan giftnya yaa man teman...

sayang banyak banyak sama kalian semua😚😚

1
ηαηα
Benar-benar perang sama kuatnya yak, Baik paramita dan Damar tidak bisa di anggap remeh jaringannyya🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 hooh /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Perasaan kok pendek ya? iya gitu🤔
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Tuh kan /Scream/
total 6 replies
ηαηα
umur paramita sekarang berapa ya? panjang banget umurnya
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: aku juga gk tw sih🤣
total 1 replies
ηαηα
oalahhh, dendam rupanya
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dendm akan membakarmu🤣
total 1 replies
ηαηα
Muak banget ma iklan shoppe, padahal gak nge-klik, tapi login sendiri jirr,, benar2 kayak Paramita nih pihak shopee ny😩
ηαηα
Astaga... wanita tua itu lagi😩🫠
ηαηα
Astaga... si silas kurang kerjaan banget mau merusak kehidupan orang
nurul supiati
1 kataaaa gilllaaaaa🤣🤣🤣🤣
nurul supiati: eta nini nini peotttt
total 2 replies
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
boleh kah ku berkata kasar/Angry//Angry/.... rasanya ingin sekali teror othornya karena Paramita masih hidup/Angry//Angry//Angry/
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: gak sabar aku kak/Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
tenang intan tenang jangan sampai loe santet author nya
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ bukan menang/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tpi ya mmg gitu🤣🤣🤣🤣🤭
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Nenek peot🤬🤬🤬
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: /Right Bah!/Budu ahh
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Tetap tenang dan teruslah berusaha, yakinlah kalian pasti bisa..
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: amin ya Allah /Grimace/
total 1 replies
nurul supiati
tak kira bakal bahagia masalahnya ujiannya selesai taunya ada ajah ujiannya kek dunia nyata hihihi😭
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
/Panic//Panic//Panic/ kapan tuh si nenek lampir dan gerombolannya mati/Panic//Panic//Panic//Panic//Panic//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othoorrr/Curse/
Gak suka lah/Cry/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ampun/Cry//Cry/
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ya Allah... kapan sih tu nenek peot koit😤 udah tua juga bukan nya tobat, eh ini malah makin menjadi/Hammer/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Udah gak bisa ditahan lg/Scream/
total 2 replies
°🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟 1꙳○𖨆°
lewat kasih anu aja 😄
°🫧•𖨆٭ Ŋบ𝑟3꙳○𖨆°
Nengok
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Berjuanglah dan tetap semangat, kalian pasti bisa melalui ini semua/Determined/
🦂🍃 CISUN 2 🦂🍃
Hhhmmm🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!