KARYA INI DIHENTIKAN !!
PINDAH KE ACCOUNT SEBELAH MASIH DI APLIKASI YANG SAMA.
JUDULNYA "ISTRIKU CINTA PERTAMA ADIKKU" DAN "MENIKAHI GADIS MENYEBALKAN" di account @kanjeng_galau
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nonawidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Temperatur Of Love Chapter 33
author kesel deh sama mba Alona.. padahal dulu kecilnya baik dan menggemaskan... tapi gede-gede ngeselin banget.. julid banget jadi orang..
kayaknya harus dikasih pelajaran ya! huh!
...Tapi reader happy reading ya 🍁...
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
"Elu yakin Bhim, mau nikah sama DJ murahan kayak dia?" Alona melirik tajam pada Flower.
"Jaga mulut anda!" Ucap Flower.
"Kenapa? bukankah yang aku katakan benar? Ck. terlalu murahan cara elu buat masuk keluarga Bramantya. Iya kan sayang?" Alona mengecup pipi Bhima dan melangkah pergi.
Flower menatap Bhima dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Gue bisa jelasin Flo." Ucap Bhima membalas tatapan Flower dengan gugup. Baru saja dia mau memulai berbicara dari hati ke hati. Eh, udah ada pengganggu aja.
"Kamu mau jelasin kalau aku cinta pertama kamu dan sampai saat ini kamu itu masih cinta banget sama aku Bhim?" Bukan Flower yang membalas ucapan Bhima, melainkan Alona yang membalikkan tubuhnya setelah beberapa langkah menjauh dari Bhima dan Flower berdiri. Bhima terbelalak mendengar ucapan Alona.
"Oh.. dia itu cinta pertama kamu hahaha.." Tawa Flower mengejek Alona.
"Ya ampun sayang.. wanita model begituan? oh astaga, bagusan juga tubuh aku kan sayang? " Kata Flower lagi menatap Bhima. Spontan membuat Bhima mengangguk karena memang Bhima sudah melihat tubuh keduanya.
CUP!
Flower memberi kecupan singkat di pipi Bhima yang sebelumnya dikecup Alona.
di tambah lagi panggilan Flower apa tadi? Sa.. sayang? Flower memanggil Bhima sayang? Ah rasanya ada yang menggelitik hati Bhima.
"Dan kamu adalah lelaki pertama yang menyentuhku. so, aku akan membuatmu jatuh cinta dengan ku dan menjadikan aku cinta terakhirmu hingga kamu melupakan cinta pertama kamu yang gak jelas itu. Buat apa cinta pertama tapi tak berujung di pelaminan hahaha." Kata Flower penuh keyakinan padahal hatinya sedang menertawakan dirinya sendiri akan cinta pertamanya pada Bhumi yang kandas oleh takdir.
Bhima masih mematung karena panggilan sayang dan kecupan yang Flower berikan padanya.
"Gak jelas? apa maksud elu bilang gue gak jelas?!" Alona kembali mendekat pada Flower.
"Maaf ya.. saya mau fitting baju PENGANTIN. Gak ada waktu buat melayani mak lampir!" Kata Flower dengan berani.
"Kurang ajar!" Alona hendak melayangkan tamparan pada Flower namun dengan cepat Bhima menangkisnya dan menggenggam tangan Alona dengan sangat erat.
"Jangan berani-berani menyentuh calon istri gue! karena kamu jauh tidak lebih baik dari Flower kak." Kata Bhima tegas langsung menghempaskan tangan Alona.
Dan meraih tangan Flower untuk masuk ke ruangan khusus baju-baju pengantin. Namun sebelumnya Flower memberi senyum mengejek pada Alona.
🍁
Jantung Bhumi terpompa lebih cepat saat mereka hanya berdua disana karena pegawai butik telah menyiapkan baju yang dipesan Mami Naya untuk di coba Flower. Kecanggungan terasa begitu nyata,
"Flo..maaf ya.." Kata Bhima melepas tautan tangan mereka.
"Huh!" Flower mendengus kesal, lalu menatap Bhima dengan tersenyum.
"Siapa wanita tadi?" tanya Flower.
"Dia adalah kakak dari Adena, anaknya tante Mesya. Dan dia juga tunangan kak Keenan, kakak sepupu gue."
"Dan dia juga cinta pertama elu hingga saat ini?" Tanya Flower diangguki oleh Bhima, meski hanya anggukan hanya lemah.
"Sorry ya.. gue memperlakukan cinta pertama elu seperti tadi. Gue hanya mengingat kata-kata mami Naya kemarin sore kalau gue harus melawan wanita-wanita yang akan menjadi bibit pelakor seperti dia." Kata Flower.
"Gue yang harusnya meminta maaf sama elu Flo.. karena dia.."
"Kan elu tadi udah minta maaf Bhim.. udahlah.. gue males bahasnya." potong Flower.
"Bantu gue buat lepasin perasaan gue ke dia Flo.. " Kata Bhima tiba-tiba membuat Flower yang secara spontan menatap Bhima.
"Imbalannya apa?" Tanya Flower dengan santai.
"Gue akan bantu elu juga lepasin perasaan elu sama Bhumi."
Deg!
nafas Flower menjadi naik turun kala nama itu disebut lagi, menghapus Bhumi? apa itu mungkin? entahlah~
"Gue gak tahu bakal bisa melupakan perasaan gue ke adik elu apa nggak Bhim.. selama 8 tahun ini gue udah mencoba tapi gue selalu gagal. Gue sendiri gak yakin Bhim, gimana elu bisa yakin mau bantu gue buat lepasin perasaan gue sama Bhumi?." Ucap Flower.
"Tapi elu kasih kesempatan ke gue kan Flo buat masuk ke hati elu?"
Flower tersenyum dan kemudian mengangguk,
"Lucu ya.. kita mau dinikahkan padahal gak ada cinta diantara kita." Ucap Flower.
" Lebih lucu lagi ya elu Flo.. karena elu bisa banget dengan lempengnya tersenyum dan menerima pernikahan ini, padahal jelas-jelas gue udah nyakitin elu dan hancurin mimpi-mimpi elu."
"Berkat mami Naya, gue udah lepasin semua... mau gue marah sama elu kayak gimana, elu juga gak bisa disalahin sepenuhnya, gue juga ikut salah." Ucap Flower.
"Meksipun gue gak nikah sama Bhumi seperti impian gue dulu, tapi setidaknya gue memiliki mertua yang sama.. yang sayang sama gue dari waktu SMA hingga saat ini.. meskipun gue udah melakukan kesalahan besar." Lanjut Flower.
"jadi gimana?" Bhima menatap Flower dengan harap.
"Kita jalani pernikahan ini dengan sesungguhnya... gue cuma gak mau kecewain mami Naya dan Mama Lisa." Ucap Flower.
"Baiklah.. meskipun belum ada cinta diantara kita, elu harus percaya kalau gue bakal setia sama elu.. elu tahu kan profesi gue, jadi tolong percaya sama gue."
"Tergantung!" Jawab Flower langsung pergi meninggalkan Bhima karena karyawan butik sudah membawakan gaun untuknya.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
Di Apartemen Bhumi,
"Gilaa... elu emang kalau bangun jam segini Van?" Tanya Bianca pada sahabatnya yang baru 30 menit lalu bangun dan mandi lalu kini menikmati sarapan yang di masak oleh Bianca.
"Hmmm.." Bianca geleng-geleng.
"ca, kamu gak pulang?" Tanya Bhumi keluar dari kamarnya yang ada di lantai dua.
"aku mau nemenin kakak disini." Kata Bianca.
"Pulang aja. bantuin mami persiapin pernikahan Bhima." Perintah Bhumi yang sorot matanya penuh kesedihan.
"Nggak! aku gak mau kakak mabuk lagi!" Ucap Bianca. Bhumi duduk disamping Bianca.
"Heii kak.. kenalin Aku Gevania, sahabat Bianca." Kata Geva dengan pedenya mengulurkan tangannya ke Bhumi untuk kenalan.
Krikk krikk kriik krikk...
kriikk kriikk kriikk kriikk..
Jangankan membalas uluran tangan dan menjawab perkenalannya Geva, melirik Geva aja nggak.
"Kak.." Panggil Bianca pada Bhumi.
"Makasih apelnya Ca.." Ucap Bhumi yang mengambil apel Bianca lalu berdiri dan pergi meninggalkan tangan Geva yang masih mengambang di udara.
OMG...
Geva dibuat melongo oleh sikap Bhumi yang terkesan songong. Sepersekian detik kemudian Geva meninju-ninju udara sambil menghentak-hentakkan kakinya saking keselnya sama Bhumi.
"Awas aja ya kak... akan aku buat kamu jatuh cinta sama aku! lihat aja! Dan disaat itu terjadi, aku bakal nolak cinta kamu! inget-inget nih kata-kata aku!" Teriak Geva yang masih tidak di respon sedikitpun oleh Bhumi.
Bianca menatap sahabatnya dengan heran.
"Bii.. kakak elu itu anaknya haji bolot ya?" Tanya Geva sambil meminum air putihnya dengan emosi yang naik turun.
"Maksud elu?" Bianca kelihatan bingung.
"Kakak elu itu tampan tampan tapi BUDEEEG!" teriak Geva lagi karena kesal.
"Dan sudah gue duga, elu pasti nyerah kan buat deketin kakak gue?" Tanya Bianca.
"Gue?"
"Nyerah?" Geva menunjuk dirinya sendiri. Bianca mengangguk.
"Nggak ada kata nyerah dalam kamu gue! udah gue mau balik dulu.. otak gue harus dingin dulu buat memikirkan strategi melelehkan bongkahan besi itu!"
"Kok bongkahan besi?"
"Keras!" Jawab Geva males, lalu meraih tasnya.
"Eitss elu mau kemana?" Tanya Bianca.
"Balik lah..."
"He.. he.. he.. motor elu udah gue suruh orang buat anterin ke rumah gue."
"What?! maksud elu?!" Geva melotot.
"Ya.. elu pulangnya ke rumah gue dulu buat ambil motor. Tapi sebelum itu, elu harus temenin gue buat ketemu sama nyokap gue di mall."
"Ogah! gue balik naik taksi aja, males berurusan sama emak-emak..." Ucap Geva membayangkan mamanya yang selalu super rempong.
"Eitss.. yakin elu gak mau kalau ditraktir nyokap gue sama barang-barang branded terbaru?"
"What? seriusan elu anak sultan Bii?" Kata Geva melotot.
"Hmm.. gimana?"
"Ya ayolah.. gue mau kalau gratisan gitu.. ntar bisa gue jual ke mama gue.. kan gue dapat duitnya." Ucapnya.
"Dasar kikir!" Decak Bianca.
^^^Bersambung...^^^
👍👏
SALAM DARI HEART OF IMMORTAL [ JHONTEN ]
di tunggu feedback nya tor
judul kisah bumi share dsni aj biar bs nyari🤭
Semangat untukmu. 😊
salam hangat dari The Gangster Boy🎊