Pensiun sebagai pembunuh nomor satu karena penyakit mematikan, Kenzo bereinkarnasi ke dalam novel kultivasi buatannya sendiri. Berbekal 'Sistem Sampah' yang ia modifikasi menjadi senjata maut dan pengetahuan sebagai sang pencipta, Kenzo siap membantai siapa pun yang berani mengusik waktu santainya bersama sang putri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31: Gerbang terbuka
Gerbang ungu raksasa itu meraung, mengeluarkan tekanan udara yang begitu kuat hingga para kultivator di ranah rendah terpaksa mundur beberapa langkah. Namun, Kenzo tetap berdiri tegak dengan tangan di saku, sementara jubahnya berkibar tertiup angin kencang.
"Lin-er, tutup matamu jika cahayanya terlalu terang," kata Kenzo.
"Siap, Ayah! Lin-er sedang pura-pura jadi kelelawar!" jawab Lin-er sambil menutup matanya dengan tangan kecilnya, membuat Ling Yue yang menggandengnya hanya bisa tersenyum.
Begitu mereka melangkah masuk, pemandangan berubah drastis. Alih-alih lorong gua yang gelap, mereka disambut oleh sebuah aula luas yang melayang di atas awan nebula. Di depan mereka, terdapat jembatan panjang yang dijaga oleh deretan patung prajurit raksasa setinggi sepuluh meter.
"Itu Prajurit Terakota Jiwa," bisik Ling Yue, sensor sistemnya mulai aktif kembali. "Siapa pun yang mengalirkan Qi di jembatan ini akan langsung ditebas oleh mereka. Lihat itu."
Beberapa kultivator sombong dari Klan Li mencoba berlari melewati jembatan sambil mengerahkan pelindung Qi mereka.
KRAKK!
Dalam sekejap, patung-patung itu bergerak dengan kecepatan cahaya, mengayunkan kapak raksasa dan menghancurkan para kultivator itu hingga menjadi butiran cahaya. "Bodoh sekali," gumam Kenzo.
"Ayah, patung-patung itu sedang bermain pukul nyamuk ya?" tanya Lin-er sambil mengintip dari celah jarinya.
Kenzo tidak langsung maju. Ia membuka toko sistem dan mencari kategori Gadget Survival. Ia tidak ingin membuang tenaga untuk bertarung dengan benda mati.
[Item: Sepatu Pegas Elektromagnetik (Versi Senyap)]
[Fungsi: Memungkinkan pengguna bergerak tanpa menyentuh tanah dan tanpa memancarkan energi biologis/Qi.]
[Harga: 400 Poin]
Kenzo membelinya dan langsung memakainya. Ia kemudian menggendong Lin-er di punggung dan menatap Ling Yue. "Naik ke punggung Xiao Mao. Aku akan menarik kalian dengan kabel energi."
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Ling Yue bingung.
Kenzo tidak menjawab. Ia mengaktifkan sepatu pegasnya. Seketika, ia melayang beberapa sentimeter di atas lantai jembatan. Karena ia tidak menginjak lantai dan tidak menggunakan Qi, patung-patung penjaga itu tetap diam membeku, menganggap Kenzo hanyalah embusan angin.
Kenzo meluncur dengan santai melewati barisan patung yang mematikan itu. Para kultivator lain yang tertahan di ujung jembatan melongo tidak percaya.
"H-hei! Bagaimana dia bisa lewat tanpa diserang?!"
"Dia tidak menggunakan Qi! Teknik macam apa itu?!"
Kenzo menoleh ke belakang sekilas dan berteriak, "Ini namanya teknik 'Jalan di Atas Gaji Rendah',kalian tidak akan mengerti!"
"Kenzo! Berhenti memberikan nama aneh pada barang sistem!" seru Ling Yue yang ikut meluncur karena ditarik oleh kabel transparan milik Kenzo.
Setelah melewati jembatan, mereka sampai di sebuah pintu perunggu besar yang terkunci dengan teka-teki kuno berupa susunan bintang. Para tetua sekte yang berhasil lewat dengan susah payah sedang berkumpul di sana, mencoba memecahkan pola rumit itu selama berjam-jam.
"Ini membutuhkan pemahaman astronomi sepuluh ribu tahun!" ucap seorang tetua dengan jenggot panjang.
Kenzo berjalan membelah kerumunan. Ia menatap pintu itu, lalu mengeluarkan sebuah benda dari sakunya: Cairan Nitro-Gliserin Super.
"Minggir, orang tua. Kalian terlalu lama," kata Kenzo datar.
"Bocah! Jangan sembarangan! Jika segel ini salah dibuka, seluruh tempat ini akan meledak!" bentak sang tetua.
Kenzo mengabaikannya. Ia mengoleskan cairan itu di celah pintu, lalu memasang detonator kecil. Ia mundur beberapa langkah sambil menutup telinga Lin-er.
"Satu... dua... tiga."
BOOOOOOMM!
Pintu perunggu yang seharusnya dibuka dengan ritual suci itu hancur berantakan karena ledakan kimia modern. Asap mengepul, dan jalan menuju ruang utama makam terbuka lebar.
Kenzo berjalan masuk melewati puing-puing pintu yang masih panas. "Kenapa harus pakai otak kalau bisa pakai bahan peledak?"
Lin-er bertepuk tangan gembira. "Ayah pintar! Pintunya kaget sampai meledak!"
Ling Yue hanya bisa menepuk dahinya. "Aku bersumpah, Makam Kaisar ini akan berubah menjadi taman bermain yang hancur karena ulahmu."
sebentar😅😅