{Tokoh Utama di ambil dari tokoh figuran Novel LONACA;
Bunga Ariella ~ Robin Chandra}
♡♡♡
"Daratan sudah ku lewati, Lautan sudah ku arungi.
Banyak Bunga telah ku dekati,
hanya ada satu bunga yang harumnya menusuk sampai ke hati.
Takdir membuat aku dan dia hidup bersama hingga kami berpisah. Namun, takdir pula yang mempertemukan kami kembali di lain waktu.
Saat kami bertemu, entah mengapa terselip rasa rindu hingga berubah menjadi cinta yang luar biasa, semua berubah, dadaku terasa bergetar hebat, aku salah tingkah! namun sayang dia tak mencintaiku."
♡♡♡
Dilarang keras Plagiat karya sarahmai.
Jadilah seorang penulis sejati bukan seorang penjiplak!
♡♡♡
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sarah Mai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Suasana hening sejenak.
"Bagaimana Den setuju tidak? Setiap ada pertemuan akan ada perpisahan kan? namun perpisahan kali ini kita buat seindah mungkin?" pinta Bunga dengan wajah yang berbinar-binar🤩
"Lihat nantilah!" Jawab jutek Robin sambil melanjutkan kunyahan nya.
Wajah Bunga langsung berubah, sedikit kecewa.
Setelah perkataan itu, tak ada percakapan lagi yang mengiringi mereka.
keduanya masuk ke dalam kamar masing-masing.
...
...
Di dalam kamar, Robin melihat sebuah kalender.
"Kontraknya, berapa lama sih?" pria itu merasa lupa, lalu ia membuka lemari melihat berkas perjanjian mereka.
Robin melihat dalam berkas yang ia tulis sendiri, kurang lebih 5 bulan usia pernikahan mereka, berdasarkan kontrak sisa kerja Bunga.
....
"Cepat banget waktu berlalu!" Ucapnya.
(Berjalan mondar-mandir)
"Merayakan perpisahan? Haha boleh juga lah."
Hati Robin kepada Bunga mulai penuhi dengan kebimbangan.
Setelah memasukkan berkas itu kembali, Robin melihat uang cash yang tersimpan di lemarinya.
"Kok! Masih utuh? Yang berkurang hanyalah uang belanja!
Apa ia tidak pernah membeli barang fashion?" gumamnya dalam hati.
(Kemudian ia melangkahkan kakinya ke kamar Bunga dan melihat istrinya sedang asyik merajut baju hangat)
"Baiklah, aku akan kabulkan permintaanmu!" Kata Robin tiba-tiba muncul dengan gaya kocak pinggang, bersandar di pintu kamar Bunga.
Bunga merasa sedikit terkejut, lalu tersenyum kembali.
"Benarkah?" tanya Bunga merasa kurang yakin.
"Hem!"
"Yeeeeeeh💃" Bunga langsung kegirangan.
"Segitu pinginnya kamu liburan dengan aku yah!"
"Iyah Den!" Ucap Bunga dengan cepat sambil mengangguk.
"Heh😏, kasihan banget kamu! (Kata Robin dengan sombongnya)
Okeh! kita gerak sekarang."
"Tapi aku belum masak Raden."
"Tidak perlu masak, kita beli saja di luar, kalau kamu sudah siap panggil aku," Kata Robin menuju kamarnya.
"Beres Bos."
Hati Bunga langsung berbahagia. Ia sesegera mungkin mempersiapkan packingan barang-barang yang akan di bawa sambil Bernyanyi-nyanyi kecil.
"La...la...la...la"🎶🎶
Dua kebahagiaan yang akan di raih Bunga,
pertama! Dia akan bebas selamanya dari Robin Chandra.
Kedua! Bisa berlibur.
...
...
Lelaki itu juga mempersiapkan sendiri packingannya.
Beberapa jam kemudian.
"Sudah Raden!"
Sapa Bunga membuyarkan aksi santai Robin dengan dandanan yang cantik, terpancar wajahnya yang masih ranum.
Robin yang sempat tiduran bangkit memperhatikan style Bunga dari atas sampai bawah dan langsung menyeret koper kecilnya.
"Lumayan juga penampilannya!" gumam Robin.
Kemudian pria itu sedikit bengong memperhatikan bawaan Bunga lengkap dengan kompor portabel, panggangan, sendok, piring, gelas, ikan dan daging segar lengkap dengan bumbunya serta baju bunga di dalam koper berisi; handuk, sabun,pakaian, selimut, mukena, dll
...
...cm
"Wuahahah😆😆🤣," tawa pecah Robin merasa lucu.
Bunga pun diam terpaku.
"Kamu mau pindah atau mau liburan?"
"Ini perlengkapan menginap Raden, biar Raden hemat tidak banyak mengeluarkan biaya!" Jawab Bunga dengan ketulusan hatinya.
"Kalau mau hemat, kita tidur di rumah saja tidak usah liburan! Aku punya uang banyak! Jadi kamu jangan khawatir yah!" Kata Robin dengan gaya angkuhnya mengusap kecil puncak kepala Bunga.
("Huuft sombong!") Gumam Bunga dengan mimik Wajak cemberut😒.
"Aku kasih waktu 5 menit, gunakan koper kecil saja dan bawa barang yang paling penting selebihnya di tinggal. Lebih dari 5 menit liburan batal," pinta Robin dengan tegas melangkah keluar mulai menghidupkan mobilnya.
"Ih😠! itu manusia atau setan sih! kejam banget!" kutuk Bunga dalam hati.
Wanita itu mulai gagap kelimpungan untuk memilah barangnya dalam waktu 5 menit.
Koper besarnya sudah di paking serapat bahkan mungkin menggunakan kode.
Sangking gregetnya, isi kepala Bunga tiba-tiba saja blank, tidak mampu mengingat kode koper yang telah ia masukkan.
"Haduh...haduh...haduh (tidak tenang) Kok! aku bisa lupa sih? gawat, gawat🥴 benar-benar darurat ini!"
Berlari ke kamar dengan gaya krasak krusuk mencari buku catatan dari kode koper, lama baru bertemu setelah semua di bongkari.
Bunga melihat jam tangannya, sudah 4 menit berlalu.
"Waaaah😱😵 nooooooooh!"
Akhirnya setelah mengunci pintu, Bunga berlari ke mobil Robin dengan menggunakan tas kecil saja yang berisi rompet, ponsel, tisu, dan produk anti kehamilan.
"Gila! Aku beneran enggak bawa apa-apa sama sekali!" gumam Bunga berwajah cemberut, Berdiam diri di depan jendela mobil dalam nafas tidak beraturan.
Kaca mobil turun secara otomatis. Tampak Robin yang sudah Ready dengan kacamata kerennya.
"Gimana say! Jadi liburan enggak!"
Sapa Robin.
Bunga langsung bergegas masuk.
"Mana barang yang di bawa?"
"Waktunya terlalu singkat, aku hanya berhasil membawa ponsel, dompet, tisu dan produk anti hamil!" Ucap Bunga dengan mimik wajah meringis.
"Bagus! Itu sudah lebih dari cukup!" sambut Robin
"Hah! Lalu bagaimana dengan baju ganti, sabun, make up?"
"Itu urusan kamu!" Ucap Robin dengan senyum-senyun
("Iiiiii,,,Robin kau memang menyebalkaaaaaaan,😡😡😡" gerutu Bunga dalam hati)
Wajah Bunga tampak lesu.
Robin pun menghidupkan musik, menganggap hal itu bukanlah masalah besar.
Mobil melaju dengan keren...
("Aku akan membuat kamu rugi kehilangan pria seperti aku!" Gumam Robin sangat percaya diri)
...
Setengah perjalanan.
"Bagaimana jika kita bermain layang-layang sebentar" tantang Robin.
"Boleh juga!" Sambut Bunga.
Keduanya membeli layang-layang.
Robin menggandeng mesra Bunga.
sambil memilih layangan yang bagus lengkap dengan peralatannya.
"Ini saja Raden! bentuk I LOVE YOU," pinta centil Bunga tanpa malu-malu.
Robin hanya tersenyum kecil.
Akhirnya mereka mendapatkan apa yang menjadi tujuan dan keinginan keduanya.
Robin membawa kelapangan yang luas tempat ia melakukan rekaman eksperimen-eksperimen bersama team crew.
"kita sudah sampai, wow🤩 cocok sekali tempatnya!" ucap Bunga.
Robin memulai aksinya...
Tak berapa lama layangan terbang tinggi menari-nari di udara.
("Sepertinya si Robin ini sangat ahli!" gumam Bunga)
"Aku mau...aku mau..."pinta Bunga melompat-lompat kecil di sebelah Robin.
Pria itu pun memberikannya kepada Bunga sebagai pengendali.
"Eeh!" ucap Bunga kurang mahir, membuat layangan oleng ke kanan-kiri, dengan sigap Robin membantu Bunga dengan mendekap hangat tubuh wanita itu dan menggenggam erat tangan Bunga dari belakang, bertujuan mengajarinya mengendalikan layangan.
Senyum tawa keceriaan terdengar dari Bunga Ariella, seolah-olah semua masalahnya sirna seketika.
😀😀😀😀😀
"Segalanya harus bisa di kendalikan dengan keseimbangan, agar posisi puncak tetap bertahan!" bisik Robin.
Tak berapa lama Bunga bisa bermain layang-layang, kebahagiaan menghiasi wajahnya.
"Sudah sini! kenapa jadi kamu yang bermain!" kata Robin berusaha merebut layangan dari Bunga.
"Ah! aku masih mau!" kata Bunga tak memberi.
keduanya rebutan manja, hingga layangan tiba-tiba putus...
"Ya...ya...ya...kok...putus😭" rengek Bunga.
"Itu gara-gara kamu!" kata Robin.
"itu karena kamu mengejar Robin dengan kayu kecil!"
keduanya pun berlarian manja dengan tiupan angin yang sedikit kencang melambaikan rambut panjang Bunga.
Hal sederhana yang mampu melepas penat keduanya.
Setelah lelah keduanya duduk berdua dengan nafas tidak beraturan.
"Ternyata, layangan itu juga mengerti bahwa kita sedang melakukan acara perpisahan, lambang I Love U terputus, menandakan kita tidak berjodoh!" ucap Bunga menatap Robin yang juga serius menatap Bunga.
....
....LIke & Vote ..
love beut anggun 🥰😭🤧