WARNING!! HANYA UNTUK DEWASA!!
Cecilia tidak menyangka, baru saja pindah jiwa ke tubuh wanita lain malah terjebak jadi simpanan Tuan Douglas yang dingin.
Cecilia pun berpikir untuk bisa kabur dari jeratan Tuan Douglas, semakin Cecilia menjauh maka semakin kuat juga Tuan Douglas ingin memilikinya.
"Kau hanya milikku sayang, sampai kapanpun akan tetap menjadi milik ku!" Douglas
"Enak saja! Lebih baik aku mati saja daripada jadi simpanan!" Cecilia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Douglas dan Pikirannya
Suasana di dalam kamar utama sebuah mansion megah dan mewah mendadak berubah menjadi arena Perang Dunia Ketiga.
Prang!
Sebuah suara hantaman keras menggema di penjuru ruangan. Douglas Michael Essen dengan mata kepala sendiri melampiaskan emosinya yang sudah meluap sampai ke ubun-ubun dengan membanting ponsel mahalnya secara kasar ke lantai marmer hingga benda pipih itu hancur berkeping-keping.
Pria berpostur tinggi tegap itu berdiri dengan dada naik turun menahan murka. Pasalnya, seluruh panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirimkannya sejak tadi malam secara konsisten diabaikan begitu saja oleh Cecilia. Puncaknya, ketika ia mencoba menelepon kembali, nada sambung yang terdengar langsung terputus menandakan bahwa nomor pribadinya telah diblokir secara permanen oleh wanita tersebut.
"Berani sekali..." desis Douglas dengan suara berat yang terdengar sangat berbahaya. Rahangnya mengeras, dan sepasang netra birunya menyala tajam penuh amarah.
"Berani sekali Cecilia mengabaikanku dan memblokir nomorku?!"
Douglas mendengus kasar. Pria bermata biru itu berjalan mendekati sebuah cermin dinding berukuran besar yang memantulkan bentuk tubuh atletisnya. Saat ini, ia hanya mengenakan sehelai handuk yang melilit di pinggangnya, memperlihatkan sisa-sisa malam panas yang sebelumnya ia lewati bersama wanita itu. Namun, bayangan tubuh menggoda Cecilia kini sama sekali tidak mengurangi rasa penasarannya yang berubah menjadi kejengkelan tingkat dewa.
Selama ini, tidak ada satu pun wanita yang berani mengabaikan panggilan dari Douglas Essen, apalagi seorang sugar baby yang kehidupannya bergantung sepenuhnya padanya.
"Silakan saja, Cecilia. Nikmati kebebasan palsu itu selagi bisa," ucap Douglas dengan senyuman sinis terukir di sudut bibirnya.
"Aku akan menunggu sampai batas mana wanita keras kepala itu bisa bertahan. Paling-paling besok pagi juga dia akan kembali merangkak, memohon-mohon padaku, dan menggodaku setengah mati hanya supaya aku luluh dan menerimanya kembali."
Di tengah kemarahan yang membara itu, sisa serpihan ponsel yang berserakan di lantai tiba-tiba bergetar hebat. Layar retak parah yang masih menyala redup itu menunjukkan adanya panggilan masuk.
Douglas mengernyitkan dahi, menunduk menatap serpihan benda tersebut. Dengan gerakan malas, ia memungut bagian ponsel yang masih bernyawa itu dan melihat nama yang tertera di layar.
Adara.
Seketika itu juga, raut wajah Douglas yang tadinya sedingin es dan dipenuhi amarah melunak secara drastis. Ketegangan di garis wajahnya melebur, digantikan oleh sorot mata yang jauh lebih tenang dan hangat.
Adara adalah tunangannya, wanita yang sangat ia sayangi, ia hormati, dan ia jaga dengan sepenuh hati tanpa ada secercah niat pun untuk melukainya. Bagi Douglas, Adara adalah wanita suci yang harus dilindungi dari segala kebusukan dunia luar.
Tanpa membuang waktu, Douglas langsung menggeser layar dan menempelkan serpihan ponsel rusak itu ke telinganya.
"Halo, Adara?" sapa Douglas dengan suara baritonnya yang mendadak berubah lembut.
Di seberang sana, langsung terdengar suara manja, manis, dan berbinar-binar dari sang tunangan.
"Douglas! Oh, astaga, akhirnya kamu mengangkat teleponku!" seru Adara dengan nada manja yang khas.
"Aku mengganggumu, ya? Kamu sudah bangun, kan?"
Douglas tersenyum tipis, sebuah senyuman langka yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapapun, termasuk kepada wanita simpanannya.
"Tidak sama sekali, Adara. Aku baru saja bangun," jawab Douglas sabar, suaranya terdengar sangat memanjakan.
"Ada apa, hm? Kenapa pagi-pagi sudah meneleponku dengan suara bersemangat begitu?"
Di ujung telepon, Adara terkekeh kecil, terdengar sangat menggemaskan di telinga Douglas. Tunangannya itu memang dikenal sebagai sosok wanita yang dibesarkan penuh dengan limpahan kasih sayang keluarga, dimanja oleh semua orang, dan memiliki sifat manja yang selalu berhasil meluluhkan hati Douglas. Meskipun di mata orang lain Adara terkadang dikenal memiliki tatapan yang tajam dan sedikit angkuh terhadap orang asing, di hadapan Douglas, Adara hanyalah seorang gadis manja yang manis.
"Douglas, kamu tahu kan tas desainer edisi terbatas yang sudah diincar oleh semua sosialita itu? Astaga! Hari ini pihak butik meneleponku dan bilang kalau stoknya di seluruh negeri baru saja datang, tapi sekarang tinggal sisa 3 buah saja di dunia! Aku harus mendapatkannya, Douglas! Please..." rengek Adara dengan suara manja yang mengayun-ngayun.
Mendengar rengekan manis itu, ketegangan sisa amarah Douglas pada Cecilia seketika menguap, musnah tak bersisa. Pria itu terkekeh pelan, merasa gemas dengan tingkah tunangannya.
"Hanya karena tas itu? Tentu saja, sayang," jawab Douglas tanpa berpikir dua kali.
"Kirimkan saja nomor rekening butiknya atau tautan pembayarannya padaku. Aku akan langsung mentransfer uangnya sekarang juga, bahkan aku akan melebihkan jumlahnya supaya kamu bisa mengambil barang-barang pelengkap lainnya."
Di seberang sana, Adara menjerit kecil kegirangan, suaranya melengking senang.
"Wah! Douglas, kamu memang yang terbaik! Aku mencintaimu setengah mati! Kenapa kamu selalu sebaik ini padaku, sih?!"
Douglas tersenyum lebar, merasa hangat mendengar kebahagiaan sang tunangan.
"Tentu saja aku harus memberikan yang terbaik untuk calon istriku. Kalau saja kamu ada di sini sekarang, aku pasti sudah menarikmu ke dalam pelukanku dan mencium keningmu, gadis cantik."
"Iiih, gombal! Tapi aku suka!" balas Adara malu-malu kucing.
"Kalau begitu, aku tidak mau mengganggu waktu kerjamu lebih lama lagi, ya. Aku mau langsung pesan tas impianku sekarang sebelum keduluan orang lain. Sampai nanti malam, Douglas!"
"Ya, hati-hati, Adara. Kabari aku nanti."
Pip.
Sambungan telepon terputus. Adara menutup panggilannya dengan riang gembira.
Douglas menurunkan tangan yang memegang ponsel rusaknya itu. Ia menatap benda di tangannya yang kini benar-benar mati total, layarnya padam selamanya akibat benturan keras ke lantai tadi. Mengingat bahwa ponsel khusus yang biasa ia gunakan untuk menghubungi Cecilia itu sudah hancur lebur dan tidak bisa dihidupkan lagi, Douglas mendengus pelan.
Sebenarnya, Douglas memiliki ponsel pribadi lain yang terpisah dari urusan rahasianya. Tadi, ia sempat berniat menggunakan ponsel pribadinya itu untuk menghubungi Cecilia demi melampiaskan emosinya lebih jauh. Namun, setelah dipikir-pikir kembali, niat itu diurungkannya.
Ia melemparkan bangkai ponsel rusak itu begitu saja ke dalam tempat sampah sudut ruangan.
"Biarkan saja dia menikmati malamnya dengan tenang," gumam Douglas dingin pada dirinya sendiri, berjalan melangkah menjauh dari cermin.
"Nikmati kebebasanmu itu selagi masih sempat, Cecilia."
Douglas menatap ke luar jendela kaca besar kamarnya yang menampilkan pemandangan kota metropolis dari ketinggian lantai atas mansion. Di dalam hatinya, sebuah sumpah dan janji telah tertanam kuat. Pria bermata biru itu bersumpah akan memberikan hukuman yang setimpal pada wanita simpanannya itu atas tindakan kurang ajar yang baru saja ia lakukan.
Douglas sangat percaya diri dengan prediksinya. Berdasarkan pengalaman dan watak Cecilia yang selama ini dikenalnya, seorang wanita materialistis yang tidak bisa hidup sehari pun tanpa fasilitas mewah, kartu kredit hitam, dan uang tunai miliknya, Cecilia pasti akan menyerah dalam waktu kurang dari 24 jam.
"Besok pagi," bisik Douglas dengan senyuman penuh keyakinan di bibirnya.
"kamu pasti akan datang merangkak, dan bersujud memohon ampun padaku, Cecilia. Aku menunggumu."
Bersambung...
ati2 cecil🤭🤭🤭
ati2 doughlas klo cecilia kabur🤣🤣🤣🤣
thor plis kasih doughlas pelajaran dong,jdi gemes nih🤣🤣🤣🤣
mungkin methong kedua kali cil baru bebas