NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Gadis Gunung

Identitas Tersembunyi Gadis Gunung

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:97.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.

Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.

Happy Reading All🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karen Wijaya

"Kamu ga papa kan Aulia?" tanya bu Diah panik

"Ga papa bu" jawab Aulia tersenyum

"Maaf, gue ga sengaja." terdengar suara di belakang Aulia, senyuman Aulia langsung hilang. Ia tau, bila kata maaf yang keluar dari mulut perempuan di belakang nya tidak lah tulus. Aulia berbalik, menatap datar perempuan itu.

"KAREN, KAMU SEMAKIN KETERLALUAN!!" bentak bu Diah

"Oh ayolah bu, gue ga sengaja." jawab Karen tak sopan

"Judul lama, kamu selalu seperti itu. Jangan mentang-mentang, kamu anak salah satu petinggi di sekolah ini. Dan juga juara panahan, kamu bisa bersikap seenaknya. Bagaimana kalau nanti kena Aulia?" ucap bu Diah marah

Karen Wijaya, putri dari kepala komite sekolah. Yang mana suaminya, salah satu petinggi di sekolah ini. Membuat gadis itu sombong dan semena-mena, tak takut dengan hukuman. Selalu melanggar peraturan, juga melawan guru yang tidak ia sukai. Di tambah lagi, ia menjadi juara saat lomba panahan nasional. Membuatnya semakin angkuh, sudah banyak korban yang ia bully.

"Elah bu, kalo celaka. Tinggal bawa ke rumah sakit, ribet amat." ucap Karen, seraya melipat kedua tangan di depan perut.

"Kamu..." Aulia mengangkat tangan kanan, membuat bu Diah berhenti bicara.

"Mau apa lo?" tanya Karen, saat Aulia melangkah untuk mendekatinya.

SEEEETT

"KYAAAAA" Karen memejam kan kedua matanya, saat Aulia mengayunkan anak panah pada wajahnya. Gerakan Aulia berhenti, tepat di depan mata Karen. Hanya berjarak 1 senti lagi, benda itu akan menusuk salah satu mata Karen. Tubuh Diah bergetar, karena adegan di depannya saat ini.

Ternyata bukan hanya Bu Diah saja, ada beberapa murid yang juga tengah latihan. Untuk demo eskul, saat pengenalan murid baru nanti. Mereka sama terkejutnya, anak baru itu berani menantang Karen. SALUT!!

"A-APA-APAAN LO?! LO GA TAU SIAPA GUE? K-KALO GUE SAMPE KENAPA-NAPA, LO..

"Kalo lo sampe kenapa-napa, tinggal di bawa ke rumah sakit kan? Ribet amat.." potong Aulia, mengulang ucapan Karen.

Tinggal dan besar di gunung, tentu tidak membuatnya ketinggalan pergaulan. Kata panggilan lu dan gue, sudah sering ia dengar di layar kaca. Dan ternyata, cukup menyenangkan saat mengucapkannya.

GLEK

Karen melangkah mundur, susah payah ia menelan saliva nya. Tatapan Aulia saat ini, sangat lah tajam. Seolah menembus sampai ke organ dalamnya, tanpa di sadari tubuh Karen bergetar.

SYUUUTT

TAK

Orang-orang yang ada di sana, menatap takjub dan kagum. Saat Aulia melempar balik anak panah tersebut, melalui lubang yang di buat Karen. Dan ujung anak panah, berada tepat di titik tengah target. Karen menatap tak percaya, dengan apa yang baru saja ia lihat.

Aulia kembali mendekati Karen, Karen hanya bisa diam mematung.

"Jangan terlalu bangga, dengan pencapaian mu yang tak seberapa itu. Ingat, di atas neraka ada surga." ucap Aulia, ia berbalik dan mengajak bu Diah untuk melanjutkan langkah mereka.

BRUGH

Tubuh Karen jatuh terduduk, dengan tatapannya pada anak panah yang anteng di target panahan. Berada di nilai sempurna, yaitu 10. Itu tanpa menggunakan busur, bagaimana bila menggunakan busur? Apa akan menembus papan target.

'Dia manusia atau monster? Sebesar apa tenaganya? Tunggu... dia bilang ada surga di atas neraka? Dia mengatai ku neraka? SIALAN!!! Tunggu saja, aku akan membalas mu.' ucap Karen dalam hati

Ia segera bangun dari duduknya, menatap marah pada punggung Aulia. Lalu berbalik, ia terkejut karena banyak yang melihat. Bisik-bisik mengejeknya terdengar samar, membuatnya semakin marah

"MINGGIR" bentak Karen, ia pun pergi dari tempat keributan

'Dia pasti malu banget itu, hihi.'

'Bagus sih, ada yang bisa lawan si sombong itu.'

'Semakin hari, semakin semena-mena. Apalagi sama anak-anak, yang masuk karena beasiswa.'

'Mentang-mentang ibunya ketua komite dan ayahnya petinggi di sekolah ini, ia semakin tak tau aturan.'

'Yang bermasalah itu orang tuanya, mereka membiarkan anak nya berlaku semena-mena. Bahkan menutupi kasus-kasus, yang menyeret nama putrinya.'

'BENCI BANGET GUE'

.

.

"Ibu kenapa kelihatan cemas?" tanya Aulia, seraya mengeluarkan kotak akupunktur miliknya dari tas.

"Ibu cemas kamu di keluarkan Aulia, Karen anak yang keras kepala dan juga semaunya sendiri. Dia pasti akan melaporkan kejadian ini pada kedua orang tuanya, ibu khawatir kamu jadi sasaran selanjutnya. Kalo ibu di keluarkan tak masalah, tapi kamu...

"Ibu ga usah cemas, hal itu ga akan terjadi. Aulia atau ibu, kita akan tetap berada di sekolah ini. Kita lihat, siapa yang akan di keluarkan nanti." potong Aulia

"Kita mulai akupunktur nya bu, ibu bisa berbaring. Dan... maaf, buka kancing baju ibu." pinta Aulia, ia pun menutup gorden. Agar tak ada yang melihat, saat baju bu Diah terbuka. Bu Diah menurut, tanpa banyak bertanya. Jarum Aulia, tentu sudah di sterilkan sebelumnya.

Aulia memulai akupunktur, jarum pertama ia tusuk di bagian pergelangan tangan, sekitar tiga jari di bawah telapak tangan. Tepat, di antara dua tendon. Titik ini sangat terkenal untuk meredakan mual, muntah, dan mabuk perjalanan.

Jarum kedua, Aulia tempat kan di titik Zusanli atau sering di sebut titik panjang umur. Titik ini terletak sekitar empat jari di bawah tempurung lutut, di sisi luar tulang kering.

Jarum ketiga, Aulia tempat kan di titik Zhongwan. Berada di garis tengah tubuh, tepatnya di pertengahan antara ulu hati dan pusar.

Jarum ke empat, yaitu titik Shanzhong. Titik ini berlokasi di tengah dada, sejajar dengan p*ting susu, titik Shanzhong sering dikaitkan dengan masalah pernapasan dan emosional. Namun, titik ini juga sangat penting untuk meredakan gejala [GERD], terutama sensasi terbakar dan sesak di dada (heartburn). Stimulasi pada titik ini membantu merelaksasi otot esofagus dan mengurangi tekanan di area dada.

Jarum terakhir, Titik Gongsun. Titik ini dapat ditemukan di sisi dalam telapak kaki, pada lekukan tepat sebelum sendi jempol kaki. Titik ini terhubung dengan jalur limpa yang bekerja sama dengan lambung untuk proses pencernaan.

"Apa sakit bu?" tanya Aulia, bu Diah menggelengkan kepalanya.

Saat di tusuk memang terasa sakit, tapi lambat laun ia merasa nyaman.

"Kita tunggu beberapa saat, nanti Aulia akan cabut kembali." ucap Aulia lagi, bu Diah tersenyum dan mengangguk.

Setelah beberapa menit, Aulia mencabut jarum satu per satu. Bu Diah menghirup udara, sangat dalam. Ia merasakan sangat nyaman, bahkan mual dan nyeri yang tadi ia rasakan. Sudah hilang, tak terasa sama sekali.

"Aulia, kamu sangat hebat. Tubuh ibu sudah merasa jauh lebih baik, rasa nyeri dan mual sudah hilang." ucap bu Diah, seraya merapihkan kembali bajunya.

"Syukurlah bu" jawab Aulia, seraya membereskan jarum miliknya. Ia memasukkan kembali kotak jarum, ke dalam tas.

"Kalo gitu, Aulia ke koperasi ya bu. Mau ambil seragam, ibu ga papa kan Aulia tinggal?" tanya Aulia, seraya pamit mengambil seragam

"Ya, tidak apa-apa. Pergilah, ingat jauhi Karen." Aulia tersenyum, ia merogoh sesuatu dari tas nya.

"Ini obat racikan Aulia, ibu bisa meminumnya satu hari satu butir. Selama 7 hari, semoga infeksi di lambung ibu lekas membaik." ucap Aulia, seraya memberikan sebuah botol keramik kecil.

"AULIAAA... SAYANG BANGET IBU SAMA KAMU, terima kasih ya." Aulia tertawa kecil dan mengangguk

"Aulia pamit ya bu, Aulia juga mau langsung pulang." bu Diah mengangguk dan membiarkan Aulia pergi

...****************...

Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....

1
Tini Uje
aaaaa..lagi thor 😄
Ayuk Witanto
bener Dhira udah enek...gak respek ma mereka
mama_im
😭😭😭😭😭 kok aq ikut nyesek ya 🥹🥹🥹
Ayuk Witanto
emang...kalau gak bodoh apa iya anak sendiri di trlantarin
Ayuk Witanto
ya ampun dan....jadi gak seru ini ngerekamnya🤣
Ayuk Witanto
ikutan jijik
Ayuk Witanto
panas....
E F
tq thor🙏😍
lanjuttttt yg bykkkk🤭😄💪
Ayuk Witanto
ya ampun🤣🤣
Ela Jutek
huh kasus Dhira selesai, mayan berat juga ya Aul tapi semua selesai dengan lancar
Ela Jutek: mayan puas lah mak
total 2 replies
_bunda@dlan_
😀😀😀😀 tdk prnh puas sy stiap bca novel ini
kaylla salsabella
mpus deh lo🤣🤣🤣
kaylla salsabella
kyaaaaaa... siapa kalian.... 🤣🤣🤣
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 ayo liat aku juga penasaran🤣🤣🤣
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣
Noey Aprilia
Ayo hajar smp bbak belur...abs tu arak kliling jln ,trs lmpar pke telur busuk dn smpah yg bau.....😡😡😡
Yeyet Suryadi
sabarrr sabar nunggu bsk lagi
Sri Musdalefi
mampus kau..dajjal
nenk
semoga sehat selalu ya
ule_keke (IG: ule_keke26): Aamiin 💓
total 1 replies
Lenny Setiamuni
belegug si emeli mah, percaya KA si panu kurap kadaw kutu air..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!