NovelToon NovelToon
Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Apotheosis Of The Solitary Hunter: Highschool Of The Dead

Status: tamat
Genre:Evolusi dan Mutasi / Reinkarnasi / Action / Zombie / Hari Kiamat / Antagonis / Tamat
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: mamang to get her....

"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."

Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.

Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 Pembantaian di Tepi Pantai

Kabut biru pekat yang beraroma garam dan racun membungkus persimpangan jalan pantai. Tiga ekor Kepiting Bakau Mutan berukuran sebesar mobil sedan menggerakkan kaki-kaki runcingnya di atas aspal yang meleleh, menghasilkan suara gemertak kaku yang mengerikan: TAK-TAK-TAK-TAK!

Di samping mereka, dua belut Moray darat berukuran lima meter merayap licin, merentangkan rahang melingkar penuh taring yang meneteskan cairan asam hijau menyala.

SZZZZT!

Seekor Belut Moray melesat maju bagaikan cambuk! Kepala silindrisnya menerjang lurus ke arah leher Thomas dengan kecepatan luar biasa, membuka rahangnya lebar-lebar untuk menyemburkan lendir asam korosif.

Thomas tidak bergeming. Penglihatan taktis hasil Evolusi Tier 2 membuatnya mampu membaca lintasan serangan tersebut dengan sangat jernih.

Ia menggeser kaki kanannya setengah langkah ke belakang, membiarkan kepala belut itu meluncur beberapa sentimeter di samping pipinya. Tanpa membuang waktu, Thomas mengayunkan machete hitam di tangan kanannya melintang ke atas.

CRAAAK!

Bilah baja tebal berlapisan karbon itu memotong leher belut Moray hingga terputus dua! Darah kental berwarna hijau pekat menyembur, menghantam dinding kendaraan taktis Thomas dan meninggalkan bekas lelehan asam tipis pada plat armor besi. Belut yang telah terputus itu kejang-kejang hebat sebelum akhirnya mati kaku di aspal.

CLANG!

Belum sempat darah belut itu mengering di bilah parangnya, capit raksasa dari Kepiting Bakau Mutan menyergap dari sisi kiri, mencoba memotong pinggang Thomas menjadi dua bagian!

Thomas melompat tegak lurus setinggi dua meter—sebuah lompatan luar biasa yang melampaui batas atletik manusia normal. Capit baja kepiting itu menghantam angin hampa dengan dentuman besi yang memekakkan telinga: BANG!

Di udara, Thomas memutar tubuhnya 180 derajat. Saat tubuhnya menukik turun, ia menghantamkan kedua ujung machete ganda milik secara bersamaan tepat di celah persendian tempurung kepala kepiting monster itu!

CRUNCH-CRAAAK!

Kekuatan tekanan beban tubuh dan dorongan otot Tier 2 milik Thomas memaksa dua bilah parang hitam itu menembus cangkang tebal sang kepiting. Cairan tubuh berwarna kuning kehijauan membuncah hebat. Kepiting raksasa itu menggelepar pendek, lalu runtuh tak bernyawa, merobohkan tiang penunjuk jalan di dekatnya.

Dua kepiting mutan dan satu belut Moray tersisa bergerak mundur dua langkah. Meskipun tak memiliki pikiran manusia, insting predator mereka merasakan bahaya mematikan dari sosok pria berzirah hitam di depan mereka.

"Makhluk melata tanpa akal," gumam Thomas dingin dari balik masker taktisnya.

Ia menarik speargun pneumatik dari paha kirinya dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya tetap menggenggam machete.

PFTT!

Anak panah baja bertekanan tinggi melesat cepat menembus mata belut Moray kedua, menancap hingga menembus otaknya. Belut itu serta-merta tumbang. Thomas kemudian menerjang dua kepiting tersisa, mengayunkan parang ganda dengan kombinasi tebasan mematikan yang meremukkan persendian dan menembus cangkang terkeras mereka dalam waktu kurang dari satu menit.

THUD! THUD!

Suasana di persimpangan jalan pantai mendadak kembali hening. Thomas berdiri di tengah tumpukan bangkai monster laut bermutasi, membiarkan tetesan lendir beracun mengalir turun dari ujung parang hitamnya tanpa menyentuh kulitnya berkat baju zirah Neoprene-Kevlar.

Ia berlutut di samping bangkai Kepiting Bakau Mutan terbesar. Menggunakan ujung pisau komandonya, ia membelah pusat syaraf di balik tempurung kepiting tersebut.

Di sana, terbenam sebuah Kristal Zombie Tier 2 Khusus berbentuk agak lonjong dengan pendaran warna kebiruan yang unik. Cahaya biru itu tidak hanya memancar, tetapi juga menghasilkan getaran frekuensi rendah yang membuat telapak tangan Thomas terasa agak kebas saat menjepitnya dengan tang.

"Kristal atribut elemen laut..." bisik Thomas dengan mata berbinar.

Ia memasukkan kristal biru itu ke dalam kotak pengaman berisolasi khusus di rompinya. Ini baru monster mutan tingkat luar yang berkeliaran di jalanan.

Thomas menengadah, menatap melalui kabut tebal ke arah bangunan kubah raksasa di tepi pantai yang megah namun mencekam: Akuarium Raksasa & Kebun Binatang Laut Fujimi.

Di dalam kubah kaca raksasa itu, tersimpan monster-monster laut predator kelas berat yang pastinya menyimpan kristal Tier tinggi dengan kemampuan eksklusif yang jauh lebih gila.

Thomas menyarungkan kembali parang gandanya, memeriksa amunisi speargun, lalu melangkah maju menembus kabut laut menuju pintu masuk utama akuarium raksasa tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!