NovelToon NovelToon
Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Teknisi Rendahan Sebenarnya Dewa Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Pria yang selama ini mereka remehkan adalah Dewa Perang yang mampu menghancurkan kerajaan dalam semalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Wush!

​Angin seolah berhenti berhembus di lobi utama Grup Rajawali pagi itu.

​Pernyataan Clarissa baru saja menjatuhkan bom atom imajiner yang menghancurkan akal sehat semua orang di sana.

​Siska menatap Clarissa dan Devan secara bergantian dengan mulut yang masih terbuka lebar.

​"Ini pasti bercanda, kan?" batin Siska dengan dada yang bergemuruh aneh.

​Dia baru saja membuang pria miskin itu beberapa menit yang lalu karena malu.

​Tapi sekarang, wanita paling berkuasa dan tercantik di kota ini malah melamar mantan pacarnya yang hanya seorang pesuruh rendahan?

​Riko memaksakan sebuah tawa canggung yang terdengar sangat sumbang memecah keheningan.

​"Ahahaha, Bu Clarissa pasti sedang bercanda untuk mencairkan suasana pagi ini, benar kan?" ucap Riko dengan keringat dingin yang mengucur deras di pelipisnya.

​Clarissa menoleh perlahan ke arah Riko dengan tatapan yang bisa membekukan darah.

​"Apa aku terlihat seperti sedang melucu di matamu?" desis Clarissa sangat tajam.

​Riko langsung menutup mulutnya rapat-rapat dan menunduk ketakutan hingga dagunya menyentuh dada.

​Tidak ada yang berani bersuara lagi setelah melihat kemarahan tertahan dari sang CEO bertangan besi itu.

​Devan mengusap tengkuknya perlahan merasa situasinya menjadi terlalu merepotkan untuknya.

​Dia datang ke kota ini untuk bersembunyi dari para pembunuh bayaran internasional dan hidup dengan tenang.

​Menikahi seorang CEO terkenal yang selalu dikejar kamera wartawan jelas akan menempatkannya tepat di bawah sorotan lampu yang terang benderang.

​"Maaf, Bu Clarissa, tapi saya harus menolak tawaran Anda." ucap Devan dengan nada datar yang terkesan sangat santai.

​Grep!

​Siska tanpa sadar meremas ujung lengan jas Riko dengan sangat kuat.

​Pria bodoh itu baru saja menolak wanita paling sempurna di kota ini dengan wajah tanpa dosa?

​Bahkan para pria dari keluarga konglomerat rela mengantre berhari-hari dan saling membunuh hanya untuk mendapat kesempatan makan malam bersama Clarissa.

​Clarissa sedikit menyempitkan matanya mendengar penolakan langsung dari mulut Devan.

​Seumur hidupnya yang dipenuhi kemewahan, belum pernah ada satu orang pria pun yang berani menolak permintaannya secara langsung di depan umum seperti ini.

​"Aku tidak sedang meminta persetujuanmu, Devan." ucap Clarissa melangkah maju memangkas jarak di antara mereka berdua.

​Wangi parfum mewah bercampur aroma mawar yang dingin langsung menyerbak masuk ke dalam indra penciuman Devan.

​"Ikut aku ke ruanganku sekarang, atau aku akan membuat hidupmu dan semua orang yang kamu kenal di kota ini hancur berantakan." bisik Clarissa pelan namun dipenuhi ancaman yang mematikan.

​Devan menghela napas panjang dalam hati mendengar ancaman tersebut.

​Ancaman semacam ini sebenarnya sama sekali tidak mempan untuk diucapkan kepada seorang mantan Dewa Perang sepertinya.

​Namun dia tiba-tiba teringat misi dari sistem barusan yang mengharuskannya untuk berhenti menjadi pecundang di mata orang lain.

​Mungkin bermain-main sedikit dengan CEO yang berlagak dingin ini bisa membantunya menyelesaikan misi pertama itu tanpa perlu bersusah payah.

​"Baiklah, kalau itu memang mau Anda, bos." jawab Devan sambil mengangkat bahunya pertanda menyerah.

​Clarissa berbalik tanpa membuang waktu dan melangkah anggun menuju lift khusus eksekutif.

​Devan berjalan mengekor santai di belakangnya sambil menenteng ember pel yang isinya sudah tumpah ke mana-mana tadi.

​Langkah kaki Devan tiba-tiba berhenti tepat saat dia berjalan melewati Siska dan Riko yang masih mematung di tempat mereka.

​"Siska, ingat satu hal, mulai hari ini kita benar-benar tidak ada hubungan apa-apa lagi." ucap Devan tanpa menoleh sedikit pun ke arah wanita itu.

​"Dan Riko, aku sarankan kamu beli sepatu baru besok karena sepatu mahalku itu kelihatannya membawa sial bagimu." tambah Devan menatap tajam ke arah kaki Riko.

​Setelah mengatakan kalimat perpisahan yang menohok itu, Devan kembali melangkah menyusul Clarissa masuk ke dalam lift khusus yang perlahan tertutup rapat.

​Siska menggigit bibir bawahnya kuat-kuat hingga hampir berdarah.

​Perasaan cemburu dan gengsi yang luar biasa besar tiba-tiba meledak dan membakar di dalam dadanya.

​"Kenapa CEO itu memilih Devan? Apa bagusnya si miskin itu dibandingkan Riko yang punya jabatan manajer?" batin Siska merasa harga dirinya sedang diinjak-injak tanpa ampun.

​Sementara itu, di dalam lift eksekutif yang meluncur cepat ke lantai atas, suasana di dalam kotak besi itu terasa sangat canggung.

​Devan berdiri bersandar nyaman di dinding lift sambil sesekali melirik sosok Clarissa dari sudut matanya.

​Wanita itu berdiri tegak menghadap pintu lift dengan wajah dinginnya yang sama sekali tidak bisa ditebak jalan pikirannya.

​Ting!

​Pintu lift terbuka di lantai paling atas gedung yang merupakan area terlarang karena itu adalah ruang pribadi milik sang CEO.

​Clarissa berjalan keluar melintasi lorong yang lantainya dilapisi karpet mewah dan membuka pintu ganda besar yang menuju ruang kerjanya.

​Ruangan itu sangat luas dan megah, didominasi warna monokrom elegan dengan dinding kaca raksasa yang menampilkan pemandangan seluruh gedung pencakar langit kota dari atas.

​"Tutup pintunya dan kunci dari dalam." perintah Clarissa tanpa repot-repot menoleh ke belakang.

​Devan menurut saja dan memutar kunci pintu sebelum berjalan santai mendekati meja kerja Clarissa yang berukuran sangat besar.

​Brak!

​Clarissa tiba-tiba melemparkan sebuah tumpukan map yang cukup tebal ke atas mejanya dengan sedikit kasar.

​"Duduk di sana." perintah Clarissa menunjuk sebuah kursi tamu berbahan kulit mahal di depan mejanya.

​Devan menjatuhkan dirinya di kursi itu dan menyandarkan punggungnya senyaman mungkin seolah dia sedang nongkrong di warung kopi langganannya.

​"Jadi, bisa Anda jelaskan sekarang kenapa wanita sesempurna Anda mendadak ingin menikahi pesuruh bodoh seperti saya?" tanya Devan menembak langsung ke intinya.

​Clarissa duduk di kursi kebesarannya dan memijat pelipisnya perlahan dengan jari lentiknya.

​Wajah dinginnya kini perlahan memudar dan terlihat sedikit kelelahan seolah dia sedang menanggung beban dunia di pundaknya.

​"Keluargaku sudah menyusun rencana untuk menjodohkanku dengan putra tertua dari Keluarga Sanjaya besok malam." ucap Clarissa memulai penjelasan panjangnya.

​"Keluarga Sanjaya adalah mafia bisnis paling kotor dan licik di negara ini, dan aku lebih baik mati daripada harus menyerahkan perusahaanku ke tangan busuk mereka." lanjut wanita itu dengan tatapan penuh dengan kebencian mendalam.

​Devan mengangguk-angguk paham mendengarkan cerita yang terdengar seperti drama klise perebutan harta keluarga konglomerat itu.

​"Lalu apa hubungannya masalah itu dengan saya? Anda kan bisa menyewa aktor tampan di luar sana untuk menjadi suami bohongan Anda." tanya Devan karena masih penasaran.

​Clarissa mendengus pelan dan meremehkan mendengar pertanyaan bodoh Devan.

​"Keluarga Sanjaya punya mata dan telinga yang tersebar di mana-mana, mereka akan tahu dalam hitungan jam kalau aku hanya menyewa aktor bayaran." jawab Clarissa merapikan beberapa lembar berkas di mejanya.

​"Aku butuh seseorang yang benar-benar tidak terduga, seseorang yang memiliki latar belakang sangat bersih dan tidak punya koneksi apa pun dengan dunia bisnis kotor ini." jelas Clarissa menatap lurus ke sepasang mata hitam Devan.

​"Dan yang paling penting dari semua itu, aku butuh seseorang yang cukup bodoh dan penurut agar mudah aku kendalikan setelah kita resmi menikah nanti." tambah Clarissa tanpa ragu sedikit pun melontarkan hinaan itu.

​Devan tertawa kecil mendengar kejujuran yang sangat menyakitkan dari bibir wanita cantik di depannya.

​Ternyata bosnya ini memilihnya semata-mata justru karena dia dianggap terlalu bodoh dan sangat mudah untuk disetir sesuka hati.

​"Ini adalah draf surat perjanjian pernikahan kontrak kita berdua." ucap Clarissa sambil mendorong map tebal di atas meja itu ke arah Devan.

​"Kamu hanya perlu tutup mulut dan berpura-pura menjadi suamiku di depan keluargaku dan Keluarga Sanjaya selama satu tahun penuh." jelas Clarissa membeberkan syarat utamanya.

​"Setelah waktu satu tahun berakhir, kita berdua akan resmi bercerai dan aku akan memberimu uang pesangon sebesar sepuluh miliar rupiah murni." ucap Clarissa menyebutkan angka yang sangat fantastis untuk memancing targetnya.

​Devan menatap map perjanjian di depannya tanpa ada minat sama sekali untuk menyentuhnya.

​Sepuluh miliar mungkin jumlah kekayaan yang gila untuk orang biasa, tapi bagi Dewa Perang yang pernah memonopoli ekonomi negara kecil, uang sebanyak itu hanyalah recehan sisa jajan.

​"Lalu bagaimana kalau ternyata saya menolak tawaran Anda ini?" pancing Devan sekadar ingin melihat reaksi wanita yang terlalu angkuh ini.

​Brak!

​Clarissa menggebrak meja kayunya dengan cukup keras hingga cangkir kopi di sampingnya sedikit terguncang.

​"Kamu pikir kamu benar-benar punya pilihan di sini, Devan?" desis Clarissa dengan mata indahnya yang kini menyorotkan ancaman tajam.

​"Mantan pacarmu baru saja membuangmu seperti sampah karena kamu miskin, ibunya butuh puluhan juta untuk biaya operasi, dan kamu adalah target perundungan favorit di kantor ini." ucap Clarissa membeberkan semua fakta menyedihkan yang dia baca dari laporan personalia.

​"Tanda tangani ini dan menikahlah denganku, maka kamu akan langsung mendapatkan uang, tempat tinggal mewah, serta perlindungan mutlak di bawah namaku." tawar Clarissa yang kini terdengar setengah memaksa.

1
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
🥰🥰🥰
Mamat Stone
🤩🤩🤩
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Skull//Skull//Skull/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
👻👻👻
Mamat Stone
👊👊👊
Mamat Stone
/Skull//Skull//Skull/
Mamat Stone
/Bomb//Bomb//Skull/
Mamat Stone
👊👊/Skull/
Mamat Stone
🔪🔪/Skull/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
👊👊👊
Mamat Stone
🔪🔪🔪
Mamat Stone
👻👻👻
Mamat Stone
😈😈😈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!