NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Adrian tak mendesak, ia hanya menanti jawaban itu dengan sabar. Akhirnya Aruna mengangkat wajahnya dan menatap mata pria itu dengan tegas.

"Ya," jawabnya lirih namun jelas. "Masa depan memang akan berubah."

***

Pesta musim semi pun berakhir. Kereta keluarga Ashcroft melaju perlahan meninggalkan istana menuju kediaman mereka. Di dalamnya, Aruna duduk di antara Ibu Suri Helena dan Cedric, namun pikirannya tak kunjung tenang sejak percakapan yang berlangsung sesaat tadi.

Seluruh isi kepalanya seakan tertuju kepada satu orang yaitu Putra Mahkota Adrian Valerian.

[Dia benar-benar bisa mendengar pikiranku...] gumamnya pelan dalam hati sembari menggigit bibir pelan.

[Ini sungguh gawat. Jika ia sampai mengetahui segala hal yang kutahu tentang masa depan, bukankah seluruh jalan cerita yang kuketahui akan berubah sepenuhnya?]

Di seberangnya, Cedric diam-diam memperhatikan perubahan ekspresi yang melintas di wajah Aruna. Pikirannya pun tak jauh berbeda.

Sejak menyadari bahwa Putra Mahkota dapat mendengar isi pikiran Evelyne, hatinya tak henti-henti merasa gelisah. Ia tak mengerti mengapa perasaan itu muncul.

Dulu ia tak pernah peduli kepada siapa pun yang didatangi Evelyne, bahkan menganggap pertunangan mereka hanyalah kewajiban keluarga yang harus dipenuhi. Namun kini... melihat Adrian mendekat kepada Evelyne membuat dadanya terasa sesak dan tak nyaman.

"Evelyne," panggilnya tiba-tiba.

Aruna mendongak terkejut. "Ya?"

"Apakah kau memiliki hubungan yang dekat dengan Putra Mahkota?"

Aruna menggeleng cepat. "Tentu saja tidak! Aku bahkan berniat menjauhinya sejauh mungkin."

Cedric mengangguk pelan. "Baguslah begitu."

Aruna mengerutkan kening bingung. "Bagus?"

Cedric terdiam sejenak. "Aku hanya sekadar bertanya."

"Perilakumu sungguh aneh hari ini," batin Aruna sembari kembali menatap ke luar jendela.

Cedric justru tersenyum tipis mendengar jawabannya. Untuk pertama kalinya ia merasa lega mengetahui Evelyne tak memiliki perasaan kepada Pangeran Adrian.

Namun rasa lega itu seketika membuatnya menyadari satu hal yang tak pernah ia sadari sebelumnya bahwa ia benar-benar peduli kepada wanita yang kini duduk di hadapannya itu.

***

Keesokan harinya, Aruna menghabiskan pagi harinya di perpustakaan keluarga. Ia membuka lembaran demi lembaran buku sejarah kerajaan dan mencatat segala peristiwa besar yang belum terjadi.

Pemberontakan di wilayah Utara, perang dengan Kerajaan Varelia, wabah penyakit yang kelak menyerang ibu kota... satu per satu ia catat dengan teliti. Jika ia mampu mencegah peristiwa-peristiwa itu terjadi, mungkin keluarganya pun akan selamat dari kehancuran.

Saat ia sedang menulis, terdengar suara langkah kaki mendekat. Aruna mendongak dan mendapati Cedric berdiri di ambang pintu.

"Jadi kau ada di sini," ucapnya pelan.

"Ada apa?" tanya Aruna heran.

Cedric melangkah mendekat lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku pakaiannya. "Aku ingin memberikan sesuatu kepadamu."

Aruna membuka kotak itu perlahan. Di dalamnya terbaring sebuah liontin perak yang dibentuk menyerupai bunga yang sedang mekar indah.

"Ini... untukku?"

"Anggap saja hadiah dariku," jawab Cedric tenang.

Aruna menatap benda itu bingung. [Bukankah dalam cerita aslinya, Cedric tak pernah sekalipun memberikan hadiah kepada Evelyne?]

"Jangan terlalu banyak berpikir," ujar Cedric seakan membaca keraguannya.

Aruna mengangkat liontin itu dengan jari-jemarinya. "Terima kasih."

Saat tangan mereka tak sengaja bersentuhan, Aruna merasakan aliran hangat yang menjalar seketika hingga ke jantungnya. Detak jantungnya pun mendadak berpacu lebih cepat. Ia segera menarik tangannya seolah terbakar.

[Jangan sampai aku sendiri yang jatuh cinta kepadamu...]

Cedric mendengar kalimat itu dengan jelas. Senyum di wajahnya perlahan lenyap digantikan tatapan yang terlihat terluka. Jadi... Evelyne justru takut jatuh cinta kepadanya?

"Mengapa kau seakan menghindariku?" tanyanya pelan namun tegas.

Aruna terkejut. "Aku tidak menghindarimu."

"Benarkah?"

"Benar. Aku hanya... takut kau akan menyakitiku kelak."

Cedric terpaku di tempatnya. Dalam cerita yang selama ini diketahui semua orang, Evelyne-lah yang terus mengejarnya. Tak pernah terbayang olehnya bahwa justru Evelyne yang takut terluka karena dirinya.

"Aku tak akan pernah menyakitimu," ucapnya tulus menatap mata wanita itu.

Aruna menggeleng pelan. "Tak ada yang bisa menjamin hal itu."

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!