NovelToon NovelToon
Dewa Abadi Season 2

Dewa Abadi Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Iblis / Romansa / Fantasi Timur
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Kemenangan gemilang dan gunungan harta yang dibawa pulang oleh Zeng Niu dan "Kelompok Perampok Tersenyum" ke Sekte Angin Merah harus dibayar dengan harga yang menentang surga. Kematian tragis Pangeran Pertama, Di Tian, di Lautan Bintang telah menghancurkan kedamaian Alam Abadi.

Kaisar Langit Di Shitian, penguasa Benua Tengah, terbangun dari meditasinya dengan amarah kosmik. Mesin perang terbesar dan paling menakutkan di Alam Abadi pasukan dewa dari Istana Pusat kini digerakkan dengan satu tujuan pasti: meratakan Sekte Angin Merah dan menghapus seluruh Benua Utara dari peta keberadaan.

Saat kebahagiaan sekte berubah menjadi kengerian massal, Zeng Niu tidak memiliki pilihan selain bersiap menghadapi badai kehancuran yang ia tarik sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Jaring Laba-Laba Tuan Bai

Mayat Tetua Han Ku dari Lembah Iblis Es telah lama tertelan oleh badai salju Benua Utara, menjadi makanan bagi binatang buas yang kelaparan. Di dunia kultivasi, keangkuhan tanpa kekuatan yang sepadan adalah cara paling cepat untuk mengubah diri menjadi pupuk jalanan.

Zeng Niu melangkah kembali ke dalam batas formasi sekte, rona wajahnya masih sedikit pucat akibat mengorbankan sebagian Jiwanya untuk memotong Benang Karma Kaisar Naga. Namun, matanya setajam pedang yang baru diasah.

Di dalam gua es, Zhao Ying menyambutnya. Ia melihat sisa Niat Ketiadaan yang masih beriak di sekitar jubah Zeng Niu.

"Satu lalat mati," tebak Zhao Ying datar, menuangkan secangkir teh spiritual hangat untuk pria itu.

"Hanya tetua bodoh dari aliansi lokal," Zeng Niu menerima cangkir itu, mengusap permukaannya untuk merasakan kehangatannya. "Tapi kematiannya akan memancing kawanan lalat yang lebih besar. Formasi Waktu Roda Samsara membutuhkan waktu satu tahun dunia luar untuk selesai. Selama itu, Sekte Angin Merah buta dan tuli. Aku harus pergi keluar untuk menjadi mata dan telinga."

Zeng Niu tidak pernah percaya pada keberuntungan, dan ia tidak pernah duduk diam menunggu musuh mengepungnya. Bertahan di dalam cangkang adalah cara mati yang paling bodoh.

"Kau baru saja terluka," alis Zhao Ying sedikit berkerut.

"Luka ini adalah harga untuk menyembunyikan diri dari Kaisar Naga. Untuk urusan lalat-lalat di Benua Utara dan anjing pelacak dari Benua Tengah, aku masih punya cukup tenaga untuk mematahkan leher mereka," Zeng Niu menyeringai tipis. "Ying'er, tetaplah di sini dan pulihkan fondasimu. Aku akan mengunjungi pasar gelap."

Tiga Hari Kemudian — Kota Salju Darah

Terletak di dasar sebuah kawah meteorit raksasa di perbatasan barat Benua Utara, Kota Salju Darah adalah zona netral terbesar sekaligus pasar gelap paling kejam di wilayah ini. Di sini, tidak ada hukum sekte yang berlaku. Utusan keluarga kerajaan, buronan, pembunuh bayaran, hingga kultivator iblis dari klan-klan tersembunyi berbaur mencari keuntungan.

Zeng Niu berjalan menyusuri jalanan kota yang dilapisi es hitam. Ia tidak lagi mengenakan jubah hitam kebesarannya. Ia memakai jubah abu-abu kusam, wajahnya disamarkan menggunakan topeng kulit manusia tingkat bumi, dan fluktuasi Tulang Emas Asura-nya ditekan hingga ke titik ketiadaan.

Di mata kultivator lain, pemuda bertopeng ini hanyalah seorang pengembara fana di ranah Nascent Soul Tahap Akhir. Ranah yang cukup tinggi untuk tidak diganggu oleh kultivator jalanan, namun cukup rendah untuk diabaikan oleh para monster tua. Menyembunyikan kekuatan adalah Teknik bertahan hidup yang paling dasar.

Tujuan Zeng Niu bukanlah kios-kios pil atau pelelangan budak di jalan utama. Ia berbelok ke sebuah gang sempit yang gelap, menuju sebuah bangunan berbentuk pagoda terbalik yang menancap ke dalam bumi.

Ini adalah Menara Laba-Laba Es, pusat jaringan informasi bawah tanah terbesar di Benua Utara.

Begitu Zeng Niu melangkah masuk ke lobi yang temaram, aroma dupa penenang jiwa langsung menyambutnya. Di balik sebuah meja kayu gaharu, duduk seorang pria paruh baya berpakaian rapi dengan senyum hangat yang tak pernah luntur. Ia dikenal sebagai Tuan Bai, salah satu makelar informasi terkemuka di menara ini.

"Selamat datang, Pengembara. Angin Utara sangat dingin, namun informasi di Menara Laba-Laba selalu hangat," sapa Tuan Bai ramah, matanya yang sipit memindai Zeng Niu dengan cepat. "Apa yang bisa hamba bantu? Peta reruntuhan? Daftar buronan? Atau... pergerakan armada Keluarga Ye dari Benua Tengah?"

Mendengar nama 'Keluarga Ye' disebut begitu cepat, langkah Zeng Niu terhenti.

Permukaan wajahnya yang tertopeng tidak menunjukkan ekspresi apa pun, namun di dalam Lautan Kesadarannya, insting Sang Algojo mulai membedah situasi dengan dingin.

"Menawarkan informasi spesifik tentang Keluarga Ye kepada pengembara acak? Tidak, dia sengaja memancing reaksiku. Dia ingin tahu apakah aku memiliki hubungan dengan insiden Puncak Pedang."  "Senyumnya terlalu rapi, tapi jari telunjuk kirinya sedikit menekan meja. Dia waspada. Dia takut aku adalah ahli yang menyembunyikan kultivasi. Dia tidak yakin."  Zeng Niu memadatkan seutas tipis Niat Ketiadaan ke matanya, menembus ilusi di ruangan tersebut. "Dupa penenang jiwa ini menyembunyikan racun Pengunci Meridian tak berwarna. Dan di balik dinding di belakangnya, ada tiga fluktuasi napas tertahan di ranah Soul Transformation Awal. Ini bukan meja informasi, ini adalah pos pemeriksaan." Hanya dalam seperseribu detik, Zeng Niu telah membongkar seluruh jebakan di ruangan itu. Keluarga Ye dari Benua Tengah rupanya telah menebar jaring besar, menyuap faksi-faksi bawah tanah di seluruh Utara untuk menyaring siapa pun yang mencari atau bereaksi terhadap informasi mereka!

Zeng Niu tersenyum di balik topengnya. Ia melangkah maju, berpura-pura sedikit terkejut, namun dengan cepat menutupi keterkejutannya layaknya pengembara amatir.

"Keluarga Ye? Bukankah itu klan bangsawan dari Tengah?" Zeng Niu merendahkan suaranya, memainkan peran. "Aku tidak peduli dengan orang-orang kaya itu. Aku datang untuk mencari informasi tentang... pergerakan Aliansi Lembah Iblis Es."

Mata Tuan Bai berkilat samar. "Lembah Iblis Es? Ah, sekte lokal kita. Kebetulan sekali. Kami memiliki informasi bahwa Lembah Es sedang mengumpulkan tetua mereka. Kabarnya, salah satu plakat kehidupan tetua tinggi mereka baru saja pecah di perbatasan timur. Informasi detailnya... sepuluh ribu batu roh tingkat menengah."

Zeng Niu tidak menawar. Ia melempar sebuah kantong penyimpanan ke atas meja.

Tuan Bai menerimanya dengan senyum semakin lebar. "Tuan sungguh murah hati. Silakan duduk, minum teh ini sambil saya mengambilkan Giok Informasinya untuk Anda."

Secangkir teh hijau yang mengepul didorong ke hadapan Zeng Niu.

Tuan Bai menatap Zeng Niu penuh harap. Teh itu adalah rencana cadangan. Jika target meminumnya, Cacing Pelacak Jiwa tak kasatmata akan masuk ke dalam tubuh target, memungkinkan Keluarga Ye melacaknya ke mana pun ia pergi.

Zeng Niu mengangkat cangkir itu. Ia meniup uapnya pelan.

"Tuan Bai," ucap Zeng Niu santai, cangkir teh masih melayang di depan bibirnya. "Di dunia fana, laba-laba membuat jaring untuk menangkap serangga. Tapi kadang-kadang, laba-laba terlalu bodoh. Mereka tidak sadar bahwa yang terbang menabrak jaring mereka bukanlah lalat... melainkan burung gagak pemakan daging."

Senyum di wajah Tuan Bai seketika kaku. "Tuan... apa maksud Anda?"

Zeng Niu tidak meminum teh itu. Sebagai gantinya, ia memiringkan cangkir tersebut, menuangkan teh hijau beracun itu langsung ke atas meja kayu gaharu.

CSSSSSH!

Bukan kayu mejanya yang meleleh, melainkan meja itu tiba-tiba retak, dan sebuah susunan formasi ilusi yang disembunyikan di dalam meja hancur berantakan!

"Bunuh dia! Dia tahu!" Tuan Bai berteriak, mundur dengan cepat membuang senyum palsunya.

Tiga dinding di sekeliling ruangan meledak! Tiga pembunuh tingkat Soul Transformation Awal, yang mengenakan topeng hantu, menerjang keluar dengan pedang terhunus, langsung mengarah ke titik vital Zeng Niu.

Zeng Niu tidak mencabut pedangnya. Ia selalu memiliki rencana cadangan, dan ia sama sekali tidak panik.

Zeng Niu hanya duduk diam di kursinya. Ketika ujung ketiga pedang itu hanya berjarak satu inci dari matanya, ia menjentikkan jarinya pelan.

(Dao Ketiadaan)

ZRAAAAT!

Seketika, ketiga pembunuh tingkat Soul Transformation itu membeku di udara! Bukan karena es, melainkan hukum alam semesta di dalam ruangan itu kehilangan konsep 'gerakan'. Pedang mereka kehilangan daya dorong, dan tubuh mereka jatuh ke lantai seperti patung kayu yang kehilangan gravitasi.

Bruk. Bruk. Bruk.

Ketiga pembunuh elit itu jatuh menumpuk di depan kaki Zeng Niu, terbelalak kengerian karena mereka tidak bisa menggerakkan satu jari pun, seolah-olah tubuh mereka sendiri menolak untuk mematuhi pikiran mereka!

Tuan Bai, yang baru saja hendak kabur melalui pintu rahasia, lututnya langsung lemas. Ia jatuh terduduk, mengompol di celananya. Menekan tiga Soul Transformation tanpa gelombang Qi sama sekali?! Monster dari ranah Ascendant mana ini?!

Zeng Niu berdiri perlahan. Ia berjalan mendekati Tuan Bai yang gemetar hebat.

Membunuh makelar ini hanya akan membuat jaring intelijen terputus. Zeng Niu butuh pria ini untuk bekerja baginya.

Zeng Niu menunduk, mencengkeram rahang Tuan Bai.

"Kau bekerja untuk Keluarga Ye, menjual informasi pelangganmu. Itu bisnis, aku mengerti," bisik Zeng Niu, suaranya sangat tenang. Ia meletakkan Giok Informasi ke dalam saku Tuan Bai.

"Aku tidak akan membunuhmu. Tapi mulai hari ini, kau bukan lagi laba-laba milik Keluarga Ye. Kau adalah laba-labaku."

Zeng Niu mengalirkan setitik debu Niat Ketiadaan ke dalam Dantian Tuan Bai. Titik abu-abu itu menempel tepat di atas Nascent Soul pria tersebut, berdetak seperti bom waktu.

"Jika kau melapor pada Keluarga Ye bahwa ada ahli tak dikenal di sini, titik abu-abu itu akan menghapus Dantianmu menjadi kehampaan. Jika kau mencoba mencabutnya dengan bantuan ahli lain, titik itu akan menghapus otakmu," ancam Zeng Niu dengan senyum ramah yang membuat jiwa Tuan Bai melayang.

"B-B-Baik, Tuanku! Hamba mengerti! Hamba anjing Tuanku!" Tuan Bai bersujud berulang kali, dahinya berdarah menghantam lantai. Ketika seseorang telah melewati batas, Zeng Niu tidak memberi kesempatan kedua—ia mengambil alih hidup mereka.

"Bagus," Zeng Niu melepaskan rahang pria itu. "Tugas pertamamu: Kirimkan pesan palsu melalui jaring laba-laba Keluarga Ye. Katakan pada mereka bahwa target yang mereka cari... sedang menuju ke perbatasan Benua Timur, sangat jauh dari sini."

Zeng Niu menepuk debu dari jubahnya dan melangkah keluar dari ruangan yang kini dipenuhi aura kematian sunyi.

Dengan informasi bahwa Lembah Iblis Es sedang mengamuk mencari pembunuh tetuanya, Zeng Niu tahu bahwa perang lokal di Utara tidak bisa dihindari lagi. Namun, dengan mengalihkan perhatian Benua Tengah melalui pion barunya, Sang Algojo telah memastikan bahwa Puncak Pedang hanya perlu menghadapi satu badai pada satu waktu.

Di dunia kultivasi, kekuatan fisik bisa menghancurkan gunung, namun kelicikan dan kehati-hatianlah yang menaklukkan langit.

1
Abidin Ariawan
kalo dari Utara semut ,, lha putra mu apa🤣,, mosok gajah. udah pikun
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
hancurrrrkannnn sudahhhhhhh...
saniscara_Patriawuha
serapppppppp semuaaaaa.....
saniscara_Patriawuha
gassssdddd keunnnnnnn deuiiiiii...
Rhaka Kelana
harusnya sungkem atau cium tangan sama bapak mertua bukan malah ngajak gelut...ajak ngopi bareng...kena sentil kan..🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
lumayannnnm lahhhh...
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!