NovelToon NovelToon
Takdir Sang Pembantai Abadi

Takdir Sang Pembantai Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Action
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Restu Agung Nirwana

Lin Tian lahir dengan seluruh meridian tertutup rapat. Di mata dunia kultivasi, ia tak lebih dari sampah—mustahil menyerap qi, mustahil berdiri sejajar dengan siapa pun. Namun di balik tubuh "cacat" itu, tersimpan sebuah segel kuno yang justru menjadi alasan keluarganya dibantai hingga tak bersisa.

Ketika seorang pengembara tua bernama Mo Cang membuka segel tersebut, Lin Tian akhirnya mengenal qi untuk pertama kali. Sayang, kebahagiaannya hanya bertahan sebentar. Musuh lama sang guru datang, dan Mo Cang tewas di hadapannya.

Kehilangan keluarga. Kehilangan harga diri. Kini kehilangan satu-satunya orang yang menganggapnya anak.

Dari abu tragedi itu, bangkitlah seorang kultivator yang tak kenal ampun. Ia tidak membunuh demi kesenangan—tapi siapa pun yang menghalangi jalannya, tak akan pernah melihat matahari esok hari.

Istana Langit Hitam telah memilih mangsa yang salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restu Agung Nirwana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 - Buku Hitam dan Kota Qilin Hitam

Hutan liar di sisi barat Gunung Awan adalah rimba belantara yang tidak terjamah oleh hukum sekte mana pun. Pohon-pohon raksasa setinggi puluhan meter menghalangi cahaya bulan, menciptakan labirin bayangan yang dipenuhi oleh auman binatang buas dan serangga beracun.

Lin Tian berjalan menembus semak belukar tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Ia menemukan sebuah gua dangkal di balik akar pohon beringin raksasa yang mengering, lalu duduk bersila untuk menstabilkan napasnya.

Pakaian Faksi Ular Berbisa yang ia kenakan sudah hancur lebur, terbakar oleh asam limbah alkimia dan sobek oleh sisa-sisa benturan qi. Kulitnya yang telanjang tampak pucat di bawah cahaya remang-remang, namun tidak ada satu pun luka bakar yang tersisa. Darah jantung naga purba telah meregenerasi jaringan tubuhnya dengan sempurna, meninggalkan lapisan kulit baru yang terasa lebih padat dan dingin seperti porselen hitam.

Lin Tian membuka cincin spasial emas di jari telunjuknya. Kesadarannya menyapu ruang di dalamnya, melewati tumpukan batu roh tingkat tinggi dan botol-botol pil penyembuh yang kini menjadi miliknya. Ia menarik keluar satu set jubah berwarna abu-abu gelap yang terbuat dari sutra laba-laba besi. Jubah ini tidak memiliki lambang sekte apa pun, sangat cocok untuk seorang kultivator bebas yang ingin menyembunyikan identitasnya.

Setelah berganti pakaian dan mengikat rambutnya yang berantakan, Lin Tian kembali memusatkan perhatiannya pada isi cincin tersebut. Di sudut terdalam ruang spasial, tersembunyi di bawah tumpukan peta wilayah Sekte Pedang Perak, ia menemukan sebuah buku besar bersampul kulit hitam dan sebuah slip giok korespondensi kedua.

Lin Tian mengalirkan qi-nya ke dalam slip giok tersebut. Kali ini, bukan suara Zhao Yan yang terdengar, melainkan suara seorang pria tua yang tidak ia kenal, berbicara dengan nada bisnis yang dingin.

"Jin Wuya, setoran darah bulan ini sudah kami terima. Pembayaran berupa batu roh tingkat tinggi telah ditransfer ke rekening rahasia di Perkumpulan Dagang Gerhana, Cabang Kota Qilin Hitam. Gunakan token besi hitammu untuk menarik dana tersebut, dan pastikan 'Kunci Brankas' segera dikirim melalui jalur kafilah bulan depan. Istana Langit Hitam tidak menyukai keterlambatan."

Lin Tian membuka buku bersampul kulit hitam itu. Isinya adalah catatan pembukuan rahasia. Setiap halaman mencatat aliran dana haram, hasil penjualan artefak curian, dan upeti darah yang dicuci melalui sebuah faksi pedagang bernama Perkumpulan Dagang Gerhana.

"Kota Qilin Hitam..." gumam Lin Tian, matanya menyipit menatap peta kekaisaran yang juga ada di dalam cincin.

Kota Qilin Hitam adalah kota tanpa hukum di perbatasan utara Kekaisaran, tempat di mana pembunuh bayaran, pedagang gelap, dan kultivator sesat berkumpul. Di sana, kekuatan adalah satu-satunya mata uang yang berlaku. Jika Istana Langit Hitam menggunakan Perkumpulan Dagang Gerhana sebagai kedok untuk mencuci uang dan menyimpan artefak, maka tempat itulah pintu gerbang menuju markas utama Zhao Yan.

Lin Tian menutup buku itu dan menyimpannya kembali. Ia butuh kuda, atau setidaknya kendaraan spiritual, untuk menempuh perjalanan ratusan mil menuju perbatasan utara. Berjalan kaki akan memakan waktu berminggu-minggu, dan ia tidak ingin memberi Zhao Yan waktu untuk mencium bau ketidakberesan.

Saat fajar mulai menyingsing, memecah kabut pagi di hutan, indra spiritual Lin Tian menangkap getaran langkah kaki yang berat dan suara roda kereta yang berderit dari arah selatan.

Ia melesat ke atas dahan pohon tertinggi, mengamati jalan setapak di bawahnya. Sebuah kafilah kecil yang terdiri dari tiga kereta kuda kayu besi sedang bergerak lambat, dikawal oleh sekitar dua puluh pemburu binatang buas dan tiga kultivator Pengumpulan Qi tingkat tujuh. Bendera di kereta berkibar, menampilkan lambang serigala perak—tanda dari Kafilah Serigala, kelompok pedagang kelas menengah yang sering melintasi hutan liar.

Lin Tian tidak berniat membantai mereka tanpa alasan. Ia bukan pembunuh gila yang haus darah tanpa tujuan. Ia hanya butuh tumpangan dan informasi.

Ia melompat turun dari dahan pohon, mendarat dengan mulus tepat di tengah jalan setapak, sepuluh meter di depan kuda pemimpin kafilah. Kuda berbaju zirah itu meringkik panik dan berhenti mendadak, membuat kereta di belakangnya bertabrakan.

"Siapa kau?! Minggir dari jalan Kafilah Serigala!" teriak pemimpin pengawal, seorang pria berparut dengan kultivasi Pengumpulan Qi tingkat delapan, sambil menghunus pedang besinya. Puluhan busur silang langsung diarahkan ke dada Lin Tian.

Lin Tian tidak mengangkat senjatanya. Ia hanya menatap pria berparut itu dengan mata yang hitam pekat, lalu melepaskan sedikit saja tekanan dari lautan qi hitam keemasan di dantiannya.

Udara di sekitar jalan setapak tiba-tiba menjadi seberat gunung. Para pengawal biasa langsung berlutut, memuntahkan darah segar karena tidak tahan dengan tekanan spiritual yang meremukkan paru-paru mereka. Tiga kultivator Pengumpulan Qi tingkat tujuh gemetar hebat, pedang di tangan mereka jatuh berdenting ke tanah.

Pemimpin pengawal berparut itu jatuh berlutut, wajahnya pucat pasi, keringat dingin membasahi punggungnya. Ia menatap Lin Tian seolah sedang menatap monster yang baru saja keluar dari neraka. "S-senior... ada yang bisa kami bantu?" suaranya bergetar, arogansinya hancur lebur dalam sekejap.

"Aku butuh kuda tercepat yang kalian miliki, peta rute terbaru menuju Kota Qilin Hitam, dan seratus batu roh tingkat rendah sebagai bekal," ucap Lin Tian, suaranya datar dan tidak memberi ruang untuk membantah. "Sebagai gantinya, aku akan mengawal kafilah ini melewati Hutan Kabut Beracun di depan sana. Pilihannya hanya dua: terima tawaranku, atau kafilah ini berakhir di sini."

Pemimpin pengawal itu menelan ludahnya dengan susah payah, lalu mengangguk cepat. "K-kami setuju, Senior! Kami sangat berterima kasih atas perlindungan Senior!"

Setengah jam kemudian, Lin Tian sudah menunggangi seekor Kuda Bersisik Hitam yang gagah, mengantongi peta rute terbaru, dan berjalan di sisi kafilah. Ia tidak peduli dengan nasib para pedagang ini setelah mereka sampai di tujuan. Ia hanya menggunakan mereka sebagai kedok agar tidak mencolok di pos-pos pemeriksaan perbatasan.

Di dalam saku jubahnya, Token Besi Hitam milik Istana Langit Hitam terasa dingin menempel di dada. Lin Tian menatap cakrawala utara yang kelabu.

Zhao Yan mungkin berpikir ia aman di balik bayang-bayang Kekaisaran. Namun pria itu tidak tahu, bahwa iblis yang ia ciptakan di Kota Qingshui kini sedang menunggangi kuda, membawa buku hitam rahasia dan token miliknya sendiri, datang untuk mengetuk pintu gerbang Perkumpulan Dagang Gerhana.

1
Alia Chans
semangat thor nulisnya💪
Restu Agung Nirwana: hehe.. iya.. makasih dukungannya 👍
total 1 replies
B. Toon
Wah, seru. Suka MC nya, sadis, kejam, tanpa ampun, tapi masih punya batasan. Cuma musuh-musuhnya saja yang di bantai habis, orang yang tidak bersalah aman. Yang baik sama MC di balas 10x lipat kebaikannya, yang jahat sama MC di balas 100x lipat kejahatannya. Lanjut Thor 🔥🔥🔥
Restu Agung Nirwana: Hehehe... makasih bro. Ikuti trs ceritanya, jgn loncat-loncat bab. Biar gak bingung sama alurnya, slmt membaca 🙂🙂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!