ceita ini tentang seorang gadis muda, yang rela menikahi bos di tempatnya bekerja. Demi membiayai pengobatan sang adik yang terbaring koma di rumah sakit.
Lelaki yg menikahinya, seorang yang sangat dingin, jarang banyak bicara tapi, sebenernya ramah dan penyayang.
Hanya saja kehidupan rumah tangganya dulu, yang hancur membuat laki-laki itu seakan menutup diri.
Bagaimana gadis ini menjalani rumah tangganya?
Sanggupkah dia bertahan?
mari kita simak sama-sama😊
ini karya pertamaku kak mungkin sedikit berantakan dalam penulisan jadi mohon bimbingannya ya😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Sedangkan itu, Rendy dan Lisa sudah membersihkan diri masing-masing. Lisa duduk di meja rias, menatap dirinya dalam-dalam.
Pikirannya berkelana jauh, masa dimana dia masih bersama keluarganya. Tapi kini semua berbeda, Lisa sudah bersuami.
Statusnya bukan lagi lajang, ada hak dan kewajiban yang dia pikul. Lisa berpikir selama ini suaminya sangat baik, selama 4 bulan pernikahannya Rendy belum sekalipun menyentuhnya.
Lisa masih gadis, meski statusnya sudah menjadi istri. Terkadang dia merasa bersalah, karena belum sepenuhnya menjadi seorang istri.
Rendy baru selesai dengan sholatnya, dia melihat istrinya tengah diam di meja rias. Rendy hendak mendekat, tapi tiba-tiba suara petir terdengar menggelegar di atas langit.
Lisa yang kaget, tanpa sadar berlari mendekat dan memeluk suaminya. Rendy membalas pelukan istrinya, dia tau kalau Lisa ketakutan.
"Apa kamu takut petir?." Tanya Rendy mengelus punggung Lisa.
"Iya mas, aku takut petir dari kecil." Lisa masih belum menyadari kelakuannya.
"Tenang, ada aku di sini."
Lisa yang mulai menyadari situasinya sekarang, langsung melepas pelukannya.
"Maaf mas." cicitnya.
"Kenapa harus minta maaf, bahkan lebih dari sekadar ini pun boleh."
"Maksud, mas."
"Kamu engga paham?" tanya Rendy kembali merangkul pinggang Lisa.
"Apa kamu mau tau maksud saya, saya akan dengan senang hati mengajarinya." Rendy tersenyum.
Lagi-lagi suara petir membuyarkan lamunan Lisa, Lisa kembali memeluk suaminya. Rendy tersenyum senang seakan petir sedang berpihak padanya.
Mata Lisa tertuju pada gordeng yang masih terbuka lebar, dia hendak menutupnya agar cahaya petir tak begitu terlihat. Lisa melepaskan pelukannya, lalu berjalan mendekati kaca dan menutup hordengnya.
Baru saja gordeng tertutup, tiba-tiba tangan kekar Rendy memeluknya dari belakang. Jantung Lisa berpacu lebih cepat. Rendy membalikkan badan Lisa menghadap padanya, kini tatapan mereka bertemu. Lisa tak bisa menghindar lagi, lambat laun Lisa juga harus memenuhi kewajibannya pada Rendy.
"Kamu cantik, kamu milik saya dan tak kan pernah saya lepaskan begitu saja."
Rendy yang sudah berpengalaman mencoba bersikap lembut pada istri kecilnya. "Mulai malam ini, kamu milikku seutuhnya. Jadi, jangan pernah coba lari dariku sekalipun dalam mimpi," bisik Rendy di telinga Lisa.
Malam itu dua sejoli saling menyatukan diri, meluapkan setiap rasa cinta dan sayang.
"Terima kasih, karena sudah mempersembahkan yang terbaik untuk aku," ujar Rendy.
Lisa hanya menggangguk malu. Perlahan mata mereka terpejam, memasuki alam mimpi yang indah bersama.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Suara adzan subuh berkumandang, tanda waktunya umat muslim bersimpuh di hadapan sang pencipta.
Lisa perlahan membuka mata, badannya terasa sakit semua. Ingatannya mulai berkumpul, masih terlihat jelas apa yang terjadi semalam.
Senyum bahagia terpancar di wajahnya, dia dengan sadar dan ikhlas memberikan kehormatan, yang di jaganya selama ini pada sang suami.
Rendy terbangun karena mendengar jeritan istrinya. Terlihat sang istri berusaha bangun dari kasur, tapi merasakan kesakitan.
Rendy yang paham semua ini karena perbuatannya, segera berdiri menghampiri istrinya, lalu berjongkok di hadapannya.
"Apa masih terasa sakit?." Tanyanya
"Iya mas."
"Kamu mau mandi? Biar aku bantu mandikan."
Lisa tersentak mendengar tawaran suaminya, kenapa harus di mandikan. Lisa hanya tak bisa bangun karena sedikit linu, tapi kenapa harus sampai di mandikan.
"Tidak usah mas, aku bisa sendiri." jawab Lisa.
"Sudahlah, menurut saja kata suamimu. Apa kamu takut aku melakukannya lagi?."
Lisa terdiam, bagaimana bisa suaminya berpikir seperti itu. Yang semalam saja masih terasa sakit.
"Tenanglah, untuk sekarang aku akan menahannya. Tapi besok-besok, siapkan mental dan tenagamu. Mungkin saja aku bisa membuatmu malah tak bisa bangun." Goda Rendy.
Lisa melirik suaminya ini, entah terbuat dari apa orang ini, hingga memiliki mulut lemes seperti wanita.
Lisa tak bisa menolak lagi tawaran suaminya, dia pasrah saat Rendy menggendongnya ke kamar mandi, dan mulai memandikan dirinya selayaknya anak kecil.
Setelah mandi dan berganti pakaian, mereka segera memenuhi panggilan cinta sang Ilahi. Keduanya larut dalam khusunya sholat subuh, tak lupa juga seuntai doa mereka panjatkan pada sang pemberi kehidupan.
Lisa bergegas ke dapur mempersiapkan sarapan, bi Inah yang melihat nyonya nya seperti menahan sakitpun, memberanikan bertanya.
"Neng, apa sedang tidak enak badan?." tanya bi Inah.
"Engga kok, Bi. kenapa memang?."
"Bibi perhatiin setiap neng jalan, kaya nahan sakit."
Lisa malu serasa tertangkap basah oleh bi Inah, padahal ini hal wajar untuk pasangan suami istri.
"Engga kok bi, Lisa baik-baik aja." ucap Lisa berbohong.
"Syukurlah, kalau ada apa-apa bilang sama bibi ya."
"Iya bi."
Mereka kembali fokus pada kegiatannya, Lisa membuatkan teh manis hangat untuk suaminya, tak lupa roti tawar yang sudah di oles selai kacang kesukaan Rendy.
Rendy baru saja duduk di meja makan, mulai membaca koran langganannya hari ini. Lisa segera menghidangkan sarapan pada sang suami.
"Terima kasih, Sayang." ucap Rendy.
"Sama-sama mas."
"Terima kasih untuk sarapannya, juga terima kasih untuk yang semalam." ucap Rendy sambil mengedipkan mata sebelah.
Lisa semakin malu di buatnya, suaminya ini sekarang menjadi sangat agresif juga centil.
Bi inah yang juga berada tak jauh dari mereka, hanya tersenyum senang. Dia kini paham mengapa, majikannya itu kesakitan setiap kali melangkah.
Bi inah yang sudah bekerja dengan Rendy, Dari pernikahaan pertamanya sampai sekarang. Sangat bersyukur melihat tuannya itu sekarang bahagia.
Semoga Allah senantiasa memberikan neng Lisa dan tuan Rendy kebahagian selamanya. Batin bi Inah.
...****************...
BERSAMBUNG~~~
Terimakasih sudah setia mendukung author
Jangan lupa like, coment&vote🤗
SELAMAT MEMBACA😊