Ditinggalkan oleh calon suami seminggu sebelum pernikahan nya membuat hati Alina hancur lebur. Belum mendapatkan jawaban akan maksud calon suaminya yang meninggalkan dirinya, Alina kembali dikejutkan beberapa bulan kemudian akan permintaan pria yang belum menghilang dari hatinya itu.
"Aku mohon padamu, tolong rawat bayi ini. Aku memohon padamu Alina. Jaga Rosa dengan baik." Setelah mengucapkan itu, Edwin menghembuskan nafas terakhirnya.
Bagaimanakah kelanjutan nya? Apakah Alina akan membesarkan nya? atau justru mengikuti egonya? Dan bayi siapa itu sebenarnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Paman Pelanggan setia
Dengan capitan yang berukuran tidak terlalu besar itu, Rosa mulai menggerakkan capitan itu untuk mengambil kue-kue yang tersusun rapi dan beberapa bagian lagi yang sudah kosong.
"Ini paman." Jelas Rosa sambil memasukkan kedalam kantung dengan bertuliskan nama toko.
"Terimakasih manis."
"Rosa, bukan manis." Jelasnya menyanggah panggilan itu.
"Oh, ok.. Rosa ya. Baiklah, terimakasih Rosa." Jelas pembeli itu dengan tersenyum sambil menerima pesanan nya.
"Harganya lima ribu." Ujar Rosa.
"Kalau ditambah yang ini, jadi berapa?" Tanya nya kembali menunjuk etalase yang diinginkannya.
"Sepuluh ribu." Jelas Rosa menunjukkan kesepuluh jari tangannya.
"Baiklah, ini uang nya."
"Warna terong, pas uang nya." Ujar Rosa menerima lembar uang itu dan memasukkannya kedalam mesin kasir.
"Terimakasih paman, semoga datang lagi." Ujar Rosa dengan senyuman lebar.
"Sama-sama." Pria itu akhirnya bernapas lega, dia mulai melangkah meninggalkan toko dan kembali ke tempat nya.
"Aku tidak akan terlambat kan?" pikirnya.
Saat ingin menyebrang, pundaknya langsung ditepis membuat jantung nya berdetak kencang.
"Astaga! Boss!" Jelasnya melihat sosok yang ada dibelakangnya.
"Ini pesanan untuk boss." Jelasnya mengarahkan tentengan ditangan nya.
"Dimana kau beli?" Tanya sang boss membuatnya diam sejenak. 'Mungkin takut sakit perut kali ya. Atau rasanya tidak enak? Tapi kayaknya memang enak.'
"Aku tanya, dimana kau beli?" Tanyanya kembali dengan penekanan. "Toko dengan nuansa biru disana boss, toko kue itu." Jelasnya sambil menunjuk bangunan yang dimaksud. Tanpa banyak kata, dia segera mengambil langkah besar dan bergegas kesana.
"Boss!" Tapi Panggilan itu tidak dihiraukan.
"Aduh! Masalah tidak ya?" Pikirnya, dia tampak ragu untuk sesaat dan tubuh kekar itu perlahan menghilang.
"Boss!" Akhirnya, dia mengikuti nya.
Kepalanya langsung bergerak cepat dengan mata yang tajam mencari bangunan yang dimaksud. Itu dia! Kembali dia bergegas. Sampai..... Langkahnya terhenti di depan toko bernuansa biru dan label toko yang menarik.
Mendekati, kakinya mendekat. Jantungnya juga semakin berdetak kencang. Saat bibirnya ingin bicara, dia melihat seorang wanita yang mendekati sosok anak perempuan. "Mommy, lihat....."
"Oh, bagus sekali. Pintarnya anak mommy." Bangga Alina menyentuh lembut kepala putrinya.
"Mommy, uang nya pas." Alina mengangguk mendengar penjelasan putrinya. Interaksi itu, dia melihat nya. Matanya menyipitkan memindai wanita itu. "Itu dia..... Alina..... Dan anak itu....."
"Rosa mau main dulu ya mommy."
"Ok sayang. Terimakasih ya." Nama itu Rosa, anak bernama rosa itu berbalik, rambut coklatnya yang tampak dari belakang dan saat melihat sepasang mata dari anak perempuan itu. "Biru.... My little ku?" Ujarnya melihat rupa anak perempuan itu.
Bibirnya melengkung saat melihat sepenuhnya rupa anak perempuan itu. "Dia Rosa ku....." Ujarnya yakin. Kakinya melangkah semakin mendekati mengikuti keinginan nya.
Rosa, anak itu bermain dengan kucing kesayangannya yang dibawa ke toko untuk menemaninya. Dia sungguh menyukai hewan berbulu itu. "Hai gembul...... Kau senang ya? Sudah kenyang juga?" Ujar Rosa membelai lembut kepala kucing itu.
Pria itu melihat sekilas ke arah Alina yang tampak melayani pembeli. Gegas, dia mendekati anak perempuan yang sedang asyik bermain dengan kucing itu. Melihat bayangan yang mendekati nya, manik biru itu menoleh. Seorang pria dewasa berada disebelahnya.
"Paman cari siapa?" Tanya Rosa memiringkan kepalanya. Lidahnya terasa kelu, tapi matanya melihat rupa itu wajah yang tidak asing terpatri disana. "Rosa....." Panggil nya.
"Iya, namaku. Apa paman pelanggan setia mommy?" Tebak Rosa.
Bersambung......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🙏 🙏