Ria seorang gadis mandiri cantik dewasadan bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sejak bayi Ria jauh dari orangtuanya, Ria menjadi tulang punggung karena ayahnya yang sudah lanjut usia. Ia wanita yang pantang menyerah pekerja keras dan sangat menyayangi keluarganya. Jalan cintanya tidak secantik dan semulus dirinya. Mempunyai mantan kekasih yang bernama Hari.
Hari sosok laki-laki yang keras kepala setiap apa yang ia inginkan harus tercapai.
Untung saja ia sudah menemukan kekasih yang benar-benar selalu melindunginya menyayanginya dengan tulus yaitu Dani.
Namun jalan cinta mereka tidak lah semulus cerita-cerita di negri dongeng, kekuatan cinta mereka di uji oleh restu dari saudara-saudara Dani. Meskipun ia sudah mendapat restu dari orang tua mereka namun ada saja halangan agar mereka tidak menjalin hubungan lebih jauh lagi ke jenjang yang lebih serius, keponakan dan kakak Dani menjadi penghalang. Sampai sang mantan yang sudah pergi tiba-tiba datang kembali, namun kekuatan cinta mereka selalu membentengi.
Penasaran dengan alur ceritanya yuk ikutin dan tetap setia ni novel ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
calon suami idaman
Deeeeerrrrtttt.
Suara ponsel Ria berbunyi hingga disaat Dani tertidur mendengar suara ponsel Ria berdering lalu terbangun.
📲
Hani
"Ya halo" Kata Dani.
"Hallo, Ria" Kata Hani.
"Aku bukan Ria aku Dani" Jelas Dani.
"Oh Dan ada Ria gak disitu?" Tanya Hani.
"Kenapa?".
"Tadi Hari datang kerumah gue nanyain Ria, maksa banget gue bilang aja gak tau memangnya apalagi sih yang udah dilakuin sama si Hari" Hani sudah mengetahui sifat Hari.
Dani menceritakan kronologi yang telah dialami Ria, hingga membuat Hani sangat terkejut setelah mengetahui semua itu.
"Ya ampun parah banget sih si Hari tega banget, tenang aja gue gak akan bilang kok gue titip Ria ya jangan sampai si Hari bisa tau tempat lo Dan" Kata Hani.
"Ya gue akan jagain Ria" Kata Dani.
"Gue yakin si Hari bakalan nyari Ria yang pastinya kerumah Lina dan Dila hati-hati Dan, Hari itu orangnya nekat" Pesan Hani.
"Ya gue akan hati-hati, sudah dulu ya gue mau nyari makan dulu buat Ria" Kata Dani.
Sambungan telepon pun terputus,
setelah Dani menerima telpon dari Hani.
Dani keluar sebentar untuk membeli makan untuk mereka, kontrakan Dani memang tempat yang tepat untuk persembunyian Ria karena tidak ada seorang pun yang tahu tempat tinggal Dani
Setelah mendapatkan apa yang ia beli Dani segera kembali membawa dua kantong makanan dan minuman.
Ketika membuka pintu kamar Dani melihat Ria masih terlelap Dani segera menyiapkan makanan untuk makan malam mereka, Dani sudah terbiasa melakukan aktifitas rumahan sendiri semenjak merantau Dani mandiri tak segan ia mamasak mengerjakan pekerjaan rumah serba sendiri Dani tidak pernah meminta pertolongan kepada orang lain walau hanya untuk mencuci bajunya.
Ketika Dani sedang membersihkan peralatan memasak tiba-tiba Ria terbangun dari tidurnya.
Kleekkk bunyi handle pintu.
Ria keluar kamar, ia terbangun karena ingin pergi ke kamar mandi.
"Sudah bangun yank? Sini aku bantu berjalan" Dani mendekati Ria dan menuntun Ria ke kamar mandi.
Ria hanya mengangguk dengan setia Dani menunggu Ria di depan kamar mandi, Ria masih terasa sangat pusing akibat efek obat yang disuntikkan kepadanya setelah selesai Dani membawa Ria ke dalam kamar.
"Kamu istirahat dulu yank, gimana ke adaan kamu?" Tanya Dani.
"Aku sudah agak baikan" Jawab Ria.
"Untuk sementara kamu disini dulu ya ini tempat yang aman gak ada seorang pun yang tahu tempat tinggal aku, aku sudah menelpon orang rumah agar tidak menghawatirkan kamu" Dani memberi tahu.
"Tapi besok aku harus kerja" Kata Ria.
"Tidak usah besok aku minta izin sama Bu Tuti untuk beberapa hari sementara aku bekerja kamu jangan kemana-mana tetap disini jangan keluar jika sendiri apabila aku juga ikut tidak masuk nanti dia akan curiga tetaplah dirumah aku sudah stok kebutuhan dapur semua kebutuhan selama kamu dirumah agar kamu tidak keluar sama sekali maafkan aku menjadikan kamu seperti tawanan" Jelas Dani.
"Aku yang harusnya berterima kasih pada kamu, aku bahagia kamu benar-benar jadi penolong ku" Ucapnya lirih.
"Aku sayang kamu apa pun akan aku lakukan untuk melindungi kamu, aku sudah suruh orang untuk menemani kamu disaat aku bekerja besok pagi Teh Tati akan menemani kamu" Kata Dani.
"Makasih Dan,aku beruntung mempunyai kamu" Ria meneteskan air mata bahagia.
"Aku yang harusnya bilang beruntung mempunyai kamu, kamu segala-galanya bagi aku" Ibu jari Dani menyapu air mata Ria.
"Kam tak perlu takut ada aku yang selalu jadi bayangan kamu lupakan kejadian yang sudah terjadi soal Hari biar aku yang mengurusnya dan sekarang kita makan malam ya aku gak mau nanti kamu kurus karena pacaran sama aku nanti dikiranya aku kejam sama pacar sendiri" Ledek Dani.
"Tuuuhh kan mulai lagi deh, kamu ya bener-bener" Ria mencubit pinggang Dani.
"Haha aaaww sakit yank, tapi enak lagi dong" Godanya.
"Daaaaaaniiii" Suara Ria sedikit berteriak.
Ketika Ria ingin mencubit Dani kembali dengan segera Dani memeluk Ria.
"Aku sayang kamu" Dani menatap dalam mata Ria.
"aku juga sayang kamu" Jawab Ria.
Tiba-tiba terdengar suara bunyi sesuatu.
krukkk kruuuukk.
Mereka berhenti dan saling memandang.
"Haaahh ya ampun bunyi apa itu" Goda Dani.
"Aku tidak mendengar apa-apa mungkin hanya halusinasi kamu saja" Ucap Ria menundukkan kepalanya malu.
"Haha apa iya ya,bmungkin bisa jadi haha ya sudah sekarang kita makan ya nanti kita lanjut lagi kasian yang di dalam sini meronta-ronta" Goda Dani sambil menunjuk perut Ria.
"Dani kamu ya paling bisa bikin aku mati kutu" Ria sangat malu karena perutnya berbunyi.
"Hahaha ayo cepat sebelum bunyi itu muncul kembali untuk yang ke dua kalinya, kamu tunggu disini biar aku yang membawakan makan malam kamu" Pinta Dani.
Ria hanya mengangguk menuruti perintah Dani, karena kepala Ria mamang terasa masih sangat pusing ia tidak sanggup untuk berdiri.
Dani keluar kamar ia mengambil makanan yang tadi ia beli lalu membawa nampan makanan itu kedalam kamar dengan telaten Dani menyuapkan nasi ke mulut Ria, ia tidak menolak Dani benar-benar memperlakukan Ria dengan sangat lembut hingga Ria merasa dirinya bagaikan orang yang istimewa karena perlakuan Dani.
Setelah mereka selesai menyantap makan malamnya Dani segera membawa peralatan kotornya menuju dapur lalu masuk kembali untuk menemui Ria.
"Sudah malam tidurlah aku tahu hari ini sangat menguras hati dan pikiran kamu" Kata Dani sambil memasangkan selimut ketubuh Ria.
"Kamu juga istirahat, makasih ya untuk ini semua".
"Kamu pikir aku siapa kamu, ini sudah kewajiban aku untuk menyayangi melindungi kamu bahkan ini semua masih kurang bagiku" Kata Dani.
Ria tersenyum, Dani adalah sosok laki-laki idaman sungguh Ria sangat merasa beruntung Dani memperlakukan Ria dengan sangat baik.
"Good nigh sweet dreams" Katanya.
"Kamu juga" Jawab Ria.
Dani keluar dari kamar, merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah peristiwa yang benar-benar menguras hati dan pikiran ia juga merasakan seperti apa yang Ria rasakan.
Mengingat kejadian tadi Dani harus benar-benar extra menjaga Ria jangan sampai hal ini terulang kembali kepada Ria, ia harus membuat Ria aman sungguh tak bisa Dani memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu kepada Ria, Dani pun tertidur.
Di kamar Ria terus merasa bersyukur karena Dani telah menjaganya ia lagi-lagi bersyukur karena memiliki Dani kini Ria sudah mantap dengan rasa cintanya kepada Dani jika Dani bisa berjuang kenapa Ria tidak bisa Ria sudah yakin jika Dani adalah takdirnya.
DUGAAN KU SALAH DI KOMEN DIATAS, MALAH HARI YG NEKAT INGIN MMPERKOSA RIA..