Tentang kebencian terhadap keluarga sendiri,Andra Gunawan.Tuan muda kaya raya yang penggangguran bertekat untuk menjadi penghancur keharmonisan keluarga nya sendiri.
Pelangi gadis pemilik senyum manis yang hidup nya porak poranda setelah bertemu Andra.
Dua kepribadian yang bertolak belakang,mampukah mereka menjalin kedua sisi tali yang berseberangan menjadi satu????
Hello Plend!
Mohon kritik dan saran yang membangun.
Terimakasih.😇😇😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32.Serangan dari pesaing
Pagi ini Pelangi dan Martha buka lebih awal dari biasanya.
Mereka sibuk menata kue-kue dan gorengan,sementara Andra juga menyibukkan diri dengan memantau saingan mereka.
"Heh..pantas saja dua hari ini banyak ibu-ibu yang membeli dagangan mereka."
Cibiran Andra mengundang perhatian Pelangi dan Martha.Mereka juga menghentikan aktifitas mereka dan melihat ke seberang,dimana saingan mereka berada.
Apa yang mereka lihat membuat mereka geleng-geleng kepala,pasal nya bukan hanya bentuk dan warna kue yang sama,bahkan kemasan nya pun berwarna sama.Tapi tidak hanya itu,yang membuat kedua nya begitu syok adalah,pesaing mereka juga ternyata dua orang gadis,dan satu orang pria tampan.
Hanya saja ketampanan pria itu membuat Pelangi dan Martha merasa tidak nyaman.
"Kenapa dia terlihat sangat membenci kita ya??"
Martha bukan lah tipe perempuan yang mampu menahan pertanyaan yang mengganjal di benak nya.
"Iya,aku juga merasa seperti itu.Apalagi baru saja saat kami tidak sengaja bertatapan,dia bahkan melotot pada ku"
Pelangi juga ikut merasakan permusuhan yang kuat dari pria tampan diseberang mereka.
"Ck..giliran pria saja.Kenapa kalian lebih perduli tatapan nya??bukan kah sudah jelas jika dia tidak menyukai kita karna iri,apa lagi yang bisa??"
Andra jadi sewot karna perhatian kedua gadis ini adalah tatapan pria tampan,bukan dagangan nya.
"Kenapa kamu menjadi sewot begitu???merasa kalah saing ya??"
Martha merasa ada kesempatan untuk menyerang Andra.Bukan kah selama ini Andra selalu percaya diri dengan ketampanan nya.
"Kenapa wanita ini selalu ikut campur dengan apa yang aku ucap kan??"
"Bukan nya ikut campur,hanya mengatakan kebenaran saja"
"Kenapa mulut mu tidak bisa diam,harus kah kita menerima polusi udara terus-menerus dari mu??"
"Kamu kamu..."
"Apa apa??"
Pelangi hanya bisa menghela nafas.Bagaimana mungkin kedua orang ini mulai bertengkar disaat jualan seperti ini.
"Neng kemarin kue nya gak enak loh,saya jadi gak makan,saya buang.Ini saya mau minta ganti rugi ini."
Seorang ibu-ibu yang sudah menjadi langganan mereka datang mengeluh.
"Maaf bu,kami dua hari tidak jualan karna kehabisan stok bahan,jadi yang ibu beli bukan kue dari kami"
Pelangi menjawab dengan lembut,agar ibu yang sudah kesal ini tidak menjadi marah.
"Loh nggak mungkin,kan jualan nya juga disini,dilapak yang ini.Memang orang nya bukan kalian tapi kue nya milik kalian kan??"
Ibu itu malah ngotot membuktikan ucapan nya.
"Gini aja bu,ibu coba lihat kebelakang ibu.Mungkin yang ibu-ibu beli itu adalah kue mereka."
Martha yang tidak sabar bertele-tele langsung menunjuk ke arah pesaing mereka,kebetulan pesaing mereka juga melihat kearah mereka.
Para ibu-ibu yang sudah berkumpul di depan meja dagangan Pelangi dan kawan-kawan,sontak berbalik melihat ke seberang mereka.
Memang mereka melihat duplikat kue-kue yang sudah jadi langganan mereka.Bahkan para penjual nya juga dua gadis muda dan seorang pria tampan.
Mungkin itu yang membuat mereka terkecoh.
"Ini ini bagaimana mungkin semua nya sama??Ini buka tipu-tipu kan?"
Seorang ibu agak ragu melihat pemandangan serba sama ini.
"Hem hem..Cantik begini saja,ambil satu dari setiap jenis dagangan kita,lalu banding kan rasa nya dengan milik mereka.Kita berani jamin kualitas dan rasa yang kita miliki.G R A T I S"
Andra memberi pilihan tepat bagi para ibu-ibu yang masih kebingungan ini.Apalagi mendengar kata 'gratis',membuat keberanian mereka bertambah.
Salah seorang ibu bertubuh gempal langsung bergerak cepat.Dia mengambil satu dari semua jenis
Kue dan gorengan,lalu di tumpuk di depan para ibu-ibu.
"Tunggu sebentar,saya akan beli beberapa di seberang sebagai perbandingan" tutur ibu bertubuh gempal itu,lalu bergegas ke seberang mereka.
Dengan tangan di pinggang,ibu itu mulai menujuk-nunjuk jenis kue dan gorengan yang dia mau,kemudian memerintahkan mereka mengemas nya.
Tidak berapa lama dia kembali,dan mulai membagi-bagi kue yang di beli nya,kemudian mereka mulai memakan kue-kue itu.
"Lihat wajah mereka,terlihat kurang nyaman kan." bisik Andra pada Pelangi.
Pelangi pun melihat keseberang dan terkejut dengan tatapan tajam pria tampan di seberang itu.
Dia menatap nya dengan tatapan membunuh.
Pelangi bahkan mundur selangkah karna terkejut.
"Ada apa?"
Andra sontak bertanya karna Pelangi yang bertingkah aneh.
"Nggak apa-apa,cuma kaget aja.Kok mereka sampek niru-niru kita gitu ya,aneh."
Pelangi mencoba menutupi keresahan hati nya,dengan mengalih kan pembicaraan.
"Apa lagi yang bisa??,bukan kah karna tidak kreatif juga tidak bisa inovatif??"
Sewot Andra.
"Benar-benar beda banget rasa kedua kue ini.Ini rasa yang sama yang selama ini menjadi langganan kita loh."
Seorang ibu langsung memberi kan pendapat nya,di tangan kanan nya ada kue lapis milik Pelangi dan teman-teman nya.
Perkataan nya mendapat anggukan dari para ibu-ibu lain,dan juga Pelangi,Andra,serta Martha.
"Ayok protes pada mereka." seru yang lain,lalu mereka beramai-ramai mendatangi pesaing mereka.
Mereka seperti nya terlibat dengan percakapan alot,lalu tiba-tiba pria tampan itu berlari kearah Pelangi berada.
Pelangi yang tidak siap mendapat serangan dari nya.
Ah...
Hati-hati
Jeritan ibu-ibu di seberang menarik perhatian banyak orang di pasar itu.
Plak
Pipi kiri Pelangi membengkak secara langsung yang terlihat jelas di penglihatan mereka.
Pelangi bahkan dapat merasakan rasa asin di mulut nya,itu membuktikan betapa kuat nya tenaga yang di gunakan pria itu pada wajah Pelangi.
"Brengsek!!" maki Andra,lalu menyerbu ke arah pria itu.
Bugh bugh bugh
Tinju nya menghujani tubuh pria tampan itu.
Keadaan langsung menjadi kacau balau.
Bahkan para paman-paman yang berjualan di dekat mereka langsung mencoba melerai mereka.
Pelangi yang wajah nya bengkak,dan rasa nyeri bahakan timbul di dada nya.Seperti nya cidera nya juga kambuh,sedang di papah oleh Martha menjauh dari tempat kejadian.
"Sudah mas,sudah...nanti dia bisa mati"seorang paman mencoba menahan Andra yang masih menggila.
"Cih..berengsek!!!awas saja kau"
Cuih..
Dia meludahi pria itu,lalu melepas kan diri dari genggaman paman itu,dan segera mencari Pelangi berada.
Barang dagangan juga hancur berantakan akibat insiden penyerangan itu.
Andra yang melihat Pelangi kesakitan,langsung datang mendekati Pelangi,dan sejurus kemudian Pelangi sudah berada di pelukan nya.
Cup cup cup
Tiga kecupan mendarat di pipi nya yang membengkak.
Pelangi melotot tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang,Dia dapat merasakan sisa kehangatan dari bibir Andra di wajah nya yang masih bengkak.
"Kamu apa yang kamu.." dia bahkan tergagap tidak mampu berkata-kata.
"Sudah diam,ciuman itu obat terampuh mereda kan pembengkakan tau."sungut nya tanpa melepas kan pelukan nya.
"Lepas kan,malu dilihat orang Andra" kata nya.
"Berarti kalau tidak ada orang,gak malu dong ya" bukan nya menurut,Andra malah menggoda nya.
Pelangi semakin jengkel dan malu dibuat nya.Meski kesakitan namun dia tetap memberontak dari pelukan Andra.
Ck.
Andra yang kesal lalu melepas nya,kemudian kembali mendekati kerumunan.
"Saya mau melaporkan ini ke polisi,atas kasus penyerangan dan pemalsuan dagang.Ibu-ibu yang cantik mau kan jadi saksi untuk kita??"
Andra ingin memberi pelajaran pada orang-orang sinting ini.Sekalian dia ingin menyalur kan kekesalan nya atas penolakan Pelangi tadi.
'Cih..dasar perempuan.'
'Memang apa kurang nya aku dari Wily??'
'Sial'
Meski wajah nya kelihatan tegas pada orang-orang di sekitar yang berkerumun,namun dia menggerutu habis-habisan di dalam hati.