Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33.
"Balon?" Jaehyun berpura-pura bingung, "Ini gratis?"
"Ini untuk penyambutan bagi kakak-kakak manis~"
Suara manja itu kembali terdengar. Mungkin Jaehyun sedikit jijik dengan suara manja yang dibuat-buat itu. Tapi ia tidak menunjukkan ekspresinya.
Sementara itu, Kang Hajin melirik ke arah samping nya.
Baik sisi kanan maupun kirinya, terdapat beberapa badut serupa dengan berbeda kostum yang seolah menunggu giliran.
"Ini jelas tidak normal. Domain ini seperti ingin....melakukan sesuatu pada kami!"
Sementara Kang Hajin mulai memasang wajah waspada dan khawatir, Jaehyun mulai berjalan mendekati badut itu dan bertanya, "Balon itu gratis?"
"Ini untuk penyambutan bagi kakak-kakak manis~"
"Aku tanya balon ini gratis atau tidak?"
"Ini untuk penyambutan bagi kakak-kakak manis~"
"..." Kang Hajin semakin bingung. Ekspresinya sedikit berubah dan sekali lagi, ia mendengar Jaehyun bertanya pada si badut.
"Jadi ini gratis atau tidak?"
"Ini untuk penyambutan bagi kakak-kakak manis~"
Jaehyun tersenyum dan berkata pada si badut, "Sepertinya tidak gratis ya. Tidak mau, tidak usah. Buatmu saja. Aku tidak butuh "
"Kakak tidak mau?"
"Kenapa aku harus menerima sesuatu yang tidak gratis dan mahal harganya?"
Badut itu memiringkan kepalanya dan berkata hal yang sama, "Ini untuk penyambutan bagi kakak-kakak manis~"
"Persetan dengan penyambutan saat kau hanya ingin nyawa kami."
"..."
Mendadak seluruh musik berhenti.
"Hah?" Kang Hajin melihat sekelilingnya. "Berhenti. Semuanya berhenti dan..." setelah melihat sekitarnya, seluruh pengunjung dan para badut menatap mereka.
Mereka menatap dengan tatapan tajam, begitu mengerikan, terasa sangat menekan dan tiba-tiba, senyuman lebar hingga memperlihatkan sobekan di bibir terlihat jelas.
Badut di hadapan Jaehyun pun mulai berubah.
Tes...
Tes...
Darah menetes ke jalan. Benar, itu darah dari bola mata yang melebar dan senyum mengerikan terlihat.
Gigi taring seperti gergaji membuat suasana semakin mencekam karena badut manis itu tidak lagi imut di mata siapapun.
Kang Hajin terlihat cukup terkejut tapi di sisi lain dia seolah sudah terbiasa.
Sementara Jaehyun tidak menunggu sampai badut itu menggila.
Jleb
Suara tusukan itu begitu jelas terdengar dan bersamaan dengan itu tetesan darah mulai semakin banyak. Seolah-olah ada sesuatu yang tumpah, sepatu dan bagian celana panjang Jaehyun mulai kotor.
Sebuah benda tajam menembus leher si badut beruang. Tusukannya cukup dalam dan benar-benar mengenai bagian vitalnya.
Dengan kata lain, badut beruang itu langsung mati.
Sreeet
Jaehyun menarik pedangnya dan mengayunkannya untuk membersihkan noda darah yang masih mengalir dari setiap ujungnya.
Bruuuk
Tubuh badut boneka itu langsung terjatuh dengan banyak darah yang mengalir serta balon-balon yang berterbangan ke langit.
Duaaar
Tidak lama setelah itu, terdengar bunyi ledakan besar di langit dan siapa yang menyangka bahwa ledakan itu berasal dari semua balon yang terbang ke langit.
Dengan menumpahkan banyak sekali sesuatu yang begitu kenyal, berlendir dan tentu saja sangat tidak asing untuk keduanya, Jaehyun dan Kang Hajin tau semua itu.
Plok.
Plok.
Plok.
Suara benda kenyal itu terdengar seperti rintik benda jatuh atau mungkin seperti jeli yang tumpah.
Kang Hajin melihat betapa menjijikkan benda itu.
"Usus dan...jantung?"
Jaehyun meninggalkan tubuh itu dan melihat semua pengunjung dan badut lain yang menunggu.
"Kang Hajin, kau bisa bertarung?"
"Bertarung? Ingin tangan kosong atau dengan senjata?"
"Yang mana saja tidak masalah."
Kang Hajin menggulung lengan pakaiannya yang panjang dengan rapi dan berkata, "Baiklah kalau begitu. Aku akan mulai dengan keduanya."
Terlihat siaga, tidak lama setelah itu semua badut-badut dan para pengunjung mulai berlari.
Wajah mereka seperti mayat, bola mata yang kosong dan mengeluarkan darah, gigi dan kuku tajam serta langkah kaki lebar dengan kecepatan lari yang tidak normal menjelaskan bahwa mereka siap menerkam kedua pemuda itu.
Jaehyun langsung mengayunkan kembali pedangnya dan berlari menyambut para pengunjung yang sangat ramah lingkungan itu.
"Akhirnya aku bisa melakukan apa yang dulu sering aku lakukan di hutan!" katanya dengan senang.
Whooosh
Craaaat
Ayunan pedang itu tanpa ragu memotong kepala pengunjung satu per satu.
Adegan yang mirip dengan film-film action itu tampak begitu familiar untuk Kang Hajin yang menatap gerakan Jaehyun dari kejauhan.
Serius dan mendalam, begitulah tatapan Kang Hajin saat mengamatinya.
Namun ia tidak lupa bahwa dia sendiri punya tamu yang harus diurus.
Kang Hajin memasang kuda-kuda dan satu tendangan berputar mulai dilakukan.
Buaaak!
Duaaaak!
Semua gerakan itu dilakukan berdasarkan pengalaman pribadi di dunia akting. Tapi tidak juga.
Tendangan berputar, pukulan yang seolah menari. Itu disebut kenpo.
Ayunan tangan yang seolah tidak menyentuh lawannya dan tendangan kaki yang tampak begitu lentur, Kang Hajin mungkin terlihat dingin, namun serangannya jauh lebih dingin.
Whooosh
Shoooosh
Akan tetapi sangat disayangkan karena tidak ada satupun dari gerakan itu yang membunuh korbannya.
Jaehyun sedikit terkejut dengan gerakan itu, "Kau sedang mengajak mereka berdansa dan menari ya, Hajin?"
"Aku berusaha mengusir mereka sejenak demi rencana B."
"Tapi kau melakukan gerakan menari yang bagus."
"Ini namanya gerakan membela diri."
Jaehyun berbalik dan akhirnya memberikan sedikit bantuan padanya.
Whooosh
Craaaat
Darah keluar dari salah satu pengunjung yang menjadi korban lain dari tebasan pedang Jaehyun.
"Ini menyenangkan."
Senyum Jaehyun memberikan sebuah perasaan tidak nyaman untuk Kang Hajin dalam beberapa kesempatan.
Darah yang keluar ikut mengotori pakaiannya meski sedikit, menunjukkan bahwa semua itu nyata.
Selang beberapa waktu, sepertinya para pengunjung itu mulai pergi. Bukan karena mereka melarikan diri, namun mereka perlahan menghilang.
Satu per satu mereka mulai lenyap, jumlahnya perlahan menjadi sedikit dan tanpa sadar semuanya hanya tinggal bayangan.
"Sungguh taman hiburan yang aneh," gumam Jaehyun yang baru selesai membunuh sisa-sisa pengunjung yang ada.
Karena tidak adanya korban lain, mereka melanjutkan perjalanan. Kemana mereka akan pergi? Hanya perlu berjalan lurus di tengah taman bermain berhantu.
*
*
Hening, suasana itulah yang dialami keduanya sekali lagi. Berjalan di tempat hening dengan pakaian kotor, Kang Hajin bertanya pada Jaehyun, "Kenapa kau berpikir badut itu ingin membunuh kita?"
"Karena memang sudah jelas itu tujuannya."
"Domain ini... apakah sangat berbahaya?"
Jaehyun tersenyum, "Siapa yang tau. Aku memasukinya karena aku ingin tau.... seberapa banyak kegilaan di tempat ini."
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/