Di zaman sekarang ini adakah laki-laki yang serba bisa? sempurna!
jawabannya di novel kali ini ada!
Dia dijuluki Human Perfect oleh semua orang karena kesempurnaannya. Dia bernama Badai Bagaskara.
Lalu, sesempurna apakah dia?
Baca kisahnya dalam Novel Human Perfect. Dan disarankan bagi yang belum membaca Novel Tafsir Mimpi Sang Inspirator diharapkan membacanya terlebih dahulu, karena novel ini berhubungan dengan itu.
happy reading 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febby Sadin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alarm Jam Nyawa
Ketegangan yang terjadi antara ibu dan anak masih berlangsung. Satria tak tahu bahwa kelemahan Roro adalah mengetahui tentang dirinya. Sehingga Roro memang tak benar-benar mengetahui bahwa Satria sebenarnya baru saja datang dari melepaskan teman-temannya dan sangat menentang sang ibu.
Arya yang tak terima dengan yang Roro lakukan, yaitu mencekik leher Satria dengan tali ghaib nya. Arya pun langsung memotong tali ghaib itu dengan kekuatannya. Cling!
Terkejut lah Roro, "Kenapa kau ikut campur urusanku dengan anakku Arya!"
"Diamlah! Kau bukan lah ibunya! Tak ada seorang ibu yang mampu menyakiti putranya sendiri!" bentak Arya.
Sedangkan bersamaan dengan itu, salah satu prajurit menerobos masuk dalam singgasana ditengah-tengah perbincangan yang memanas itu.
"Maaf Baginda Ratu... Saya terpaksa harus memberitahukan bahwa ada yang tidak beres di hutan laut Kidul!!!" ucapnya. Kemudian prajurit berkepala hewan laut itu langsung berjalan mundur kemudian keluar dari singgasana.
Sedangkan Roro yang memanas, semakin mendidihlah emosinya, "Apah?!! Ini perbuatanmu kah Satria?!!!" seketika Roro langsung menyadari apa yang terjadi.
Dan Satria yang memang tak mengerti pun, dia langsung bingung namun tetap semakin membuat panas hati sang ibu. Dia malah tersenyum sinis, "Memangnya kenapa kalau aku lah penyebab kegaduhan yang terjadi di dalam kerajaan mu?!!" ucapnya.
Roro yang tak sabar lagi, dia langsung melenggang pergi dari singgasana dan segera menuju ke hutan laut Kidul nya.
...****************...
Di alam bangsa manusia.
Kini Bara, Bintang, Zainab, Hasbi, Permata, Shad dan Rima sedang berada ditengah-tengah perjalanan menuju desa Menyan.
"Kurang berapa lama lagi perjalanan kita untuk sampai?" tanya Permata, yang sudah tak sabar ingin segera mengetahui keadaan anaknya.
"Sekitar tiga puluh menit lagi seharusnya kalau kita tepat waktu sampainya...." ucap Bintang, selaku yang menyetir mobil milik Hasbi, dimana Hasbi meminta kepada Bintang untuk bergantian menyetir mobilnya.
"Tenanglah Permata.... anak-anak kita pasti baik-baik saja...." ucap Rima.
Kreeek!!! Tiba-tiba Bintang mengerem mendadak!
"Ada apa Bintang?!" tanya Bara kemudian, yang terkejut. Bukan hanya Bara saja, semuanya yang ada di dalam mobil terkejut akan ngerem mendadak yang Bintang lakukan.
"Entahlah! Aku tak dapat melihat jelas, sepertinya di depan ada kecelakaan!" ucap Bintang.
Semuanya pun mendongakkan pandangannya ke luar jendela mobil depan, dan tampak lah kerumunan orang-orang yang memang seperti habis terjadi sebuah kecelakaan. Kemudian mobil pun kembali melaju, namun hal tersebut membuat Rima dan Permata jadi was-was.
"Kalau begitu hati-hati saja gak masalah nyetirnya Bintang... Pokoknya nyampek selamet." ucap Permata tak lama setelah melewati kerumunan kecelakaan itu.
Sehingga mobil pun yang di kendarai rombongan para orang tua yang sedang mengkhawatirkan anak-anaknya itu pun melaju dengan kecepatan yang normal tidak lagi terburu-buru.
...****************...
Ditempat yang berbeda, tepatnya di tempat hutan laut Kidul. Dimana kini semuanya yang baru saja terlepas dari jeratan kapsul yang terbuat dari gelembung air itu sedang merasa cemas yang begitu tinggi. Karena suara alarm jam yang tercipta di telapak tangan masing-masing dari mereka itu kian semakin nyaring. Dan jam, menit juga detik itu alarm jam itu kian berkurang.
"Bagaimana ini?!" pekik Faisal, dia lah yang paling cemas disini, karena dia sama sekali tak memiliki kekuatan seperti sahabatnya Badai.
"Kini jam alarm telah menunjukkan 01:25:35!!" ucap Ali juga, meski dia lah yang tertua disini tetap saja dia juga merasa khawatir.
Najwa berusaha menenangkan semuanya begitu pula Badai yang melakukan hal yang sama.
"Sejak tiga puluh menit yang telah berlalu, kita semua hanya mencemaskan jam alarm di telapak tangan kita! Tenang semua ... Harusnya kita fokus bagaimana caranya untuk segera keluar dari hutan laut ini!!" ucap Badai.
Najwa menyahut seketika, saat Badai mengatakan untuk fokus tentang cara mereka keluar. "Badai! ada yang kita lupakan!!!" pekik Najwa tiba-tiba.
"Kau benar!!" pekik Badai pula, setelah keduanya ingat, langsung lah mereka berdua bergerak ke arah kanan dari tempat mereka berlima berdiri.
"Kalian mau kemana?!" tanya Nabila.
"Tujuan kita ada disana!!" ucap Badai. Sambil bergerak dan menunjuk ke arah dimana terdapat beberapa kapsul lain disana.
Nabila, Ali dan Faisal pun mengikuti Badai dan Najwa.
"Kita harus cepat!! aku rasa ini adalah ibarat sebuah nyawa bagi kita semua!" ucap Najwa sembari menunjukkan telapak tangannya.
"Aku rasa kau benar!" sahut Badai.
"Karena jika kita menyia-nyiakan nyawa kita yang tersisa satu jam ini, entah apa yang akan terjadi dengan kita. Lebih baik kita segera melepaskan Riz, Naz, Rangga dan Marya dan perangkap kapsul itu!!" ucap Najwa.
Sesampainya mereka tepat di depan empat Kaspul yang berjajaran di depan mata mereka, Najwa dan Badai sejenak saling bertatapan. Kemudian keduanya menganggukkan kepalanya bersamaan.
Lalu dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahim!!!" secara bersamaan. Jari telunjuk kanan mereka masing-masing pun langsung di arahkan ke kapsul yang di depannya kini terdapat di dalam kapsul itu adalah Riz dan Naz.
Dan terpancar sinar cukup terang tiba-tiba saat keduanya mengucapkan basmalah. Membuat Najwa dan Badai kembali saling bertatapan. Namun tetap keduanya menusukkan jari telunjuk kanan mereka ke kapsul itu. Dengan kembali menyebut nama Allah. Lalu keduanya fokus, dan memejamkan kedua mata.
Dan tiba-tiba, Pyar!!!
Suara dua kapsul pecah, kapsul yang berisi Riz dan Naz. Dengan bergerak cepat, Najwa dan Badai beralih ke arah kapsul yang di dalamnya terdapat Rangga dan Marya. Dan kembali melakukan hal yang sama, menusukkan jari telunjuk kanan mereka masing-masing ke kapsul sembari berucap,
"Bismillahirrahmanirrahim!!!" dengan tegas dan fokus, dan juga memejamkan mata masing-masing. Membuat kapsul yang kini mereka hancurkan tak membutuhkan waktu lama.
Pyar!!!
Pecahlah dua kapsul itu. Membuat lengkap lah kini, semua kapsul telah berhasil dipecahkan dengan bacaan basmalah menyebut nama Allah.
Namun, tidak seperti yang mereka berdua bayangkan. Najwa dan Badai baru sadar setelah keduanya membuka mata. Dimana kini, Nabila, Ali dan Faisal sedang membopong tubuh Riz, Naz, Rangga dan Marya. Mereka berusaha membangunkan tubuh yang sudah hampir membeku itu.
"Loh! Apa yang terjadi?" tanya Badai.
"Sesuai informasi, mereka berempat adalah sebuah jasad yang hilang dari desa Menyan. Lalu, pertanyaan nya, apakah mereka berempat ini benar-benar sebuah jasad atau masih dapat diselamatkan??!" ucap Nabila, yang kembali mengingat catatan yang sebelumnya dia pelajari sebelum melakukan penelitian itu.
"Apa mbak Nabila yakin mereka telah meninggal?" tanya Najwa. Yang juga tampak berpikir.
"Lupakan mereka telah meninggal atau belum. Perhatikan jam alarm di telapak tangan kita!! Ini sudah menunjukkan 00: 54:32 semakin berkurang waktu kita!!" Faisal menyahut.
.
.
.
Lanjutannya besok 😘
apakah punya anak sama umur nya