Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkunjung Ke Desa
Huang Mei turun dari kuda nya, kepala desa menyambut kedatangan mereka dengan hangat. Para penduduk ikut serta menyambut mereka dengan senyuman khas tersendiri.
"Selamat datang di desa kami pangeran mahkota, kehadiran anda sudah sangat di nantikan oleh kami semua " ucap kepala desa.
Mereka di antar ke tempat penginapan, setelah nya mereka memilih untuk berjalan - jalan di sekitaran desa. Huang Mei mendatangi area perpohonan yang di pagari oleh masyarakat desa.
"Seperti yang aku katakan padamu sebelumnya, ulat - ulat sutra ini bisa di budidayakan dan kebetulan aku mengetahui cara - cara pembuatan kain sutra melalui ulat ini. Tapi untuk menghasilkan kain sutra yang bagus akan membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 3 bulan " ucap Huang Mei.
"Jika membutuhkan waktu tiga bulan, lalu bagaimana mengatasi kelaparan mereka ? " tanya Pangeran mahkota.
"Mereka hanya mengandalkan buah - buahan liar untuk dimakan " lanjut pangeran kedua.
"Mereka bisa mengolah akar teratai itu menjadi serbuk, lalu serbuk nya di tuang pakai air yang benar - benar panas. "balas Huang Mei sambil mendekati arah sungai yang banyak sekali bunga teratainya.
"Ayo bantu aku ! " teriak Huang Mei.
Huang Mei mengambil banyak sekali akar teratai, ketika sudah di rasa cukup banyak Huang Mei membawa nya menuju penginapan mereka. Huang Mei membersihkan akar teratai di bantu oleh kakak nya dan para pangeran.
Kemudian Huang Mei memotong - motong akar teratai nya dan menjemur hingga benar - benar kering.
"Apakah seperti itu saja ? bukan kah lebih baik jika kau memasak akar teratai itu seperti biasa " ucap pangeran ke lima.
"Kita bisa menunggu seminggu lagi untuk melihat hasil dari akar teratai ini " ucap Huang Mei.
"Adik , kakak menemukan buah ini di halaman belakang penginapan " ucap kakak laki - laki tertua Huang Mei.
Huang Mei mengambil buah itu,seketika matanya berbinar, di dunia nya dulu buah itu di sajikan pada saat acara besar di kekaisaran. Markisa buah yang sangat ampuh untuk menurunkan berat badan, selain rasa nya yang lezat markisa juga kaya akan manfaat.
Huang Mei membelah Markisa tersebut lalu memakan nya dengan santai.
"Masyarakat di sini bisa menanam pohon buah markisa ini dan buah nya bisa di jual langsung atau bisa di jadikan sirup terlebih dahulu lalu di jual " ucap Huang Mei.
"Apakah itu enak ? " tanya pangeran ke tiga.
"Emm tentu saja, buah ini memiliki rasa manis dan khas nya tersendiri buah ini kaya akan manfaat " ucap Huang Mei.
"Menjaga kesehatan kulit , menjaga kesehatan jantung, menjaga kesehatan tulang, menjaga kesehatan pencernaan, membantu menurunkan berat badan,menjaga kesehatan pernapasan,menjaga kesehatan gigi dan gusi,menjaga kesehatan mata,membantu meningkatkan kualitas tidur,membantu mengatasi hipertensi " ucap Huang mei lagi dan lagi membuat mereka terpukau atas kecerdasan yang ia miliki.
"Aku akan memberitahu warga akan hal ini dan aku harap mulai minggu depan perekonomian desa ini mulai membaik "ucap pangeran mahkota.
"Oh ya pangeran saat kita berkeliling tadi aku tidak sengaja melihat ada banyak sekali pohon kelapa tinggi dan menurut buku yang pernah saya baca buah kelapa bisa di jadikan sebagai minyak untuk memasak. " ucap tuan muda kedua Huang.
"Itu benar dan aku tahu bagaimana cara membuat nya, itu merupakan hal mudah yang pernah aku lakukan " ucap Huang Mei.
Huang mei meminta pangeran mahkota untuk memanggil para warga agar mereka bisa mengetahui cara pembuatan minyak yang dapat mereka jual. Huang Mei mempraktekkan lalu meminta beberapa warga untuk melakukan nya juga hingga buah kelapa itu berubah menjadi minyak.
Setelah berjam - jam mereka membuat minyak , Huang Mei mengambil minyak itu kemudian ia panaskan di atas api. Huang Mei menggoreng sebutir telur dengan taburan sedikit garam di atas nya.
"cobalah " ucap Huang Mei memberikan telur goreng itu kepada pangeran mahkota.
"Bagaimana bisa sebutir telur menjadi lezat seperti ini " ucap pangeran mahkota.
Masyarakat di sana merasa bahagia akhirnya mereka menemukan solusi untuk permasalahan mereka yang hampir tidak bisa mereka atasi.