NovelToon NovelToon
SANTET

SANTET

Status: tamat
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Horor / Poligami / Horror Thriller-Horror / Hantu / Iblis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: novita jungkook

"Dia milik ku...Kau membunuh ku."

Suara itu yang setiap saat, Ratna dengar setelah ia menikah dengan Bram.

Bram punya istri bernama Nilam, Namun Nilam hanya anak orang tidak punya. Atas perintah dari Ibu nya, Bram memulang kan Nilam kerumah orang tua nya. Padahal Nilam sedang hamil besar.

Seminggu setelah Nilam pindah, Bram menikah dengan Ratna. Nilam frustasi karena cinta nya yang amat besar pada suami nya.

Hingga kehebohan terjadi, Nilam di temukan mati di dalam kamar oleh orang tua nya. Perut nya memburai keluar, Bayi nya juga ikut meninggal. Seolah perut nya meledak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.33

Bram bangkit meninggal kan area kuburan sambil menahan sakit pada aset nya, Perban nya saja belum di buka oleh dokter. Karena luka Bram memang belum sepenuh nya sembuh, Hanya saja dia sudah tidak kuat menahan gejolak hati nya untuk pergi kekuburan Nilam.

Meski pengaruh pelet masih bercokol kuat dalam pikiran nya, Namun hati Bram mulai ingat bahwa ia telah menelantar kan sang istri. Bahkan ia juga sama sekali tidak mengurus nya ketika Nilam ada di rumah Mak Lela.

Pria ini pulang kerumah dengan kondisi seperti orang bodoh, Sebenar nya Pak Malik tidak pulang. Ia masih di sana mengawasi Bram di sana, Pak Malik tersenyum senang karena Bram mulai di rundung rasa bersalah.

Bukan hal yang sulit bila hanya untuk membunuh Bram saja, Namun ia lebih memilih untuk menyiksa menantu nya dengan perasaan bersalah yang tidak berkesudahan.

Itu akan lebih menyiksa dari pada kematian yang sakit nya hanya sekali lewat, Pak Malik berkomat kamit memanggil arwah Nilam.

Hembusan angin menerpa pohon bunga kamboja yang tumbuh di pinggiran kuburan, Bunga nya berjatuhan menimpa kuburan Nilam. Asap tipis keluar dari lobang yang ada di ujung kepala Nilam.

"Anak ku..Temui lah Bram, Siksa dia dengan kemampuan yang kau punya." Perintah Pak Malik.

"Aku lelah, Pak. Kapan aku bisa tenang?" Arwah Nilam menangis sedih.

"Kau tidak boleh lelah sekarang! Kau harus membalas mereka semua." Bentak Pak Malik.

Dengan pisau kecil yang teramat tajam itu, Pak Malik menggores tangan nya sendiri hingga mengucur kan darah segar. Darah itu di kucur kan pada mulut nya Nilam, Arwah yang semula menangis karena lelah dengan aksi balas dendam ini.

Kini menjadi semangat dan tampak beringas lagi, Sesungguh nya arwah Nilam juga tersiksa dengan bergentayangan seperti ini. Karena ia tidak bisa tenang.

"Setelah mereka mati semua, Bapak akan membiar kan mu tenang, Nak." Janji Pak Malik.

Wusssh.

Nilam terbang tinggi hingga tidak terlihat lagi, Sosok nya mengelana karena dendam yang Bapak nya tanam kan. Terlebih Pak Malik tidak mau bila musuh langsung mati, Romo juga bukan orang yang mudah di sentuh.

Pagar diri pria itu sangat kuat dan Pak Malik agak kesusahan menembus nya, Namun ia tidak akan menyerah begitu saja. Mereka harus mati.

Burung gagak terbang di atas kepala nya Pak Malik, Pria ini tersenyum karena tahu pertanda apa itu. Pasti nya salah satu dari mereka sudah mati.

Di lain tempat, Bu Kiki menggerang kesakitan di seluruh tubuh nya karena penyakit lama nya yang kambuh. Tubuh ringkih itu sudah tidak pernah lagi menelan obat yang suami nya buat kan, Ia menjadi gelandangan dan mencari makanan yang sangat ia sukai.

"Lapar...Aku lapar sekali." Rintih Bu Kiki.

Bertepatan dengan Sari yang sedang mencari keong yang bisa di masak, Dengan di temani oleh Nisa. Kedua gadis ini bersorak senang karena mendapat kan satu ember besar.

"Nanti Mbak Sari saja yang masak ya, Buat yang pedes." Pinta Nisa.

"Kamu mah mau nya tinggal makan saja." Rutuk Sari.

"Iya dong, Aku kalau masak ndak enak." Nisa tersenyum nakal.

"Belajar dong, Nanti Azka mau kamu kasih makan apa kalau sudah nikah." Ujar Sari.

"Pesen saja sama, Mbak Sari." Sahut Nisa enteng.

Sari di buat geleng geleng kepala dengan tingkah adi sepupu nya ini, Mereka memang dekat karena Nisa anak tunggal dan Sari juga tidak punya saudara di kampung. Saudara nya Sari merantau di kota besar.

"Mbak denger orang nangis ndak?" Nisa memegang tangan Sari.

"Dari tadi sih sebenar nya, Cuma aku abai kan saja." Jawab Sari.

Nisa dan Sari mencari sumber suara yang mereka dengar, Menaruh ember itu di pinggir sawah karena berat mau di bawa. Tampak bekas rumput yang sangat licin, Pertanda ada orang yang sering tidur di sini.

"Ndak ada! Tapi kayak nya ini bekas orang." Heran Nisa.

"Atau tadi suara orang merintih keenakan ndak? Kok sekarang hilang." Tebak Sari.

"Mbak ini pikiran nya mesum! Mana lah mungkin ada orang begitu di kampung kita." Sergah Nisa.

Sari terkikik geli karena adik nya sangat sewot bila di ajak bicara hal seperti itu, Karena tidak menemukan suara itu. Mereka pun kembali ketempat mencari keong tadi.

Namun mereka jadi kaget karena ember yang penuh itu, Sekarang tinggal sedikit karena tengah di makan oleh Bu Kiki. Yang membuat mereka takut, Bu Kiki memakan keong dengan rumah nya sekalian.

Tentu saja mulut wanita itu berdarah karena tertancap dengan rumah keong yang sangat tajam, Tanpa rasa bersalah. Bu Kiki malah tersenyum kepada dua gadis ini.

"Lari, Nisa!" Pekik Sari ketakutan dan sudah lebih dulu berlari.

Nisa yang sadar sudah di tinggal kan oleh Sari, Ia segera berlari juga. Lumpur yang di sawah membuat mereka agak kesusahan.

"Tungguin, Mbak!" Pekik Nisa marah karena di tinggal.

"Cepetan, Aku takut di kejar." Sahut Sari.

Mereka berdua berlari di atas pematang sawah karena takut pada Bu Kiki, Mana sama sekali tidak ada orang. Sehingga mereka sungguh di buat kelimpungan.

"Kewarung nya Mbak Nanda saja!" Ujar Sari menunjuk warung.

Nisa dan Sari berhenti di warung untuk membeli minuman, Pemilik warung menatap heran kepada dua gadis ini yang tampak pucat dan nafas terengah engah.

"Kalian dari mana? Kok bentuk nya kayak gini." Heran Mbak Nanda menunjuk kaki mereka.

"Kami ketemu Bu Kiki, Mbak." Sahut Nisa sambil menyedot minuman gelas.

"Hah? Kok kalian ndak tangkap dia, Kan Romo sudah bilang loh. Siapa yang bisa menangkap Bu Kiki, Maka mau di kasih uang satu juta." Seru Mbak Nanda.

"Aku lebih baik ndak dapat uang satu juta, Dari pada punya urusan dengan dia." Sahut Sari.

"Emang kenapa sih?" Mbak Nanda jadi sangat kepo.

Sari dan Nisa saling berpandangan sebelum menjawab, Mereka masih mengatur nafas dulu supaya bisa tenang untuk bercerita.

"Buruan! Kok lama banget." Rutuk Mbak Nanda.

"Sabar! Kami nih masih takut." Sergah Sari.

"Tadi tuh kami cari keong, Terus denger suara orang nangis. Pas kami cari, Malah keong kami di makan sama Bu Kiki." Cerita Nisa.

"Mentah?"

"Bukan cuma mentah saja, Dia makan sama kulit nya juga." Timpal Sari.

"Lah gimana cara makan nya, Sar? Itu rumah keong tajam loh." Mbak Nanda bergidik ngilu.

"Mulut dia ya berdarah, Tadi satu ember besar habis semua." Ucap Nisa.

Mereka asik bergosip tentang Bu Kiki yang memang membuat kehebohan beberapa waktu ini, Bertepatan dengan Nilam yang mulai gentayangan juga

1
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
kenapa yang di gangguin si sari🤔🤔
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
astagfirullah kejam banget si Ratna,, otaknya iblis banget🤬🤬
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
gatau kali dia akibat kebanyakan pelet,, pasti edan 👊👊
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
nanti juga bakalan kena karma🥺🥺
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
baru tau ada pelet Semar birahi..
setahu aku Semar mesem 🤔🤔
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
perang antara emak² komplek dan kampung
Ita Widya ᵇᵃˢᵉ
wah konyol si Aldi 👊👊
Cendra Nur
dulu waktu masih anak2..orang tua dan guru ngaji bilang kalo bulan puasa setan di ikat gak gentayangan....disini setannya jagoan semua..pada gentayangan😄🤣
Vandi CI (VandiLC)
iya iya iya🤣
Vandi CI (VandiLC)
gk kebayang jalan sembari megang burung ny takut jatuh 🤣
Vandi CI (VandiLC)
kurang kerjaan banget bu kiki, naek² atas genteng 🤣 het dah. mending betulin yg bocor
Shofia Febrianti
typo, Rinjani thor
Shofia Febrianti
eh tp td aku baca bab brp ya nama ibunya bu anjar, jd yg bener bu kiki?
Shofia Febrianti
baru baca udah greget😠😠😠
asry14
/Curse//Curse//Sob/
slametskc
santet nya mana....cooookkk
Kismia Cyank
karya yng bagus,,karna ada tawa dn seriusnya critanya mencekam tapi ada lucunya pokoknya joos buat penulisnya I LOVE YOU kk
bunda Lisa
seru banget
Warung Sembako
👍👍👍
Warung Sembako
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!