Secret admirer,entah mengapa aku telat menyadari bahwa seseorang di sekitarku sering memperlakukan aku begitu istimewah.Seistimewah apapun hal yang ia lakukan padaku aku tak mau peduli dan tak mau ambil pusing karena bagiku,hidup dan pekerjaanku jauh lebih mengasyikkan daripada berpaling ke arah mengenal lawan jenis yang ujung ujungnya bikin sakit hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kresentia Bano Kehi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Setelah selesai acara reuni itu,Rani dan kawan kawannya bersalaman dengan sesama alumni dan ketika sampai pada dokter Richard,saat menjabat tangan Rani ,ia meremas tangan Rani dengan sangat erat seakan tak mau melepaskannya.
"Rani,aku ingin berbicara empat mata denganmu please,tolong ngertiin apa yang ada dalam hatiku ini,"ucap Richard yang sangat memendam perasaan itu selama ini.
Perasaan itu menjalar di seluruh nadiku,bahkan sudah mendarah daging dalam diriku aku tak tahu harus mengungkapkan semua ini padamu seperti apa lagi apa aku harus berpura pura sakit agar kamu datang dan memberi perhatian padaku?
Aku rasa aku telah jatuh cinta pada dirimu,dan rasa ini sungguh tak bisa ditukar oleh apapun.
"Rani...!!" Panggilan Richard membuyarkan lamunan gadis itu
"Iya abang ada apa?"
"Apa aku boleh minta kontakmu?"
"O kontakku ya bang,iya boleh ini."Rani menyodorkan ponselnya dan Richard menerima dengan sukacita.
Dengan cepat ia menyimpan kontak Rani dan mengembalikan ponsel Rani.
"Terima kasih ya Dek Rani,"ucapnya penuh senyuman di bibirnya.
"Pria sekeren Richard kok bisa ya suka banget sama si Rani itu,"Ucap salah satu alumni yang paling membenci Rani.
"Rani itu kan gadis miskin kok bisa ya banyak pria yang menyukainya?"timpal salah satu alumni lagi.
Richard yang mendengar bisikan bisikan itu pun menghalau mereka dan semuanya pergi tanpa sepatah kata pun.
"Kalau aku menyukai dan mencintainya apa masalahmu?"Tanya Richard lagi pada beberapa alumni yang masih berdiri di sekitarnya.
Rani yang mendengar semua itu tak menggubris perkataan mereka ia malah menelepon kakak Aryn untuk menjemputnya.
Ketika semua orang sedang berdiri karena gerimis dan juga tempat parkir mobil sekitar lima ratus meter dari tempat mereka berdiri,datanglah sebuah mobil bugatti yang paling mahal dan hanya di produksi tujuh unit di dunia ini,bugatti putih itu sangatlah indah dan keren.
Rani yang melihat mobil sang kakak mendekat dan ia pun sengaja belum ke mobil karena ia ingin lihat siapa yang berani membicarakannya lagi.
Ketika dilihatnya sang adik belum juga mendekatinya ia pun paham kalau sang adik butuh semacam validasi,ia pun turun dari mobil membawa payung dan mendekati ke arah Rani.
"Ayo dek,cepat jangan kita udah telat nih."ucap Kak Aryn sambil menarik tangan sang adik.
Semua mata terpana melihat kejadian itu.
"Wah mobilnya keren banget,mobil seperti ini mah nggak ada duanya sangat keren."Ucap salah satu alumni yang kebetulan melihat langsung mobil itu.
"Eh kalian dengar nggak tadi gadis itu memanggil Rani dengan sebutan adek,apa benar Rani itu anak orang kaya?"Tanya beberapa orang alumni bersama sama.
"Emang kalian pikir Rani itu anak orang miskin,kalian salah orang,"sambung Tania tiba tiba
Tania sudah mendengar percakapan mereka semua tetapi ia baru saja bisa membalas omongan mereka karena ia juga baru melihat mobil keren Rani.
Ia juga selama ini belum tahu kalau Rani adalah anak orang kaya.
Semua orang tidak mengetahuinya kecuali Amira,tetapi Amira dan Rani tidak pernah mempublikasikan apa yang mereka miliki karena mereka ingin tetap terlihat sederhana.
Mereka juga tidak suka menyombongkan diri karena bagi mereka kekayaan itu hanya sebuah titipan.
☆☆☆☆
Ketika pulang sampai Rani membaringkan tubuhnya di atas ranjang big sizenya dan menutup matanya karena ia merasa sangat lelah.
Ketika hendak menutup mata,ponselnya berdering dengan sangat kencangnya.
"Hmm siapa sih ganggu aja...!!" Ucapnya sambil mematikan ponsel itu tanpa melihatnya.
Ponselnya berdering lagi tetapi ia tak mau mengangkatnya ia merasa sangat lelah dan pengen tidur.
Tapi lagi lagi ponselnya berdering lagi dan ternyata ada panggilan dari Ray.
Tanpa A B C ia pun mengangkat ponselnya itu.
"Iya hallo...??"
"Rani kamu bisa temani aku ketemu klien nggak malam ini di restoran abadi."Ucap Ray
"Ah Pak Ray aku...!!"ucapnya terputus karena ponselnya sudah mati.
"Uh dasar sialan aku kan belum bilang mau? Dasar Ray sialan...!!"Umpatnya lagi dan ia pun segera ke kamar mandi dan bersiap
Setelah selesai siap ia pun pamit ke kak Aryn kalau ia ada tugas ketemu klien dengan CEO nya dan Kak Aryn memberikan ijinnya.
"Aku pakai grab aja deh biar cepat,"ucapnya pada dirinya sendiri dan langsung ia memesan grab.
Ketika sedang menunggu di depan pintu rumahnya tiba tiba datanglah si Victor melewatinya tapi ia langsung berhenti dan menyapa Rani.
"Rani...!!" Sapa Victor pada Rani
"Iya ada apa?"
"Mau kemana Rani?"Tanya Victor sok akrab dengan Rani.
"Kamu nanya?"Rani balik tanya.
"Iya aku bertanya sama kamu Rani kamu mau kemana?"
"Aku mau ke restoran abadi ada urusan kerjaan mendadak."jawab Rani.
"Kebetulan banget aku juga mau ke restoran itu mau ketemu klien,bagaimana kalau kamu ikut denganku saja kan kita searah."Tawar Victor pada Rani.
"Maaf Pak Victor aku udah pesan grab ntar juga sampai ke sini."Tolak Rani halus.
"Kan bisa dibatalkan,"ucap Victor seperti sangat memaksa.
"Nggak deh lain kali saja ya kasian sudah pesan kalau batal kasian orangnya nggak dapat bonus dan bagaimana ia memberikan uang pada keluarganya?"Ucap Rani lagi
"Ya sudah aku nggak akan paksa!"Jawab Victor dengan lembut dan ia kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena ditolak oleh gadis yang ia sukai.
"Aku jadi posesif banget kenapa aku jadi cemburu dengan kata katanya tadi?"Gumam Victor pada dirinya sendiri.
"Seharusnya aku tak memaksanya agar suatu saat kalau ketemu ia nggak sungkan denganku,"ucap Victor lagi
Beberapa menit kemudian Grab datang dan membawa Rani ke restoran abadi,di sana sudah ditunggu oleh Ray.
"Rani...kamu pakai apa kesini?" Tanya Ray oada kekasihnya itu.
"Aku ikut grab padahal aku capek banget pengen tidur tapi Pak ray menelepon aku berkali kali membuatku tak tega."ucap Rani terbuka pada Ray.
Ray menatap gadis itu dengan penuh cinta kasih dan sayang yang mendalam.
"Aku nggak bisa melakukan sesuatu kegiatan tanpa melibatkan kamu calon isteri masa depanku,"ucap Ray pada Rani.
"Kan aku belum setuju ingin menjadi istrimu Pak Ray,"Ucapan Rani tak di gubrisnya karena ia paham dengan isi hati Rani yang sebenarnya karena untuk saat ini Rani masih mau bekerja dan mencari pengalaman dulu.
"Aku nggak maksa kamu sayang,tetapi please jangan pernah bosan dengan keberadaanku di sampingmu sampai kamu siap menerimaku apa adanya aku,"ucap Ray pada Rani.
"Itu sama saja kamu memaksaku untuk menerima kamu masuk ke dalam kehidupanku."Ucap Rani tanpa filter dengan ucapannya yang membuat Ray naik darah.
☆♡☆♡☆☆♡☆♡☆♡♡☆♡☆♡♡♡☆
TBC
"CallmeEsy06"
nanti tak lanjut lagi baca nya
wah ketemu lagi tanpa sengaja untuk ketiga kalinya.. ehhh dua apa tiga kali sih Rani dan Tuan Muda misterius itu.. lupa aku hhahaa wkwkwk🙈🙈🤣🤣🤣🤣🤭 benar² bakalan jodoh.
Adrian kenapa was was sekali.. apa dia punya musuh atau saingan?? 🤨🤔🤔
dan si pasti Adrian ini kenal bgt sma di Tuan Muda CEO misterius.. yg masih soko disembunyikan oleh Kak OTHOR. Yang bikin semua READERS PENISIRIN DAN KEPOOO BINGIITTT 😩😩😩😛😛😛🤣🤣🤣🤣🏃♀🏃♀🏃♀🏃♀
Lalu ngelamar diperusahaan.. kek mana otakku itu bekerja.. 😲🤣🤣
pasti bakal terstruktur rapi tuh cara kerjanyaa.. dua bidang kerja yang berbeda disatukan.. amaziing tuhh 😂😂🤣🤣
wahh sat set kagak sabaran sekali ya kamu Pria misterius Tuan Muda.. takut sekali jika gadis incaranmu diambil orang atau knp².😂😂
dan siapakah nama pria misterius seorang Tuan muda kaya raya???? /Shame//Shame//Doubt//Doubt//Doubt/
hmmm mamanya seorang pemilik butik, cakepp tuh bisa dibuatkan dress, gaun dan dll. Tapi enakk banget tuh jadi sahabatbya dpt dress gratiss tiss yang keren lagii.. ketiban duren runtuh drimana tuh yaa.. aku pasti mauu lahh yg gretongann.. 🤣🤣🤣