Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Bella menatap Niko dengan helaan nafas panjang, dia tidak mengerti karena suaminya ini ternyata sangat pemaksa bahkan dia sudah menolaknya mentah-mentah.
"Aku kan sudah bilang, aku ada urusan, ngapain sih maksa banget" . kesalnya
"Kalau begitu aku anter saja yah, ayolah berikan aku kesempatan untuk menunjukkan jika aku sudah berubah". Rengek Niko seperti anak kecil.
Ini pertama kalinya dalam hidup dia merengek seperti ini, selama ini dia hanya memasang wajah garang dan dingin kepada orang lain, entah mengapa dia tiba-tiba merengek seperti ini.
"Baiklah". Ucapnya dengan pasrah sekaligus heran.
Kemana coba suami yang cool dan kalem itu, bagaimana mungkin bisa merengek tidak jelas seperti itu.
Niko langsung kegirangan mendengar jawaban Bella itu, entah mengapa dia merasa sangat senang jika Bella mau ikut dengannya.
"Ayo". Ajaknya dengan girang.
Hilang sudah image dirinya yang pendiam dan cool, dia bahkan terlalu senang karena Bella mau memberinya kesempatan.
Bella hanya menggeleng melihat tingkah laku Niko yang biasa, dia berharap dalam hati jika ini perubahan yang baik, walau dia senang, dia tidak mau menunjukkan bahwa dirinya sangat senang melihat perubahan suaminya itu.
"Kita mau kemana? ". Tanya Niko begitu mereka jalan.
" Kita kerumah orangtua ku dulu, aku akan mengambil beberapa berkas lalu ke tempat tujuanku".
Niko mengangguk, walau dalam hatinya dia sedikit khawatir karena dia tahu jika mertuanya sangat marah padanya apalagi jika kedua iparnya itu tahu perbuatan nya kepada sang adik.
"Aku akan masuk kerumah bertemu dengan kedua orangtua mu, tidak apa kan? ". Tanyanya pelan.
Bella langsung menoleh, dia menatap horor kepada suaminya karena mau masuk kedalam rumah bertemu orangtua nya, padahal dia tahu jika ayahnya sangat marah padanya.
"Aku akan menghadapi daddy karena ini memang kesalahan ku, aku akan memperjuangkan kamu untuk kali ini, aku akan meyakinkan daddy dan keluargamu untuk memberiku kesempatan, aku memang tidak bisa langsung mencintaimu tapi mungkin aku bisa mulai menerima kehadiran mu disisi ku secara perlahan, tolong bantu aku". Ucapnya dengan sungguh-sungguh.
Bella menghela nafas, dia sebenarnya keberatan tapi dia senang jika memang suaminya sudah berusaha menerimanya, tidak ada salahnya memberi kesempatan.
"Terserah padamu, lakukan saja, aku tak mau ikut campur". Ucap Bella terkesan tidak peduli.
Niko hanya menarik nafasnya dalam-dalan, dia yakin istrinya ini belum percaya padanya sepenuhnya, tapi dia tidak akan memaksanya karena memang dia yang bersalah selama ini.
"Dulu orangtuaku yang memintamu untuk bersama ku tapi untuk kali ini aku sendiri yang akan memintamu untuk menjadi istri ku kembali dan kali ini serius".
"Buktikan saja Niko, aku tidak mau jadi cadangan hanya karena Merry yang kamu cintai itu ternyata tukang selingkuh dan kamu sudah tahu kebenarannya, belum lagi kamu takut kehilangan segalanya milikmu jika kita bercerai, cinta dan pernikahan itu bukan mainan yang seenaknya kamu perlakukan".
"Aku tahu Bel, aku salah dalam hal itu, aku terlalu buta karena cintaku saat itu setelah semuanya terbongkar, aku ingin berubah, aku sadar jika ini karna untukku karena telah menyia-nyiakan istri yang tulus mencintai dan menyayangi aku, masalah perusahaan aku tidak masalah menjadi wakil kamu, aku akan berusaha menerima keadaan, toh itu memang salahku". Jawabnya pelan
Dia memang sudah menyadari segalanya, saat dirumah tadi dia merenung dan dia sadar semua ini balasan untuknya karena selama ini begitu menyakiti hati istrinya, dia juga merasakan sakit maka dia akan berusaha memperbaiki segalanya sebelum semuanya terlambat.
"Ya itu terserah kamu, aku tidak mungkin melarang atau menyerah orang berubah, toh kita masih punya waktu.
" Bella, aku ingin memperbaharui surat perjanjian 49 hari itu, bisakah disana tertulis untuk tidak melepas kan aku, aku takut kamu malah meninggalkan aku setelah 49 hari". Ucapnya menunduk.
Dia betul-betul membuang ego dan semua kesombongannya, dia tidak mau kehilangan rumah tangganya. Dia sudah melakukan kesalahan sekali dan tidak ingin melakukannya lagi.
"Tidak apa Niko, toh dalam surat itu kalau kamu berhasil berubah dan mempertahankan rumah tangga kita, perpisahan itu tidak akan terjadi, biarkan segalanya mengalir apa adanya, keadaan yang terlalu dipaksa akan berakhir tidak baik".
"Bell". Rengeknya tidak terima.
"Ayo masuk, kita sudah sampai, bicara saja pada daddy dan juga keluargaku, aku akan melihat seberapa serius kamu memperjuangkan pernikahan ini seperti aku dulu memperjuangkannya". Bella masuk lebih dulu kedalam rumah untuk bertemu dengan keluarganya.
Niko menghela nafasnya, walau dia gugup tapi dia harus bisa melakukannya, dia harus bertanggungjawab dengan semua perbuatan yang dia lakukan.
Sesampainya didalam, dia disambut oleh keluarga inti Bella, tubuhnya tiba-tiba bergetar, sedikit ketakutan tapi dia berusaha menutupinya.
"Mau apa kemari? ". Ketus sang kakak ipar begitu melihat Niko masuk kedalam rumah.
"Saya ingin bicara dengan kalian semua jika boleh". Ucapnya pelan tapi terdengar oleh mereka semua.
"Duduklah menantu". Sang ibu mertua mempersilahkan.
Beliau memang terkenal sebagai wanita lemah lembut dan penyayang, sangat kontras dengan suaminya yang tegas dan emosional.
Dia bahkan memegang tangan suaminya dan menggelengkan kepalanya agar suaminya tidak langsung marah.
"Terima kasih mommy". Ucapnya sedikit kikuk karena mendapatkan tatapan tajam dari semua orang.
"Katakan apa maumu". Sungut Bethrand sang kak sulung Bella.
"Kak". Tegur sang ibu.
Niko duduk dan kini menarik nafasnya dalam-dalam, dia akan membicarakan niatnya apapun yang terjadi.
"Sebelumnya, saya minta tolong untuk tidak memotong apapun yang saya katakan jika saya sudah menyampaikan maksud saya silahkan saja". Ucapnya tanpa basa basi.
Antonio mengangkat alisnya melihat sikap menantunya itu, tumben sekali pikirnya.
"Aku kesini untuk meminta maaf atas sikap dan kelakuanku yang mungkin kalian sudah mengetahui nya, aku ingin memperbaiki kesalahan itu untuk mempertahankan rumah tangga ku, aku juga sudah mengembalikan hak Bella walau belum sepenuhnya". Cicitnya pelan.
"Aku tahu aku membuat kesalahan dengan menyia-nyiakan Bella dan berselingkuh dibelakangnya, tapi kali ini aku meminta Bella kembali padaku bukan untuk mempertahankan usaha dan yang lainnya tapi aku hanya ingin Bella menjadi istri ku selamanya".
Mereka semua menatap Niko dengan berbagai tatapan, tatapan sinis diberikan mereka terutama ketiga abang Bella kepadanya.
"Kamu hanya mempertahankan Bella karena Ego dan juga karena kamu diselingkuhin oleh orang yang kamu cintai sebelumnya, kamu menjadikan Bella sebagai pelampiasan saja, kami tidak terima". Hardik Bethrand dengan keras.
Dia tidak terima adiknya diperlakukan seperti itu, adiknya itu wanita terhormat tapi seperti tidak ada harganya.
"Tidak, aku tidak menganggap nya seperti itu, aku serius untuk mempertahankan rumah tangga ku dan belajar mencintai dirinya seperti dia mencintaiku, aku sadar jika itu tidak mudah tapi aku akan berusaha". Ucapnya dengan sungguh-sungguh.
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆
klo gak bakalan sibuk kelonan ma Merry
yang kemaren di bela habis habisan...
sekarang di hina di caci maki habis habisan juga...
kesiaaaaaan...
kemaren video cctv,kalau sekarang di depan biji mata ya Niko