NovelToon NovelToon
9 MONTHS (Perjanjian Pernikahan)

9 MONTHS (Perjanjian Pernikahan)

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Mertua Kejam / Poligami / Hamil di luar nikah / Ayah Darurat / Tamat
Popularitas:8.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Yutantia 10

Nuri terpaksa menerima perjanjian pernikahan 9 bulan yang ditawarkan Sabda, kerena Dennis, pria yang menghamilinya meninggal dunia. Sabda adalah kakak Dennis dan sudah memiliki istri. 9 bulan itu menjadi masa yang sulit bagi Nuri karena dia selalu mendapatkan intimidasi dari mertuanya dan istri pertama Sabda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Diam-diam, Yulia mengintip kegiatan didapur pagi ini. Dia tak bisa mengulur waktu lagi. Sudah 3 hari Sabda berada di Jepang. Dan hari ini, misinya harus berhasil.

Melihat Nuri sedang membuat teh, dia langsung tersenyum. Ini kesempatan emas baginya. Tak berlama lama, dia langsung masuk kedalam dapur.

"Bi Diah, tolong belikan saya obat magh. Kambung saya lagi kambuh." Yulia pura-pura meringis sambil memegangi perutnya.

"Biar saya saja Nyah," Tutik menawarkan diri. Dia kasihan kalau Bi Diah yang lebih tua darinya, harus jalan jauh ke apotek.

"Diah saja, kamu kadang lama kalau disuruh suruh. Apalagi kalau ketemu satpam depan rumah, bisa pacaran dulu kamu sama dia." Tutik tertunduk malu. Dulu, dia pernah ke gab pacaran sama satpam depan rumah.

Yulia mengambil uang dari dalam saku lalu memberikannya pada Bi Diah.

"Ibu mau saya buatkan teh herbal? Atau mungkin jahe hangat?" tawar Nuri. Meskipun Yulia sering jahat padanya, tapi melihat wanita itu sakit, dia kasihan juga. Mungkin saja sedikit perhatian bisa melunakkan hatinya

"Tidak perlu," sahut Yulia ketus. "Lebih baik kau ambilkan ponselku yang tertinggal di kamar saja."

"Kamar?" Nuri merasa sedikit heran mendengar Yulia menyuruhnya masuk kedalam kamarnya. Padahal biasanya, mertuanya itu, melarang keras dia masuk kesana.

"Kenapa, kau tidak mau?" bentak Yulia.

"Baik Bu, akan aku ambilkan." Nuri gegas menuju kamar Yulia.

Dua orang sudah berhasil dia singkirkan dari dapur. Tinggal dia dan Tutik sekarang. Jadi dia hanya perlu mengalihkan pandangan wanita itu.

Yulia berjalan kearah meja dapur. Mendekati teh yang tadi dibuat Nuri. Matanya berbinar. Tinggal selangkah lagi, dia akan bisa menyingkirkan anak dalam kandungan Nuri. Dan jika anak itu tiada, secara otomatis, Nuri juga akan hengkang dari rumah ini. Karena adanya Nuri disini, karena anak itu.

"Tut, coba kamu cek, apa saja yang habis dikulkas. Nanti biar kalau Fasya keluar, dia sekalian belanja."

Tutik yang sedang menyiangi kangkung, segera meninggalkan pekerjaannya. Berjalan kearah kulkas untuk mengecek isinya.

Saat Tutik fokus kearah kulkas, Yulia mengeluarkan botol kecil yang ada dikantong celananya. Obat yang dia pesan khusus dari temannya. Sengaja dia membelakangi cctv agar ulahnya tak kelihatan. Sambil tersenyum, dia menuangkan isi dari botol tersebut kedalam gelas berisi teh yang Nuri buat tadi. Sesuai petunjuk temannya, karena dosisnya tinggi, dia hanya perlu mencampurkan setengah botol saja.

"Apa yang Nyonya masukkan tadi?"

Yulia kaget saat Tutik memergoki aksinya. Sampai-sampai, botol kecil yang isinya tinggal setengah, jatuh kelantai dan tumpah. Padahal, niatnya akan dia simpan kembali. Jaga jaga jika percobaan pertama sampai gagal.

"Nyonya mau mencelakakan Nuri?"

"Diam kamu," bentak Yulia. Dia mengambil botol yang tergeletak dilantai lalu menyimpannya kembali kedalam saku. "Saya minta kamu tutup mulut. Biarkan Nuri meminum tehnya."

"Tapi apa yang tadi Nyonya masukkan kedalam teh itu?"

"Kamu tak perlu tahu. Yang perlu kamu lakukan sekarang dan nanti, hanyalah tutup mulut. Tenang, ada bayarannya untuk itu." Yulia tak terlalu khawatir pada Tutik. Dia tahu jika artnya itu sangat butuh uang. Jadi sangat mudah untuk membuatnya tutup mulut.

"Ta_"

"Tutup mulut atau dipecat, hanya itu pilihannya," ancam Yulia.

Mendengar derap langkah mendekat, Yulia cepat-cepat kembali ke tempatnya duduk. Pura pura jika barusan tak terjadi apa apa.

"Ini ponselnya Bu." Nuri yang baru datang, meletakkan ponsel Yulia diatas meja tepat dihadapan mertuanya itu.

Tutik bingung harus berbuat apa. Saat ini, dia hanya berharap agar Nuri tak meminum teh yang telah dicampur sesuatu oleh Yulia.

Saat Nuri berjalan ke tempat dia meletakkan teh, Yulia menatap Tutik tajam. Tatapan penuh intimidasi agar Tutik tutup mulut.

Melihat Nuri memegang gelas tehnya, jantung Tutik bekerja dua kali lebih cepat. Tubuhnya gemetaran, dan keringat dingin keluar dari pori pori kulitnya.

Yulia tersenyum miring melihat Nuri yang telah mengangkat gelas tersebut. Beberapa saat lagi, dia akan menyaksikan kehancuran Nuri. Dan saat itu tejadi, dia akan tertawa penuh kemenangan.

1
Dewi Anjani
secepat itukah sabda bucin??agak sedikit aneh sih,,,jadi ga ke rasa perjuanganya sabda buat dapatin nuri,,kesannya nuri cuman jadi pelarian aja soalnya fasyanya katauan selingkuh
Dewi Anjani
kirain nuri karakternya bakalan lemah,,ternyata nuri berani ngelawan ya,,bagus lah jgn mau di tindas terus
Siti Maulidah
ceritanya menarik
scarlet
👍👍👍👍👍
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Lina Astika Sari
kebohongan segera terbongkar
Endang Sulistia
jeder...duar...doamu terkabul...
Khansa Sutresno
sabda jga msti kena hukuman itu... secara gk lgsg dya penyebab smua kekacauan karna gk jujur dgn istri klo dya mandul...
Haryati Kurniawan
menantu kesayangan Bu Yulia 😁
Haryati Kurniawan
akhir nya jujur klo mandul
Haryati Kurniawan
gak salah juga sich sebenarnya, Krn Yulia gak tau klo sabda mandul dan Nuri hamil cucu nya, darah daging nya sendiri... nunggu kejujuran sabda
Haryati Kurniawan
bodoh nya, kau membunuh cucu mu sendiri 😁
Haryati Kurniawan
bucin boleh, bodoh jgn ya Nuri 😁😁
Haryati Kurniawan
semangattt Nuri... biar miskin tapi kudu hrs punya harga diri 💪
kerjain terus tu Yulia org kaya tapi mental miskin 🤣🤣🤣
Haryati Kurniawan
duh, baju mahal kesayangan kok di lempar mba Yulia 😁😁
Haryati Kurniawan
Yulia ini org kaya tapi tak bermartabat.... ampun dech.... kata nya org kaya, tapi kayak OKB aja 😆😆
yg elegan dikit donk klo mau bertindak 😁😁😁
Haryati Kurniawan
rmh orang kaya pasti ada cctv, cek aja cctv klo mau tau
Haryati Kurniawan
cantik tapi gak bisa ngasi cucu 😆😆
Haryati Kurniawan
nah kan, uang nya di ambil🤦
Haryati Kurniawan
klo bisa nafkah nya di transfer, takut nya nanti mertua dan istri pertama ambil semua uang² yg di kasi sabda
Haryati Kurniawan
kenapa di kasi uang cash... knapa gak transfer aja ya, bisa beli makan lewat gofood
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!