NovelToon NovelToon
My Little Devil

My Little Devil

Status: tamat
Genre:Romansa / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: wilia

Bagaimana jika kau mencintai anak angkatmu sendiri?

Begitulah yang tengah di rasakan oleh Maxwell. Ia adalah satu-satunya suami yang tak mengharapkan Istrinya hamil. Bahkan, saat wanita itu di harus menjalani operasi Rahim maka Maxwell-lah satu-satunya manusia kejam yang tak perduli.

Ia di paksa untuk mengangkat seorang anak untuk mengobati trauma Istrinya. Tapi, balita 4 tahun itu sangat menguji kesabaran Maxwell yang di buat hidup di dunia Fantasi dan Mitologi.

Bagaimana tidak? saat Mentari datang maka Bocah itu akan sama seperti anak pada umumnya. Ia berkeliaran membuat suara berisik memusingkan. tapi, di malam hari ia akan menjelma menjadi seorang wanita dewasa yang arogan bahkan menyaingi sikap dinginnya.

Sosok yang begitu kasar dan selalu ingin membunuh membuat Maxwell hidup bagai di medan perang.

Mampukah Maxwell menundukan Sosok itu? atau ia terjebak dalam keputusan paksaan ini?

....

Tinggalkan Like, komen, Vote dan Giftnya ya say 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka batin yang membekas

Malam terasa begitu larut. Rembulan bergulir ke penghujung langit seakan ingin menjauh sepersekian meter dari bintang-bintang yang hampir memudar.

Mereka seperti sudah lelah sedari tadi melihat Seorang wanita berwajah bulat dengan rambut coklat pendek sebahu itu merenung di kursi Taman yang dingin karnanya.

Sedari tadi ia di sana dengan air mata turun dan tatapan kosong ke arah sepenggalan Vidio yang dikirim sejak pagi tadi ke Ponselnya.

Hatinya sakit mendengar tawa gembira dua Sepasang Mahluk di dalam sana. Batinnya menjerit melihat betapa mesranya lelaki yang sudah ia tunggu berbulan-bulan lama-Nya tak kunjung kembali.

Tangis itu ia tahan dengan goresan batin terbuka lebar menandakan betapa hancur-Nya ia sekarang.

Terlihat jelas Pria ini begitu bahagia merayakan Kehamilan wanita di samping-Nya.

"Mom! disini dingin, Ayo masuk!"

Suara bocah laki-laki yang datang dari belakang sana segera membalutkan Mantel hangat ke punggung Mommy-Nya.

Ia dengan enteng duduk di samping Wanita itu dengan tatapan polos yang terlihat penuh dengan kasih.

"Mommy! Lilinnya sudah meleleh," ucap Maxwell kecil dengan ciri khas lesung Pipi di sudut bibirnya terlihat menambah ketampanan bocah itu.

Nyonya Camillia hanya diam. Di tatapnya kosong wajah bahagia Putranya karna hari ini adalah Ulang Tahun ke 7. Mereka tengah menunggu satu Pria yang saat itu berjanji untuk pulang dari 'PERJALANAN BISNIS' yang dulu ia katakan.

"Mom! Apa Daddy masih lama?"

Masih tetap membisu. Air mata yang terus keluar dari mata sendu ini membuat Maxwell kecil gelisah. Ia genggam satu tangan Mommy-Nya yang terasa dingin.

"Mom! Ada apa?"

Nyonya Camillia tetap diam mematikan Ponselnya. Ia bersembunyi dalam kebisuan dan kegelapan mata yang terasa kosong.

"Mom! Mommy sakit?"

"Max!" gumamnya lirih tapi menyimpan cinta yang besar bagi Putra-Nya.

Tangan hangat itu menangkup satu pipi Maxwell kecil yang tersenyum mendengar suara Mommy-Nya.

"Mom! Apa Maxwell sudah bisa tiup lilin?"

"Ini ulang tahunmu, bukan?"

Maxwell kecil mengangguk memeluk erat tubuh Nyonya Camillia yang memejamkan matanya hingga air mata itu menetes ke bahu Maxwell.

"Mom! jangan menangis, Maxwell tak suka Mommy menangis."

"M..Max!" gumamnya lagi kala jemari mungil Maxwell kecil mengusap pipinya lembut. Tatapan penuh cinta yang Maxwell berikan membuat hati Nyonya Camillia seketika runtuh.

"Hari ini Max ulang tahun! Max ingin kita berkumpul lagi dan Daddy tak di tugaskan ke luar negeri lagi. Mom!" Dengan polos mengatakan hal itu.

Harapan di mata bening ini membuat Nyonya Camillia sangat tak berdaya. Ia tahu betapa lembutnya hati Putranya yang selama ini selalu tak ingin jauh darinya.

"Max ingin Daddy pulang supaya kita tak kesepian lagi. Mom!"

"Kau di Bully lagi?" tanya Nyonya Camillia kala menangkap raut nanar dari tatapan Maxwell.

"Mereka hanya mengatakan jika Daddy tak akan pulang dan menyembunyikan Tas Max. Hanya itu," jawab Maxwell tapi mata Nyonya Camillia melihat memar di bagian bahu Putranya.

Hatinya kembali berdenyut karna Maxwell kecil sangat tak suka mencari masalah. Ia selalu diam jika ada yang mengusiknya karna takut jika Nyonya Camillia di panggil ke Sekolah sedangkan lawannya mendatangkan seorang Ayah yang perkasa.

Sifat Maxwell yang seperti ini membuat kekhawatiran Nyonya Camillia meningkat. Di usapnya kepala bocah malang ini berharap Putranya tak akan di rendahkan lagi oleh siapapun.

"Mommy jangan cemas. Max akan baik-baik saja."

"Kau tahu sesuatu?"

Maxwell kecil menggeleng menikmati belaian di kepalanya. Ia benamkan wajahnya ke dada hangat Nyonya Camillia yang tampak terus menangis tapi ia memeluk tubuh Putranya erat.

"Jika kau masih di bawah pandangan Ibumu maka kau tak akan pernah bisa mengerti dunia ini."

"Tidak. Mommy selalu menceritakan hal-hal yang menyenangkan tentang Dunia," jawab Maxwell dengan lugunya padahal itu hanya sebuah dongeng pengantar tidur.

"Seorang Ibu selalu membatasi pandangan Anaknya! Dia menciptakan dunia yang menyenangkan bagi kesayangan-Nya," lirih Nyonya Camillia bergetar.

"Tapi Max. Dia juga menutup mata Putranya akan kenyataan yang seharusnya berguna untuk masa depan Anak itu. Kau.. Kau tak akan pernah mengerti,"

Batin Nyonya Camillia tersayat pilu.

"Mom! Ayo ke dalam, kita tunggu Daddy di sana saja. Ya?"

"Bisa lakukan sesuatu untukku?" pinta Nyonya Camillia mengusap kepala Maxwell kecil hangat.

"Bisa. Max selalu sedia membantu."

"Ambilkan air putih dan Kotak yang ada di dalam kamar Mommy!"

Tanpa di pinta dua kali lagi Maxwell turun dari Kursi Taman lalu berlari ke dalam Kediaman yang tak begitu mewah ini.

Ia terlihat gembira bernyanyi kecil sampai suaranya terdengar ke sini.

Nyonya Camillia memandangi kepergian Putranya dengan air mata terus keluar membanjiri wajahnya. Ia remas Ponsel itu dengan kuat memandangi Kediaman yang sederhana yang ia bangun bersama untuk pertama kali.

"M..Maafkan aku," gumam Nyonya Camillia memantapkan keputusannya. Hanya dengan cara ini Maxwell tak akan berharap lagi pada Ayahnya dan dia bisa hidup dengan penuh ketangguhan.

"M.Maafkan aku. Max!"

Gumamnya lagi lalu berdiri dan melangkah ke arah ke tangga yang ada di samping Kediaman. Bangunan ini tak terlalu besar tapi Teras di atap sana cukup tinggi dimana ada Keramik di bawahnya tempat mencuci kaki.

Ia naik ke atas sana dengan perasaan yang begitu bercampur aduk. Cintanya yang besar pada Marcello ia tutup rapat agar Maxwell bisa tahu betapa kejamnya dunia ini.

Ia terus menapaki tangga keramik ini hingga sampai di ujung sana begitu tinggi memuncak atap. Gaun berwarna merah maron dengan tali kecil di bahu itu terkibas angin yang seakan mencegahnya melakukan hal itu.

"Moom!! Kotaknya yang mana??"

Suara Maxwell dari dalam Kediaman terdengar sampai ke sini.

Tangis Nyonya Camillia pecah tapi ia sudah tak tahan lagi. Ia tak bisa hidup dalam kepalsuan dan ketidakberdayaan Putranya yang selalu menganggap jika Dunia ini begitu menyenangkan.

Sementara di dalam sana. Maxwell sudah membawa Kotak hitam seukuran Jam tangan dan segelas air ke arah area Taman.

Ia berjalan agak pelan takut Gelasnya tumpah dan sesekali melihat permukaan Kotak yang membuatnya penasaran.

"Isinya apa?!" gumam Maxwell dengan langkah yang sudah memasuki area taman.

Ia kembali melihat bangku taman yang kosong tak ada manusia di sana hingga Maxwell langsung menoleh ke arah lain.

Tapi. Saat matanya ingin mengadah tiba-tiba saja sekilas bayangan terjun dari atas sana jatuh tepat di Lantai Keramik yang tepat ada di sampingnya.

Mata Maxwell melebar dengan Kotak dan gelas di tangannya langsung terlepas kala melihat Tubuh Nyonya Camillia terbentur benda itu sampai darahnya menjiprat ke tubuh kecilnya.

"Mommyyy!!!!!"

Teriak Maxwell kecil berlari mendekat tapi sayangnya Nyonya Camellia sudah tak bernyawa. Ia menangis histeris berteriak memangku kepala Mommy-Nya yang sudah tak bisa di lihat karna darah lumer kemana-mana.

Flashback Of..

Aroma alkohol ini terasa sangat menyengat menyeruk dari satu ruangan yang ia tutup rapat agar tak seorang-pun bisa masuk ke sini.

Tubuh kekarnya yang biasa berdiri dengan keangkuhan di atas rata-rata itu sekarang hanya bisa tersandar di samping ranjang dengan mata sudah benar-benar merah tapi ia enggan menghentikan tegukan-Nya dari Alkohol yang membuat pikiran melayang bebas.

Sakit, sesak dan benci itu bercampur aduk. Dadanya terasa berat bahkan bernafas saja ia sangat sulit karna ada sekangan luka yang membuatnya hilang akal.

"Aaaa!!! Siaalaan!!" teriaknya memaki diri sendiri lalu melempar Botol Bir itu ke dinding sana hingga serakan kaca itu tersebar dimana-mana.

Ia remas rambut miliknya penuh frustasi dan rasa yang selalu membuatnya ingin menghilang dari dunia ini.

"M..Mom!" gumamnya lirih tapi terdengar seperti seruan penyesalan.

"A..aku.. Aku tak sengaja," imbuhnya merasa takut jika Mommynya marah akan apa yang ia lakukan tadi.

Sumpah demi apapun Maxwell tak ingin berdebat seperti tadi karna ia tahu amarahnya akan lepas dan melanggar janji pada Ibu-Nya.

"M..Mommy. Mommy tak marah-kan?" tanya Maxwell menatap satu bingkai Foto yang ada di pahanya. Sesosok wanita berambut pendek sebahu bermata besar dan senyum yang lebar begitu cantik dimatanya.

Wanita itu tengah menggendong balita laki-laki berumur 7 Tahunan. Tangan Maxwell sampai bergetar meraba permukaan bingkai kaca ini karna Foto itu di ambil sehari sebelum kematian Ibunya.

"Aku tak memulainya! Dia yang selalu memancingku untuk melakukannya. Mom! Kau.. Kau jangan marah padaku, ya?"

Ia terlihat sangat takut seakan-akan wanita itu tak akan lagi menemaninya. Tapi, sedetik kemudian Maxwell mengepalkan tangannya karna sadar jika sekarang semua itu hanyalah kenangan.

Ia sendirian dan tak ada siapapun yang bisa mengerti hidupnya.

"Kenapa?"

Gumam Maxwell terlihat bertanya penuh kekecewaan.

"Kenapa kau memilih pergi? Apa kau tak pernah memikirkan aku. Ha? APA TAK PERNAAH??"

Suara Maxwell meninggi di akhir kalimatnya. Ia sendiri juga sudah lelah seperti ini terus. Setiap ia memejamkan mata maka bayangan kejadian malam itu membuatnya terus tak bisa tenang, hidupnya selalu dihantui oleh rasa kecewa, bersalah dan sangat merindukan Ibunya.

Mom. Jika hari itu aku tahu kau hanya berbohong maka.. Maka aku tak akan pernah menurutinya.

1
Netty Netty
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Netty Netty
🤭🤭🤭🤭🤭
Netty Netty
bikin mewek/Sob/
Bunda
hadir kak🙏
Iyhen Asmara waruwu
satu pakaian😂😂😭
Lia Pazliani
Luar biasa
Earlyta a.s Salsabila
ngakak sampe perutku sakittt
Earlyta a.s Salsabila
Buruk
Earlyta a.s Salsabila
good
Eneng Haerani
Luar biasa
Fareza Gmail.Com
aku tebak nih ya maxwell anaknya fernandes dan violet anak marcello ama selingkuhannya
Fareza Gmail.Com
penasaran sekali sepertinya 🤣🤣
Sandisalbiah
nyatanya Marcello emang gak waras otaknya.. buktinya dia sekalu berusaha memancing emosi Max...
Sandisalbiah
sadar gak kamu Max.. kalau sekarang terkontaminasi sikap leen yg cerewet.. krn Max sudah banyak omong saat bersama Leen
Sandisalbiah
sudah 3 thn Vio.. itu bukan waktu yg sebentar.. harusnya kamu bisa menilai bagaimana hubungan kalaian.. jgn terlalu percaya diri yg justru berakhir dgn menyakiti hatimu sendiri.. belajarlah dgn pengalaman selama 3 thn itu Vio
Sandisalbiah
yg terjadi justru di luar ekspektasi.. kirain Max bakalan syok plus terpukau lha.. endingnya malah duel maut 🤦‍♀🤦‍♀
Sandisalbiah
kebencian Maxwell pd Ayahnya membuat siapapun yg berhubungan dgn tuan Marcello ikut terkena imbas kebencian Max..
Sandisalbiah
emang ya thor.. setiap baca karya mu itu selalu di sambut dgn sikap sadis tokoh utama pria.. yg selalu bikin naik darah dan emosi tingkat dewa dgn sikap kejamnya.. setiap di awal cerita selalu di suguhin dgn sifat iblis nya tp di akhiri dgn sikap hello kitty pas bucin ke pasanganya.. haish.. tp tetep selalu emosi
Sandisalbiah
Max memang membawa Leen utkmu Vio tp itu krn paksaan tuan Marcello seperti biasanya
Sandisalbiah
hem.. pertama kali Max bersikap manusiawi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!