Hidup Intan seketika berubah saat ia tiba-tiba harus menjadi seorang perawat bagi pria buta yang arogan.
Meskipun ia sudah melakukan cara agar pria itu memecatnya, namun pria itu justru mempertahankannya.
Kedekatan keduanya pun mulai menumbuhkan benih-benih cinta.
Apakah hubungan percintaan mereka akan berjalan mulus??, baca kisahnya di sini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Intan begitu terkejut saat melihat dekorasi Restoran yang lebih tepat seperti tempat resepsi pernikahan. Dimana kelopak mawar bertebaran di lantai bahkan ada yang berbentuk hati di hiasi lilin aroma terapi yang membuat suasana semakin romantis.
Suara alunan musik jazz tampak mengalun merdu membuat siapapun terlena dengan suasana romantis dan alunan musik yang membuat para gadis merasakan kehadiran sang pangeran cinta yang datang untuk melamarnya.
"Apa kita tidak salah tempat?" tanya Intan menoleh kearah Ibra
"Tentu saja tidak, aku sengaja memboking tempat ini agar kita bisa lebih nyaman saja," jawab Ibra
"Tapi...apa tidak berlebihan," ucap Intan
"Apa kau tidak suka?" Ibra tampak sedikit kecewa saat mengetahui reaksi Intan
"Tentu saja aku suka, hanya saja aku tak biasa diperlakukan istimewa jadi agak shock aja," jawab Intan
Mendengar jawaban gadis itu membuat Ibra langsung menggenggam jemarinya erat membuat Intan dibuat semakin menggila olehnya.
Ya Tuhan bagaimana ini, padahal aku mengharapkan Kenzo yang melakukan hal ini padaku, tapi kenapa harus dia, apa yang harus aku katakan padanya jika ia mengungkapkan perasaannya??
Intan tampak Dilema menghadapi situasi itu, namun sebisa mungkin gadis itu bersikap tenang dan tak mau memperlihatkan kegelisahannya di depan Ibra.
Lagipula ia juga tak tega membuat pria yang selalu menjadi malaikat pelindungnya itu kecewa.
"Kalau kamu merasa tak nyaman katakan saja, aku tidak apa-apa kok. Justru aku lebih senang jika kau berkata jujur,"
"Tentu saja, aku juga lebih suka jujur apalagi kalau ditambah sate usus sama telor puyuh, pasti enak rasanya," jawab Intan mencoba mencairkan suasana tegang diantara mereka
"Itu bubur kali," jawab Ibra tersenyum menatap Intan
"Yes," jawan Intan tersenyum simpul
Ibra kemudian mengajak gadis itu duduk di kursi yang sudah di siapkan
Beberapa orang menghampiri mereka kemudian menyanyikan sebuah lagu romantis diiringi suara gitar akustik yang membuat suasana semakin romantis.
Melihat hal itu membuat Kenzo seketika hilang kendali. Pria itu tahu benar jika kali ini ia bisa kehilangan Intan jika tidak bertindak.
"Kali ini aku tidak akan membiarkan Intan jatuh dalam pelukan mu. Jika ada pria yang boleh menjadi kekasih Intan, itu adalah aku!" seketika Kenzo menoleh ke kanan kirinya
Saat melihat seorang mahasiswa membawa makanan ia langsung merebutnya dan memakannya.
Saat melihat Ibra mengambil sebuah bucket mawar merah dan hendak menyampaikan perasaannya kepada Intan, seketika Kenzo langsung berjalan masuk menghampiri mereka, ia seketika memuntahkan makanan yang dimakannya ke tubuh Intan saat memeluk gadis itu.
"Tolong aku," ucap Kenzo kemudian pura-pura pingsan.
"Iyuuhh!!" seru Intan kemudian mendorong tubuh lelaki itu hingga jatuh tersungkur ke lantai.
"Buugghhh!!!
"Awww!!" seru Kenzo mengaduh kesakitan
"Ih ngeselin!!" seru Intan kemudian berlari menuju ke toilet
Sementara itu Kenzo tertawa saat melihat raut wajah kecewa Ibra.
Syukurin emang enak di rusuhin,
Gumanm pemuda itu sembari menahan tawanya. Seketika ia kembali memejamkan matanya saat melihat Intan kembali dari toilet.
Melihat Intan basah kuyup Ibra segera melepaskan jasnya dan memainkannya kepada gadis itu.
"Terimakasih,"
"Maaf sepertinya aku tak bisa melanjutkan makan siang kita, karena semua pakaianku basah jadi aku merasa kurang nyaman," imbuh Intan
"Iya gak papa, santai saja. Sebaiknya kamu cepat pulang dan ganti pakaian,"
"Iya," jawab Intan kemudian mengambil tasnya dan berlalu pergi
"Kalau begitu biar aku yang mengantarmu pulang,"
"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri. Lagipula aku harus mengurus seseorang jadi aku tak mau merepotkan mu," jawab Intan
Melihat Intan dan Ibra mengacuhkannya, Kenzo terpaksa bangun sambil pura-pura memegangi perutnya yang sakit.
Ah sial, sepertinya Intan kesal karena aku mengacaukan acara spesialnya hingga tak memperdulikan diriku.
"Intan, kamu tega meninggalkan aku!" seru Kenzo dengan mimik wajah sedih
Tidak lama Intan kembali dengan membawa seorang pria yang langsung memapahnya.
Namun Kenzo menolak saat pria itu hendak memapahnya.
"Aku gak mau sama kamu, aku mau sama Intan aja," ucapnya membuat Intan semakin kesal dan langsung menghampirinya
Ia kemudian memapah Kenzo dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
"Maaf kalau sudah mengacaukan acara makan siang kita," ucap Intan saat berpamitan dengan Ibra
Meskipun Ibra sebenarnya kesal dengan kelakuan Kenzo yang menggagalkan acaranya namun pemuda itu berusaha tersenyum demi Intan.
"Papay!" ucap Kenzo melambaikan tangannya saat melintas di depan Ibra
Ia bahkan sengaja memeluk Intan di depannya untuk membuatnya cemburu.
*Brakkk!!!
Tidak lama Ibra menendang kursi tempat duduknya membuat semua karyawan restoran langsung berlari meninggalkannya.
Rahangnya semakin mengeras saat melihat Ken mengerlingkan matanya kearahnya, membuat pria itu seketika mengepalkan tangannya.
"Kita mau kemana, kenapa tidak pulang saja," ucap Kenzo
"Tentu saja ke rumah sakit, aku tak mau melihat mu mati karena aku telat mengobati mu," jawab Intan membuat Kenzo seketika tersedak
"Jahat sekali, apa kau senang jika aku mati?" tanyanya dengan wajah gusar
"Setidaknya penderitaanku sedikit berkurang," jawab Intan sinis
"Astaga, kau benar-benar kejam," jawab Ken segera memalingkan wajahnya
"Kalau gitu kita pulang saja, agar kau senang. Apapun akan aku lakukan demi membuatmu senang, bahkan aku rela mengorbankan nyawaku demi kebahagiaan mu bila perlu," jawab Ken
"So sweat!" seru Intan menatap lekat lelaki itu
"Apa kau senang?" tanyanya dengan wajah berseri-seri
Intan langsung mengangguk.
"Sorry tadi aku sudah membuat mu jadi basah kuyup gini," ucap Ken merasa bersalah
"Tak apa, lagipula harusnya aku yang berterima kasih padamu,"
"What??, berterima kasih untuk apa?" tanya Kenzo bingung
"Kepo ya?" jawab Intan menggodanya
"Emm, gak kok," sahut Kenzo
*Cit!!!
Sang sopir menghentikan mobilnya setibanya di kediaman Kenzo.
Ken segera turun di susul oleh Intan.
Gadis itu buru-buru memapah Kenzo dan segera membawanya ke kamarnya.
Ia menyuruh pria itu berbaring dan menyelimutinya.
"Apa masih enek?" tanya Intan
Kenzo mengangguk, "Sedikit," jawab Kenzo
"Kalau begitu istirahatlah dan tunggu sebentar aku akan membuatkan minuman hangat untukmu,"
Intan segera buru-buru menuju ke dapur untuk membuat air jahe hangat.
Melihat perhatian Intan yang begitu care dengannya membuat Ken tak sampai hati sudah menghancurkan lunch nya dengan Ibra.
Gadis itu bahkan belum sempat berganti pakaian dan memilih mengurusnya lebih dulu.
Melihat Intan memasuki kamarnya membawanya segelas air jahe hangat membuat Ken langsung duduk bersandar di ranjangnya.
"Sekarang minumlah, aku yakin setelah kau meminumnya kamu akan merasa enakan dan gak enek lagi," tutur Intan
Saat gadis itu hendak memberikan minuman itu kepadanya Kenzo justru mengembalikannya.
"Harusnya kamu yang meminum air jahe ini. Sekarang minumlah agar kau tidak masuk angin nanti,"
Lelaki itu kemudian mengambil sesendok air jahe dan kemudian meniupnya sebelum ia menyiapkan kepada Intan.
*Deg
Saat Itu Intan kembali merasakan perasaan yang sulit untuk dijelaskan. Melihat Intan yang terlihat tegang Ken kemudian memegang jemarinya dan mengusapnya.
"Air air dari surga cepatlah turun dan jangan membuat sakit, kekasihku!" ucap Kenzo menirukan mantera Intan