NovelToon NovelToon
Duda Istimewa Ku

Duda Istimewa Ku

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vie Alfredo

berkisah tentang perjalanan cinta wanita muda ,ternyata cantik saja tidak cukup menjamin kemulusan dalam menjalin sebuah hubungan percintaan, setelah mengalami jatuh bangun yang cukup berat dan menyakitkan, akhirnya hati wanita muda berlabuh di hati duda idaman
penasaran gak ma cerita nya???
yuk reading guys😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Alfredo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Ketabahan

"Manager ke guguran? dan asisten Bram buta?" tanya Lina Terkejut.

"Hmmmm, sudah ayo kita segera urus jenazah suamimu!" ujar Vevey.

"Huhuhuhuhu Manager, sungguh aku minta maaf aku tidak bisa menyetujuinya, hiks hiks hiks hiks, dia sudah cukup menderita, tolong maafkan aku yang tak bisa membalas Budi kalian huhuhuhu!" ujar Lina pada Vevey.

"Iya, tenanglah!,sekarang kita urus suamimu dulu" Vevey mengajak Lina untuk segera mengurus jenazah suaminya.

Vevey dan Jovan membantu semua keperluan pemakaman suami Lina hingga selesai.

"Lina, apa kau benar-benar tidak punya kerabat lagi?" tanya Vevey.

Lina hanya menggeleng dan tertunduk.

"Apa kau mau ikut dengan kami?, aku khawatir kau sendirian di sini Lin!" ujar Vevey cemas.

"Manager, aku tidak bisa banyak merepotkanmu lagi, aku akan tetap di sini,Manager!" ujar Lina.

"Aku tidak percaya kau akan baik-baik saja Lina!"

"iya Lin, kau bisa ikut kami, itu tidak akan merepotkan!" sahut Jovan.

" Tidak Bos, bahkan aku tidak bisa membantu kalian saat kalian membutuhkan bantuan ku!, bagaimana bisa aku menerima bantuan kalian lagi,ini sangat memalukan untukku!" ujar Lina, merasa bersalah.

" Lina, jangan berkata seperti itu!, kami ikhlas tanpa pamrih, kami hanya ingin melihatmu baik-baik Lina!" ujar Vevey .

" Manager, Bos! percayalah aku akan baik-baik saja!" Lina meyakinkan Vevey dan Jovan.

Jovan memberi kode pada Vevey.

"Baiklah kami tidak akan memaksamu, kalau begitu kami permisi pulang dulu ya Lin!" ujar Vevey berpamitan.

Vevey dan Jovan pun berjalan keluar dari rumah Lina.

"Sayang, seharusnya kita tidak meninggalkannya sendiri!" ujar Vevey khawatir.

"Lihatlah, terlihat jelas jika Lina ingin sendirian!" jawab Jovan.

"Tapi, say-" ujar Vevey terpotong.

"Tenanglah aku meninggalkan 2 orang untuk mengawasinya tanpa ketahuan Lina!" ujar Jovan.

"ahhhh, suamikuuuu kau benar-benar sempurna!" Vevey sangat terkesan dengan kecekatan suaminya dalam mengambil tindakan.

Vevey dan Jovan kembali pulang ke rumah.

"Lelahnya hari ini!" Vevey menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.

"Mandi dulu sayan,jangan langsung tidur!" ujar Jovan mengingatkan.

" ah baik!" Vevey bangkit dan segera masuk kamar mandi.

Jovan pun menyusul masuk.

"kita mandi bersama ya!" ujar Jovan.

Vevey mengangguk.

"Cindy sudah sampai belum ya?,kenapa belum telpon?" tanya Vevey teringat anaknya.

"kita tunggu saja sayang!" Jovan sambil membantu istrinya menggosok punggung.

"hmmmm baik, aku juga masih kepikiran Lina sayang!"

" semoga dia diberi kekuatan untuk mengahadapi semua!"Jovan mencoba menenangkan istrinya

"iya sayang, tapi dia sendirian ,aku sungguh khawatir!" ujar Vevey.

"kau bisa mengunjunginya setiap hari memberikan dukungan,ajaklah dia jalan-jalan sesekali!, berikan dia cuti karna dia sudah mendekati HpL,masalah gaji dia tetap akan menerimanya tanpa ada potongan!" Jovan memeberi solusi pada kekhawatiran istrinya.

"sayang,kau ini bijak sekali, Astaga aku hampir pingsan mendengarkan kebaikanmu!" Vevey sangat tersentuh dengan kebijakan suaminya itu.

"itu hanya hal kecil,baik dari mana?" jawab Jovan rendah hati.

"Suamiku,apa uangmu tidak Habis?, kau terlalu dermawan sekali?" Vevey keheranan.

"Katanya sebagian dari Rizky kita ada rezeki orang Lain?"

"Iya memang benar begitu,tapi kau tak pernah memperhitungkan sama sekali saat memberi!"

" Tuhan memberi kita saja tidak perhitungan, kenapa kita perhitungan?" jawab Jovan.

"Istriku, saat kita punya banyak makanan, kita membagikan sebagian makanan kita pada orang lain dan sebagian lagi kita makan, kira-kira bagian mana yang habis?" tanya Jovan.

"Bagian yang kita beri pada orang lain!"jawab Vevey.

" Salah, yang habis yang kita makan!, karna kita hanya mendapatkan kenyang, namun sebagian yang kita beri pada orang lain itu yang akan tetap utuh menjadi pahala kita nanti.,hehehehe!" ujar Jovan menjelaskan.

Vevey tiba-tiba berbalik badan, menghadap Jovan, dan menatap fokus wajah suaminya itu,

"Hey, kenapa denganmu sayang?" tanya Jovan heran dengan tingkah istrinya.

"sayang aku benar-benar sangat cinta padamu!" ujar Vevey mencium bibir suaminya dan bergegas berdiri dan lari keluar kamar mandi.

" sayang aku sudah selesai mandi!" teriak Vevey berlari, karna takut di terkam sang raja singa.

"astaga kucing nakal!" gumam Jovan gemas dan segera menyelesaikan mandinya lalu bergegas keluar dari kamar mandi.

terlihat istrinya sudah membungkus badanya dengan selimut tebal yang masih menggunakan buntalan handuk dikepalanya.

"apa kau kedinginan sayang??" tanya Jovan

Vevey menggeleng.

"Lalu kenapa kau membungkus tubuhmu sepertinya kepompong?" tanya Jovan heran.

"aku melindungi diri dari terkaman hewan Buas!" jawab Vevey menenggelamkan kepalanya kedalam selimut.

" ahahahhaahahahh, kau ini !" Jovan tertawa terpingkal dan segera menarik selimut pada tubuh Vevey.

"Ampun sayang, aku sungguh lelah, aku tidak menggodamu tadi,sungguh!" ujar Vevey memegang erat selimutnya.

Jovan tetap menarik selimut Vevey, dan terlihat lekuk tubuh istrinya yang masih telanjang.

Vevey meringkuk dengan kedua tangan di dada.

Jovan menarik Vevey dan memakaikan handuk kimono pada tubuh istrinya.

"Siapa yang akan menerkammu?, kau ini terlalu percayalah diri! ahahahha" ujar Jovan tertawa melihat tingkah istrinya yang lucu.

"malunya aku!" ujar Vevey merona.

"Kau masih punya malu ternyata!" ujar Jovan sambil membantu mengeringkan rambut istrinya seperti biasa.

" wah, suamiku ini benar-benar!" ujar Vevey gemas.

Jovan mengambil pijama untuk Vevey.

"jika badanmu sudah kering cepat ganti bajumu sayang!"ujar Jovan memberikan Vevey baju.

Vevey segera mengganti baju, begitu juga dengan Jovan.

"mau langsung tidur apa mau makan dulu sayang?"tanya Jovan.

"tidur sayang!" jawab Vevey.

"tidurlah terlebih dahulu sayang!, aku harus menyelesaikan beberapa proposal!" ujar Jovan menyelimuti istrinya dan memberikan kecupan lengkap.

"mimpi indah sayang!, jangan lupa berdoa!"

ujar Jovan.

****

Esok hari

" aku berangkat dulu sayang!,apa hari ini mau ke tempat Lina?" tanya Jovan.

"Hmmmm, dan juga mau ke tempat Bram!"jawab Vevey

"Baiklah!, hati-hati jangan lupa bawa mereka!" Jovan melirik 2 ajudanya.

"Siap komandan!" jawab Vevey sigap.

Jovan bergegas berangkat bekerja.

*****

Di kediaman Lina.

terlihat Lina yang sedang menyapu halaman.

"Pagi Lin!!" sapa Vevey.

"Manager!" Lina Terkejut dengan kedatangan Vevey.

"Apa kau sudah sarapan?" tanya Vevey.

Lina hanya menunduk.

"Lin, kau harus makan, kau harus bangkit demi anakmu Lin, dia harus mendapatkan haknya!" Ujar Vevey.

" iya manager!" jawab Lina menurut dengan Vevey.

" ayo keluar denganku, kita sarapan dan pergi ke rumah sakit ya!" ajak Vevey.

"Untuk apa ke rumah sakit Manager?" tanya Lina.

"Periksa kandunganmu dong sekalian kita tengok Bram!" jawab Vevey.

"kita tengok asisten Bram saja nyonya,saya tidak ingin periksa!" jawb Lina.

"Kenapa?, kau harus periksa untuk tahu keadaan bayimu!" ujar Vevey.

"saya yakin bayi saya baik-baik saja manager!,jadi tidak usah periksa!" jawab Lina .

"kau yakin baik?" tanya Vevey

" Yakin manager!" jawab Lina

"Hmm baik, ayo kita cari sarapan!" ajak Vevey

Lina mengikuti vevey masuk ke mobil.

mereka mencari sarapan dan kemudian menengok Bram.

"pagi Bram!" sapa Vevey.

"pagi nyonya!" jawab Bram.

"selamat pagi asisten Bram!" sapa Lina.

"Maaf siapa ya?" tanya Bram yang merasa asing dengan suara Lina.

"Bram ini Lina, dia karyawan yang kau antar pulang waktu itu!" sahut Vey.

"Oh, maaf Karna tidak hafal suara anda!" jawab Bram

"asisten Bram,maafkan saya,karna tidak menyetujui untuk mendonorkan mata suami saya pada anda!"ujar Lina menyesal.

"tidak papa, saya turut berdukacita untuk suamimu!" ujar Bram singkat.

"Santai saja Lina, kau harus semangat kau harus memikirkan bayi dalam kandunganmu!" ujar Vevey.

"selamat pagi!" Sasa menyapa semua yang ada diruangan Bram.

"pagi sa, apa kau mau menyuapi Bram?" tanya Vevey.

"kakak Bram sekarang sudah bisa makan sendiri Nyonya!, saya hanya menyiapkan saja sekarang!" ujar Sasa.

"wah Bram, kau benar-benar banyak kemajuan!" ujar Vevey girang.

"Iya Nyonya!, meskipun sekarang saya kehilangan penglihatan saya, bukan berarti saya juga kehilangan semangat hidup saya?" jawab Bram.

"Bram, kau ini keren sekali ahahah, Lina kau juga jangan kalah semangat dari Bram!"

ujar Vevey.

"Baik manager!" jawab Lina.

"sa, apa kau tidak ingin melanjutkan sekolah?" tanya Vevey.

" ingin nyonya, nanti saja kalau sudah cukup uang saya ikut kejar paket!" jawab Sasa.

"sekolahlah, kami akan urus semuanya! ujar Vevey.

"tapi Nyonya!" jawab Sasa berpikir

"kau bisa mengurus Bram sepulang sekolah Sa,kau harus melanjutkan sekolahmu, itu sangat penting !" ujar Vevey.

"iya kau harus sekolah!" Sahut Bram.

"Hmm besok, ikut aku mendaftar ya?,aku jemput disini aja besok!" ujar Vevey.

" ya sudah kalau begitu, aku pamit Bram!" Vevey berpamitan.

"hati-hati Nyonya!" jawab Bram.

"sa...titip Bram ya?!"pinta Vevey

"baik nyonya!"jawab Sasa.

Lina dan Vevey pun keluar Rumah sakit.

" Lina kita cari perlengkapan buat bayimu ya?"ajak Vevey.

"nyonya,kenapa anda baik sekali dengan saya?" tanya Lina.

" jangan tanya kenapa, aku tidak bisa menjawabnya! hehehe yuk kita ke baby shop!"

mereka pun membeli macam- macam perlengkapan baby,setelah selesai, Vevey mengantar Lina kembali kerumahnya.

"kakak-kakak bantu bawakan ya?" pinta Vevey pada 2 Ajudanya.

2 ajudanpun segera membawa perlengkapan yang dibeli tadi masuk ke rumah Lina.

"Lin kita siapkan barang-barang yang kau butuhkan untuk persalinan nanti!, kira-kira apa ya?, aku juga gak tahu!" ujar Vevey.

"Yang penting, perlengkapan untuk bayinya aja manager saya gampang!" jawab Lina.

"Baiklah kita packing sekarang ya, biar kamu tinggal bawa aja nantinya??!" ujar Vevey

Lina mengangguk.

"Kau harus kabari aku nanti jika mau lahiran!, hehehehe apa kau sudah tahu bayimu laki-laki apa perempuan?" tanya Vevey.

"Belum tahu manager, biar jadi surprise nanti, tapi aku inginnya perempuan,mau laki atau perempuan semoga dia lahir sehat tanpa kekurangan suatu apapun!" ujar Lina berdoa.

"Aamiinmapa kau tidak pernah USG ?" tanya Vevey.

"iya sekali saat dipuskesmas Manager, kata dokter baik-baik saja, itu sudah cukup!, untuk jenis kelamin aku sengaja tidak menanyakannya!" jawab Lina sambil mengusap perutnya.

"kenapa kau tidak mau periksa lagi?" tanya Vevey

"Tidak Nyonya saya yakin akan baik-baik saja!" jawab Lina meyakinkan Vevey.

"Baiklah, cepat sekali waktunya,sudah sore aja! kalau gitu aku balik dulu ya Lin!, ingat makan jangan sampai terlambat!" ujar Vevey pada Lina.

ya begitulah hampir 2minggu berlalu setiap hari Vevey selalu menemani Lina agar Lina tetap bersemangat dalam menanti hari persalinannya.

*****

"mamah, Cindy besok mau pulang ke Indonesia, tapi Cindy masih mau di ajak paman dan bibi ke Samarindam mengunjungi orang' tua bibi di sana!, mamah aku sangat rindu!" ujar Cindy lewat panggilan video call.

"Hmm berapa lama sayang? mama juga sangat rindu!" ujar Vevey bertanya.

"belum tahu mah!" jawab Cindy.

"apa cindy perlu mamah jemput?" tanya Vevey.

"Tidak usah mah, kata paman dan bibi jika Cindy ingin segera punya adek, Cindy harus menahan rindu dulu,agar adek cepat kembali ke perut mamah!" ujar Cindy polos.

"Papah, akan berusaha keras sayang,Terimakasih atas pengertianmu!" sahut Jovan yang tiba-tiba nongol dari belakang.

"Papah, berjanjilah jika Cindy kembali nanti,Cindy harus sudah punya adek!!"pinta Cindy.

"Iya,papah akan berusaha!, jangan Lupa Cindy juga harus rajin berdoa agar segera mendapat adek laki-laki nanti saat pulang!" ujar Jovan.

"Cindy mau adek perempuan!" ujar Cindy.

"Tapi,Papah ingin adek laki-laki sayang!" Jovan, tidak maunkalah.

"Tidak!,harus perempuan!, biar Cindy ada teman main nanti!" ujar Cindy.

"kan udah ada mamah, papah juga ingin ada teman main sayang!"ujar Jovan.

"Papah sudah besar,kenapa mau main?"ujar Cindy ngotot.

" mamah sudah besar tapi juga masih main sama Cindy?" Jovan tidak mau kalah.

Vevey hanya menggeleng kepala heran dengan tingkah bapak dan anak ini.

"Cindy mau perempuan titik!"

" tuuuutttt!"

Cindy langsung mematikan panggilan vicallnya.

"Sebenarnya dia ini anak siapa?" Jovan bertanya pada diri sendiri melihat tingkah Cindy.

"ahahahhhhhahah,Entahlah!!" ujar Vevey tertawa.

"Sayang bagaimana?, aku ingin anak laki-laki?" ujar Jovan yang sangat menginginkan anak laki-laki.

Vevey hanya menaikan bahu.

" kalau begitu lahirkan anak kembar ya!" ujar Jovan.

" memangnya bisa?" tanya Vevey.

"Bisa, mari kita coba sekarang!" ujar Jovan mendorong tubuh Vevey ke sofa.

"hey, kau mau apa sayang, apa kau tidak capek sepulang kerja?" tanya Vevey.

" kau jangan meremehkan staminaku sayang?"

"tidak,tidak jangan di sini!" ujar Vevey

Jovan langsung menggendong istrinya di pundaknya.

" baiklah kita ke kamar sayang!" jawab Jovan langsung menjatuhkan Vevey ke ranjang.

"ah anu kata dokter harus dua bulan lagi, apa tidak papa?" tanya Vevey mencari alibi untuk menyelamatkan diri.

" Ya sudah kita tunggu dua bulan untuk itu,anggap saja ini simulasi, okey?" ujar Jovan yang sudah mulai meluncurkan aksinya.

"ahhhh, tapiiii sayang!"

"ini sudah kewajibanmu sayang!, apa masih mau ada yang dikatakan lagi?" tanya Jovan.

Vevey menggeleng pasrah.

pada akhirnya Vevey menyelesaikan kewajibannya Dengan baik.

author:

belum rejeki Bram sabar yea..

karna di posisi Lina pun juga tidak mudah.

😇😇😇

kalian harus Tabah.

🤗

yukkk like dan komen biar seruuuu💓

1
Sista Safta
Buruk
Trisna
vevey lugu banget walaupun tomboy. pikirannya segitu polosnya sama orang
Trisna
vevey juga cerdas ya, bisnis bisa kuliner bisa, meracik obat untuk memanjakan tubuh juga bisa, jualan gitar online juga bisa hemm
keren yah
serta ibu dan istri yang baik👍👍
Trisna
vevey ketegasan dalam berbisnis oke juga ya
Trisna
Vevey Lo terlalu lembut.
ayo tunjukkan taring mu sama pelakor
Trisna
Cindy kau baik sekali dek, kau sangat menghargai dan mencintai mama mu
Trisna
Jovan kalau kecewa ngeri yah
tapi ttp lembut pada istrinya
Trisna
Jovan jiwa sosial mu the best
Trisna
Jovan gue suka banget sama karaktermu. luv banget deh
Trisna
suka banget sama ceritanya, berawal dari kisah Jovan vevey, lanjut ke Bram dan Sasha sekarang Nathan dan Savina,
benar-benar mantap ceritanya
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: 🥰🥰😘😘😘😘
total 1 replies
Trisna
so sweetie keluarga bahagia dan receh
Trisna
salut sama ibu Santrian. selain ibu penyayang, dia juga cerdasss
Trisna
hemm curiga sama perwira yang di nikahin shinta
Trisna
curiga deh sama bapaknya Sinta?
dia terlibat enggak sama orang-orang zelene itu
Trisna
waduh menantu ibu Santrian semuanya muda-muda ya, belum lagi Nathan yang lagi berjuang sama jandanya
࿅ᴡʜɪᴛᴇ ʟɪᴏɴあᬊ𝄞༗: lanjutkan ya 🥰😘
total 1 replies
Trisna
sorry Kakak
kalau mereka melihat matahari terbit namanya Sunrise bukan sunset.
terimakasih.
tapi cerita kakak ttp suka
Trisna
huff.... Nathan yang jadi korban
Trisna
🤣🤣popok orang tua jadi pembalut....
Bram bram
Trisna
yah.... apakah Nathan berpaling....
10 tahun bukanlah waktu yang singkat Nathan, cobalah cintai istrimu yang tulus mencintaimu walaupun kalian sah karena perjodohan
Trisna
Jovan sengaja yah l
cari perempuan untuk ngurus Bram heheh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!