NovelToon NovelToon
Bukan Surrogate Mother

Bukan Surrogate Mother

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:996.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Karena balas budi, Kailani bersedia mengandung calon bayi dari pria yang sama sekali belum ditemuinya. Namun, apa jadinya jika pria tersebut ternyata adalah sang mantan terindah yang ditinggalkannya karena tuntutan sebuah keadaan?

Apakah yang akan dilakukan sang pria yang ternyata masih mencintai Kailani dalam diam dan dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Kailandra

"Owh, bagus, belum juga aku dan Kailandra bercerai secara resmi, kamu sudah melangkah cepat menebar pesona. Ternyata kamu tidak lebih dari perempuan munafik, Kai. Kamu gunakan anak-anak yang seharusnya adalah hakku untuk mendekati Kailandra." Karina mengatakannya dengan suara yang cukup keras sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah Kailani.

"Kar!" Kalvin menurunkan tangan Karina dengan sedikit kasar sambil membentak perempuan tersebut.

"Di antara kita sudah tidak ada hubungan apa-apa, Kar. Dan ingat baik-baik! Perceraian kita, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Kailani. Alasanku menceraikanmu jelas bukan dia. Jangan menyamarkan kebohongan besarmu dengan menyalahkan orang lain. Dengan menjadikan Kailani terlihat buruk, tidak akan membuatmu nampak baik di depanku," sahut Kailandra begitu jelas dan tegas meski dengan suara yang tidak lantang.

"Jika kalian hanya ingin berdebat dan membuat keributan, silahkan pergi dari rumahku," usir Kailani. Lalu perempuan tersebut membalas tatapan Karina dengan berani. "Dengar baik-baik, anak-anak bisa saja menjadi hakmu, tapi lakukan dulu kewajibanmu. Tunjukkan jika kamu memang pantas menjadi seorang ibu. Jangan pernah berteriak hak, jika sikapmu saja jauh dari sikap seorang ibu seutuhnya. Lebih baik aku mengingkari janjiku, ketimbang aku harus melepaskan anak-anak untuk tumbuh bersama perempuan yang licik seperti kamu."

Tangan kanan Karina kembali terangkat. Perempuan tersebut hendak melayangkan sebuah tamparan ke pipi mulus Kailani. Namun, dengan sigap mantan calon istri Kailandra tersebut menepis tangan Karina itu.

"Kendalikan emosimu, Kar. Apa yang akan kamu dapatkan dari sikap keras kepalamu ini? Belajarlah dari pengalaman orang lain. Pandanglah sebuah masalah dan sebuah kejadian yang menimpamu dengan sudut pandang yang lebih luas. Libatkan hati nurani dan logikamu dengan baik. Jangan sekedar menuruti napsu kemarahanmu, atau selamanya kamu akan hidup dalam penyesalan yang lebih panjang." Kailani mengatakan sembari melirik sinis pada Kailandra.

Pintu rumah Kailani sedikit terbuka, Kalvin melihat sekilas Keiko yang sedang mengintip karena rasa ingin tahunya yang sangat tinggi akibat mendengar suara keributan di luar. Menyadari yang sedang terjadi sangat tidak layak dipertunjukkan di depan anak-anak, Kalvin segera menghampiri Keiko dan mengajak anak tersebut ke ruang tengah untuk mengalihkan perhatian.

Kailandra menarik napas panjang. Dengan kesadaran penuh, dia paham betul akan kesalahan yang sudah dilakukannya. Dia yakin, dengan kejadian pagi ini, bukannya hubungan baik yang didapatkan---Kailani pasti akan semakin memperlebar jarak dengannya. Pria tersebut lalu berganti mengalihkan perhatian pada Karina. " Pulanglah, Kar. Kita akan bicara nanti," ucapnya dengan datar.

Karina menarik garis senyuman sinis di salah satu ujung bibirnya. "Bicara apa? Aku tahu kamu tidak akan berubah pikiran. Apa yang sudah menjadi keputusanmu, siapa yang berani menentang? Dari awal, aku memang hanya sekedar peran pembantu. Jika peran utama sudah datang, tentu perasaanku tidak lagi kamu butuhkan. Apa pun yang Aku katakan tentu salah di depanmu. Meskipun kebohongan yang aku lakukan jelas-jelas karena aku mencintaimu. Aku benar-benar tidak ingin hubungan kita berakhir."

"Baguslah kalau kamu tau," ketus Kailandra.

Kailani sengaja tidak memberikan tanggapan apapun. Sebagai perempuan, dia menyadari benar perasaan Karina. Dari lubuk hatinya yang terdalam, Kailani masih meyakini---Karina sesungguhnya adalah perempuan yang baik.

"Dan seharusnya kamu juga tau, Kai. Kesepakatan apa pun di antara kita enam tahun ini, Aku tetaplah manusia biasa yang punya perasaan. Banyak hal yang kita lalui bersama. Tentu tidak semuanya pura-pura, bukan? Luberan kenikmatan di tanganku, itu nyata, Kai. Kalau pura-pura, tentu hanya sebatas lenguuhan yang keluar dari bibirmu. Apa Aku pernah menuntut balasan kenikmatan darimu? Apa kamu pikir Aku hanya patung yang tidak punya hasrat ketika tanganku sudah lincah mema---,"

"Cukup! Sepertinya kalian salah tempat jika membicarakan hal itu di sini. Tolong tinggalkan rumahku." Kailani sengaja memotong kalimat Karina. Selain topik pembicaraan yang terlalu jauh, juga karena dia harus memikirkan Keiko yang memang sudah harus berangkat sekolah.

"Kenapa? Kamu tidak sanggup mendengar bagaimana egoisnya seorang Kailandra? Ini belum seberapa, Kai. Maka berhentilah berharap bisa kembali padanya. Dia tidak akan memberimu kebahagiaan lebih selain dari hartanya."

Ucapan Karina berhasil membuat Kailandra terpancing emosinya. Pria tersebut lalu mengayunkan tangannya dengan cepat. Mendaratkan sebuah tamparan keras pada pipi Karina hingga mengeluarkan bunyi yang cukup keras.

"Lihat, Kai! Masih inginkah kamu kembali bersama pria semacam ini?" Mata Karina berkaca-kaca. Tangannya memegang pipi kanannya yang memerah dan berjejak empat jemari Kailandra.

"Jaga bicaramu, Kar! Kamu tidak berhak menilaiku!" Bentak Kailandra.

"Kenapa tidak? Kamu takut Kailani tidak menerimamu kembali?" sinis Karina.

Perempuan tersebut lalu menjatuhkan pandangan bola matanya ke arah Kailani. "Jangan munafik Kailani. Aku yakin kamu sedang tersenyum puas dalam hati. Kamu berhasil mendapatkan semuanya. Seburuk apa pun Kailandra, nyatanya kamu memang masih tergila-gila padanya. Perempuan kesepian yang haus belaian, sebentar lagi akan menjadi nyonya besar Kailandra. Cukup menyiapkan rahimmu untuk mencetak anak seperti yang mereka mau sebanyak mungkin."

Kailani membalas tatapan Karina dengan berani. "Sudah delapan tahun Aku hidup tanpa Kailandra. Dan sepanjang waktu itu, hidupku tetap berjalan dengan normal. Aku tidak sengsara sekali pun meski tidak bersamanya. Aku sudah terbiasa sendiri tanpa dia atau lelaki mana pun. Tidak ada hal mendesak yang mengharuskan aku kembali pada Kailandra. Simpan pikiran burukmu sendiri."

Tidak ingin mendengar kata-kata yang terkesan saling menyakiti lebih banyak lagi, Kailandra menarik tangan Karina. Mengajak perempuan tersebut masuk ke dalam mobilnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Kailani. Dengan kecepatan lumayan tinggi untuk start awal, mobil yang ditumpangi dua orang yang sama-sama sedang sangat emosional itu meninggalkan halaman rumah Kailani.

Bersamaan dengan itu, taksi yang dipesan Kailani datang. Perempuan tersebut langsung masuk ke dalam rumah untuk memanggil Keiko yang sedang bersenda gurau bersama Kalvin. Televisi menyala dengan volume yang cukup keras.Kailani menarik napas lega, Kalvin rupanya paham betul bagaimana membuat Keiko tidak mendengar dan mengetahui apa yang baru saja terjadi.

"Kei, kita berangkat yuk! Nanti telat," ajak Kailani.

"Sama Om Kalvin saja, ya, Bund. Kita lagi seru nih ceritanya," pinta Keiko.

Kalvin menatap Kailani sembari menganggukkan kepalanya dengan pelan. Menyiratkan bahwa dia sama sekali tidak keberatan untuk memenuhi permintaan Keiko.

"Terimakasih, Vin." Kailani menyunggingkan sebuah senyuman tipis.

Kalvin hanya menjawab dengan sebuah kedipan mata. Tidak membuang waktu, pria tersebut dengan semangat menuntun tangan Keiko yang baru saja berpamitan pada sang Bunda. Keduanya langsung berangkat menggunakan mobil Kalvin.

Terlanjur memesan taksi online dan tidak mungkin menitipkan ASI pada Kalvin. Kailani memutuskan untuk mengantar sendiri sumber kehidupan baby twins ke rumah sakit.

Setiba di rumah sakit, Kailani langsung menuju ruangan di mana baby twins berada. Mengira keadaan aman, perempuan tersebut langsung masuk ke dalam sana tanpa bertanya-tanya terlebih dahulu pada perawat jaga di luar.

"Buat apa kamu kesini?" sambut Kasih dengan ketus.

1
Mastini M. Pd
keren Thor....Tq ya....sukses selalu
KArmila Siregar
namanya semua mirip revot bacanya/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
Inayah Riyadi
sedikit baca iklan nya yang banyak bikin males baca
Christine Hakim
bukan puyeng lg, kalo dipanggilnya singkat cuma kei, lebih kali bisa mabok, kei yg mana ni, wkwwkwk
Ria Lita
si Kenzo buat riweh ya
Zizie Malek
🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊
Zizie Malek
Alur ceritanya bagus tapi nama namanya bikin bad mood 🥴🥴🥴🥴. Tolong lebih bervariati Thor. Apakah d dunia ini hanya yang ada huruf K.

Kadang pembaca ini membaca untuk menenangkan fikiran tapi karyamu yg hanya STUCK pada 1 huruf boleh bikin pikiran pembaca jadi stress 😔😔😔 & aku salah 1 pembaca yg sekarang sudah stress 😒😒😒
Dini Armaini Damanik: ,##2,2
total 1 replies
sansan
astaga.. panggilan sayang nya bikin merinding...😂😂😂😂
sansan
kailandra sama Kelvin masih oke mereka single.. tp ini lohhh Kenzo.. mendadak mau ngajak nikah Kailani.. pdhl keira sedang hamil ... hadohhh... triple K bikin puyeng mbak Kai aja
sansan
othor nya penggemar huruf K... bagus sihh cerita nya.. Tpi terkadang masih bingung dgn nama" nya... soalnya nama panggilan nya sama...
Mastini M. Pd
walau awalnya sempat bingung dg membedakan nama² tokoh yg awalannya K semua dan mirip².... tp akhirnya sy bs hafal/Grin/...dan yg utama adalah ceritanya keren abies.....sukses selalu dan tq Thor sdh membuat cerita yg ciamik.....
Risna Wati
Buruk
yuiwnye
pokok e tokoh di cerita mu ini berawalan K ya, thuor 😆😆
Ria Lita
Buruk
susy suchandra
kenapa noveltoon ni terlalu banyak iklan ya, sampai ngeh liat iklan terus
sansan: mkn karena gratis kak.. makanya skrg makin bnyk iklan nya..
total 1 replies
yuiwnye
menutupi kebohongan hanya dg kebohongan sampai kapan??🥺🥺
Ria Lita
kapan sih terbongkar nya jujur bosen aku baca nya
Afifah
terimakasih
Shifa Burhan
tantangan untuk novel wanita
jika hampir disetiap novel kalian kalian pasti hadirkan sosok lelaki lain yang begitu baik dan peduli pada pemeran utama wanita seperti sosok KELVIN, kalian bungkus intaksi mereka dengan embel peduli pada sahabat, menganggap saudara, melindungi orang yang disayang,dll

apakah novelis wanita berani juga hadirkan sosok wanita lain yang baik dan begitu peduli pada sosok pemeran utama pria (suami), dengan embel peduli pada sahabat, dan anggap saudara atau melindungi orang yang disayangi


saat kalian hadirkan sosok kelvin yang begitu tulus dan selalu ada untuk melindungi kailani, berani tidak kalian berlaku adil hadirkan juga wanita lain yang tulus, dan selalu ada untuk melindungi kailandra

karena wanita itu mahluk egois
tidak ada wanita yang boleh menyukai suaminya kalau ada wanita itu wanita pelakor
tapi mereka akan kebaperan bila ada pria lain yang menyukainya dan akan menganggap pria itu pria baik2 dan tulus
Arie Chandra
aduh ada kambo... apa kambo lg kabur dr tahanan
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: sambo, kak.... sambo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!