DILARANG PLAGIAT!!! 📢📢
Bagaimana jadinya jika kau menikah dengan seorang petinggi sementara kau sendiri hanyalah seorang gadis desa biasa yang bekerja sebagai pemetik daun teh?
Itulah kisah tentang Raymond William (30tahun) dan juga Kiara Putri (24tahun). Mereka menikah karena suatu kejadian yang tidak ingin membuat keluarga Kia malu.
Pada akhirnya Kiara atau sering di sapa Kia menikah dengan Ray yang dia temukan di sungai dalam keadaan berantakan dan juga sadar dalam keadaan Amnesia (lupa ingatan).
Perbedaan kasta mereka berdua membuat Mama Ray tidak merestui pernikahan keduanya dan sengaja memasukkan orang ketiga untuk menganggu kehidupan rumah tangga Ray dan Kia.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Ray dan Kia mampu mempertahankan bahtera rumah tangga mereka berdua?
Simak berikut!
Happy reading..
So stay tune ! 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab #33
Di kediaman William saat ini terlihat ramai oleh begitu banyaknya tamu seperti kerabat, rekan kerja, serta warga desa Mulia Makmur yang ikut merayakan hari kebahagiaan antara Ray dan Kiara .
Di sebuah kamar.
"Apa aku cocok memakai gaun yang ini atau yang ini?" Amel berbicara dengan menunjukkan gaunnya kepada Need.
"Hei, mengapa kau bertanya padaku? Apa kau pikir aku ini adalah ivan gunawan?" Need berkata dengan nada kesal.
"Ck, kak Need benar-benar keterlaluan, aku hanya bertanya gaun mana yang cocok di tubuhku?" Amel melemparkan kedua gaun yang ada di tangannya ke wajah Need.
"Dasar adik durhaka! Lagian mengapa kau bertanya seperti itu padaku?Seharusnya jika kau ingin bertanya tentang masalah gaun, kau tanyakan saja pada teman wanita mu atau tidak pada Tante Rara." Need ingin pergi dari hadapan Amel tetapi Amel mencegahnya.
"Kak Need, Mama tidak suka dengan pesta ini dan kau mengatakan jika aku harus bertanya kepada Mama masalah gaun. Apa kakak ingin melihat telinga ku dijewer dan akan diberikan siraman kalbu oleh Mama?" Amel menatap wajah Need dari samping.
"Huft, itu deritamu." Need kembali ingin melangkah tetapi Amel tanpa sengaja menarik lengan Need kuat hingga mereka jatuh dengan posisi tubuh Need menimpa tubuh Amel.
Mata mereka berdua saling bertubrukan dan degup jantung keduanya begitu sangat kencang.
"Mel, kau sudah dewasa dan aku adalah pria normal." deru nafas Need mampu menyapu kulit wajah Amel.
"A—apa maksud kakak?" Amel menjadi gugup.
"Jika posisi kita terus begini, maka aku takut khilaf dan malah menikam adik sepupuku sendiri." ujar Need dengan suara berat.
Amel langsung mendorong tubuh Need hingga Need jatuh ke samping dan Amel dengan cepat beranjak dari ranjang.
"Iyuuuu.. Kakak jangan macam-macam ya?" Amel mengibaskan pakaiannya.
Need menegakkan tubuh dan berdiri di depan Amel. "Kau jangan terlalu percaya diri dulu adikku, mana mungkin aku selera dengan dirimu yang..." Need mengerakkan tangannya ke kanan dan kiri. "Yang ya.. Lihatlah, tubuhmu kecil, tidak ber-body, dan perhatikan payudaramu yang begitu kecil seperti anak SMP. Jadi mana mungkin aku bernafsu denganmu," Need tertawa jahat sembari melangkah mundur.
Amel ternganga dengan ucapan Need, ia meraba tubuh dan berhenti di ***********. "A!!! Kak Need dasar mesum!!!" teriak Amel kesal sementara Need berlari keluar dari kamar Amel.
"Haha.. Ternyata seru juga menjahili anak kecil itu," Need menjauh dari kamar Amel.
Sedangkan dikamar lain.
Kiara sudah di make-up dengan begitu anggun, cantik serta mempesona.
"Lihatlah, ternyata calon istri Tuan Raymond sangat imut dan cantik jelita." MUA itu menatap Kiara dari pantulan cermin.
"Terima kasih. Allah menciptakan semua wanita dengan wajah yang cantik, tidak ada wanita di dunia ini yang jelek kecuali wanita yang tidak memiliki hidung serta mata hanya satu." Kiara terkekeh pelan.
MUA itupun ikut tertawa karena gurauan Kiara. "Ternyata anda ramah dan suka humor juga ya, Nona?"
Kiara hanya membalas dengan senyuman.
"Selesai, waktunya turun karena sang Raja sudah menunggu Ratu."
Kiara berdiri dari kursi dan berjalan keluar kamar dibantu oleh MUA serta asisten MUA yang memegangi belakang gaun pengantin milik Kiara.
Tak
Tak
Tak
Suara heels Kiara terdengar memenuhi seluruh ruangan hingga atensi semua mata para tamu menatap Kiara yang baru turun dari tangga. Mereka semua berbisik-bisik karena mengagumi kecantikan Kiara yang sangat sempurna.
Dari kejauhan, Meysa berbisik ditelinga sang Mama. "Ma, harusnya Mey yang berada di sana.." Mey berkata dengan lirih.
"Kamu harus sabar sayang, Mama yakin kamu kuat menerima semua ini. Raymond bukan jodoh kamu, lupakan dia dan relakan dia bersama dengan wanita lain. Cinta yang sesungguhnya adalah kebahagiaan seseorang yang kita cintai mampu membuat kita ikut tersenyum dan juga merasakan bahagianya." jelas Mama sembari mengelus rambut panjang milik Meysa.
'Tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi, Ma. Aku akan bahagia jika Ray menjadi milikku,' geram Mey dalam hati.
Raymond tersenyum bahagia kala Kiara sudah berada disampingnya.
•
•
Gaun pengantin Kiara
**Kiara Putri ❤
TBC
HAPPY READING
SAMPAI JUMPA NANTI SIANG 🙏🏻
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN SEPERTI LIKE, KOMEN, VOTE, RATE 🌟🌟🌟🌟🌟, GIFT/KOIN. TERIMA KASIH 😘**