NovelToon NovelToon
Untuk Lolita (MCW2)

Untuk Lolita (MCW2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:13.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indri Antika

• No Plagiat
• Budayakan Vote dan Like setelah baca
• Budayakan sabar

Happy reading semua🤗


Sequel dari My Crazy Wife, menceritakan hubungan Aldi dan Lolita setelah mempunyai anak pertama mereka yang di beri nama Aksa Randian Putra.

Bagaimana kehidupan Aldi dan Lolita yang sudah berganti status menjadi papa muda dan mama muda?

Akankah mereka tetap bisa mempertahankan hubungan mereka di kehidupan selanjutnya? Dengan status Aldi yang masih mahasiswa dan menjadi incaran semua para cewek?

.
.
.
.
.

gas baca kuyyy!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indri Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marah

"Sini biar gue bantu bawa" Ucap seseorang yang entah sejak kapan sudah berdiri dihadapan Lolita.

Lolita mendongakkan wajahnya untuk menatap seseorang yang berniat wemembantunya.

"Terimakasih tapi gue bisa membawanya sendiri" Tolak Lolita lalu berjalan meninggalkan laki laki yang menawarkan bantuan untuknya.

"Kalau Lo tidak mau memberikan kesempatan kepada gue, setidaknya biarkan gue membantu lo sebagai seorang teman" Ujar laki laki itu.

Mendengar itu Lolita kemudian menghentikan langkahnya, ia kemudian membalikkan badannya.

Lolita terseyum. "Terimakasih untuk tawarannya, Tuan Kevin Arya Sanjaya. Tapi saya masih bisa membawanya sendiri, dan maaf saya tidak sedang mencari teman laki laki. Karena itu hanya akan menumbuhkan harapan dihatinya kalau ternyata ia diam diam menyimpan rasa" Ujar Lolita dengan santai, formal namun penuh penekanan.

"Lo bahkan masih mengingat nama panjang gue" Ucap Kevin sambil tersenyum.

"Hanya mengingat nama panjang seseorang, itu tidaklah sulit" Jawab Lolita lalu masuk kedalam cafe yang masih menyatu dengan mall tempat ia berbelanja.

.

.

***

.

.

"Lo kenapa lama sekali?" Tanya Yolanda ketika Lolita akhirnya muncul juga diantara mereka.

"Ini semua gara gara kalian, kalian memilih banyak sekali pakaian buat gue sampai sampai gue kesusahan membawanya" Ucap Lolita kesal sambil meletakkan paper bagnya disamping kursinya kemudian mendudukkan dirinya di kursi yang masih kosong.

"Yang penting kan lo cantik" Sahut Amel.

"Hmm tadi gue ketemu Kevin" Ucap Lolita sambil menatap ketiga temannya secara bergantian.

"Haaa jangan jangan Kevin ngikutin kita lagi, kan tadi lo bilang abis tabrakan sama Kevin" Tebak Yolanda.

"Mungkin emang kebetulan ketemu, jangan suka su'udzan" Seru Sisi.

"Tau tuh si Yolan" Ucap Amel sambil menyenggol lengan Yolanda.

"Yeee gue kan cuma nebak" Saut Yolanda.

"Permisi" Ucap dua orang pelayan yang baru saja datang dengan membawa beberapa makanan yang sudah dipesan oleh teman teman Lolita terlebih dahulu.

"Kalian sudah memesan terlebih dahulu" Ucap Lolita.

"Hmm" Balas Sisi.

"Silahkan dinikmati, jika butuh sesuatu silahkan panggil kami" Ucap salah satu pelayanan itu sopan sebelum undur diri.

"Terimakasih" Ucap mereka berempat secara bersama.

Mereka kemudian menikmati makanan yang sudah disajikan.

Yolanda buru buru menelan makanan yang sedang ia kunyah. "Lolita" Panggil Yolanda.

Lolita menoleh kearah Lolita, "Kenapa?"

Tanya Lolita setelah menelan makanannya.

"Lo bilang mau cerita soal Kevin. Buruan, gue udah terlanjur kepo" Ucap Yolanda lalu mengambil jus jeruknya dan meneguknya.

"Iya buruan cerita, gue juga penasaran" Imbuh Amel.

"Emm tadi kan gue berangkat dianterin sama Aldi...."

"Langsung pada intinya!" Ucap Amel dan Yolanda secara bersamaan.

"Sabar, setelah ini intinya" Ucap Lolita kesal karena ucapannya ditukas oleh kedua temannya.

"Setelah Aldi pergi gue masuk kedalam gedung, dan tiba tiba ada sebuah notifikasi pesan masuk yang ternyata dari Yolanda. Terus gue nabrak Kevin saat hendak membalas pesan Yolan ......." Cerita Lolita panjang lebar tak ada yang terlewatkan satu kalimat pun.

.

.

***

.

.

Pintu rumah akhirnya terbuka setelah Lolita mengetuknya. Terlihat mbak Lili yang membukakan pintunya.

"Eh non Loli, sini saya bantu bawakan" Ujar mbak Lili sambil mengambil alih paper bag yang dibawa oleh Lolita, dan Lolita pun membiarkan mbak Lili membantunya.

"Tolong taruh di kamar saya ya mbak" Ucap Lolita sambil menutup pintunya, mbak Lili pun mengangguk dan membawa belanjaan nona mudanya itu kekamarnya.

***

"Eh bunda" Ucap Lolita ketika melewati bundanya yang sedang memangku Aksa yang tertidur sangat pulas.

"Eh, kamu sudah pulang sayang" Ucap Wilna sambil menoleh kearah Lolita.

Lolita mendudukkan dirinya disebelah ibu mertuanya itu, kemudian menyalaminya. "Iya bunda, tadi Loli pergi sama teman teman dulu" Ujar Lolita. Wilna pun terseyem dan mengangguk.

"Sini bunda biar Aksa sama Loli" Ucap Lolita sambil mengambil Alih baby Aksa.

"Ya udah, kalau begitu bunda mau ke kamar dulu" Ucap Wilna sambil beranjak berdiri dan meninggalkan Lolita sendiri bersama baby kalemnya.

.../:..

Malam harinya

Sekarang sudah pukul 21:18 tetapi Aldi belum juga kembali dari kantornya, sedangakan baby Aksa sudah tertidur pulas. Anak itu akan terbangun nanti sekitar pukul sebelas sampai dua belas malam untuk minta susu.

Lolita sedang mendudukkan dirinya didepan meja rias. Ia memandangi alat make up yang baru saja ia beli tadi bersama dengan teman temannya.

Suara pintu yang terbuka itu membuat perhatian Lolita teralihkan untuk melihat siapa yang masuk kedalam kamarnya.

Lolita langsung beranjak berdiri ketika tahu kalau Aldi yang baru saja masuk kedalam kamar. Ia mengambil tas kerja Aldi dan menyimpannya di tempat semestinya.

Sedangkan Aldi mendudukkan dirinya dipinggir tempat tidur sambil melepaskan sepatunya.

"Aku siapkan air hangat dulu" Ucap Lolita kemudian berjalan menuju ke dalam kamar mandi.

Beberapa menit kemudian.

"Airnya sudah siap" Ujar Lolita sambil menghampiri Aldi.

Aldi meletakkan ponselnya diatas tempat tidur kemudian beranjak berdiri. "Terimakasih" Ucap Aldi lalu berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Lolita mengambil sepatu Aldi dan menyimpannya di rak sepatu, setelah itu ia mendudukkan dirinya di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.

Lima belas menit pun berlalu, dan Aldi pun keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit pinggangnya.

Ia kemudian berjalan menuju keruang ganti untuk memakai pakaiannya. Setelah itu ia menyusul Lolita naik keatas tempat tidur.

"Tadi ngapain aja?" Tanya Aldi setelah duduk berselonjoran bersama dengan Lolita.

Lolita menyimpan ponselnya diatas nakas. Ia kemudian menyadarkan kepalanya di dada bidang Aldi.

"Tadi aku beli pakaian dan beberapa make up, itu Amel dan Yolanda yang maksa" Jawab Lolita sambil mendongakkan wajahnya untuk menatap Aldi.

"Hmm, tidak apa apa" Jawab Aldi sambil mengelus puncak kepala Lolita.

"Kamu tidak marah? Aku kan menghabiskan banyak uang hanya demi barang barang unfaedah" Ujar Lolita.

"Kenapa harus marah? Sekalipun kamu yang ingin membeli itu sendiri tanpa paksaan pun aku tidak akan marah. Lagian juga aku bekerja memang untuk kamu dan anak kita" Tutur Aldi sambil tersenyum dan mencium kening Lolita.

Lolita kemudian membalikkan badannya, ia memeluk tubuh Aldi erat erat.

"Kenapa?" Tanya Aldi. "Ngga apa apa, aku hanya ingin seperti ini" Ucap Lolita. Aldi pun hanya diam sambil mengelus puncak kepala Lolita.

"Hmm apa aku harus memberi tahu Aldi ya soal Kevin" Gumam Lolita dalam hati.

Lolita kemudian melepaskan pelukannya, ia menatap wajah Aldi dalam dalam. "Kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Aldi.

"Em Aldi" Lolita menjeda ucapannya. "Hmm lebih baik ku beri tahu Aldi dari pada nanti terjadi salah paham" Gumam Lolita lagi.

"Tadi aku ketemu sama Kevin" Ujar Lolita.

"Terus?" Tanya Aldi.

"Tadi aku tidak sengaja menabraknya saat hendak membalas pesan Yolanda, dan dia meminta kesempatan untuk kembali dengan aku" Jelas Lolita dengan sedikit takut.

"Terus kamu memberikan dia kesempatan?" Tanya Aldi dengan ekspresi datar.

"Dengarkan dulu" Ucap Lolita.

"Nggak, aku ngga memberikan dia kesempatan. Kalau kamu ngga percaya kamu tanya aja sama teman teman di kampus" Imbuh Lolita.

"Aku tahu"Jawab Aldi kemudian sambil tersenyum.

"Kamu tahu?" Tanya Lolita sambil mengangkat sebelah alisnya.

"Iya" Jawab Aldi dengan santainya.

Lolita menatap Aldi dengan tatapan penuh selidik, "Kamu mata matain aku ya?" Tebak Lolita akhirnya.

"Nggak" Jawab Aldi.

Lolita kemudian memukul Aldi. "Ngga percaya" Ucap Lolita dengan bersungut-sungut.

"Iya iya, tadi aku minta seseorang buat ngawasin kamu" Ujar Aldi.

"Kenapa sih? Ngga percaya sama aku?" Tanya Lolita dengan kesal.

"Bukannya gitu, aku cuma ngga mau kamu kenapa napa aja, soalnya kan ngga ada aku" Ucap Aldi.

"Tau ah, jadi selama ini juga kamu diam diam awasin aku kan" Ucap Lolita kesal.

"Ya gitu" Jawan Aldi sambil tersenyum.

"Udahlah, mau tidur aku nagntuk" Ucap Lolita sambil membaringkan tubuhnya lalu menarik selimut sebatas dadanya.

"Ya marah, jangan marah dong sayang" Ucap Aldi sambil memegang tubuh Lolita. Namun Lolita hanya diam tak menghiraukan.

"Hufftttt" Aldi menghela nafas panjang. Ia kemudian turun dari tempat tidurnya. Mengambil laptopnya kemudian mulai bermain main dengan keyboardnya.

Ia sejenak menoleh kearah Lolita yang masih tidur dengan posisi membelakanginya. "Hmm" Aldi tiba tiba tersenyum. Ia mengambil ponselnya yang sudah disimpan Lolita diatas nakas.

"Eh" Aldi mengambil ponsel Lolita. Ia kemudian keluar dari dalam kamarnya sambil membawa ponselnya dan juga milik Lolita.

Mendengar suara pintu yang sudah tertutup, Lolita kemudian membuka matanya lalu mengintip. "Huh, bukannya di bujuk agar tidak marah malah pergi" Ucap Lolita dengan kesal.

Lolita hendak kembali membaringkan tubuhnya, namun suara tangis Aksa membuat ia mengurungkan niatnya.

Lolita turun dari atas tempat tidurnya, ia kemudian menyusui Aksa langsung dari punyanya.

Setelah lima belas menit, Aksa akhirnya kembali tertidur. Lolita memindahkan Aksa kembali kedalam box bayinya bersamaan dengan Aldi yang kembali masuk kedalam kamar.

"Eh sayang, kamu belum tidur?" Tanya Aldi. Namun Lolita mengabaikannya dan kembali membaringkan tubuhnya, menarik selimut hingga menutupi ujung kepalanya.

Aldi yang melihat itu menggelengkan kepalanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

1
Novia
si bocil nya Lolita sudah tau ngambek, 🤣🤣🤣gn tidak bisa di lwan
Novia
hmmmm
Novia
harusnyaa kn cuci darah loh
Novia
jdi pelakor ja bnga ya re, tpi gagal terus🤣🤣🤣
Novia
ngeri si Rere tetep maju walaupun si aldi udah tau menikah dengan Lolita tetep ja maju
Novia
labil pake bnget ya
penyuka ultra milk 😋
wkwk tpi kita sama an
Windi Rasyid
Lumayan
Neneng Yuningsih
suka banget sama cerita nya 💖💖💖
Liiee
udah pernah baca,, tapi tetep nangiss pasbacalagi
kadek15
oooh pantes pas lolita sama aldi belum akur si evan kq baik²in loli ternyata benar dugaanku evan ada rasa wkt itu sama loli😂😂😂
kavena ayunda
skit ginjal yang di donorin jantung 🙄 baru tau jantung bs nrima pendonor bukannya harus nunggu mati dlu baru ba donorin jantung ya kalo cangkok hati baru q paham
Uul Fajriyah
rasa nya pgn bantui si lolita jmbak rmbut pelakor
Marlita Indriana
kek nya loli pergi karna hasil pemeriksaan ginjal nya dech,dh mulai skt2 jado gak pengen jadi beban buat aldi...yg sabar ya loli..kamu pasti bisa
Marlita Indriana
knp juga aldi sama felisha gak jujur cerita sebenernya ke loli,klo semua hanya sandiwara dan loli pasti ngerti gak harus buat loli luka ke sekian kali nya...tapi semua di tangan author sih so suka2 author donk😁😁
Gita Oktasari
aku nangis Thor bacanya 😭😭😭😭
💜_Vicka Villya_💜
ouhh bengeek 🤣🤣
Annisa Pasila
luar biasa
Sary Bhulank
👍
Monah
PD sekali dia gak tau aja kalau Aldi udah punya istri dan anak 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!