NovelToon NovelToon
GARA-GARA 3 MILLIAR

GARA-GARA 3 MILLIAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Gadis itu dijadikan jaminan oleh ayahnya. Bukan sekali dua kali saja. Tapi terlalu sering, bahkan ia hampir kehilangan nyawa. Namun tidak ada kebencian yang terlihat. Membuat Qret, sang ketua gengster penasaran. Terbuat dari apa hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Cincin Pilihan

Senyum ibu langsung mengembang ketika aku mengangguk, pertanda tidak keberatan jika ayah bergabung bersama kami. Tadi ibu memang memberitahu ayah tentang agenda kami membeli perhiasan untuk lamaran besok, ibu ingin ayah merasakan kebahagiaan yang sama dengan yang kamu rasa saat ini.

Sebagian ibu tidak memberitahuku karena khawatir aku tidak bersedia jika ayah ikut terlibat.

"Bu, lakukan apa saja yang ibu inginkan. Asalkan ibu bahagia, aku juga bahagia. Aku yakin ibu tahu mana yang terbaik untuk kita semua." aku berbisik di telinga ibu.

"Terimakasih banyak, Qret. Ibu benar-benar beruntung punya anak sepertimu!' sedikit menjinjit, ibu mengusahakan kepalaku.

"Hai, kalian berdua apa kabar?" ayah menghampiri kami.

"Yah," panggilku, sambil mencium punggung tangan lelaki yang pernah menjadi musuhku itu. Ini adalah salah satu momen yang ingin sekali kulakukan saat kecil dulu. Jujur, aku memang pernah iri pada teman-teman saat mereka diantat jemput oleh ayah mereka.

"Qret!" ayah tampak terharu, kedua matanya langsung berkaca-kaca.

"Besok ayah bisa datang, kan? Qret ingin ayah hadir." kataku.

"Tentu. Tentu saja. Ayah pasti datang!" jawab ayah dengan penuh semangat.

Sebenarnya ada perasaan sedih melihat kondisi ayah saat ini yang sedang menjalani proses perceraian dengan istri sahnya. Kata ibu, ayah saat ini tinggal sendiri di rumah lama ibu sebab semua hartanya disita oleh istri pertama, bahkan karirnya pun ikut dihancurkan.

Ibu sempat meminta izin agar ayah tinggal bersama kami, tetapi demi keamanan ibu, saat ini terpaksa kularang hingga proses perceraian ayah berakhir.

Kalau gegabah, hanya karena iba, bisa jadi ibupun kelak akan mendapatkan masalah. Ibu Rani sangat licik sekali, ia sanggup melakukan apapun untuk menghancurkan musuhnya.

Untungnya ayah faham dan mendukung penuh keputusanku. Jika semua sudah membaik, aku pun tidak akan keberatan bila mereka bersatu kembali.

"Ayah sudah makan?" tanyaku.

Ayah mengeleng, sambil memegang perutnya yang terlihat kempes. Ayah memang tampak lebih kurus dari sebelumnya.

"Kalau begitu kita makan dulu. Aku yang traktir!" aku menggandeng tangan ayah dan ibu di kiri dan kanan menuju salah satu cafe yang ada di sini.

Kami memutuskan makan bebek bakar dan SOP buntut. Ayah makan sangat lahap sekali. Sampai tambah dua kali.

"Sebaiknya pulang saja, jangan bercerai!" ibu membuka pembicaraan saat melihat ayah makan tergesa-gesa. Seseorang yang dulu punya power kini terlihat tidak berdaya.

"Kamu ini bicara apa? Selangkah lagi kita bisa bersatu. Lagipula aku tidak ingin menua lalu mati dalam penyesalan karena tidak dapat bersatu dengan perempuan yang amat kucinta." cetus ayah.

"Wah, sepertinya ibu sangat mencintai ayah. Makanya tidak tega melihat ayah menderita karena keterbatasan. Harusnya ibu bangga dengan perjuangan ayah yang ingin bersatu dengan ibu. Jangan malah membuat ayah patah semangat!" aku memberikan semangat untuk kedua orangtuaku.

Entah mengapa ada perasaan iba melihat mereka berdua yang harus menjalani hari penuh dengan ketertekanan.

"Kau benar Qret. Ibumu terlalu gampang ingin menyerah. Padahal ayah masih semangat untuk memperjuangkannya!" ungkap ayah dengan penuh kebanggaan.

"Hah kalian ini. Ayah dan anak sama saja!" celetuk ibu dengan wajah cemberut.

Melihat tingkah ibu, sontak membuatku dan ayah tertawa terbahak-bahak, puas menggoda ibu.

"Yah, kenapa ayah begitu mencintai ibu?" tanyaku.

"Karena ibumu, selain cantik, juga penuh kasih sayang. Buktinya, ayah begini saja dia sudah sedih." kata ayah.

"Mungkin karena cinta ibu pada ayah begitu besar!" aku kembali menggoda ibu.

"Ya benar, aku memang sangat mencintai ayahmu Qret. Sama besar dengan cinta ibu untukmu. Kalian berdua adalah segalanya!" ibu bicara serius, dengan nada kesal karena terus-menerus digoda.

"Wah!" aku dan ayah bersorak gembira.

"Betapa beruntungnya kita dicintai ibumu, Qret!" tambah ayah.

"Tentu saja yah. Qret sangat terharu sekali!" jawabku.

"Sudahlah. Mau sampai kapan kalian menggoda ibu terus? Kalian ini membuat heran saja, kenapa sangat kompak sekali untuk urusan ini."cetus ibu. "Ayo Qret, kita harus segera cari perhiasan untuk Yasmin!" ajak ibu.

Setelah membayar makan, aku mengajak ayah dan ibu mampir di salah satu toko perhiasan. Kami bertiga sibuk memilih perhiasan yang terbaik versi kami masing-masing.

"Ini saja Qret, kalung ini indah sekali." kata ibu.

"Ibumu benar Qret. Liontinnya cantik. Tapi lebih cantik ibumu!" Seru ayah.

"Haduh, mas ini!" ibu tersipu malu.

Aku menolak rekomendasi kalung pilihan ayah dan ibu, meskipun kalung itu terlihat sangat cantik dan elegan sebab teringat kejadian tentang kalung kemarin. Masa mau diulangi dua kali.

"Yang lain saja Bu. Perhiasan yang kalau dipakai oleh Yasmin dapat Qret lihat!" kataku, sambil terus mengamati perhiasan di dalam etalase.

Tiba-tiba mataku tertuju pada deretan cincin. Ada yang bermata, ada yang hanya polosan.

"Bu, cincinnya cantik kan?" aku menunjuk sebuah cincin dengan mata berbentuk mutiara. "Yasmin pasti akan terlihat semakin cantik!"

"Ya, cantik!" kata ibu, diamini oleh ayah.

"Kalau begitu kita ambil ini saja!" aku memanggil petugas yang baru selesai meladeni pengunjung lainnya. "Saya mau yang ini, mbak!" jariku menunjuk pada salah satu cincin yang berada di etalase.

Cincin itu kini berada dalam genggamanku. Usai membayar sejumlah harga, sambil tersenyum aku menimangnya. Membayangkan acara esok, saat kami mulai memasuki tahapan baru dari kelanjutan hubungan kami.

"Yas, insyaAllah aku akan berusaha jadi suami yang baik untukmu." ucapku lirih, sambil senyum-senyum.

"Qret, kenapa?" ibu menepuk pundakku. Mungkin bingung dengan sikapku barusan.

"Oh, enggak apa-apa Bu." kataku, tersipu malu.

"Orang yang baru menikah wajar Bu, senyum-senyum sendiri. Pasti sedang membayangkan indahnya pernikahan." timpal ayah.

"Wah ... wah ... wah. Ibu senang sekali mendengarnya Qret. Sempga semua dilancarkan." ibu mengucap doa untukku.

Karena tidak mau jadi bahan godaan ayah dan ibu, akupun membalas mereka berdua. "Dulu, apa ayah juga begini saat akan menikahi ibu?" aku melempar pertanyaan.

Wajah ayah dan ibu yang semula sumringah, berubah sendu. Sepertinya aku sudah salah memberikan pertanyaan.

"Qret, ayah selalu berdoa semoga pernikahanmu tidak seperti pernikahan ayah dan ibu. Semoga semuanya lebih lancar dan lebih mudah. Supaya kalian bahagia selalu." ayah juga mengucapkan doa untukku.

"Terimakasih banyak untuk doanya yah. Qret tidak bermaksud membuat ayah dan ibu sedih." Kataku.

Usai membeli cincin, aku mengajak ayah dan ibu membeli pakaian untuk besok. Kami memilih pakaian Koko berwarna putih untukku dan ayah. Sedangkan untuk ibu adalah gamis panjang berwarna senada.

"Kita akan terlihat seperti keluarga sesungguhnya." ungkap ayah dengan penuh kebanggaan.

"Iya." cetus ibu.

Dua pasang mata milik orang tuaku tampak berbinar melihat pakaian yang baru kamu beli seolah mereka melihat gambaran keluarga kecil yang bahagia. Ternyata memberikan kebahagiaan untuk orang yang kita cintai itu sangat sederhana.

1
Surtinah ana
maa syaa allah sukaaa sekali baca ceritanya, banyak pesan penting juga didalamnya 😍😍 loveee bangett..
Rere Nuraeni
smangat bang den
Rere Nuraeni
lanjut
Rere Nuraeni
bang kalian unyu
Rere Nuraeni
rumit bang cinta
Rere Nuraeni
uhhhhh😭
Rere Nuraeni
smangat bang
Rere Nuraeni
uhhhhhh sabar bang
Rere Nuraeni
,smngat bang
Rere Nuraeni
swiiitttt bang kalian 👍
Rere Nuraeni
lanjut
Rere Nuraeni
lov lov vvvvvvv😘
Rere Nuraeni
lanjut
Rere Nuraeni
lanjutkan
Rere Nuraeni
duh bang jimmmmm
Rere Nuraeni
👍unyu kalian bang
Rere Nuraeni
👍
Rere Nuraeni
😭😭👍👍
Rere Nuraeni
lov love deh
Rere Nuraeni
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!