WICAKSARA RAYZ ALKATIRI pria dewasa tertarik pada gadis kecil AMARA THITANIA ARCINTA akan kah cinta manis antara kedua nya berakhir bahagia?
SESSION 2
AREI RAFIENSAH ALKATIRI, anak bungsu pasangan Cinta dan Aksara yang hilang. Cinta hadir dalam dendam kesumat nya akan kah cinta nya mengalahkan dendam?
SESSION 3
ARVIANDRA EXCEL PRATAMA, lelaki dengan kharisma, sukses, ketua gengster akan kah hadir gadis dalam perjalanan hidup nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RayY_n, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS.33
"Cinta nya kakak"
Rista beranjak dari kursi meja makan yang di duduki nya, istri Haris Dimitri itu menghambur memeluk tubuh ramping sepupu perempuan nya.
Masih jelas beberapa hari yang lalu mendengar cerita Dikta, Rista langsung meminta bantuan pada Aksara karena kakak sepupunya itu memiliki koneksi yang lebih luas.
"Kau tenang saja, aku pasti akan mempertemukan mu dengan adik sepupu mu segera"
Janji Aksa pada Rista saat itu.
"Terimakasih kak"
"Jaga lah dan pikirkan lah rumah gangga mu dengan Haris"
Pesan Aksara yang langsung diangguki oleh Rista.
Dan sudah beberapa minggu lelaki matang kakak sepupu dari suaminya itu membawa adik sepupunya sekaligus istri dari lelaki itu.
"Kau baik saja kah?"
Rista meneliti setiap inci tubuh Cinta.
"Aku baik kak"
"Kakak khawatir pada mu, sungguh kakak tidak tahu kau dalam masalah"
Cinta mengangguk.
"Ayo"
Ucap Aksara membimbing istrinya, dan Rista kembali duduk disisi suaminya.
"Kenapa sampai menangis begitu?"
Rista menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya senang bisa melihatnya"
"Baik lah, ayo makan"
Mereka semua maakn dengan khidmat, setelah selesai.
"Ayo kita bicara!"
Ajak Rista kemudian pada adik sepupunya yang sangat disayangi nya. Cinta mengangguk lalu mengikuti kakak sepupunya menuju taman depan. Sementara Aksara dipanggil sang daddy untuk menghadap.
"Ada apa dad?"
"Apa benar?"
Aksara segera menyerahkan buku nikah milik nya, foto saat di kantor urusan agama.
"Baik lah daddy percaya kau menikah gadis mu itu secara legal"
Ucap sang daddy, Aksara tersenyum.
"Ayo kita turun untuk mengumumkan berita bahagia ini"
Aksara mengangguk lantas turun bersama sang daddy menuju ruang tamu. Semua keluarga sudah menunggu, namun dua wanita istri para anak muda itu tidak disana.
"Aku sebagai kepala keluarga Alkatiri akan mengumumkan sesuatu tentang putra tungggal kami atau lebih tepat nya status putra tunggal kami"
Semua orang yang hadir di ruang tamu seketika saling pandang, air muka mereka jelas sangat berbeda beda.
"Anak tunggal ku Wicaksara Rayz Alkatiri telah menikah dengan seorang gadis pilihannya dan itu sah legal dinegara juga dalam agama"
Semua orang kaget, mereka berbisik bahkan berkata kencang.
"Jadi bagi yang masih ingin mendekati anak tunggal ku ini, mohon pengertian nya"
Dengan segera Ditya Alkatiri beranjak dari duduk nya meninggalkan ruang keluarga itu.
"Tante ini tidak adil bagi ku tante"
Ucap Karenina bernada protes pada iatri Ditya atau ibu kandung Aksara.
"Tante juga bingung sayang"
Dengan wajah yang tak karuan Diah berdiri dengan gamang.
Sementara diteras samping dua perempuan dengan status yang sama yaitu istri lelaki yang sangat digandrungi para kaum hawa sedang asik berbincang.
"Bagaimana keadaan mu sayang?"
Ucap Rista sambil memegang kedua pipi milik Cinta.
Cinta tersenyum dengan manis bertemu kakak sepupu perempuan nya.
"Apa kau mengalami banyak kesulitan?"
Lanjut Rista menghujami adik sepupunya dengan berjuta pertanyaan.
"Tenang lah kak, aku tidak apa kan? kau lihat aku baik saja"
Rista mengangguk membenarkan ucapan Cinta.
"Aku sangat khawatir beberapa minggu ini"
Ucap nya masih khawatir.
"Tapi kenapa kau bisa bersama kak Aksara? apa lagi sekarang kau tiba tiba menjadi istrinya, bagaimana ceritanya"
Ucap Rista.
"Sudah lah, aku tidak apa kak"
"Apa kau takut bercerita pada kakak?"
"Apa ada rahasia yang kau sembunyikan dari kakak?"
Rista mencoba menelisik raut muka Cinta, Rista tahu jika adik sepupunya sangat pandai menjaga perasaan nya.
"Tidak, percaya lah aku baik saja, bagaimana dengan kakak?"
"Kakak juga baik"
Mereka asik bercerita hingga lupa waktu.
"Sayang, ini sudah malam"
Dua wanita cantik itu menoleh pada sosok lelaki yang tak lain adalah suami Rista itu.
"Kakak pulang dulu ya, hati hati"
Ucap Rista mengelus pipi mulus Cinta yang mulai dingin.
"Masuk lah kau kedinginan"
Cinta mengangguk memandang punggung kakak sepupu perempuannya yang perlahan menghilang dibalik pagar yang kokoh itu. Cinta kembali kedalam, disana terlihat 3 wanita, 2 diantaranya wanita cantik dan yang satunya sudah paruh baya.
"Tunggu"
Cinta pun berhenti karena memang akan menyapa mereka.
"Siapa kau yang main masuk ke rumah orang saja"
Cinta terdiam mendengar suara wanita cantik yang duduk di samping wanita paruh baya itu yang tak lain dosen nya sendiri di kampus.
"Apa kau tidak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu!"
Ucap wanita cantik berwajah bule yang duduk diseberang keduanya.
"Maaf"
Ucap Cinta dengan nada selembut mungkin.
"Kau tidak diakui disini, pergi"
Ucap wanita cantik yang menempeli mommy Aksara, dia tak lain Karenina.
"Aksara seorang pemegang tahta Alkatiri apa kau bisa mengimbanginya, kau hanya gadis kecil berbeda dengan kami yang sudah dididik menjadi pendamping nya sejak kecil"
Ucap Cath dengan tegas lagi elegant.
"Kau tidak ubah nya debu di kaki Aksara, pergilah pintu masih terbuka untuk mu, tinggalkan Aksara jangan pernah muncul dihadapannya atau bermimpi untuk tinggal diaisi nya"
Sambung Karenina.
"Kami sudah memilih kandidat dan kamu tidak termasuk didalam nya"
Ucap Diah Alkatiri.
"Tidak ada orang hina yang bisa bersemayam dalam naungan Alkatiri"
Dengan segera Cinta memutar badannya segera menuju ke pintu luar berlari segera menuju gerbang dan menyelinap keluar meski cuaca sedang gerimis namun dia tidak menghiraukannya. Cinta menerjang hujan tanpa peduli apa pun dan berlari menjauh dari tempat yang tidak menerimanya.
Aksara sudah mandi sehabis berbincang sebentar dilihatnya dihalaman sudah kosong begitu pun dilantai dasar sudah tidak ada orang lagi. Namun mengapa istrinya belum juga naik ke lantai atas. Dengan segera Aksara menuruni anak tangga lalu menghampiri ke tiga wanita berbeda usia itu.
"Apa ada yang melihat Cinta?"
Ketiga nya saling pandang lalu terdiam.
"Dia istri ku mom"
Seolah meminta jawaban kepada sang mommy yang acuh juga beraut wajah dingin.
"Disini tidak ada bagian Alkatiri lagi'
Ucapnya ketika Aksara sampai dipintu ruang tamu.
"Dia bukan dari bagian Alkatiri, tapi dia adalah nyonya dari Wicaksara Rayz Alkatiri"
Aksara dengan segera bergagas menuju pos satpam didepan.
"Mang lihat wanita yang datang bersama saya tidak?"
Tanya Aksara pada satpam didepan.
"Lihat den, nona itu berlari kejalan kearah sana"
Tunjuknya.
"Terimakasih mang"
"Apa perlu bantuan untuk mencarinya den?"
"Tidak usah mang, terimakasih"
Ucap Aksara segera berlari pula menyusuri jalan yang ditunjukan mang supri itu.
"Tapi den ini masih hujan deras, den......."
Teriakan mang supri tak didengar Aksara karena sudah melesat jauh meninggalkan mension Alkatiri menuju jalanan.
Mang Supri hanya bisa menggelengkan kepalanya, sungguh dia baru kali ini melihat tuan muda mension itu begitu khawatir.
Aksara berharap segera menemukan istri teecintanya.
BERSAMBUNG.
Cinta tegas sikit dong,jadi cewek jangan lemah banget..