Chezy adalah seorang agen rahasia yang terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan Dallas, pewaris penuh rahasia dari keluarga Alston.
Awalnya hubungan keduanya hanya sebatas teman di tempat tidur. Tapi Dallas jatuh cinta secara tidak terduga. Chezy hanya memanfaatkan pernikahan kontrak ini untuk menyelesaikan misi dari organisasi, tapi malah terjerat dengan kasih sayang pria itu.
Hingga pada suatu hari, Chezy datang pada pria itu dan berkata, "Aku hamil anakmu. Haruskah aku menggugurkannya setelah kontrak berakhir?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhir Danius
"Menurutmu di dunia ini, siapa yang akan mengetahui hal-hal kecil seperti ini?" tanya balik Chezy.
Danius tidak langsung menjawab. Pikirannya terus berputar hingga akhirnya berani menebak satu hal.
"Organisasi agen rahasia," tebaknya.
"Oh, tebakan yang bagus. Tapi tidak ada hadiah. Aku bertanya sekali lagi, di mana sarang mereka?"
Danius yang telah berkeringat menahan rasa sakit pun menutup matanya untuk beberapa saat. Dia menimbang banyak hal di hatinya. Untuk kali pertama dalam hidup sebagai pembunuh bayaran, dia dilumpuhkan oleh seorang wanita.
"Tidak mau bilang?" Chezy tanpa ragu menusukkan belati ke punggung tangan Danius.
"Arrgghhh! Kamu!!!" geram Danius. Otot-otot wajahnya sedikit terlihat. Dia menhan rasa sakit yang teramat sangat.
Hujan tembakan dan perkelahian antara anak buah Danius dan anak buah Tamu Malam masih berlangsung.
"Lebih baik katakan jika putri mu ingin hidup dengan aman di masa depan!" Chezy mulai mengancam.
Danius terkekeh. Dia keracunan dan lengan kanannya juga terluka. Dia tahu racun di tubuhnya ini mampu membunuhnya cepat atau lambat. Hidup juga tidak akan ada artinya.
"Kenapa aku harus percaya padamu?" cibirnya.
"Sebagai seorang agen rahasia, aku selalu memenuhi janjiku. Jika kamu mengatakan semuanya, aku jamin kehidupan putrimu akan aman hingga dewasa dan menikah. Putrimu sangat baik. Tidak mungkin memiliki kehidupan yang ternoda bukan?"
"Kamu!" Napas Danius berantakan saat ini. Berpikir dua kali lagi dan lagi. "Kali ini aku percaya padamu satu kali ...."
Danius akhirnya mengatakan berapa informasi yang cukup penting bagi Chezy. Danius tidak tahu di mana sarang pembunuh berantai yang sesungguhnya. Tapi mereka memiliki banyak tempat tiruan. Setiap seminggu sekali, mereka akan berpindah tempat untuk menghilangkan jejak dan kecurigaan.
Setelah berkata demikian, Danius hanya minta satu hal pada Chezy, biarkan putrinya tumbuh dengan baik. Setelah itu, Chezy membunuhnya untuk menghilangkan masalah di masa depan.
Chezy harus segera meninggalkan tempat tersebut. Tapi dia ingat dengan keberadaan Tamu Malam yang misterius. Dia yakin Tamu Malam ini bukan musuh. Hanya saja tidak tahu dari organisasi mana.
"Tuan ini, apakah aku mengganggu kesenanganmu?" goda Chezy dengan nada centilnya. Dia berjalan perlahan ke arah pria itu dan menyentuh dada bidangnya dengan penuh rayuan.
Tamu Malam sedikit menunduk dan tidak berbicara untuk sementara waktu. Dia meraih pinggang wanita itu dan meremasnya sedikit. Entah kenapa hatinya tidak nyaman saat ini.
"Aku sudah beristri," jawab Tamu Malam melenceng dari pertanyaan Chezy.
"Oh, aku juga sudah bersuami," kata Chezy enteng.
Tamu Malam melepaskan tangannya dari pinggang Chezy dan mundur selangkah lalu terkekeh. "Kamu sangat berani," katanya.
"Tentu saja. Jika menemukan pria yang lebih baik, kenapa tidak? Tapi, aku lebih suka suamiku. Sayangi istrimu dengan baik. Jika kamu mengecewakannya, pasti hatinya akan terluka. Sebagai seorang wanita, aku juga tidak ingin suamiku selingkuh. Anggap saja ini pertemuan pertama kita sebagai kenalan asing." Chezy tersenyum di balik topeng kucingnya. Tapi dia tidak bisa tinggal lama dan berjalan keluar ruangan setelah semua anak buah Danius diurus.
"Sampai jumpa lagi, pria tampan. Sisanya kuserahkan padamu." Chezy segera menghilang dengan cepat seperti kucing yang bersembunyi di tempat yang gelap.
Tamu Malam tidak banyak bicara dan berpikir lebih dalam. "Lumayan."
Tapi dia memikirkan seseorang yang telah mencuri hatinya. Tapi entah kenapa dia mulai tertarik pada wanita misterius itu.
"Siapa kamu sebenarnya?" gumam Tamu Malam juga penasaran. Tapi tidak berniat untuk mencari tahu terlalu awal.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di luar, Chezy yang berpakaian serba hitam dan memakai topeng kucing itu segera meninggalkan lokasi kejadian. Dia tidak langsung pergi, tapi berjongkok di salah satu dahan kokoh sebuah pohon di kegelapan malam .
Tak lama setelah itu, Marine dan Hadwin menyusul dengan mengenakan topeng yang sama.
"Kamu benar-benar gila!" Marine mengeluh. Untung saja Chezy tidak terluka saat ini.
"Danius memiliki seorang anak. Mudah untuk membujuknya." Chezy tidak menganggap ini terlalu berbahaya.
"Tidak heran. Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?"
"Menunggu saja. Ada pihak lain malam ini yang membuat rencana mungkin akan berubah di masa depan."
"Hah? Siapa?" Hadwin penasaran.
"Tamu Malam," jawab Chezy.
"Siapa itu Tamu Malam?" Marine bahkan lebih bingung.
"Aku tidak tahu. Tapi pihak lain sepertinya suka berdagang senjata. Untuk saat ini bukan musuh." Chezy menggelengkan kepala.
"Ini merepotkan. Bagaimana jika dia melacaknya?"
"Aku menggodanya."
Marine hampir saja terpeleset dari dahan pohon, terkejut dengan perkataan Chezy. "Kamu yakin? Dia seorang pria muda?"
"Tampak muda. Sepertinya seusia Dallas."
"Sial! Kamu sangat berani. Kamu masih berstatus istri Dallas saat ini. Jika Tamu Malam ini tertarik padamu dan melukai Dallas, bagaimana?" Marine memikirkan masa depannya.
Pria berkualitas seperti Dallas sangat jarang ditemukan. Tapi jika ada pria yang lebih baik seperti Tamu Malam, mungkin luar biasa. Hanya saja ini melibatkan perasaan dan prasangka. Beda lagi.
"Dia juga punya istri."
Marine dan Hadwin khawatir jika Chezy menjadi pihak ketiga.
"Jangan khawatir, aku hanya menggodanya. Tidak mungkin aku merusak hubungan rumah tangga orang. Ini hanya candaan."
Marine menghela napas. "Aku harap begitu."
Tak lama setelah mereka berbincang, bekas pabrik yang kini tampak sunyi itu meledak tiba-tiba. Tamu Malam sepertinya sengaja menghilangkan banyak bukti. Dengan ledakan ini, pihak lain tidak akan tahu ada penyusup yang datang selain Tamu Malam.
Chezy merasa jika malam ini dia melemparkan pihak lain menjadi tersangka. Mungkin orang-orang dari organisasi pembunuh berantai itu akan menargetkan Tamu Malam.
Chezy merasa sedikit bersalah.
"Ayo pergi!" Chezy segera turun dari pohon.
Marine dan Hadwin mengikuti. Mereka segera meninggalkan lokasi sebelum pihak lain curiga dengan keberadaannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya di apartemen.
Chezy, Marine dan Hadwin kembali pagi-pagi sekali agar tidak ada yang curiga jika pemadam listrik di apartemen disebabkan oleh Hadwin. Karena Hadwin dan Marine memiliki alasan untuk mereka hari jadi mereka, tentu saja menginap di hotel untuk meyakinkan pihak apartemen.
Di dapur, Chezy sedang memasak beberapa hidangan. Dia belum makan sedikit pun. Perutnya mulai keroncongan.
"Chezy, handphone mu bergetar beberapa kali. Seseorang meneleponmu. Haruskah aku hantu menjawabnya?" teriak Marine dari ruang tamu.
...****************...
N: Kira-kira, siapa Tamu Malam? Ada yang bisa menebaknya dengan berani dan acak?
Bagaimanapun saudara kandung yg begitu akrab saat kecil tidak akan mungkin benar² saling membenci😢
Lalu dri POV Dallas sbenarnya si chezy ini mau menikah dgnnya hanya karena keuntungan harta gitukah? Soalnya sempat bingung di awal, Dallas jelas tahu cewek yg dia nikahi ini bukan cewek penakut sembarangan, scara kejadian di toilet itu membuktikan betapa cerdik dan beraninya chezy untuk ukuran wanita biasa mana bisa seberani itukan?. Lalu masa Dallas Masi mikir chezy ini mau menjadi istri kontraknya semata mata hanya karena uang dan status yg dia tawarkan?
Terus juga si chezy kok lngsung mau di awal² episode di ajak lepas mahkota sama Dallas? apakah disaat itu jga chezy SDH tau dallas memiliki hubungan dgn Gaines makanya dia mau² aja demi misinya gitu melepas kehormatannya?🤔